stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Stress Testing & Analisis Skenario
RPS minggu 7 · 2x50 menit

Stress Testing & Analisis Skenario

Permodelan Risiko — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 7: merancang skenario stress test untuk portofolio/perusahaan. Empat indikator capaian.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Mengapa stress test komplemen VaR
  • Tiga jenis skenario: historis, hipotetis, reverse
  • Hitung dari nol: dampak bunga +200 bps
Jam ke-2 (50 menit)
  • Skenario multi-faktor (baseline, adverse, severely adverse)
  • Reverse stress testing: cari break-even
  • Konteks OJK/POJK; persiapan P8 (korelasi portofolio)
Posisi: P7 komplemen P6; P8-P11 aplikasi kelas; P12-P13 governance + model risk.

Krisis 2008: VaR Hijau, Bank Bangkrut

Selama akhir 2008, banyak bank punya model VaR yang tampak akurat tetapi tetap kolaps — skenario aktual berada di luar rentang historis.

VaR Pre-Krisis
Zona hijau
Exception dalam ekspektasi; model "bagus" menurut backtesting
Skenario Aktual 2008
~10σ event
Di luar distribusi historis; tidak terjangkau VaR manapun
Pertanyaan pemantik: bagaimana mungkin bank dengan model risiko yang tampak akurat tetap bangkrut?
Bagian 1 · 1/4
Mengapa Stress Test
Diskusi kelas: untuk bank treasury Anda, skenario stress apa yang paling ditakuti — dan apakah skenario itu sudah terjadi historis?

Komplementer VaR: Ekor di Luar Probabilitas

Stress testing adalah evaluasi deterministik dampak skenario ekstrem terhadap portofolio — tanpa perlu mengaitkan skenario dengan probabilitas historis. Komplemen VaR yang berbasis probabilistik. (BCBS, 2018, Stress Testing Principles)
VaR
Probabilistik; ekspektasi statistik
Stress Test
Deterministik; skenario what-if
Reverse
Mulai dari bangkrut → cari skenario

VaR & stress testing adalah dua sisi pengelolaan risiko ekstrem — keduanya wajib.

Tiga Tujuan: Solvabilitas, Likuiditas, Strategi

Stress testing melayani tiga tujuan strategis berbeda — pemilihan skenario mengikuti tujuan.

TujuanPertanyaanSkenario Umum
SolvabilitasApakah CAR tetap > 8%?NPL ×2; kredit down-grade; bunga +200 bps
LikuiditasApakah bank bertahan 30 hari dengan run?Outflow dana 20-40%; LCR < 100%
StrategiBisnis apa yang harus dipangkas?Ekonomi −2%; sektor spesifik jatuh
ReverseApa skenario yang menghancurkan?Cari break-even CAR
Pemilihan skenario harus eksplisit tentang tujuan — skenario solvabilitas berbeda dari likuiditas.

Tata Kelola Stress Test

Stress testing efektif memerlukan tata kelola formal — bukan sekadar latihan teknis departemen risk.

Komponen Tata Kelola
  • Risk committee menyetujui skenario
  • Direksi meninjau hasil kuartal
  • Independent validation oleh pihak ketiga
  • Dokumentasi metodologi & asumsi
Frekuensi
  • Bulanan: stress internal trading
  • Kuartalan: stress solvabilitas & likuiditas
  • Tahunan: reverse stress & strategis
  • Ad-hoc: saat krisis muncul
Stress test tanpa tata kelola formal hanya formalitas — hasilnya tidak akan dijalankan saat krisis.

