Magister Manajemen · FEB UNDIP · Perilaku Organisasi — Pertemuan 9
Peta Pertemuan Hari Ini
Bagian 1 · Jenis Tim
Perbedaan kelompok vs tim: interdependensi, akuntabilitas
Empat jenis: problem-solving, self-managed, cross-functional, virtual
Kapan menggunakan tim vs pekerjaan individual
Bagian 2 · Efektivitas
Hackman's team effectiveness model: 5 kondisi
Karakteristik tim efektif: clear goals, roles, climate
Latihan: audit satu tim dengan Hackman's model
Kelompok vs Tim: Perbedaan Mendasar
Banyak organisasi menyebut semua unit sebagai 'tim' padahal sebagian besar adalah kelompok kerja. Perbedaan bukan semantik — intervensi yang tepat sangat berbeda.
Dimensi
Kelompok Kerja
Tim Sejati
Akuntabilitas
Individual — setiap orang dinilai sendiri
Kolektif — hasil dinilai sebagai unit
Tujuan
Individual — masing-masing target
Shared — satu tujuan kolektif
Interdependensi
Rendah — bisa kerja sendiri
Tinggi — perlu kolaborasi untuk hasil
Reward
Individual bonus
Tim-based bonus + individual development
Roles
Specialized, jelas terpisah
Complementary, ada role flexibility
Empat Jenis Tim di Organisasi Modern
Empat jenis tim punya karakteristik dan use case berbeda. Pemilihan jenis tim yang tepat adalah keputusan desain organisasi penting.
Catatan: jenis-jenis ini bisa overlap (contoh: cross-functional virtual team). Pemilihan jenis bukan 'lebih baik-lebih buruk' tetapi 'fit dengan tujuan'.
Kapan Menggunakan Tim (dan Kapan Tidak)
Tim bukan solusi universal. Beberapa pekerjaan justru lebih baik diselesaikan individual. Hackman mengajukan tiga pertanyaan untuk keputusan ini.
Pertanyaan Hackman
Bila Ya → Tim
Bila Tidak → Individual
Apakah pekerjaan membutuhkan multiple skill tidak dimiliki satu orang?
Tim cross-functional
Individual spesialis
Apakah ada interdependensi nyata (output A butuh input B)?
Tim dengan role complementary
Kelompok kerja paralel
Apakah tujuan kolektif lebih besar dari jumlah individual?
Tim dengan shared goal + reward
Individual contributor
Bagian 1 · 2/3
Self-Managed Teams: Otonomi Bertanggung Jawab
Diskusi kelas: apakah ada peran di organisasi Anda yang lebih efektif sebagai self-managed team? Apa yang menahannya?
Self-Managed Team: Karakteristik & Syarat
SMT bukan 'tidak ada manajer' — ia adalah desain ulang peran manajer dari controller menjadi coach + boundary manager.
Aspek
Self-Managed Team
Tim Tradisional
Decision-making
Tim sendiri (work allocation, scheduling, problem-solving)
Manajer memutuskan
Leadership
Rotating/shared — emergent leader per fase
Manajer formal
Performance mgmt
Tim self-evaluate + peer review
Manajer evaluate
Syarat
Maturity tinggi + training + support structure
Struktur hierarki klasik
Risk
Bila maturity rendah → chaos, free-riding
Bila pekerjaan kompleks → bottleneck di manajer
Bagian 2 · 1/2
Hackman's Team Effectiveness: Lima Kondisi
Diskusi kelas: tim Anda — kondisi Hackman mana yang sudah terpenuhi, mana yang tertekan?
Lima Kondisi Hackman untuk Tim Efektif
Lima kondisi ini bukan opsional; semua harus terpenuhi. Bila satu tertekan, efektivitas tim turun signifikan.
Apakah anggota jelas? Apakah ada authority decision-making?
Compelling direction
Tujuan jelas, menantang, consequential
Apakah tim tahu tujuan dan konsekuensi?
Enabling structure
Struktur kerja, role, norms yang memungkinkan kolaborasi
Apakah role jelas? Norms sehat? Interaksi terstruktur?
