stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Tata Kelola Proses Penganggaran
RPS minggu 13 · 2x50 menit

Tata Kelola Proses Penganggaran

Perencanaan Bisnis dan Penganggaran Perusahaan — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 13: menganalisis tata kelola proses penganggaran dan dinamika perilaku yang memengaruhi efektivitasnya.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Anthony-Govindarajan: 3 fungsi anggaran
  • Jensen 2001: "paying people to lie"
  • Tiga bentuk gaming (ratchet, use-it-or-lose-it)
Jam ke-2 (50 menit)
  • Hope-Fraser 2003: Beyond Budgeting
  • Enabling vs coercive control (Adler-Borys)
  • Kasus Unilever & Astra; persiapan P14
Posisi: P1-P12 teknik dan stress-test → P13 menguji mengapa anggaran gagal secara manusiawi → P14 integrasi final.

Anthony-Govindarajan: Tiga Fungsi Anggaran

Robert Anthony dan Vijay Govindarajan (Management Control Systems, 2007) mengidentifikasi tiga fungsi simultan anggaran.

1. Planning
  • Menerjemahkan strategi ke target operasional
  • Alokasi sumber daya
2. Control
  • Koordinasi antar-unit
  • Komunikasi target ke bawahan
3. Evaluation
  • Ukur kinerja vs target
  • Dasar bonus & promosi
Konflik: planning butuh asumsi jujur; evaluation menciptakan insentif konservatif (slack). Trade-off fundamental.
Bagian 1 · 1/4
Jensen 2001: Gaming Anggaran
Diskusi kelas: apakah Anda pernah melihat atau melakukan "slack" di tempat kerja? Apa pemicunya?

Jensen 2001: "Paying People to Lie"

Michael Jensen (HBR 2001) berargumen: sistem anggaran tradisional membayar manajer untuk berbohong tentang forecast.

Reward = f(Mencapai Target) → Manajer punya insentif pasang target rendah (slack)
Tiga Bentuk Gaming
  • Ratchet: target naik setelah capai
  • Use-it-or-lose-it: habiskan sisa Q4
  • Slack: pasang target rendah
Solusi Jensen
  • Linear bonus (bukan step function)
  • Pisahkan forecast (planning) dari target (eval)
  • Stop ratchet — pegang baselines
Jensen: "We are rewarding people for misleading us." Sistem harus dirubah, bukan manusia disalahkan.

Hitung dari Nol: Variance Tanda (F/U)

Skenario: Anggaran laba Q1 = Rp 1.000 jt (rev Rp 5.000, biaya Rp 4.000). Realisasi: rev Rp 5.200, biaya Rp 4.100. Hitung variance F/U (Favorable/Unfavorable).
ItemAnggaranRealisasiVarianceTanda
Revenue5.0005.200+200F (lebih tinggi bagus)
Biaya4.0004.100+100U (lebih tinggi buruk)
Laba1.0001.100+100F (net favorable)
Net Variance
+Rp 100 jt F
Revenue F +200 menutup biaya U −100, net F +100
Bagian 2 · 2/4
Slack & Ratchet
Diskusi kelas: bagaimana cara mengukur "slack" dalam anggaran perusahaan Anda?

Hitung dari Nol: Estimasi Slack

Skenario: Departemen X melaporkan estimasi Rp 980 jt untuk tahun depan. Historikal 5 tahun: realisasi rerata Rp 1.019 jt (estimasi + 4% akumulasi slack). Verifikasi slack.
ItemRumusNilai
Estimasi yang dilaporkanRp 980 jt
Estimasi dasar (jika jujur)980 × 1,04Rp 1.019,2 jt
Slack absolut1.019,2 − 980Rp 39,2 jt
Slack relatif39,2 ÷ 1.019,23,85%
Slack kumulatif (5 tahun)≈ 39,2 × 5~Rp 196 jt
Slack 3,85% (dihedge, angka bervariasi per departemen) — tidak ekstrem, tetapi akumulatif 5 tahun bisa ~Rp 196 jt. Korporasi besar bisa bocor miliaran.

Ratchet Effect: Mengapa Performa Dihambat

Ratchet: target tahun depan otomatis naik dari pencapaian tahun ini. Manajer bawah menahan performa untuk menghindari target tak terjangkau.

