stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Kekuasaan, Politik, Konflik, dan Negosiasi
RPS minggu 13 · 2x50 menit

Kekuasaan, Politik, Konflik, dan Negosiasi

Sumber Kekuasaan, Taktik Politik, Proses Konflik, Strategi Negosiasi

Magister Manajemen · FEB UNDIP · Perilaku Organisasi — Pertemuan 13

Peta Pertemuan Hari Ini

Bagian 1 · Kekuasaan & Politik
  • Lima sumber kekuasaan (French-Raven): legitimate, reward, coercive, expert, referent
  • Power vs politics: pengaruh vs cara menggunakan pengaruh
  • Taktik politik legitimate vs illegitimate; landasan etis
Bagian 2 · Konflik & Negosiasi
  • Proses konflik: tahap + gaya penanganan (Thomas-Kilmann)
  • Negosiasi: distributive vs integrative
  • Latihan: analisis satu konflik atau negosiasi besar
Bagian 1 · 1/3
Lima Sumber Kekuasaan (French-Raven)
Diskusi kelas: di organisasi Anda, siapa punya kekuasaan tanpa formal authority? Sumber apa?

Lima Sumber Kekuasaan French-Raven

Kekuasaan formal dari posisi, kekuasaan personal dari expertise dan charisma. Manajer senior membangun keduanya.

SumberDefinisiContoh
LegitimateKekuasaan dari posisi formal (hierarki)Atasan minta bawahan kerja lewat authority posisi
RewardKemampuan beri reward (bonus, promosi)Manajer yang kontrol bonus allocation
CoerciveKemampuan beri punishment ( PHK, demosi)Manajer yang bisa fire atau demote
ExpertKekuasaan dari expertise/knowledgeSenior engineer yang selalu konsultasi technical
ReferentKekuasaan dari respect dan admirationMentor yang dipuja + identification

Kekuasaan vs Politik: Pengaruh vs Penggunaan

Kekuasaan adalah kapasitas pengaruh. Politik adalah cara menggunakan kekuasaan. Robbins & Judge bedakan legitimate vs illegitimate politik.

AspekLegitimateIllegitimate
DefinisiTaktik politik normal hari-ke-hariTaktik politik extreme yang melanggar norma
ContohBuilding coalition, networking, controlled info sharingSabotase, backstabbing, extortion
EtisYa — bagian normal organizational lifeTidak — melanggar etika dan norms
DampakPengaruh efektif + sustainablePengaruh jangka pendek + reputation damage

Taktik Politik Legitimate di Organisasi

Taktik politik legitimate yang efektif + etis. Manajer senior menguasai ini untuk implementasi inisiatif.

Pengaruhlegitimate|etisCoalitionbuild|allianceNetworkingformal|informalReasondata|logicBargainingexchange|support
Kunci: taktik legitimate berfokus pada pengaruh via data, logika, dan aliansi — bukan manipulasi atau tekanan illegitimate.
Bagian 1 · 2/3
Proses Konflik dan Tahapnya
Diskusi kelas: satu konflik besar dalam 12 bulan terakhir di tim Anda — tahap mana yang paling sulit diatasi?

Lima Tahap Konflik (Pondy)

Konflik tidak muncul tiba-tiba; ia berkembang melalui tahap. Intervensi dini di tahap awal lebih efektif.

TahapDefinisiIntervensi
LatentSumber konflik ada (kompetisi resource, perbedaan tujuan) tetapi belum munculAnticipate + design structure untuk mitigate
PerceivedPihak sadar konflik ada tetapi belum merasakan tensionDialog awal + clarify misunderstanding
FeltTension emosional muncul, pihak merasa anxious/hostileMediasi + cooling-off + active listening
ManifestPerilaku konflik terbuka (argument, sabotage)Formal conflict resolution + third party
ResolutionPencapaian outcomes: win-lose, compromise, integrate, avoidIntegrative resolution ideal

Lima Gaya Penanganan Konflik (Thomas-Kilmann)

Thomas-Kilmann memetakan gaya penanganan konflik berdasarkan dua dimensi: assertiveness (concern self) dan cooperativeness (concern other).