Hitung dari Nol: Dampak Skenario Suku Bunga +200 bps

Skenario: Portofolio SBN treasury bank Rp 1.000 miliar dengan duration rata-rata 5 tahun. Skenario stress: yield naik +200 bps. Hitung dampak menggunakan approximasi duration.
LangkahPerhitunganNilai
1. Δyyield naik 200 bps = 2%0,02
2. Approximasi durationΔV/V ≈ −D × Δy−5 × 0,02 = −10%
3. ΔV (Rp)−10% × Rp 1.000 M−Rp 100 M
4. Convexity adjustment+½ × C × Δy² (ilustratif C=30)+Rp 0,6 M
5. Dampak totalΔV ≈ −Rp 99,4 M~−Rp 100 M
Kesimpulan
~−Rp 100 M
Kerugian nilai portofolio SBN treasury pada skenario yield +200 bps (approximasi duration)
Bagian 2 · 2/4
Jenis Skenario
Diskusi kelas: pilih satu skenario historis krisis yang paling relevan untuk bank Indonesia — mengapa?

Skenario Historis (Krisis 1997, 2008, 2013, 2020)

Skenario historis mereplikasi shock dari krisis masa lalu — langsung dapat dijelaskan, tetapi terbatas pada yang sudah terjadi.

KrisisShock UtamaRelevansi Indonesia
1997 (Krisis Asia)Depresiasi rupiah ~-85%; sukubunga BI ~+50%Tinggi —risiko valas & bunga
2008 (GFC)Contagion global; IHSG ~-50%; flight to USDSedang — pasar eksternal
2013 (Taper Tantrum)Rupiah -25%; yield SBN +200 bpsTinggi — risiko treasury
2020 (COVID)PSBB; NPL UMKM naik; recovery cepatTinggi — risiko kredit & operasional
Kelebihan: mudah dijelaskan ke direksi (sudah terjadi). Kekurangan: terikat yang sudah pernah terjadi.

Skenario Hipotetis (Adverse/Severely Adverse)

Skenario hipotetis dirancang dari awal — tidak terikat masa lalu — memungkinkan menguji kombinasi shock baru.

Tingkat Skenario
  • Baseline: proyeksi normal ekonomi
  • Adverse: resesi moderat (-1 hingga -2% PDB)
  • Severely adverse: resesi berat (-4 hingga -6% PDB)
Contoh Fed/DFAST
  • Skenario makro: PDB, inflasi, pengangguran, yield
  • Path 6-kuartal untuk semua variabel
  • Hanya bank besar wajib (CCAR/DFAST)
  • OJK Indonesia: Pedoman Stress Test
Skenario hipotetis adalah inovasi utama pasca-2008 — memungkinkan menguji kombinasi yang belum terjadi.

Sensitivitas vs Skenario Multi-faktor

Dua pendekatan desain: sensitivitas (shock satu faktor) vs skenario multi-faktor (shock simultan beberapa).

PendekatanKarakterContoh
SensitivitasSatu faktor bergerak; lain tetapBunga +200 bps saja; valas -10% saja
Multi-faktorBeberapa faktor simultanBunga +200 bps & valas -15% & NPL ×1,5
KorelasiAsumsi dependensi antar faktorRupiah jatuh berkorelasi dengan yield naik
KompleksitasSensitivitas cepat; multi-faktor akuratMulti-faktor lebih realistis tetapi sulit
Praktik: gunakan sensitivitas untuk pemetaan cepat, multi-faktor untuk keputusan strategis.

Hitung dari Nol: Portofolio SBN — Skenario Yield Naik 150 bps

Skenario: Portofolio SBN senilai Rp 500 miliar dengan duration 6 tahun dan convexity 40. Hitung dampak skenario yield +150 bps dengan duration + convexity adjustment.
LangkahPerhitunganNilai
1. Δy+150 bps = 1,5%0,015
2. Duration effect−D × Δy = −6 × 0,015−9,0%
3. Convexity effect+½ × C × Δy² = 0,5 × 40 × 0,015²+0,45%
4. Total ΔV/V−9,0 + 0,45−8,55%
5. Dampak (Rp)−8,55% × Rp 500 M−Rp 42,75 M
Kesimpulan
~−Rp 42,8 M
Kerugian nilai SBN pada yield +150 bps; convexity mitigation ~Rp 2,25 M
Bagian 3 · 3/4
Reverse Stress Testing
Diskusi kelas: untuk bank Anda, kombinasi shock apa yang akan membawa CAR jatuh di bawah 8%? Seberapa jauh shock itu dari realitas saat ini?

