ρ = +1 berarti tidak ada manfaat diversifikasi; ρ mendekati 0 atau negatif memungkinkan diversifikasi.
Formula Variance Portofolio Markowitz (1952)
Untuk portofolio 2 aset dengan bobot w₁, w₂ dan korelasi ρ₁₂:
σ²p = w₁²σ₁² + w₂²σ₂² + 2 w₁ w₂ ρ₁₂ σ₁ σ₂
Suku ketiga (cross-term) adalah tempat korelasi masuk. Jika ρ = +1: σp = w₁σ₁ + w₂σ₂ (tidak ada diversifikasi). Jika ρ < 1: σp < weighted average — diversifikasi aktif.
ρ₁₂
σp (w=0,5/0,5; σ₁=σ₂=10%)
Manfaat Diversifikasi
+1,0
10,0%
0% (tidak ada)
+0,5
8,7%
13%
0
7,1%
29%
-0,5
5,0%
50%
-1,0
0% (perfect hedge)
100%
Suku ketiga (2w₁w₂ρ₁₂σ₁σ₂) adalah jantung diversifikasi Markowitz.
Risiko Sistemik vs Idiosinkratik
Variance portofolio terurai menjadi dua komponen: risiko yang dapat didiversifikasi dan yang tidak.
Diversifiable (Idiosinkratik)
Spesifik perusahaan/sektor
Bisa dihilangkan dengan diversifikasi
Contoh: kebakaran pabrik; CEO fraud
Tidak dihargai pasar (no premium)
Systematic (Sistemik)
Pasaran macro; menyerang semua aset
Tidak bisa didiversifikasi
Contoh: resesi; inflasi; pandemi
Dihargai pasar (CAPM beta)
Diversifikasi sempurna menghilangkan idiosinkratik; systematic tetap dan menentukan expected return (CAPM).
Hitung dari Nol: Portofolio 2 Aet — ρ = 0,3
Skenario: Aset A: σ=20%, w=60%. Aset B: σ=12%, w=40%. Korelasi ρ=0,3. Hitung variance dan standar deviasi portofolio.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Variance aset
σA²=0,04; σB²=0,0144
0,04; 0,0144
2. Bobot kuadrat
wA²=0,36; wB²=0,16
0,36; 0,16
3. Suku A & B
0,36×0,04 + 0,16×0,0144
0,0144 + 0,00230 = 0,01670
4. Cross-term
2×0,6×0,4×0,3×0,20×0,12
0,00346
5. σ²p
0,01670 + 0,00346
0,02016
6. σp (akar)
√0,02016
14,2%
Kesimpulan
σp = 14,2%
Lebih rendah dari weighted average 16,8% — diversifikasi menghemat ~2,6 pp
Bagian 2 · 2/4
Batas Diversifikasi
Diskusi kelas: berapa banyak aset yang dibutuhkan untuk mencapai 90% manfaat diversifikasi?
Curve Diversifikasi: n vs σp
Sekitar 20-30 aset idiosinkratik memberi 90% manfaat diversifikasi; selebihnya hanya systematic risk tersisa.
Konsentrasi Portofolio: Bahaya Tersembunyi
Konsentrasi tinggi (satu nama/sektor besar) menghilangkan manfaat diversifikasi dan menciptakan tail risk.
Jenis Konsentrasi
Contoh Indonesia
Mitigasi
Sektoral
Bank pada sektor pertambangan saat harga batu bara jatuh
Limit sektor (% portfolio)
Geografis
Bank daerah terkonsentrasi di satu provinsi
Ekspansi geografis
Nama besar
20% portfolio ke 1 debitur korporasi
Limit single name (POJK 35/2018)
Tenor
Semua kredit jangka panjang; rollover simultan
Mix tenor; ALM
Konsentrasi adalah sumber utama kebangkrutan bank — bukan jumlah risiko, tetapi ketidakberagaman.
Herfindahl-Hirschman Index (HHI): Metrik Konsentrasi
HHI adalah jumlah kuadrat pangsa pasar/bobot. HHI mendekati 1 = monopoli; HHI mendekati 0 = tersebar sempurna.
HHI = Σ wi² (rentang 0 hingga 1)
Portofolio
Struktur
HHI
Interpretasi
A: 1 nama 100%
[1,0]
1,0
Konsentrasi maksimum
B: 5 nama @20%
[0,2]×5
0,20
Konsentrasi moderat
C: 20 nama @5%
[0,05]×20
0,05
Tersebar baik
D: 100 nama @1%
[0,01]×100
0,01
Tersebar sangat baik
OJK menggunakan HHI untuk menilai konsentrasi kredit; bank besar Indonesia HHI ~0,05-0,10 (dihedge).