GayaAssertivenessCooperativenessKapan Pakai
CompetingTinggiRendahKrisis + keputusan cepat + Anda yakin benar
CollaboratingTinggiTinggiIsu kompleks + relasi penting + integrate solusi
CompromisingMediumMediumTime pressure + both parties power setara
AvoidingRendahRendahIsu trivial + relasi tidak worth + cool off
AccommodatingRendahTinggiAnda salah + isu lebih penting bagi other
Bagian 2 · 1/2
Negosiasi: Distributive vs Integrative
Diskusi kelas: negosiasi besar dalam 12 bulan terakhir — apakah distributive (zero-sum) atau integrative (win-win)?

Negosiasi Distributive vs Integrative

Dua tipe negosiasi punya strategi berbeda. Pemilihan tipe yang tepat menentukan outcomes + relasi.

AspekDistributiveIntegrative
TujuanMax gain untuk diri (pai fixed)Max joint gain (perluas pai)
PersiapanBATNA + reservation price + anchorInterest identification + creative option
StrategiPositional bargaining, claim valueInformation sharing, create value
RelasiOne-off, adversarialBerkelanjutan, collaborative
ContohBeli mobil bekas, salary negosiasi first jobKontrak supplier jangka panjang, kesepakatan tim kerja

Hitung dari Nol: Persiapan Negosiasi Integrative

Persiapan adalah 80% efektivitas negosiasi. Checklist berikut untuk negosiasi integratif penting di tim Anda.

LangkahPertanyaanOutput
1. Interest sendiriApa interest saya di balik position? (bukan position saja)List 3-5 interest berhierarki
2. Interest pihak lainApa interest mereka? Hypothesis berdasarkan infoList 3-5 interest hipotesis
3. BATNAApa alternatif terbaik bila negosiasi gagal?BATNA spesifik + kekuatan relatif
4. Reservation priceTitik di bawahnya saya walk awayReservation price spesifik
5. ZOPAZone of possible agreement (overlap antara dua reservation price)Range ZOPA estimasi
Diagnosa
Persiapan 80%
Negosiator efektif datang dengan 5 langkah di atas tertulis. Improvisasi tanpa persiapan = hasil suboptimal.
Bagian 2 · 2/2
Sintesis: Pengaruh Etis dan Konflik Konstruktif
Diskusi kelas: bila Anda harus pilih satu prinsip permanen untuk semua situasi pengaruh-konflik, apa itu?

Tiga Pilar Pengaruh Etis

Pengaruh efektif + etis bukan kontradiksi. Manajer senior membangun pengaruh dengan tiga pilar yang saling memperkuat.

Expert + Referent
Invest pada kekuasaan personal (expert + referent) sebagai pengaruh sustain. Bukan hanya legitimate formal.
Legitimate Politics
Kuasai taktik legitimate (coalition, networking, reason, bargaining) dengan integrity. Bukan illegitimate.
Integrative Resolution
Penanganan konflik + negosiasi integrative (interest-based). Bukan positional adversarial jangka pendek.

Mini-Kasus: Konflik Lintas-Fungsi di Bank

Ilustrasi komposit pola umum konflik lintas fungsi di bank Indonesia — bukan satu perusahaan spesifik.

Skenario
  • Tim business (sales) vs tim risk (compliance) di bank
  • Business push target funding; risk block nasabah high-risk
  • Konflik manifest: meeting tegang, blame, document escalation
  • Manajemen struggle — kedua tim punya legitimate interest berbeda
Diagnosis Multi-Kerangka
  • Tahap konflik Pondy: manifest, perlu formal resolution
  • Thomas-Kilmann: default competing dari kedua sisi → perlu collaborating
  • Negosiasi integrative: interest business = revenue growth; risk = portfolio quality
  • Sintesis: integrative solution = risk-adjusted incentive + joint portfolio review