Reverse Stress: Cari Break-Even

BANGKRUTCAR < 8% / likuiditas habisBALIKcari kombinasi shockSKENARIO BREAK-EVENberapa shock diperlukan?GAPjarak dari realitasReverse stress: mulai dari akhir → cari skenario yang membawa ke sana
Reverse stress membalik logika: tidak "apa yang terjadi kalau shock X", tetapi "berapa X yang membawa ke bangkrut".

Aplikasi: Identifikasi Titik Rawan

Reverse stress mengidentifikasi titik rawan strategis — seberapa besar shock yang bisa ditahan sebelum kolaps.

SkenarioCAR AwalCAR PascaImplikasi
Baseline25%23%Aman; buffer besar
Adverse (NPL ×1,5)25%18%Masih aman
Severely adverse (NPL ×2,5)25%11%Mendekati batas; perhatian
Reverse break-even25%8%NPL ×3,5 atau yield +400 bps
Jika break-even shock hanya 2× dari adverse, bank punya masalah strategis — buffer terlalu tipis.

Eksplorasi Interaktif: VaR Stress Test Portofolio

Atur nilai portofolio, volatilitas, dan skenario stress historis untuk merasakan dampak ke VaR dan CVaR — alat yang sama untuk analisis treasury bank.

Studi Kasus: Stress Test Bank Mandiri/BRI (publikasi tahunan)

Bank besar Indonesia mempublikasikan stress test CAR dalam laporan tahunan — mengikuti POJK OJK.

BankCAR BaselineCAR Pasca Stress (ilustratif)
Bank Mandiri~20-25% (dihedge)~14-18% (dihedge) pada severely adverse
Bank BRI~20-25% (dihedge)~13-17% (dihedge) pada severely adverse
BCA~25-30% (dihedge)~17-22% (dihedge) pada severely adverse
Skenario stressNPL ×2, bunga +200 bps, PDB -2%Path sesuai POJK OJK
Pelajaran: bank besar Indonesia punya buffer kuat; CAR pasca stress tetap > 8% minimum — sistem kokoh.
Bagian 4 · 4/4
Konteks OJK/RI
Diskusi kelas: mengapa OJK menetapkan skenario stress spesifik untuk bank Indonesia, alih-alih memakai standar global?

POJK Stress Test & IRRBB

OJK menetapkan pedoman stress test perbankan dan Interest Rate Risk in the Banking Book (IRRBB) yang spesifik untuk struktur Indonesia.

POJK Stress Test
  • Skenario makro spesifik Indonesia (UMKM, komoditas)
  • Frekuensi kuartalan untuk bank besar
  • Pelaporan ke OJK + publikasi ringkas
  • Reverse stress untuk BUKB
IRRBB (Interest Rate Risk Banking Book)
  • Risk bunga di banking book (bukan trading)
  • ΔNII & ΔEVE metrics
  • Skenario +200 bps standar OJK
  • Limit 15% Tier 1 capital
POJK stress test & IRRBB menyesuaikan standar global ke struktur unik Indonesia.

Ringkasan Kunci Pertemuan 7

Komplemen VaR
Stress deterministik untuk skenario ekstrem
Tiga Jenis Skenario
Historis · Hipotetis · Reverse
Konteks OJK
POJK stress test & IRRBB

Bawa tiga lensa ini (komplemen · skenario · regulasi) sebagai alat kedua pengelolaan risiko ekstrem.

Persiapan P8: baca Markowitz (1952) tentang portofolio & korelasi; siapkan untuk membahas diversifikasi.

📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.