stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Orientasi Proyek Riset dan Scoping Awal: peran supervisor akademik, kriteria orisinalitas, diskusi informal dengan tutor dan sesama mahasiswa
RPS minggu 1 · 2x50 menit

Orientasi Proyek Riset dan Scoping Awal

Peran supervisor akademik · kriteria orisinalitas · diskusi informal dengan tutor dan sesama mahasiswa

Proyek Riset — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta 14 Pertemuan: Di Mana Kita Hari Ini

Fase A — Fondasi (P1-P5)Fase B — Desain & Proposal (P6-P9)Fase C — Eksekusi & Penulisan (P10-P14)1Anda di sini

Hari ini kita mulai Fase A: orientasi, hubungan supervisi, dan standar orisinalitas — pondasi yang menentukan kualitas seluruh 13 pertemuan berikutnya.

Proyek Riset Bukan "Skripsi Versi Panjang"

Ekspektasi S1 (yang harus Anda tinggalkan)
  • Topik "aman" mengikuti template senior
  • Supervisor mengarahkan tiap bab
  • Orisinalitas = konteks baru pada model lama
Ekspektasi Magister Manajemen (S2)
  • Topik lahir dari problem sensing di praktik profesional Anda
  • Supervisor = mitra kritis, bukan pengarah teknis
  • Orisinalitas dinilai atas kontribusi konseptual/metodologis, bukan hanya kebaruan konteks

Anda membawa modal yang jarang dimiliki mahasiswa S1: akses ke masalah manajerial nyata di tempat kerja Anda — inilah aset riset terbesar Anda semester ini.

Model Kemitraan Supervisor Akademik

Mahasiswapemilik proyekSupervisormitra kritisTutorfasilitator proses
  • Supervisor tidak mendesain riset untuk Anda — perannya mengaudit ketajaman argumen dan kelayakan metode (Gurr, 2001, tentang model relasi supervisi doktoral/pascasarjana)
  • Kemandirian mahasiswa sebagai pembelajar dewasa (andragogi) adalah prinsip inti Fase A
  • Frekuensi normal: 1 sesi terjadwal per 2 minggu + komunikasi tertulis di antaranya

Menyepakati Aturan Main Komunikasi Sejak Sesi Pertama

Praktik terbaik: sepakati 4 hal ini secara eksplisit di akhir sesi pertama — jangan diasumsikan.

  1. Kanal utama (email formal vs WhatsApp untuk hal mendesak) & ekspektasi waktu respons (mis. 3 hari kerja)
  2. Format draf yang diterima (Word dengan track changes, bukan PDF final)
  3. Siapa yang menjadwalkan sesi berikutnya (default: mahasiswa proaktif, bukan menunggu diundang)
  4. Protokol saat terjadi kebuntuan (eskalasi ke koordinator program, bukan diam berlarut-larut)
Kesepakatan ini sebaiknya dituliskan singkat via email rekap — praktik standar manajemen proyek profesional yang sama berlakunya di riset akademik.
Diskusi Kelas 1
Kalau supervisor bukan pengarah teknis, siapa yang bertanggung jawab atas kualitas metode riset Anda?
Renungkan sebelum kita masuk ke kriteria orisinalitas.

Orisinalitas: Bukan Sekadar "Belum Pernah Diteliti"

Phillips & Pugh (2015) dan Corley & Gioia (2011) memetakan kontribusi riset ke tiga sumbu — ketiganya berlaku untuk riset manajemen terapan Anda, bukan hanya riset teoretis murni.

Konseptual
  • Kerangka/teori baru atau diperluas
  • Contoh: memperluas RBV (Barney, 1991) ke konteks digital koperasi
Kontekstual
  • Menguji teori mapan di setting baru dengan justifikasi kuat kenapa konteks penting
  • Bukan sekadar ganti nama perusahaan
Metodologis
  • Pendekatan pengumpulan/analisis data yang lebih rigor dari studi sebelumnya

