‹ Daftar slidePertemuan 1: Orientasi Proyek Riset dan Scoping Awal: peran supervisor akademik, kriteria orisinalitas, diskusi informal dengan tutor dan sesama mahasiswa
RPS minggu 1 · 2x50 menit
Orientasi Proyek Riset dan Scoping Awal
Peran supervisor akademik · kriteria orisinalitas · diskusi informal dengan tutor dan sesama mahasiswa
Proyek Riset — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta 14 Pertemuan: Di Mana Kita Hari Ini
Hari ini kita mulai Fase A: orientasi, hubungan supervisi, dan standar orisinalitas — pondasi yang menentukan kualitas seluruh 13 pertemuan berikutnya.
Proyek Riset Bukan "Skripsi Versi Panjang"
Ekspektasi S1 (yang harus Anda tinggalkan)
Topik "aman" mengikuti template senior
Supervisor mengarahkan tiap bab
Orisinalitas = konteks baru pada model lama
Ekspektasi Magister Manajemen (S2)
Topik lahir dari problem sensing di praktik profesional Anda
Supervisor = mitra kritis, bukan pengarah teknis
Orisinalitas dinilai atas kontribusi konseptual/metodologis, bukan hanya kebaruan konteks
Anda membawa modal yang jarang dimiliki mahasiswa S1: akses ke masalah manajerial nyata di tempat kerja Anda — inilah aset riset terbesar Anda semester ini.
Model Kemitraan Supervisor Akademik
Supervisor tidak mendesain riset untuk Anda — perannya mengaudit ketajaman argumen dan kelayakan metode (Gurr, 2001, tentang model relasi supervisi doktoral/pascasarjana)
Kemandirian mahasiswa sebagai pembelajar dewasa (andragogi) adalah prinsip inti Fase A
Frekuensi normal: 1 sesi terjadwal per 2 minggu + komunikasi tertulis di antaranya
Menyepakati Aturan Main Komunikasi Sejak Sesi Pertama
Praktik terbaik: sepakati 4 hal ini secara eksplisit di akhir sesi pertama — jangan diasumsikan.
Kanal utama (email formal vs WhatsApp untuk hal mendesak) & ekspektasi waktu respons (mis. 3 hari kerja)
Format draf yang diterima (Word dengan track changes, bukan PDF final)
Siapa yang menjadwalkan sesi berikutnya (default: mahasiswa proaktif, bukan menunggu diundang)
Protokol saat terjadi kebuntuan (eskalasi ke koordinator program, bukan diam berlarut-larut)
Kesepakatan ini sebaiknya dituliskan singkat via email rekap — praktik standar manajemen proyek profesional yang sama berlakunya di riset akademik.
Diskusi Kelas 1
Kalau supervisor bukan pengarah teknis, siapa yang bertanggung jawab atas kualitas metode riset Anda?
Renungkan sebelum kita masuk ke kriteria orisinalitas.
Orisinalitas: Bukan Sekadar "Belum Pernah Diteliti"
Phillips & Pugh (2015) dan Corley & Gioia (2011) memetakan kontribusi riset ke tiga sumbu — ketiganya berlaku untuk riset manajemen terapan Anda, bukan hanya riset teoretis murni.
Konseptual
Kerangka/teori baru atau diperluas
Contoh: memperluas RBV (Barney, 1991) ke konteks digital koperasi
Kontekstual
Menguji teori mapan di setting baru dengan justifikasi kuat kenapa konteks penting
Bukan sekadar ganti nama perusahaan
Metodologis
Pendekatan pengumpulan/analisis data yang lebih rigor dari studi sebelumnya
Rubrik Analisis Orisinalitas — 5 Langkah
Langkah
Pertanyaan Uji
Contoh Penerapan
1. Petakan klaim
Apa yang SUDAH terjawab di literatur terkini?
3 paper terbaru soal topik Anda (2020-2026)
2. Identifikasi celah
Variabel/konteks/metode apa yang belum diuji?
Belum ada studi UMKM sektor perikanan
3. Uji signifikansi celah
Apakah celah ini penting secara praktik/teori?
Sektor perikanan = 7% PDB, riset minim
4. Uji kelayakan
Bisakah Anda kumpulkan data dalam 1 semester?
Punya akses ke 40 UMKM via koperasi nelayan
5. Rumuskan klaim kontribusi
Satu kalimat: "Studi ini pertama kali..."
"...menguji TAM pada adopsi digital nelayan skala kecil"
Kalau langkah 4 gagal (data tak terjangkau), kembali ke langkah 2 — jangan paksakan topik ideal tanpa akses data.
Mini-Kasus: Menilai Orisinalitas Proposal Bank Digital
Kasus (ilustrasi, disederhanakan)
Seorang mahasiswa yang bekerja di unit digital banking sebuah bank BUKU IV mengusulkan topik: "Pengaruh kemudahan penggunaan aplikasi terhadap loyalitas nasabah bank digital seperti Jago/BCA Digital." Literatur TAM (Davis, 1989) untuk topik ini sudah sangat jenuh sejak 2015.
Supervisor menantang: "Kontribusi apa yang belum ada di 200+ paper TAM perbankan?"
Keputusan manajerial mahasiswa: mempersempit ke variabel kepercayaan pasca-insiden downtime sistem — celah yang jarang diuji karena butuh data insiden riil yang kebetulan ia miliki akses sebagai staf internal.
Walkthrough: Dari Masalah Kantor ke Draf RQ Awal
Amati: "Target akuisisi nasabah digital kami meleset 3 kuartal berturut-turut."
