stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Kepribadian dan Nilai
RPS minggu 4 · 2x50 menit

Kepribadian dan Nilai

Model Big Five, Person-Job Fit, Person-Organization Fit

Magister Manajemen · FEB UNDIP · Perilaku Organisasi — Pertemuan 4

Peta Pembelajaran Hari Ini

Bagian 1 · Big Five
  • Lima dimensi OCEAN: definisi & pengukuran
  • Validitas prediktif untuk berbagai peran (Barrick & Mount)
  • Sumber kepribadian: genetik vs lingkungan
Bagian 2 · Fit
  • Person-job fit vs person-organization fit
  • Nilai kerja (Schwartz value theory)
  • Mini-kasus: penempatan & turnover di startup

Mengapa Big Five Bukan Astrologi

Big Five (OCEAN) adalah model kepribadian dengan validitas prediktif terkuat lintas ribuan studi, berbeda dari MBTI & DISC yang populer tapi bukti prediktif lemah. Meta-analisis Barrick & Mount (1991) menunjukkan korelasi konsisten dengan kinerja.

O — Openness
Keterbukaan pada pengalaman baru, ide, seni. Prediktor kuat untuk kreativitas & belajar.
C — Conscientiousness
Keteraturan, disiplin, orientasi pencapaian. Prediktor kinerja TERKUAT lintas semua pekerjaan.
E — Extraversion
Sosiabilitas, asertivitas, energi dari interaksi. Kuat untuk sales & kepemimpinan.
A — Agreeableness
Kooperatif, percaya, hangat. Penting untuk tim & service; kontra untuk negosiator keras.
N — Neuroticism
Instabilitas emosional, kecemasan. N tinggi = rentan stress; prediktor turnover.
Catatan
Skala 1-7; tidak ada baik-buruk universal — konteks peran menentukan ideal.
Bagian 1 · 1/3
Big Five dalam Praktik Rekrutmen & Penempatan
Diskusi kelas: jika Anda harus memilih satu dimensi Big Five sebagai prediktor kinerja universal untuk SEMUA peran, mana?

Validitas Prediktif: Dimensi untuk Peran

Barrick & Mount (1991), meta-analisis 117 studi: tidak semua dimensi memprediksi semua peran. Berikut prediktor terkuat per kategori.

PeranPrediktor TerkuatPrediktor Sekunder
Profesional (semua)Conscientiousness (~0,31)Low Neuroticism
SalesConscientiousness + ExtraversionLow Neuroticism
Manajer / EksekutifConscientiousness + Extraversion + OpennessLow Neuroticism
Skilled/semi-skilledConscientiousnessLow Neuroticism
Polisi / Militer / KeselamatanConscientiousness + Low NeuroticismAgreeableness
Conscientiousness adalah satu-satunya dimensi yang memprediksi kinerja di HAMPIR SEMUA peran — fokus screening di sini memberi ROI tertinggi. Tetap lengkapi dengan dimensi lain sesuai profil peran.

Sumber Kepribadian: Genetik vs Lingkungan

Twin studies (Bouchard 2004): 40-60% varians Big Five dijelaskan genetik. Tetapi ini bukan vonis — sisa 40-60% adalah lingkungan, pengalaman, dan pilihan sadar.

Implikasi Stabilitas
  • Kepribadian relatif stabil usia 30+
  • Conscientiousness & Agreeableness naik dengan usia; Neuroticism turun
  • Openness & Extraversion cenderung stabil
  • Pelatihan tidak mengubah kepribadian inti, tapi perilaku
Implikasi Praktis
  • Rekrut untuk kepribadian, latih untuk keterampilan
  • Jangan berharap training mengubah trait inti
  • Fokuskan intervensi pada perilaku & sistem kerja
  • Promosikan orang yang sudah cocok, bukan yang dipaksa cocok