Rubrik Analisis Orisinalitas — 5 Langkah

LangkahPertanyaan UjiContoh Penerapan
1. Petakan klaimApa yang SUDAH terjawab di literatur terkini?3 paper terbaru soal topik Anda (2020-2026)
2. Identifikasi celahVariabel/konteks/metode apa yang belum diuji?Belum ada studi UMKM sektor perikanan
3. Uji signifikansi celahApakah celah ini penting secara praktik/teori?Sektor perikanan = 7% PDB, riset minim
4. Uji kelayakanBisakah Anda kumpulkan data dalam 1 semester?Punya akses ke 40 UMKM via koperasi nelayan
5. Rumuskan klaim kontribusiSatu kalimat: "Studi ini pertama kali...""...menguji TAM pada adopsi digital nelayan skala kecil"
Kalau langkah 4 gagal (data tak terjangkau), kembali ke langkah 2 — jangan paksakan topik ideal tanpa akses data.

Mini-Kasus: Menilai Orisinalitas Proposal Bank Digital

Kasus (ilustrasi, disederhanakan)

Seorang mahasiswa yang bekerja di unit digital banking sebuah bank BUKU IV mengusulkan topik: "Pengaruh kemudahan penggunaan aplikasi terhadap loyalitas nasabah bank digital seperti Jago/BCA Digital." Literatur TAM (Davis, 1989) untuk topik ini sudah sangat jenuh sejak 2015.

Supervisor menantang: "Kontribusi apa yang belum ada di 200+ paper TAM perbankan?"

Keputusan manajerial mahasiswa: mempersempit ke variabel kepercayaan pasca-insiden downtime sistem — celah yang jarang diuji karena butuh data insiden riil yang kebetulan ia miliki akses sebagai staf internal.

Walkthrough: Dari Masalah Kantor ke Draf RQ Awal

  1. Amati: "Target akuisisi nasabah digital kami meleset 3 kuartal berturut-turut."
  2. Kaitkan ke teori: Bukan sekadar operasional — bisa dibingkai lewat Technology Acceptance Model atau Customer Lifetime Value framework
  3. Pertajam jadi pertanyaan: "Faktor apa yang paling memengaruhi konversi nasabah digital pasca-onboarding di segmen usia 25-35?"
  4. Uji dengan rubrik orisinalitas 5 langkah (slide sebelumnya) sebelum dikunci
Hasil Akhir Walkthrough
1 RQ draf
siap diuji triad & dibawa ke sesi pertama supervisor
Diskusi Kelas 2
Topik apa di tempat kerja Anda yang "terasa jenuh diteliti" tapi sebenarnya punya sudut pandang belum tersentuh?
Bawa jawaban ini ke sesi scoping berikutnya.

Scoping Awal: Menentukan Batas, Bukan Menyempitkan Ambisi

  • Unit analisis: individu, tim, unit bisnis, atau organisasi? (jangan campur tanpa argumen multilevel)
  • Rentang waktu: cross-sectional (1 titik waktu) vs longitudinal (butuh akses data historis)
  • Batas populasi: sektor, ukuran perusahaan, wilayah geografis — harus dijustifikasi, bukan sekadar kemudahan akses
  • Kelayakan data: primer (survei/wawancara) vs sekunder (laporan tahunan, BEI, BPS) — cek ketersediaan SEBELUM finalisasi RQ
Scoping yang baik = keputusan manajerial trade-off antara ambisi teoretis dan realitas sumber daya (waktu, akses data, izin) — sama seperti menyusun scope proyek di kantor Anda.

Rubrik Scoping Canvas — 5 Langkah

LangkahKeputusanPertanyaan Kunci
1. Domain masalahFungsi manajemen apa (keuangan/SDM/operasi/pemasaran)?Selaras minat karier Anda?
2. Unit & level analisisIndividu / tim / unit bisnis / organisasiKonsisten sepanjang model?
3. Batas populasiSektor, ukuran, wilayahAda justifikasi teoretis, bukan cuma akses?
4. Sumber dataPrimer / sekunder / campuranSudah dicek ketersediaannya?
5. Batas waktu semesterBerapa minggu realistis untuk tiap fase (P10-P13)?Ada buffer untuk revisi?
Output Wajib Hari Ini
1 paragraf
scoping statement awal — dibawa ke pertemuan supervisor pertama

