Selama akhir 2008, banyak bank punya model VaR yang tampak akurat tetapi tetap kolaps — skenario aktual berada di luar rentang historis.
VaR Pre-Krisis
Zona hijau
Exception dalam ekspektasi; model "bagus" menurut backtesting
Skenario Aktual 2008
~10σ event
Di luar distribusi historis; tidak terjangkau VaR manapun
Pertanyaan pemantik: bagaimana mungkin bank dengan model risiko yang tampak akurat tetap bangkrut?
Bagian 1 · 1/4
Mengapa Stress Test
Diskusi kelas: untuk bank treasury Anda, skenario stress apa yang paling ditakuti — dan apakah skenario itu sudah terjadi historis?
Komplementer VaR: Ekor di Luar Probabilitas
Stress testing adalah evaluasi deterministik dampak skenario ekstrem terhadap portofolio — tanpa perlu mengaitkan skenario dengan probabilitas historis. Komplemen VaR yang berbasis probabilistik. (BCBS, 2018, Stress Testing Principles)
VaR
Probabilistik; ekspektasi statistik
Stress Test
Deterministik; skenario what-if
Reverse
Mulai dari bangkrut → cari skenario
VaR & stress testing adalah dua sisi pengelolaan risiko ekstrem — keduanya wajib.
Tiga Tujuan: Solvabilitas, Likuiditas, Strategi
Stress testing melayani tiga tujuan strategis berbeda — pemilihan skenario mengikuti tujuan.
Tujuan
Pertanyaan
Skenario Umum
Solvabilitas
Apakah CAR tetap > 8%?
NPL ×2; kredit down-grade; bunga +200 bps
Likuiditas
Apakah bank bertahan 30 hari dengan run?
Outflow dana 20-40%; LCR < 100%
Strategi
Bisnis apa yang harus dipangkas?
Ekonomi −2%; sektor spesifik jatuh
Reverse
Apa skenario yang menghancurkan?
Cari break-even CAR
Pemilihan skenario harus eksplisit tentang tujuan — skenario solvabilitas berbeda dari likuiditas.
Tata Kelola Stress Test
Stress testing efektif memerlukan tata kelola formal — bukan sekadar latihan teknis departemen risk.
Komponen Tata Kelola
Risk committee menyetujui skenario
Direksi meninjau hasil kuartal
Independent validation oleh pihak ketiga
Dokumentasi metodologi & asumsi
Frekuensi
Bulanan: stress internal trading
Kuartalan: stress solvabilitas & likuiditas
Tahunan: reverse stress & strategis
Ad-hoc: saat krisis muncul
Stress test tanpa tata kelola formal hanya formalitas — hasilnya tidak akan dijalankan saat krisis.
Hitung dari Nol: Dampak Skenario Suku Bunga +200 bps
Skenario: Portofolio SBN treasury bank Rp 1.000 miliar dengan duration rata-rata 5 tahun. Skenario stress: yield naik +200 bps. Hitung dampak menggunakan approximasi duration.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Δy
yield naik 200 bps = 2%
0,02
2. Approximasi duration
ΔV/V ≈ −D × Δy
−5 × 0,02 = −10%
3. ΔV (Rp)
−10% × Rp 1.000 M
−Rp 100 M
4. Convexity adjustment
+½ × C × Δy² (ilustratif C=30)
+Rp 0,6 M
5. Dampak total
ΔV ≈ −Rp 99,4 M
~−Rp 100 M
Kesimpulan
~−Rp 100 M
Kerugian nilai portofolio SBN treasury pada skenario yield +200 bps (approximasi duration)
Bagian 2 · 2/4
Jenis Skenario
Diskusi kelas: pilih satu skenario historis krisis yang paling relevan untuk bank Indonesia — mengapa?
Skenario Historis (Krisis 1997, 2008, 2013, 2020)
Skenario historis mereplikasi shock dari krisis masa lalu — langsung dapat dijelaskan, tetapi terbatas pada yang sudah terjadi.
Krisis
Shock Utama
Relevansi Indonesia
1997 (Krisis Asia)
Depresiasi rupiah ~-85%; sukubunga BI ~+50%
Tinggi —risiko valas & bunga
2008 (GFC)
Contagion global; IHSG ~-50%; flight to USD
Sedang — pasar eksternal
2013 (Taper Tantrum)
Rupiah -25%; yield SBN +200 bps
Tinggi — risiko treasury
2020 (COVID)
PSBB; NPL UMKM naik; recovery cepat
Tinggi — risiko kredit & operasional
Kelebihan: mudah dijelaskan ke direksi (sudah terjadi). Kekurangan: terikat yang sudah pernah terjadi.
Skenario Hipotetis (Adverse/Severely Adverse)
Skenario hipotetis dirancang dari awal — tidak terikat masa lalu — memungkinkan menguji kombinasi shock baru.
Tingkat Skenario
Baseline: proyeksi normal ekonomi
Adverse: resesi moderat (-1 hingga -2% PDB)
Severely adverse: resesi berat (-4 hingga -6% PDB)
Contoh Fed/DFAST
Skenario makro: PDB, inflasi, pengangguran, yield
Path 6-kuartal untuk semua variabel
Hanya bank besar wajib (CCAR/DFAST)
OJK Indonesia: Pedoman Stress Test
Skenario hipotetis adalah inovasi utama pasca-2008 — memungkinkan menguji kombinasi yang belum terjadi.
