Jensen: "We are rewarding people for misleading us." Sistem harus dirubah, bukan manusia disalahkan.
Hitung dari Nol: Variance Tanda (F/U)
Skenario: Anggaran laba Q1 = Rp 1.000 jt (rev Rp 5.000, biaya Rp 4.000). Realisasi: rev Rp 5.200, biaya Rp 4.100. Hitung variance F/U (Favorable/Unfavorable).
Item
Anggaran
Realisasi
Variance
Tanda
Revenue
5.000
5.200
+200
F (lebih tinggi bagus)
Biaya
4.000
4.100
+100
U (lebih tinggi buruk)
Laba
1.000
1.100
+100
F (net favorable)
Net Variance
+Rp 100 jt F
Revenue F +200 menutup biaya U −100, net F +100
Bagian 2 · 2/4
Slack & Ratchet
Diskusi kelas: bagaimana cara mengukur "slack" dalam anggaran perusahaan Anda?
Hitung dari Nol: Estimasi Slack
Skenario: Departemen X melaporkan estimasi Rp 980 jt untuk tahun depan. Historikal 5 tahun: realisasi rerata Rp 1.019 jt (estimasi + 4% akumulasi slack). Verifikasi slack.
Item
Rumus
Nilai
Estimasi yang dilaporkan
—
Rp 980 jt
Estimasi dasar (jika jujur)
980 × 1,04
Rp 1.019,2 jt
Slack absolut
1.019,2 − 980
Rp 39,2 jt
Slack relatif
39,2 ÷ 1.019,2
3,85%
Slack kumulatif (5 tahun)
≈ 39,2 × 5
~Rp 196 jt
Slack 3,85% (dihedge, angka bervariasi per departemen) — tidak ekstrem, tetapi akumulatif 5 tahun bisa ~Rp 196 jt. Korporasi besar bisa bocor miliaran.
Ratchet Effect: Mengapa Performa Dihambat
Ratchet: target tahun depan otomatis naik dari pencapaian tahun ini. Manajer bawah menahan performa untuk menghindari target tak terjangkau.
Target(t+1) = max(Target(t), Realisasi(t))
Dampak Negatif
Manajer bermain aman di akhir tahun
Inovasi ditunda (takut target naik)
Sales push ke Q1 tahun depan
Solusi Praktis
Pegang baseline 2-3 tahun
Bonus untuk over-delivery berkelanjutan
Target dari analisis pasar, bukan historikal
Solusi ratchet: target berasal dari analisis pasar (P3 forecasting), bukan mekanis dari historikal.
Bagian 3 · 3/4
Beyond Budgeting
Diskusi kelas: apakah Beyond Budgeting realistis untuk perusahaan Anda? Apa prasyaratnya?
Hope-Fraser 2003: Beyond Budgeting
Jeremy Hope dan Robin Fraser (2003) mengusulkan penggantian anggaran tahunan dengan kerangka adaptif berbasis rolling forecast dan relative target.
6 Prinsip Proses
Rolling forecast (bukan tetap setahun)
Relative target (vs peer/market)
Resources on demand
6 Prinsip Kepemimpinan
Tim otonom
Berdasarkan prinsip nilai
Transparansi informasi
Implementasi (dihedge)
Adopsi penuh: Handelsbanken
Adopsi parsial: Toyota, Google
Indonesia: mayoritas masih anggaran tradisional
Beyond Budgeting bukan obat universal — prasyarat: tim matang, sistem real-time, KPI kuat. Tanpa prasyarat, adopsi premature bisa kacau.
Adler-Borys: Enabling vs Coercive Control
Enabling Control
Membantu karyawan bekerja lebih baik
Learning loop dari bawah
Bukan tujuan, tetapi alat
Contoh: dashboard self-service
Coercive Control
Memaksa kepatuhan dari atas
Menghukum deviasi
Tujuan kontrol itu sendiri
Contoh: anggaran rigid dengan bonus binary
Praktik baik: rancang anggaran sebagai alat bantu (enabling), bukan alat paksa (coercive). Hasil: compliance + learning.
Bagian 4 · 4/4
Kasus Unilever & Astra
Diskusi kelas: bagaimana Unilever USLP KPI non-finansial memperbaiki tata kelola? Apa pelajaran untuk perusahaan Indonesia?
Kasus Unilever USLP: KPI Non-Finansial
Pilar USLP
KPI
Target 2020 (vs 2010)
Health & Well-being
1 miliar orang terbantu
Tercapai (dihedge)
Env. Footprint
Emisi CO₂ per ton produk
−50%
Livelihoods
Petani supplier terlatih
~5,6 juta (dihedge)
Pelajaran: KPI non-finansial yang diintegrasikan ke bonus eksekutif dapat mendorong perubahan strategis, bukan hanya angka kuartal.
Kasus Astra: Budget Committee Multi-SBU
Astra International (5+ SBU: otomotif, agribisnis, jasa keuangan, pertambangan, infrastruktur) mengelola budget committee lintas-SBU untuk koordinasi dan challenge.
Praktik Astra
Budget committee cross-SBU
Challenge session per SBU
Alokasi modal berdasarkan strategi grup
Pelaporan terintegrasi bulanan
Manfaat
Kurangi slack (challenge eksternal)
Sinergi cross-SBU (mis. data pelanggan)
Alokasi capital lebih efisien
Praktik baik: budget committee cross-SBU memberi challenge eksternal yang mengurangi slack — pelajaran untuk konglomerasi Indonesia.
Relative Target vs Absolute Target
Beyond Budgeting mengusulkan target relatif vs peer/market — bukan target absolut. Keunggulan: tidak dependen pada asumsi makro.
Aspek
Target Absolut
Target Relatif
Basis
Angka tetap (mis. Rp 1 M)
% vs peer/industry
Skenario makro
Resesi → tidak tercapai walau eksekusi bagus
Resesi → tetap dapat diukur (relative)
Fairness
Manajer dihukum karena makro
Manajer dihukum hanya karena underperform peer
Kompleksitas
Rendah
Tinggi (butuh benchmark)
Target relatif lebih adil dalam volatilitas makro — implementasi: bandingkan dengan median industri atau peer group.
Ringkasan Kunci Pertemuan 13
3 Fungsi (Anthony-Gov)
Planning · Control · Evaluation
3 Gaming (Jensen)
Ratchet · Use-it-or-lose-it · Slack
BB (Hope-Fraser)
12 prinsip adaptif
Anggaran gagal biasanya bukan karena teknik — tetapi karena sistem insentif yang melengkung dari tujuan perusahaan.
Persiapan P14: pertemuan terakhir — integrasi semua konsep dalam studi kasus terpadu. Bawa plan P11 yang sudah di-stress-test P12.