Target(t+1) = max(Target(t), Realisasi(t))
Dampak Negatif
  • Manajer bermain aman di akhir tahun
  • Inovasi ditunda (takut target naik)
  • Sales push ke Q1 tahun depan
Solusi Praktis
  • Pegang baseline 2-3 tahun
  • Bonus untuk over-delivery berkelanjutan
  • Target dari analisis pasar, bukan historikal
Solusi ratchet: target berasal dari analisis pasar (P3 forecasting), bukan mekanis dari historikal.
Bagian 3 · 3/4
Beyond Budgeting
Diskusi kelas: apakah Beyond Budgeting realistis untuk perusahaan Anda? Apa prasyaratnya?

Hope-Fraser 2003: Beyond Budgeting

Jeremy Hope dan Robin Fraser (2003) mengusulkan penggantian anggaran tahunan dengan kerangka adaptif berbasis rolling forecast dan relative target.

6 Prinsip Proses
  • Rolling forecast (bukan tetap setahun)
  • Relative target (vs peer/market)
  • Resources on demand
6 Prinsip Kepemimpinan
  • Tim otonom
  • Berdasarkan prinsip nilai
  • Transparansi informasi
Implementasi (dihedge)
  • Adopsi penuh: Handelsbanken
  • Adopsi parsial: Toyota, Google
  • Indonesia: mayoritas masih anggaran tradisional
Beyond Budgeting bukan obat universal — prasyarat: tim matang, sistem real-time, KPI kuat. Tanpa prasyarat, adopsi premature bisa kacau.

Adler-Borys: Enabling vs Coercive Control

Enabling Control
  • Membantu karyawan bekerja lebih baik
  • Learning loop dari bawah
  • Bukan tujuan, tetapi alat
  • Contoh: dashboard self-service
Coercive Control
  • Memaksa kepatuhan dari atas
  • Menghukum deviasi
  • Tujuan kontrol itu sendiri
  • Contoh: anggaran rigid dengan bonus binary
Praktik baik: rancang anggaran sebagai alat bantu (enabling), bukan alat paksa (coercive). Hasil: compliance + learning.
Bagian 4 · 4/4
Kasus Unilever & Astra
Diskusi kelas: bagaimana Unilever USLP KPI non-finansial memperbaiki tata kelola? Apa pelajaran untuk perusahaan Indonesia?

Kasus Unilever USLP: KPI Non-Finansial

Pilar USLPKPITarget 2020 (vs 2010)
Health & Well-being1 miliar orang terbantuTercapai (dihedge)
Env. FootprintEmisi CO₂ per ton produk−50%
LivelihoodsPetani supplier terlatih~5,6 juta (dihedge)
Pelajaran: KPI non-finansial yang diintegrasikan ke bonus eksekutif dapat mendorong perubahan strategis, bukan hanya angka kuartal.

Kasus Astra: Budget Committee Multi-SBU

Astra International (5+ SBU: otomotif, agribisnis, jasa keuangan, pertambangan, infrastruktur) mengelola budget committee lintas-SBU untuk koordinasi dan challenge.

Praktik Astra
  • Budget committee cross-SBU
  • Challenge session per SBU
  • Alokasi modal berdasarkan strategi grup
  • Pelaporan terintegrasi bulanan
Manfaat
  • Kurangi slack (challenge eksternal)
  • Sinergi cross-SBU (mis. data pelanggan)
  • Alokasi capital lebih efisien
Praktik baik: budget committee cross-SBU memberi challenge eksternal yang mengurangi slack — pelajaran untuk konglomerasi Indonesia.

Relative Target vs Absolute Target

Beyond Budgeting mengusulkan target relatif vs peer/market — bukan target absolut. Keunggulan: tidak dependen pada asumsi makro.

AspekTarget AbsolutTarget Relatif
BasisAngka tetap (mis. Rp 1 M)% vs peer/industry
Skenario makroResesi → tidak tercapai walau eksekusi bagusResesi → tetap dapat diukur (relative)
FairnessManajer dihukum karena makroManajer dihukum hanya karena underperform peer
KompleksitasRendahTinggi (butuh benchmark)
Target relatif lebih adil dalam volatilitas makro — implementasi: bandingkan dengan median industri atau peer group.

Ringkasan Kunci Pertemuan 13

3 Fungsi (Anthony-Gov)
Planning · Control · Evaluation
3 Gaming (Jensen)
Ratchet · Use-it-or-lose-it · Slack
BB (Hope-Fraser)
12 prinsip adaptif

Anggaran gagal biasanya bukan karena teknik — tetapi karena sistem insentif yang melengkung dari tujuan perusahaan.

Persiapan P14: pertemuan terakhir — integrasi semua konsep dalam studi kasus terpadu. Bawa plan P11 yang sudah di-stress-test P12.