‹ Daftar slidePertemuan 13: Model Risk Management & Governance
RPS minggu 13 · 2x50 menit
Model Risk Management & Governance
Permodelan Risiko — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 13: menjelaskan model risk, kerangka validasi, dan coherent risk measures.
Jam ke-1 (50 menit)
Model risk: krisis 2008 & Li's Gaussian copula
SR 11-7 Fed: 3 pilar model governance
Hitung dari nol: validasi model VaR
Jam ke-2 (50 menit)
Artzner coherent risk measures (4 aksiomatik)
Sub-additivity & diversifikasi; ES vs VaR
Independent validation; studi kasus; persiapan P14
Posisi: P13 meta-level; P14 studi kasus integratif 14 minggu.
Li's Gaussian Copula: Formula yang Menghancurkan
David Li (2000) mempublikasikan Gaussian copula untuk pricing CDO — formula sederhana yang dipakai industri untuk underprice risiko dan trigger krisis subprime 2008.
Formula Li
Gaussian copula
Default correlation dari CDS spread; sederhana & cepat
Konsekuensi
Underprice tail
Asumsi linear dependence; tidak menangkap tail cluster 2008
Pertanyaan pemantik: bagaimana mungkin satu formula matematika dapat menjadi "formula yang menghancurkan Wall Street" (Salmon 2009)?
Bagian 1 · 1/4
Model Risk & SR 11-7
Diskusi kelas: untuk bank Anda, model mana yang paling kritikal — dan apa konsekuensi jika model itu salah?
Definisi Model Risk
Model risk (SR 11-7 Fed, 2011): risiko kerugian akibat keputusan berbasis model yang salah atau salah pakai. Mencakup model error fundamental, data error, implementasi error, dan penggunaan di luar konteks dirancang.
Sumber Model Risk
Contoh Konkret
Fundamental error
Asumsi distribusi salah (Li's Gaussian); struktural tidak cocok
Data error
Data input kotor; survivorship bias; window pendek
Implementasi error
Bug code; rounding; formula salah di spreadsheet
Usage error
Model dipakai di luar konteks (ALM model untuk trading)
Calibration drift
Model tidak di-retrain; kondisi pasar berubah
Model risk bersifat endogen — datang dari proses pemodelan itu sendiri, bukan dari pasar.
SR 11-7 Fed: Tiga Pilar Model Governance
SR 11-7 adalah supervisory letter Fed (2011) yang menjadi standar global Model Risk Management.
Pilar
Komponen
Tanggung jawab
1. Model Development
Desain, dokumentasi, asumsi
Model developer (1st line)
2. Independent Validation
Challenge, benchmark, backtest
Model validation (2nd line)
3. Governance & Controls
Policy, risk tiering, reporting
Board, CRO, Model Risk Mgmt
Tiga pilar memastikan segregasi tugas: developer tidak validasi sendiri; validasi independen melapor ke Board.
Model Inventory & Tiering
Bank besar memiliki ratusan hingga ribuan model — perlu inventarisasi dan tiering untuk prioritas validasi.
Tier
Kriteria Materialitas
Frekuensi Validasi
Tier 1 (High)
Material to capital; P&L > Rp 100 M
Tahunan + saat material change
Tier 2 (Medium)
Material to business unit; P&L Rp 10-100 M
2-3 tahun
Tier 3 (Low)
Operational; P&L < Rp 10 M
5 tahun atau saat change
Model Tier 1 (IRB PD, VaR trading, op-risk LDA) wajib validasi tahunan oleh tim independen.
Hitung dari Nol: Validasi Model VaR (Backtest Kupiec)
Skenario: Model VaR 99% diuji selama 250 hari trading. Exception observasi: 5 hari. Hitung Kupiec POF test statistic dan bandingkan threshold χ².
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Exception observasi (x)
dari data
5
2. Total observasi (N)
250 hari
250
3. P̂ = x/N
5/250
2,0%
4. Expected p = 1 − c
1 − 0,99
1,0%
5. Kupiec LR
-2 ln[(1-p)^N-x × p^x × (1-p̂)^N-x × p̂^x]
~3,98
6. χ²(0,95; df=1)
Threshold
3,84
Kesimpulan
LR 3,98 > 3,84
Reject H₀ pada 5%; model VaR tidak akurat — perlu recalibration atau model upgrade
Bagian 2 · 2/4
Coherent Risk Measures
Diskusi kelas: jika Anda menggabungkan dua risiko menjadi portofolio, haruskah total risiko lebih kecil dari jumlah individu?
Artzner Coherent Risk Measures (1999)
Artzner, Delbaen, Eber, dan Heath (1999) menetapkan empat aksiomatik yang harus dipenuhi ukuran risiko yang "konsisten".