Latihan Kelas: Analisis Konflik atau Negosiasi

Instruksi (12 menit, individu lalu berpasangan):
  1. Pilih satu konflik atau negosiasi besar dalam 12 bulan terakhir di organisasi Anda
  2. Diagnosa tahap konflik Pondy (latent/perceived/felt/manifest/resolution)
  3. Identifikasi gaya Thomas-Kilmann yang Anda pakai + yang sebenarnya paling fit
  4. Untuk negosiasi: distributive atau integrative? Apakah interest identification dilakukan?
  5. Refleksi: apa yang akan Anda lakukan berbeda berdasarkan kerangka hari ini?

Tujuan: melatih kebiasaan diagnostik konflik-negosiasi. Bukan menghindari konflik tetapi mengelola dengan integrity.

Sintesis: Manajer sebagai Aktor Pengaruh Etis

Manajer senior bukan naif yang menghindari politik-konflik; ia adalah aktor yang mempraktikkan pengaruh dengan integrity.

Diagnosa power
Pahami sumber kekuasaan di organisasi: siapa punya formal vs personal. Engage opinion leader informal.
Kuasai politik legitimate
Taktik legitimate (coalition, networking, reason, bargaining) sebagai keterampilan. Bukan illegitimate.
Kelola konflik-negosiasi
Konflik fungsional picu inovasi. Negosiasi integrative untuk relasi berkelanjutan. Bukan adversarial jangka pendek.

BATNA dan ZOPA: Anatomi Negosiasi

Dua konsep kunci Fisher-Ury 'Getting to Yes': BATNA (Best Alternative To Negotiated Agreement) dan ZOPA (Zone of Possible Agreement).

KonsepDefinisiPenggunaan
BATNAAlternatif terbaik bila negosiasi gagalKekuatan relatif BATNA Anda vs pihak lain menentukan power
Reservation priceTitik di bawahnya Anda walk awayBila tawaran < reservation, walk away
ZOPARange overlap antara dua reservation priceBila ZOPA ada, deal possible; bila tidak, no deal
Claiming valueNegosiasi distributive dalam ZOPAAnda menang lebih banyak vs pihak lain kalah
Creating valueNegosiasi integrative memperluas paiKedua pihak menang melalui creative option

Konflik Fungsional vs Disfungsional

Tidak semua konflik buruk. Konflik fungsional (task-oriented, constructive disagreement) memicu inovasi + quality decision. Konflik disfungsional (personal, affective) merusak.

Konflik Fungsional (Task)
  • Fokus pada isu/tugas, bukan orang
  • Data-driven argument, bukan ad hominem
  • Eksplorasi perspektif berbeda untuk quality decision
  • Bisa intense tetapi respectful
Konflik Disfungsional (Affective)
  • Fokus pada karakter/person, bukan isu
  • Personal attack, gossip, sabotage
  • Win-lose mentality yang merusak relasi
  • Tetap bermasalah walau isu awal sudah resolve

Rangkuman & Persiapan Pertemuan 14

Rangkuman Hari Ini
  • Lima sumber kekuasaan French-Raven: legitimate, reward, coercive (formal) + expert, referent (personal sustain).
  • Politik legitimate (coalition, networking, reason, bargaining) vs illegitimate (sabotase). Bukan semua politik 'kotor'.
  • Konflik 5 tahap Pondy: latent → perceived → felt → manifest → resolution. Intervensi dini lebih efektif.
  • Thomas-Kilmann 5 gaya: competing, collaborating, compromising, avoiding, accommodating. Switch sesuai konteks.
  • Negosiasi: distributive (zero-sum) vs integrative (interest-based win-win). BATNA + reservation price + ZOPA.
Pertemuan 14
  • Budaya dan perubahan organisasi: fungsi budaya, resistensi, manajemen stres
  • Lewin change: unfreeze-change-refreeze; Kotter 8 langkah
  • Bawa satu inisiatif perubahan di organisasi Anda — bahan analisis