Hitung dari Nol: HHI Portofolio Kredit 4 Sektor
Skenario: Portofolio kredit bank: Pertambangan 40%, Perdagangan 30%, Manufaktur 20%, Lainnya 10%. Hitung HHI dan interpretasi.
Sektor
Pangsa (wᵢ)
wᵢ²
Pertambangan
0,40
0,1600
Perdagangan
0,30
0,0900
Manufaktur
0,20
0,0400
Lainnya
0,10
0,0100
Σ HHI
1,00
0,3000
Kesimpulan
HHI = 0,30
Konsentrasi tinggi; pertambangan dominan 40%; direkomendasikan dekonsentrasi ke sektor non-siklikal
Bagian 3 · 3/4
Korelasi Saat Krisis
Diskusi kelas: mengapa korelasi antar aset melonjak ke 1 saat krisis? Apa implikasinya untuk diversifikasi?
Correlation Breakdown: Saat Diversifikasi Gagal
Saat krisis, korelasi antar aset melonjak ke ~1 — diversifikasi yang tampak aman runtuh karena semua dijual simultan.
Periode
ρ rata-rata BEI
ρ saham-emas
ρ saham-SBN
Normal (2005-2007)
~0,3
~0,1
~0,2
Krisis (Okt-Des 2008)
~0,8
~0,6
~0,7
COVID (Mar 2020)
~0,9
~0,5
~0,6
Pemulihan
kembali ke ~0,3
~0,1
~0,2
Korelasi rata-rata historis menyembunyikan tail dependence yang melonjak saat krisis — diversifikasi gagal saat paling dibutuhkan.
Copula & Tail Dependence
Copula adalah fungsi yang menggabungkan distribusi marginal menjadi distribusi joint. Tail dependence mengukur korelasi di ekor (loss ekstrem), bukan di tengah distribusi.
Korelasi Pearson (ρ)
Linear dependence di tengah distribusi
Tidak menangkap ekor
Mudah dihitung; standar industri
Menyesatkan saat krisis
Tail Dependence
Dependensi di ekor (loss ekstrem)
Lebih realistis untuk stress
Copula: Gaussian, Student-t, Clayton
Lebih kompleks; butuh data ekor
Pelajaran 2008 (Li's Gaussian copula): model copula yang salah (linear) menyebabkan underprice CDO — trigger krisis.
Studi Kasus: Portofolio LQ45 BEI 2020 (dihedge)
Analisis korelasi portofolio LQ45 menunjukkan correlation breakdown Maret 2020 — implikasi untuk diversifikasi.
Periode LQ45
ρ rata-rata internal
Dampak Diversifikasi
Jan-Feb 2020 (pre-COVID)
~0,3
Diversifikasi aktif; σp < σ rata-rata
Mar 2020 (crash)
~0,8-0,9
Diversifikasi runtuh; semua jatuh
Apr-Des 2020 (recovery)
~0,4
Diversifikasi pulih parsial
Pelajaran
Regime-dependent
Diversifikasi tidak konstan; perlu tail hedge
Praktik: tambahkan tail hedge (opsot put index, VIX call) untuk portofolio yang rentan correlation breakdown.
Bagian 4 · 4/4
Persiapan P9
Diskusi kelas: bagaimana korelasi kredit antar debitur memengaruhi Expected Loss portofolio bank Anda?
POJK & Limit Konsentrasi Indonesia
OJK mengatur batas konsentrasi kredit melalui POJK 35/2018 dan related regulation.
Aspek
POJK Acuan
Limit
Single name (solvent)
POJK 35/2018 (BUKB)
≤25% modal (Tier 1)
Related party
POJK 35/2018
≤10% modal
Sektoral ( Property )
POJK 36/2019
≤20-30% (tergantung segmen)
Counterparty derivatif
POJK 35/2018
≤10% modal
Limit konsentrasi OJK memaksa diversifikasi minimum; bank sehat menerapkan limit internal lebih ketat.
Ringkasan Kunci Pertemuan 8
Variance Portofolio
σ²p = w₁²σ₁² + w₂²σ₂² + 2w₁w₂ρ₁₂σ₁σ₂
Correlation Breakdown
ρ → 1 saat krisis; diversifikasi runtuh
HHI & Limit OJK
Metrik konsentrasi + POJK 35/2018
Bawa tiga lensa ini (Markowitz · breakdown · konsentrasi) sebagai dasar perhitungan risiko portofolio.
Persiapan P9: baca Saunders & Allen (2010) bab 4-5 tentang PD, LGD, EAD; siapkan menghitung Expected Loss portofolio kredit.