Kaitkan ke teori: Bukan sekadar operasional — bisa dibingkai lewat Technology Acceptance Model atau Customer Lifetime Value framework
Pertajam jadi pertanyaan: "Faktor apa yang paling memengaruhi konversi nasabah digital pasca-onboarding di segmen usia 25-35?"
Uji dengan rubrik orisinalitas 5 langkah (slide sebelumnya) sebelum dikunci
Hasil Akhir Walkthrough
1 RQ draf
siap diuji triad & dibawa ke sesi pertama supervisor
Diskusi Kelas 2
Topik apa di tempat kerja Anda yang "terasa jenuh diteliti" tapi sebenarnya punya sudut pandang belum tersentuh?
Bawa jawaban ini ke sesi scoping berikutnya.
Scoping Awal: Menentukan Batas, Bukan Menyempitkan Ambisi
Unit analisis: individu, tim, unit bisnis, atau organisasi? (jangan campur tanpa argumen multilevel)
Rentang waktu: cross-sectional (1 titik waktu) vs longitudinal (butuh akses data historis)
Batas populasi: sektor, ukuran perusahaan, wilayah geografis — harus dijustifikasi, bukan sekadar kemudahan akses
Kelayakan data: primer (survei/wawancara) vs sekunder (laporan tahunan, BEI, BPS) — cek ketersediaan SEBELUM finalisasi RQ
Scoping yang baik = keputusan manajerial trade-off antara ambisi teoretis dan realitas sumber daya (waktu, akses data, izin) — sama seperti menyusun scope proyek di kantor Anda.
Rubrik Scoping Canvas — 5 Langkah
Langkah
Keputusan
Pertanyaan Kunci
1. Domain masalah
Fungsi manajemen apa (keuangan/SDM/operasi/pemasaran)?
Selaras minat karier Anda?
2. Unit & level analisis
Individu / tim / unit bisnis / organisasi
Konsisten sepanjang model?
3. Batas populasi
Sektor, ukuran, wilayah
Ada justifikasi teoretis, bukan cuma akses?
4. Sumber data
Primer / sekunder / campuran
Sudah dicek ketersediaannya?
5. Batas waktu semester
Berapa minggu realistis untuk tiap fase (P10-P13)?
Ada buffer untuk revisi?
Output Wajib Hari Ini
1 paragraf
scoping statement awal — dibawa ke pertemuan supervisor pertama
Diskusi Informal dengan Tutor: Fungsi yang Sering Disalahpahami
Ruang aman bertanya hal "terlalu dasar" untuk ditanyakan ke supervisor
Manfaatkan tutor sebagai filter kualitas awal — datang ke supervisor dengan pertanyaan yang sudah lebih matang.
Diskusi Sesama Mahasiswa: Peer Review Terstruktur
Bentuk kelompok triad tetap (3 mahasiswa) untuk saling menguji scoping statement setiap minggu
Gunakan protokol "2 pertanyaan tajam, 1 apresiasi" — hindari basa-basi yang tidak produktif
Peer yang berasal dari sektor berbeda justru sering menemukan asumsi tersembunyi yang luput dari Anda sendiri (efek "orang luar")
Riset menunjukkan umpan balik dari sesama (peer feedback) meningkatkan kualitas draf lebih cepat dibanding menunggu jadwal supervisor per dua minggu — manfaatkan sebagai iterasi cepat di antara sesi formal.
Diskusi Kelas 3
Kalau tutor dan peer bukan otoritas final, mengapa tetap penting dikunjungi sebelum bertemu supervisor?
Hubungkan dengan konsep filter kualitas berjenjang.
Red Flags: Tanda Topik Belum Siap Dibawa ke Supervisor
Red flag scoping
RQ masih berbentuk pertanyaan umum (mis. "Bagaimana pengaruh X terhadap kinerja?")
Belum ada kepastian akses data
Populasi mencakup >1 sektor tanpa justifikasi
Red flag orisinalitas
Belum bisa sebut 3 paper terbaru terkait topik
Tidak bisa jelaskan celah dalam 1 kalimat
Replikasi murni tanpa argumen kontekstual
Kalau >=2 red flag ini masih ada pada topik Anda, JANGAN dulu registrasi judul di pertemuan 2 — gunakan minggu ini untuk konsultasi tutor.
Latihan Praktik: Scoping Statement + Jadwal Temu Supervisor
Tulis 1 paragraf (60-100 kata) berisi: domain masalah, unit analisis, batas populasi, sumber data awal
Tukarkan dengan 1 anggota triad Anda — beri 2 pertanyaan tajam
Revisi paragraf berdasarkan masukan (10 menit)
Kirim scoping statement final + 2 slot waktu yang tersedia ke calon supervisor via email sebelum akhir minggu ini
Deliverable pertemuan 2: judul sementara + abstrak 150 kata — scoping statement hari ini adalah bahan bakunya.
Kesalahan Umum Mahasiswa MM di Sesi Pertama dengan Supervisor
Datang tanpa dokumen tertulis — mengandalkan penjelasan lisan yang bercabang-cabang
Meminta persetujuan topik, bukan meminta kritik atas argumen scoping
Tidak mencatat kesepakatan tentang ekspektasi komunikasi (kanal, kecepatan respons, format draf)
Membawa terlalu banyak opsi topik (>3) sehingga sesi habis untuk memilih, bukan mempertajam
Sesi pertama yang efektif: 1 scoping statement tertulis + daftar 2-3 pertanyaan spesifik yang butuh dijawab supervisor, bukan validasi umum.
Ringkasan Pertemuan 1 & Menuju Pertemuan 2
Peran Supervisor
Mitra kritis, bukan pengarah teknis — akuntabilitas metode tetap di tangan Anda