Hitung dari Nol: Big Five Profile Matching

Skenario: Tiga kandidat manajer proyek di startup logistik Indonesia. Profil Big Five (skala 1-7) + ideal peran (Barrick-Mount untuk PM: C tinggi, O sedang-tinggi, E sedang, A sedang, N rendah):
DimensiIdeal PMKandidat AKandidat BKandidat C
O (Openness)5635
C (Conscientiousness)6476
E (Extraversion)4734
A (Agreeableness)4365
N (Neuroticism)3523
Total |Δ|971
Analisis
Candidat C
Fit terbaik (Δ=1). B = cadangan meski C tinggi — N rendah bagus tapi O rendah (rigid) & A tinggi (kurang asertif untuk koordinasi PM). A = N tinggi + C rendah → prediktor turnover; batal.
Bagian 2 · 2/3
Nilai Kerja: Lebih Dalam dari Big Five
Diskusi kelas: nilai kerja mana yang paling sulit diubah — dan kapan mempekerjakan orang dengan value mismatch bisa merusak tim?

Person-Job Fit vs Person-Organization Fit

Dua jenis fit berbeda: person-job fit (kecocokan kompetensi & kepribadian dengan tuntutan peran spesifik) vs person-organization fit (kecocokan nilai & gaya kerja dengan budaya organisasi).

Person-Job Fit
  • Besok langsung produktif — kompetensi cocok tugas
  • Mudah diukur: tes + asesmen teknis
  • Risiko: cocok peran tapi tidak cocok budaya → keluar cepat
Person-Organization Fit
  • Lebih stabil jangka panjang — nilai selaras misi
  • Sulit diukur: wawancara nilai + tryout budaya
  • Risiko: cocok budaya tapi tidak kompeten → beban tim

Praktik terbaik: rekrut untuk keduanya. Job fit dapat dikembangkan; value misfit hampir mustahil diperbaiki tanpa perubahan identitas.

Schwartz Value Theory: 10 Nilai Dasar

Schwartz (1992): nilai kerja individu dapat dipetakan ke 10 nilai dasar yang saling berkonflik — pilihan nilai mengungkap prioritas bawaan yang sulit diubah.

Self-Transcendence
Universalism, Benevolence — kolektif, kepedulian
Self-Enhancement
Achievement, Power — kompetisi, status
Openness to Change
Self-direction, Stimulation, Hedonism — otonomi
Conservation
Security, Conformity, Tradition — stabilitas
Konflik Inti
Self-enhancement vs self-transcendence; openness vs conservation
Implikasi
Org dengan budaya kompetitif menarik self-enhancers, mengusir self-transcenders — sebaliknya

Hitung dari Nol: Value Misfit di M&A

Skenario: Akuisisi startup logistik (budaya Openness + Self-Enhancement) oleh BUMN logistik (budaya Conservation + Self-Transcendence). Survei Schwartz 6 bulan post-merger pada 200 karyawan:
Nilai DominanStartup (n=80)BUMN (n=120)Gap
Openness4,8 / 62,9 / 61,9 — friksi
Conservation2,4 / 64,6 / 62,2 — friksi
Self-Enhancement4,5 / 63,0 / 61,5
Self-Transcendence3,0 / 64,2 / 61,2
Prediksi Turnover
Startup karyawan
Gap Conservation + Openness > 1,9 = prediktor kuat keluarnya talenta startup dalam 18 bln. Intervensi: tanpa audit nilai, integrasi akan gagal
Bagian 3 · 3/3
Sintesis: Kepribadian sebagai Alat Diagnostik
Diskusi kelas: jika Anda hanya boleh menggunakan SATU dimensi Big Five sebagai filter awal rekrutmen, mana yang Anda pilih dan mengapa?

Coba Sendiri: Big Five Person-Job Fit

Atur skor Big Five kandidat di widget berikut, pilih peran target, dan lihat skor kecocokan person-job fit. Profil ideal peran mengikuti meta-analisis Barrick & Mount.