Aksiomatik
Definisi
Intuisi
1. Monotonisitas
X ≤ Y ⇒ ρ(X) ≤ ρ(Y)
Loss lebih besar → risiko lebih besar
2. Sub-additivitas
ρ(X+Y) ≤ ρ(X) + ρ(Y)
Diversifikasi tidak boleh menambah risiko
3. Homogenitas Positif
ρ(λX) = λρ(X) untuk λ ≥ 0
Risiko skala linear dengan ukuran
4. Translasi Invariance
ρ(X + k) = ρ(X) + k
Tambah risiko-free asset → tambah risiko
Empat aksiomatik ini menjadi standar matematis untuk ukuran risiko yang konsisten.
VaR Tidak Coherent: Pelajaran 2008
VaR memenuhi 3 dari 4 aksiomatik tetapi GAGAL sub-additivitas untuk distribusi non-elliptical — VaR dapat meningkat saat diversifikasi.
Ukuran Risiko
Monotonisitas
Sub-additivitas
Homogenitas
Translasi
VaR
✓
✗ (dapat gagal)
✓
✓
Expected Shortfall (ES)
✓
✓
✓
✓
Standar deviasi
✗
✓
✓
✗
Semivarian
✓
✗
✗
✗
VaR dapat melanggar sub-additivitas: ρ(X+Y) > ρ(X) + ρ(Y) — diversifikasi meningkatkan risk! Ini alasan Basel beralih ke ES.
Hitung dari Nol: Sub-additivitas VaR
Skenario: Dua obligor credit default independently; masing-masing loss = Rp 10 M dengan probabilitas 4%. VaR 95% per obligor = Rp 0 (karena P(loss) = 4% < 5%). Portfolio (2 obligor): P(2 loss) = 0,16%, P(1 loss) = 7,68%, P(0 loss) = 92,16%. VaR 95% portfolio = ?
Scenario
Portfolio Loss
Probabilitas
Cumulative
0 default
Rp 0
92,16%
92,16%
1 default
Rp 10 M
7,68%
99,84%
2 default
Rp 20 M
0,16%
100%
Kesimpulan
VaRpf = Rp 10 M
VaRpf Rp 10 M > VaR₁ + VaR₂ = Rp 0 + Rp 0 = Rp 0 — sub-additivitas GAGAL
Bagian 3 · 3/4
Validasi Independen
Diskusi kelas: untuk model paling kritikal di bank Anda, kapan terakhir kali di-validasi independen? Apa temuan utamanya?
Tiga Komponen Validasi Independen
SR 11-7 menetapkan tiga komponen wajib untuk setiap validasi model.
Komponen
Aktivitas
Output
1. Conceptual Soundness
Review asumsi, metodologi, teori
Opini tentang kecocokan model
2. Ongoing Monitoring
Backtest, sensitivity, performance tracking
Dashboard performa; alert jika degradasi
3. Outcomes Analysis
Compare prediksi vs aktual
Statistik akurasi; bias assessment
Validasi tidak satu kali — ongoing monitoring tahunan untuk Tier 1; outcomes analysis kuartalan.
Studi Kasus: Model Risk di Bank Indonesia
Bank besar Indonesia menerapkan Model Risk Management sesuai POJK dan praktik global.
Komponen
Implementasi BUKB
Model Inventory
Database terpusat; ratusan model terdaftar (PD, LGD, VaR, ALM, scoring)
Model Validation Function
Tim terpisah dari developer; melapor ke CRO
Validation Cycle
Tahunan untuk Tier 1; 2-3 tahun Tier 2; 5 tahun Tier 3
Board Reporting
Model Risk Committee Board kuartal; temuan material
Vendor Model
Validasi tetap wajib meski vendor pihak ketiga (black-box)
Model Risk Management adalah area yang berkembang pesat di bank Indonesia pasca-2014 (POJK 17).
Bagian 4 · 4/4
Persiapan P14
Diskusi kelas: dari 13 pertemuan, model/konsep mana yang paling berguna untuk organisasi Anda? Mana yang ingin Anda eksplorasi lebih lanjut?
Model Risk Governance: POJK Indonesia
OJK mengatur model risk governance melalui POJK 17/2014 lampiran dan POJK khusus model.
Aspek
POJK Acuan
Implikasi
Internal model (IRB)
POJK IRB
Bank wajib validasi PD/LGD/EAD; OJK review
Internal model (market)
POJK permodalan
Backtest periodik; OJK approval IMA
Internal model (op)
POJK op-risk
AMA/SMA documentation; loss data validation
Stress testing
POJK stress test
Skenario & methodology; OJK review kuartal
IFRS 9 ECL model
PSAK 71
PD/LGD lifetime; model governance formal
OJK Indonesia mengadopsi standar model risk governance global sesuai POJK; BUKB wajib implementasi penuh.
Ringkasan Kunci Pertemuan 13
SR 11-7
3 pilar: development · validation · governance
Artzner Coherent
4 aksiomatik; VaR gagal sub-additivitas
Validasi Independen
Concept · monitoring · outcomes
Bawa tiga lensa ini (governance · aksiomatik · validasi) sebagai meta-level kesadaran bahwa model adalah alat, bukan kebenaran.
Persiapan P14: baca kembali ringkasan P1-P13; siapkan studi kasus integratif portofolio multi-aset dengan VaR + stress + ERM.