stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Kepemimpinan I — Pendekatan Dasar
RPS minggu 11 · 2x50 menit

Kepemimpinan I — Pendekatan Dasar

Trait, Perilaku (Ohio State/Michigan), Kontingensi (Fiedler, Situasional)

Magister Manajemen · FEB UNDIP · Perilaku Organisasi — Pertemuan 11

Peta Pertemuan Hari Ini

Bagian 1 · Trait & Behavioral
  • Pendekatan trait: Big Five + trait spesifik kepemimpinan
  • Ohio State: consideration + initiating structure
  • Michigan: employee-oriented + production-oriented
Bagian 2 · Kontingensi
  • Fiedler: least preferred coworker + situational favorability
  • Hersey-Blanchard situasional: readiness pengikut
  • Path-goal: pemimpin klarifikasi jalan ke goal

Tiga Era Pendekatan Kepemimpinan

Riset kepemimpinan berkembang tiga era besar, masing-mingga menjawab pertanyaan berbeda. Tidak ada yang menggantikan; semuanya komplementer.

Trait (1930-50)
Pemimpin lahir atau dibentuk? Identifikasi trait yang membedakan pemimpin dari non-pemimpin.
Behavioral (1950-70)
Apa perilaku pemimpin efektif? Fokus pada apa yang dilakukan, bukan siapa.
Contingency (1960-80)
Gaya mana efektif untuk situasi mana? Sesuaikan gaya dengan konteks.
Bagian 1 · 1/3
Pendekatan Trait: Apa Karakteristik Pemimpin?
Diskusi kelas: pemimpin yang Anda kagumi — trait apa yang menonjol? Apakah trait itu bawaan atau dapat dikembangkan?

Big Five dan Kepemimpinan

Meta-analisis Judge et al. (2002): hubungan Big Five dengan kepemimpinan emergence dan effectiveness.

DimensiKorelasi KepemimpinanImplikasi
ExtraversionKorelasi terkuat (.24 emergence, .24 effectiveness)Sosial energik → emerge sebagai leader; dominance + assertiveness
ConscientiousnessKorelasi kuat effectiveness (.24)Discipline + achievement → eksekusi konsisten
OpennessKorelasi moderate (.22)Kreativitas + vision → thinking out of box
Neuroticism (reverse)Negatif (-.22)Emosi stabil → handle stress kepemimpinan
AgreeablenessLemah-moderate (.08)Kooperatif → helpful tetapi bisa terlalu kompromistis

Trait Spesifik Kepemimpinan (Selain Big Five)

Selain Big Five, beberapa trait spesifik prediksi efektivitas kepemimpinan. Ini dapat dikembangkan, bukan hanya bawaan.

TraitDefinisiDapat Dikembangkan
IntegrityKonsistensi kata dan tindakan; moral compassYa — melalui refleksi, mentor, accountability
Emotional intelligenceSelf-awareness + self-regulation + empathy + social skill (Goleman)Ya — EQ training, coaching
Self-confidenceKeyakinan kapasitas diri untuk leadSebagian — pengalaman + competence build confidence
Cognitive abilityGeneral mental ability + complex problem-solvingSulit — tetapi tools dan team bisa kompensasi
Bagian 1 · 2/3
Pendekatan Behavioral: Apa Perilaku Pemimpin?
Diskusi kelas: atasan terbaik Anda — apa yang dilakukannya? Apa perilaku konkret yang membuat efektif?

Ohio State & Michigan: Dua Dimensi Perilaku

Ohio State dan Michigan sampai kesimpulan paralel: dua dimensi perilaku kepemimpinan utama, kombinasi keduanya paling efektif.

Behavioral2 dimensi|paralelConsiderationcare|relationshipInit Structuretask|organizeEmployee-OrientedMichigan|human-centricProduction-OrientedMichigan|output-centric
Sintesis: pemimpin efektif = tinggi consideration/employee-oriented + tinggi initiating structure/production-oriented. Bukan trade-off, tetapi kombinasi.

Managerial Grid Blake-Mouton

Blake-Mouton memetakan dua dimensi ke grid 9x9 dengan 5 gaya dominan. Grid ini paling visual untuk diagnosis gaya kepemimpinan.