Diskusi Informal dengan Tutor: Fungsi yang Sering Disalahpahami

Tutor BUKAN untuk
  • Menyetujui/menolak topik (itu wewenang supervisor)
  • Mengoreksi tata tulis mendetail
  • Menggantikan sesi formal dengan supervisor
Tutor UNTUK
  • Sparring partner cepat sebelum bertemu supervisor
  • Menjernihkan kebingungan prosedural (format, deadline, sistem)
  • Ruang aman bertanya hal "terlalu dasar" untuk ditanyakan ke supervisor

Manfaatkan tutor sebagai filter kualitas awal — datang ke supervisor dengan pertanyaan yang sudah lebih matang.

Diskusi Sesama Mahasiswa: Peer Review Terstruktur

  • Bentuk kelompok triad tetap (3 mahasiswa) untuk saling menguji scoping statement setiap minggu
  • Gunakan protokol "2 pertanyaan tajam, 1 apresiasi" — hindari basa-basi yang tidak produktif
  • Peer yang berasal dari sektor berbeda justru sering menemukan asumsi tersembunyi yang luput dari Anda sendiri (efek "orang luar")
Riset menunjukkan umpan balik dari sesama (peer feedback) meningkatkan kualitas draf lebih cepat dibanding menunggu jadwal supervisor per dua minggu — manfaatkan sebagai iterasi cepat di antara sesi formal.
Diskusi Kelas 3
Kalau tutor dan peer bukan otoritas final, mengapa tetap penting dikunjungi sebelum bertemu supervisor?
Hubungkan dengan konsep filter kualitas berjenjang.

Red Flags: Tanda Topik Belum Siap Dibawa ke Supervisor

Red flag scoping
  • RQ masih berbentuk pertanyaan umum (mis. "Bagaimana pengaruh X terhadap kinerja?")
  • Belum ada kepastian akses data
  • Populasi mencakup >1 sektor tanpa justifikasi
Red flag orisinalitas
  • Belum bisa sebut 3 paper terbaru terkait topik
  • Tidak bisa jelaskan celah dalam 1 kalimat
  • Replikasi murni tanpa argumen kontekstual
Kalau >=2 red flag ini masih ada pada topik Anda, JANGAN dulu registrasi judul di pertemuan 2 — gunakan minggu ini untuk konsultasi tutor.

Latihan Praktik: Scoping Statement + Jadwal Temu Supervisor

  1. Tulis 1 paragraf (60-100 kata) berisi: domain masalah, unit analisis, batas populasi, sumber data awal
  2. Tukarkan dengan 1 anggota triad Anda — beri 2 pertanyaan tajam
  3. Revisi paragraf berdasarkan masukan (10 menit)
  4. Kirim scoping statement final + 2 slot waktu yang tersedia ke calon supervisor via email sebelum akhir minggu ini
Deliverable pertemuan 2: judul sementara + abstrak 150 kata — scoping statement hari ini adalah bahan bakunya.

Kesalahan Umum Mahasiswa MM di Sesi Pertama dengan Supervisor

  • Datang tanpa dokumen tertulis — mengandalkan penjelasan lisan yang bercabang-cabang
  • Meminta persetujuan topik, bukan meminta kritik atas argumen scoping
  • Tidak mencatat kesepakatan tentang ekspektasi komunikasi (kanal, kecepatan respons, format draf)
  • Membawa terlalu banyak opsi topik (>3) sehingga sesi habis untuk memilih, bukan mempertajam
Sesi pertama yang efektif: 1 scoping statement tertulis + daftar 2-3 pertanyaan spesifik yang butuh dijawab supervisor, bukan validasi umum.

Ringkasan Pertemuan 1 & Menuju Pertemuan 2

Peran Supervisor
Mitra kritis, bukan pengarah teknis — akuntabilitas metode tetap di tangan Anda
Orisinalitas
3 sumbu: konseptual, kontekstual, metodologis — uji dengan rubrik 5 langkah
Scoping
Unit analisis, populasi, sumber data harus dicek SEBELUM RQ dikunci

Pertemuan 2: Registrasi Judul dan Abstrak — bawa scoping statement final Anda hari ini sebagai bahan baku.