Mini-Kasus: Turnover Engineering Tokopedia 2019-2021

Konteks (ilustrasi publik): Tokopedia dikenal dengan budaya work hard play hard — high openness + achievement values. Setelah akuisisi Gojek 2021 menjadi GoTo, integrasi budaya memunculkan friksi.
Gejala
  • Engineer Tokopedia (high O, low conservation) berbenturan dengan budaya Gojek yang lebih terstruktur
  • Value misfit tidak terlihat di skills (job fit kuat) tapi di ritme & otonomi
  • Turnover engineer senior di tahun pertama integrasi
Pelajaran
  • M&A tidak hanya menyatukan bisnis — menyatukan nilai
  • PO-fit post-merger lebih sulit dari job-fit
  • Audit budaya pre-merger sering luput

Latihan Kelas: Profil Big Five Anda

Instruksi (10 menit, berpasangan):
  1. Buka widget Big Five di slide sebelumnya (atau hasil tes IPIP Anda). Catat skor OCEAN Anda pada skala 1-7.
  2. Pilih satu peran impian/saat ini. Bandingkan profil Anda dengan profil ideal peran (Barrick-Mount table).
  3. Identifikasi 1-2 dimensi dengan gap terbesar. Rumuskan rencana pengembangan spesifik (bukan mengubah trait, tapi mengadaptasi perilaku).
  4. Siap dipanggil untuk presentasi singkat 1 menit: profil Anda, peran target, gap, dan rencana.

Lebih Dalam: Stability vs Plasticity Kepribadian

Roberts et al. (2006), longitudinal study: kepribadian cenderung stabil usia 50+, tetapi ada plasticity di usia 20-40. Conscientiousness dan Emotional Stability naik; Openness dan Neuroticism turun.

Stability (usia 50+)
  • Lima dimensi relatif konstan
  • Perubahan struktural jarang
  • Pelatihan tidak mengubah trait inti
Plasticity (usia 20-40)
  • C dan ES naik dengan peran dewasa
  • O dan N menurun dengan stabilisasi
  • Pengalaman kerja membentuk trait

Jebakan Umum: Stereotip Generasi di Tempat Kerja

Stereotip: "Gen Z tidak mau kerja keras", "Boomer tidak bisa teknologi". Stereotip ini umum tetapi kontraproduktif — mengabaikan variabilitas individu dalam generasi.
Risiko Stereotip
Mengabaikan talenta karena vonis generasi
Fakta Riset
Variasi dalam generasi > variasi antar generasi (Costanza et al 2012)
Praktik Sehat
Asesmen individu lewat Big Five, bukan vonis generasi

Hitung dari Nol: ROI Assessment Big Five

Skenario: Perusahaan 500 karyawan mempertimbangkan investasi asesmen Big Five tervalidasi (Hogan atau NEO) untuk rekrutmen. Estimasi dampak vs cost:
KomponenEstimasiCatatan
Cost asesmen per karyawanRp 1-2 jutaHogan/NEO + interpretasi
Total cost annual (50 rekrutmen)Rp 50-100 juta5-10% turnover normal
Cost salah rekrutmen6-9 bulan gajiRp 90-135 jt per bad hire
Reduksi bad hire (asumsi 30% penurunan)Hemat 5-8 bad hire/tahunRp 450 juta - 1,1 M saved
ROI
5-15x
Investasi asesmen Big Five menghemat jauh lebih banyak dari cost bad hire. Asumsi konservatif: ROI positif di tahun pertama.

Refleksi: Lensa Big Five pada Diri Sendiri

Tanpa asesmen formal, Anda dapat membuat estimasi Big Five diri sendiri dengan refleksi jujur atas pola perilaku Anda selama 6 bulan terakhir.

Pertanyaan Refleksi
  • O: Berapa kali saya mencoba cara baru 6 bln terakhir?
  • C: Apa track record deadline saya?
  • E: Dari mana saya dapat energi — interaksi atau solitude?
Pertanyaan Lanjutan
  • A: Saat konflik, saya cari harmoni atau kejelasan?
  • N: Saat tekanan, saya tenang atau cemas?
  • Integritas: nilai apa yang tidak pernah saya kompromikan?

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Rangkuman Hari Ini
  • Big Five (OCEAN) memiliki validitas prediktif terkuat; Conscientiousness prediktor universal
  • Person-job fit vs person-org fit: rekrut untuk keduanya
  • Value misfit lebih sulit diperbaiki daripada skill gap
  • Rekrut untuk kepribadian, latih untuk keterampilan
  • Audit nilai penting dalam M&A, bukan hanya audit keuangan
Pertemuan 5
  • Persepsi dan pengambilan keputusan individu
  • Bias atribusi, heuristik, rasionalitas terbatas
  • Bawa satu keputusan profesional yang Anda kuatirkan bias