GayaConcern PeopleConcern ProductionImplikasi
Impoverished (1,1)LowLowApathetic — minimum effort, transactional
Country Club (1,9)HighLowPeople-pleasing — harmoni tetapi underperformance
Authority-Compliance (9,1)LowHighTask master — output tinggi tetapi turnover tinggi
Middle-of-Road (5,5)MediumMediumBalance statis — adequate tetapi tidak excellent
Team (9,9)HighHighEngagement + performance — gaya ideal Blake-Mouton
Bagian 2 · 1/2
Pendekatan Kontingensi: Gaya untuk Situasi
Diskusi kelas: gaya kepimpinan mana yang Anda pakai dalam krisis vs kestabilan? Apakah Anda switch?

Fiedler Contingency: LPC + Situational Favorability

Fiedler (1967): efektivitas tergantung match antara orientasi pemimpin (LPC) dan tiga faktor situasi.

VariabelDefinisiImplikasi
LPC (Least Preferred Coworker)Skor deskripsi rekan paling tidak disukaiLPC tinggi = relationship-oriented; LPC rendah = task-oriented
Leader-member relationsKualitas hubungan pemimpin-pengikutBaik → situasi menguntungkan; buruk → sebaliknya
Task structureKlaritas dan proseduralisasi tugasTinggi → menguntungkan; rendah → sebaliknya
Position powerOtoritas formal pemimpin (hire/fire/reward)Kuat → menguntungkan; lemah → sebaliknya

Hersey-Blanchard Situational: Readiness Pengikut

Hersey-Blanchard: gaya efektif tergantung readiness pengikut (ability + willingness). Empat gaya untuk empat level readiness.

Readiness PengikutGaya PemimpinContoh
R1: Unable + unwilling/insecureTelling (S1): high task, low relationshipKaryawan baru + cemas → instruksi spesifik
R2: Unable + willing/confidentSelling (S2): high task, high relationshipKaryawan baru + antusias → explain why + how
R3: Able + unwilling/insecureParticipating (S3): low task, high relationshipSenior + burnout → diskusi + support
R4: Able + willing/confidentDelegating (S4): low task, low relationshipSenior + motivated → delegasi penuh

Hitung dari Nol: Diagnosis Gaya Kepemimpinan Anda

Diagnosa gaya kepemimpinan Anda sendiri dengan tiga pendekatan. Tujuan: identifikasi gaya dominan dan situasi di mana Anda efektif/kurang efektif.

PendekatanPertanyaan DiagnostikInsight
Trait (Big Five + EQ)Trait mana yang kuat? Mana yang perlu dikembangkan?Self-awareness kunci — kembangkan trait yang dapat dikembangkan
Behavioral (Ohio/Michigan)Anda condong people atau task? Kombinasi keduanya?Seimbangkan keduanya — bukan trade-off tetapi kombinasi
Contingency (Hersey-Blanchard)Gaya Anda dominan Telling/Selling/Participating/Delegating?Switch gaya sesuai readiness bawahan
Sintesis
Multi-pendekatan
Tidak ada pendekatan tunggal yang cukup. Manajer mature memilih pendekatan sesuai konteks diagnosa.
Bagian 2 · 2/2
Path-Goal Theory: Klarifikasi Jalan ke Goal
Diskusi kelas: pemimpin yang Anda kagumi — bagaimana ia membantu bawahan mencapai goal? Apakah klarifikasi jalan, hilangkan hambatan, atau provide support?

Empat Gaya Path-Goal Theory

Path-goal: pemimpin pilih gaya berdasarkan karakteristik pengikut dan lingkungan tugas. Tujuan: motivasi pengikut dengan klarifikasi jalan ke goal.