Supportive context
Reward system, info access, resource yang aligned dengan tim
Apakah sistem reward individual atau tim-based?
Expert coaching
Akses ke coaching saat dibutuhkan (bukan micro-management)
Apakah ada mekanisme coaching keluar dari manajer langsung?
Hitung dari Nol: Skor Tim Anda dengan Hackman
Skor satu tim di organisasi Anda (1-5 per kondisi). Tujuan: identifikasi kondisi prioritas intervensi, bukan vonis formal.
Kondisi
Skor 1-5
Implikasi Bila Rendah
Real team
1=anggota kabur, 5=batas jelas stable
Bila rendah: tim tidak nyata, kolaborasi tidak terjadi
Compelling direction
1=tujuan vague, 5=jelas-menantang-consequential
Bila rendah: motivasi kolektif rendah, free-riding
Enabling structure
1=role unclear, 5=struktur jelas-norms sehat
Bila rendah: konflik role, duplikasi, kekosongan
Supportive context
1=reward individual, 5=aligned tim
Bila rendah: dorongan 'kerja tim' gagal karena insentif kontra
Expert coaching
1=none, 5=akses coaching saat dibutuhkan
Bila rendah: stuck saat face bottleneck, tidak ada learning
Diagnosa
Audit Hackman
Skor rata-rata ≥4 = tim efektif. Skor 2-3 = pasang intervensi pada kondisi terendah. Skor 1-2 = pertimbangkan restrukturisasi.
Bagian 2 · 2/2
Virtual Team: Dinamika Pasca-Pandemi
Diskusi kelas: tim virtual Anda — apa tantangan terbesar? Apakah norms digital sudah cukup?
Virtual Team: Tantangan dan Mitigasi
Virtual team punya keunggulan (akses talent global, fleksibilitas) tetapi juga tantangan unik. Mitigasi paling efektif bersifat prosedural, bukan tools semata.
Self-managed team (SMT) bukan untuk semua situasi. Cocok untuk pekerjaan kompleks-berubah dengan tim mature. Tidak cocok untuk pekerjaan rutin-terstandard.
Pekerjaan rutin-terstandard (manufacturing SOP, data entry)
Tim inexperienced atau low maturity
Support struktur lemah / tidak ada boundary
Culture hierarkis-otoritarian yang value command-control
Tuckman + Hackman: Integrasi
Tuckman menjelaskan perkembangan kelompok dari waktu; Hackman menjelaskan kondisi efektivitas tim. Keduanya komplementer untuk diagnosis.
Sudut Pandang
Fokus
Pertanyaan Diagnostik
Tuckman
Tahap perkembangan temporal
Di tahap mana tim saya sekarang? Forming/storming/norming/performing?
Hackman
Kondisi struktural efektivitas
Lima kondisi mana yang sudah terpenuhi, mana yang tertekan?
Integrasi
Tuckman + Hackman saling menginformasi
Tim early stage (forming-storming) biasanya kondisi Hackman belum semua terpenuhi
Diagnosa komprehensif
Audit dua kerangka
Diagnosis lebih lengkap: tahap + kondisi
Sintesis: Tim sebagai Sistem Sosio-Teknis
Tim bukan sekadar kumpulan individu; ia adalah sistem sosio-teknis yang harus didesain holistik.
Pandangan sistem: tim efektif muncul dari interaksi manusia (kompetensi, motivasi, dinamika) + struktur (peran, proses, reward) + teknologi (tools, ritus digital). Mengoptimalkan satu komponen tanpa yang lain tidak efektif.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan 10
Rangkuman Hari Ini
Kelompok vs tim: akuntabilitas, tujuan, interdependensi, reward. Banyak 'tim' sebenarnya kelompok individual.
Empat jenis tim: problem-solving, self-managed, cross-functional, virtual. Fit jenis dengan tujuan.
Self-managed team: otonomi + maturity + support structure. Bukan 'tanpa leader' tetapi leadership rotating.