Sensitivitas vs Skenario Multi-faktor
Dua pendekatan desain: sensitivitas (shock satu faktor) vs skenario multi-faktor (shock simultan beberapa).
Pendekatan
Karakter
Contoh
Sensitivitas
Satu faktor bergerak; lain tetap
Bunga +200 bps saja; valas -10% saja
Multi-faktor
Beberapa faktor simultan
Bunga +200 bps & valas -15% & NPL ×1,5
Korelasi
Asumsi dependensi antar faktor
Rupiah jatuh berkorelasi dengan yield naik
Kompleksitas
Sensitivitas cepat; multi-faktor akurat
Multi-faktor lebih realistis tetapi sulit
Praktik: gunakan sensitivitas untuk pemetaan cepat, multi-faktor untuk keputusan strategis.
Skenario: Portofolio SBN senilai Rp 500 miliar dengan duration 6 tahun dan convexity 40. Hitung dampak skenario yield +150 bps dengan duration + convexity adjustment.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Δy
+150 bps = 1,5%
0,015
2. Duration effect
−D × Δy = −6 × 0,015
−9,0%
3. Convexity effect
+½ × C × Δy² = 0,5 × 40 × 0,015²
+0,45%
4. Total ΔV/V
−9,0 + 0,45
−8,55%
5. Dampak (Rp)
−8,55% × Rp 500 M
−Rp 42,75 M
Kesimpulan
~−Rp 42,8 M
Kerugian nilai SBN pada yield +150 bps; convexity mitigation ~Rp 2,25 M
Bagian 3 · 3/4
Reverse Stress Testing
Diskusi kelas: untuk bank Anda, kombinasi shock apa yang akan membawa CAR jatuh di bawah 8%? Seberapa jauh shock itu dari realitas saat ini?
Reverse Stress: Cari Break-Even
Reverse stress membalik logika: tidak "apa yang terjadi kalau shock X", tetapi "berapa X yang membawa ke bangkrut".
Aplikasi: Identifikasi Titik Rawan
Reverse stress mengidentifikasi titik rawan strategis — seberapa besar shock yang bisa ditahan sebelum kolaps.
Skenario
CAR Awal
CAR Pasca
Implikasi
Baseline
25%
23%
Aman; buffer besar
Adverse (NPL ×1,5)
25%
18%
Masih aman
Severely adverse (NPL ×2,5)
25%
11%
Mendekati batas; perhatian
Reverse break-even
25%
8%
NPL ×3,5 atau yield +400 bps
Jika break-even shock hanya 2× dari adverse, bank punya masalah strategis — buffer terlalu tipis.
Eksplorasi Interaktif: VaR Stress Test Portofolio
Atur nilai portofolio, volatilitas, dan skenario stress historis untuk merasakan dampak ke VaR dan CVaR — alat yang sama untuk analisis treasury bank.
Studi Kasus: Stress Test Bank Mandiri/BRI (publikasi tahunan)
Bank besar Indonesia mempublikasikan stress test CAR dalam laporan tahunan — mengikuti POJK OJK.
Bank
CAR Baseline
CAR Pasca Stress (ilustratif)
Bank Mandiri
~20-25% (dihedge)
~14-18% (dihedge) pada severely adverse
Bank BRI
~20-25% (dihedge)
~13-17% (dihedge) pada severely adverse
BCA
~25-30% (dihedge)
~17-22% (dihedge) pada severely adverse
Skenario stress
NPL ×2, bunga +200 bps, PDB -2%
Path sesuai POJK OJK
Pelajaran: bank besar Indonesia punya buffer kuat; CAR pasca stress tetap > 8% minimum — sistem kokoh.
Bagian 4 · 4/4
Konteks OJK/RI
Diskusi kelas: mengapa OJK menetapkan skenario stress spesifik untuk bank Indonesia, alih-alih memakai standar global?
POJK Stress Test & IRRBB
OJK menetapkan pedoman stress test perbankan dan Interest Rate Risk in the Banking Book (IRRBB) yang spesifik untuk struktur Indonesia.
POJK Stress Test
Skenario makro spesifik Indonesia (UMKM, komoditas)
Frekuensi kuartalan untuk bank besar
Pelaporan ke OJK + publikasi ringkas
Reverse stress untuk BUKB
IRRBB (Interest Rate Risk Banking Book)
Risk bunga di banking book (bukan trading)
ΔNII & ΔEVE metrics
Skenario +200 bps standar OJK
Limit 15% Tier 1 capital
POJK stress test & IRRBB menyesuaikan standar global ke struktur unik Indonesia.
Ringkasan Kunci Pertemuan 7
Komplemen VaR
Stress deterministik untuk skenario ekstrem
Tiga Jenis Skenario
Historis · Hipotetis · Reverse
Konteks OJK
POJK stress test & IRRBB
Bawa tiga lensa ini (komplemen · skenario · regulasi) sebagai alat kedua pengelolaan risiko ekstrem.
Persiapan P8: baca Markowitz (1952) tentang portofolio & korelasi; siapkan untuk membahas diversifikasi.
📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.