GayaKapan EfektifManifestasi
DirectiveTugas ambiguous, pengikut inexperiencedJadwal, aturan, ekspektasi spesifik (mirip Telling)
SupportiveTugas stressful, pengikut inexperiencedFriendly, care, concern wellbeing (mirik Country Club)
ParticipativeTugas complex, pengikut experiencedKonsultasi, minta input, keputusan bersama
Achievement-orientedTugas challenging, pengikut high-abilitySet challenging goal, trust capability (mirik Team 9,9)

Mini-Kasus: Pemimpin Middle Management di Bank

Ilustrasi komposit pola umum middle management di bank Indonesia — bukan satu perusahaan spesifik.

Skenario
  • Manajer menengah memimpin tim 8 relationship manager (RM)
  • Awalnya director-style: directive + task-oriented, performa baik
  • Setelah 2 tahun: beberapa RM mature (R4), beberapa inexperienced (R1)
  • Pemimpin struggle — gaya yang tadinya efektif sekarang kontra-produktif
Diagnosis Multi-Kontingensi
  • Hersey-Blanchard: R1 butuh Telling, R4 butuh Delegating — pemimpin pakai satu gaya untuk semua
  • Path-goal: R4 dengan tugas complex butuh participative; R1 dengan tugas ambiguous butuh directive
  • Fiedler: relations + power baik, task structure medium — situasi moderate, relationship-oriented fit
  • Sintesis: pemimpin perlu switch gaya berdasarkan readiness + tugas

Latihan Kelas: Analisis Pemimpin yang Dikagumi

Instruksi (12 menit, individu lalu berpasangan):
  1. Pilih satu pemimpin yang Anda kagumi (atasan, mentor, public figure)
  2. Diagnosa trait: Big Five + EQ mana yang menonjol?
  3. Diagnosa behavioral: condong people atau task? Kombinasi keduanya?
  4. Diagnosa kontingensi: gaya dominan Telling/Selling/Participating/Delegating? Switch berdasarkan situasi?
  5. Refleksi: apa yang bisa Anda pelajari untuk pengembangan gaya Anda sendiri?

Tujuan: melatih vocabulary analitis untuk membahas kepemimpinan. Pemimpin yang dikagumi adalah model implisit gaya kepemimpinan diri.

Sintesis: Manajer sebagai Diagnostician Kepemimpinan

Manajer senior bukan dogmatist satu gaya; ia adalah diagnostician yang memilih pendekatan sesuai konteks.

Trait-aware
Ketahui profil Big Five + EQ diri sendiri + bawahan. Seleksi + kembangkan trait yang dapat diubah.
Behavioral-balanced
Kembangkan baik consideration/employee-oriented maupun initiating structure/production-oriented. Bukan trade-off, kombinasi.
Contingency-flexible
Switch gaya berdasarkan readiness pengikut + situasi tugas + lingkungan. Tidak ada 'gaya terbaik' universal.

Leader-Member Exchange (LMX): Hubungan Dyadic

LMX theory (Graen-Uhl-Bien): pemimpin mengembangkan hubungan berbeda dengan setiap bawahan — bukan 'gaya universal' untuk semua. In-group vs out-group.

Insight LMX: kualitas hubungan pemimpin-bawahan (dyadic) lebih kuat memprediksi outcomes (engagement, performa, retention) daripada gaya kepemimpinan universal. Manajer sadar membentuk in-group (high trust + delegated responsibility) vs out-group (formal relationship).

Rangkuman & Persiapan Pertemuan 12

Rangkuman Hari Ini
  • Pendekatan trait: Big Five + EQ. Extraversion + Conscientiousness korelasi terkuat. EQ dapat dikembangkan.
  • Behavioral Ohio/Michigan: consideration + initiating structure. Bukan trade-off, kombinasi keduanya ideal.
  • Managerial Grid Blake-Mouton: Team (9,9) ideal — high people + high production.
  • Fiedler contingency: LPC + 3 faktor situasi. Task-oriented fit situasi extreme, relationship-oriented fit moderate.
  • Hersey-Blanchard: 4 gaya untuk 4 readiness pengikut. Path-goal: 4 gaya berdasarkan karakteristik pengikut + tugas.
Pertemuan 12
  • Kepemimpinan II kontemporer: transformational-transactional, authentic, servant
  • Trust: komponen + cara membangun + repair
  • Bawa satu pemimpin transformational yang Anda kagumi — bahan analisis