‹ Daftar slidePertemuan 10: Perencanaan Kebutuhan Modal Kerja
RPS minggu 10 · 2x50 menit
Perencanaan Kebutuhan Modal Kerja
Perencanaan Bisnis dan Penganggaran Perusahaan — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 10: merencanakan kebutuhan modal kerja perusahaan.
Jam ke-1 (50 menit)
Konsep modal kerja & komponen
Cash Conversion Cycle (Richards-Lauglin 1980)
DIO, DSO, DPO per komponen
Jam ke-2 (50 menit)
Kebijakan modal kerja agresif vs konservatif
Strategi optimasi CCC
Kasus Unilever & Astra; persiapan P11
Posisi dalam alur: modal kerja adalah dimensi operasional yang menghubungkan anggaran kas (P5) ke tata kelola (P13).
Mengapa Modal Kerja Menentukan Kelangsungan
Modal kerja mengikat 15-25% aset perusahaan non-finansial Indonesia (estimasi, dihedge) — angka signifikan yang dapat dioptimasi.
% Aset di Modal Kerja
15–25%
Estimasi industri (dihedge)
Cost of WC
~WACC × WC
Modal kerja berbiaya sama dengan aset lain
Pertanyaan pemantik: di perusahaan Anda, berapa CCC (Days Inventory + Receivable − Payable)? Apakah dipantau bulanan?
Bagian 1 · 1/4
Konsep Modal Kerja & CCC
Diskusi kelas: beda working capital (modal kerja) dengan net working capital? Mana yang lebih informatif?
Cash Conversion Cycle (Richards-Lauglin 1980)
CCC mengukur berapa hari kas terkunci di operasi: dari beli bahan baku sampai kas tertagih dari penjualan. (Richards & Laughlin, 1980, Financial Review).
CCC = DIO + DSO − DPO
DIO
Days Inventory Outstanding
Hari rata-rata persediaan di gudang
= (Inv ÷ COGS) × 365
DSO
Days Sales Outstanding
Hari rata-rata piutang tertagih
= (AR ÷ Revenue) × 365
DPO
Days Payable Outstanding
Hari rata-rata utang dibayar
= (AP ÷ COGS) × 365
CCC rendah/negatif = perusahaan didanai supplier (kas surplus operasi). CCC tinggi = kas terkunci, perlu pendanaan eksternal.
Hitung dari Nol: CCC Unilever Indonesia
Skenario: Unilever Indonesia (ilustrasi): Revenue Rp 40 T, HPP Rp 24 T, Inv Rp 3 T, AR Rp 4 T, AP Rp 5 T. Hitung CCC.
Komponen
Rumus
Nilai
DIO
(3 ÷ 24) × 365
45,6 hari
DSO
(4 ÷ 40) × 365
36,5 hari
DPO
(5 ÷ 24) × 365
76,0 hari
CCC
45,6 + 36,5 − 76,0
+6,1 hari
CCC
+6 hari
Sangat efisien — hampir didanai supplier; karakteristik perusahaan consumer goods dengan DPO tinggi
Bagian 2 · 2/4
Kebijakan Agresif vs Konservatif
Diskusi kelas: kebijakan modal kerja agresif (min WC) vs konservatif (WC besar) — mana yang lebih baik?
Kebijakan Modal Kerja: Spektrum
Karakteristik
Agresif
Konservatif
Modal kerja
Minimum
Besar (buffer)
Persediaan
Just-in-time
Safety stock tinggi
Kredit ke pelanggan
Tight (cash, 7 hari)
Long (60-90 hari)
Utang supplier
Maksimum (90+ hari)
Prompt (15-30 hari)
Return on capital
Tinggi (capital efficient)
Rendah (capital bloated)
Risiko
Stockout, illiquidity
Mahal, slow growth
Trade-off: profitabilitas (agresif) vs keamanan (konservatif). Pilihan harus sesuai profil risiko & karakteristik industri.
Hitung dari Nol: Trade-off Return vs Risk
Skenario: Perusahaan X revenue Rp 100 M, margin 10%, aset Rp 60 M (modal kerja Rp 15 M). Bandingkan ROIC dua skenario: agresif (potong WC 30%) vs konservatif (tambah WC 30%).
Skenario
Modal Kerja
Aset Total
NOPLAT
ROIC
Baseline
15
60
10
16,7%
Agresif (−30% WC)
10,5
55,5
10
18,0%
Konservatif (+30% WC)
19,5
64,5
10
15,5%
Selisih ROIC
+2,5 pp
Agresif meningkatkan ROIC 2,5 pp vs konservatif — tetapi risiko likuiditas naik
Bagian 3 · 3/4
Strategi Optimasi CCC
Diskusi kelas: sebutkan satu strategi optimasi DIO, DSO, DPO di perusahaan Anda. Apa hambatannya?
Tiga Lever Optimasi CCC
Turunkan DIO
Just-in-time inventory
Demand forecasting akurat
SKU rationalization
Vendor-managed inventory
Turunkan DSO
Diskon early payment (2/10 net 30)
Factoring piutang
Automated dunning
Credit scoring ketat
Naikkan DPO
Negosiasi termin supplier
Supply chain finance
Konsolidasi vendor (leverage)
E-procurement (efisiensi proses)
Setiap lever punya trade-off: DIO rendah risiko stockout; DSO rendah perlu insentif; DPO tinggi merusak hubungan supplier.
Hitung dari Nol: Impact Optimasi CCC
Skenario: Perusahaan dengan CCC 60 hari (DIO 45, DSO 40, DPO 25). Revenue Rp 100 M, HPP Rp 60 M, WACC 11%. Hitung dampak optimasi CCC ke 40 hari (potong 20 hari).
Item
Rumus
Nilai
Modal kerja baseline (CCC 60)
(DIO×COGS + DSO×Rev − DPO×COGS) ÷ 365
~Rp 14,4 M
Modal kerja setelah optimasi (CCC 40)
(20/365) × ~60 M avg daily
~Rp 9,6 M
Kas dibebaskan
14,4 − 9,6
Rp 4,8 M
Nilai tahunan (WACC 11%)
4,8 × 11%
+Rp 0,53 M/thn
Value Creation
+Rp 0,53 M/thn
Optimasi CCC 20 hari menciptakan nilai Rp 530 jt/tahun — angka signifikan dari "doing same business better"
Bagian 4 · 4/4
Kasus Multi-Bisnis & Likuiditas Bank
Diskusi kelas: bagaimana Astra mengelola CCC multi-SBU (otomotif vs agribisnis vs jasa keuangan)?
Kasus Astra: CCC Multi-SBU
SBU Astra
CCC Estimasi (dihedge)
Karakteristik
Otomotif (mobil)
~30-45 hari
DIO dealer, DPO ke supplier global
Agribisnis (sawit)
~60-90 hari
Siklikal panen, persediaan CPO
Jasa Keuangan
N/A
Tidak ada DIO/DSO tradisional
Alat Berat
~80-120 hari
DIO tinggi, CAPEX besar
Pelajaran: konsolidasi CCC group harus weighted average; jangan dibebani satu SBU yang CCC tinggi (alat berat) tanpa konteks.
Kasus BRI: Likuiditas Bank
Bank tidak punya CCC tradisional, tetapi punya metrik likuiditas regulator: LDR, NSFR, LCR.
Bank-Specific Metrics
LDR = Kredit ÷ Deposit (efisiensi)
NSFR = Pendanaan stabil ÷ Aset stabil
LCR = Likuiditas ÷ Outflow stress 30 hari
Pelajaran Korporat
Metrik likuiditas eksplisit & monitored
Stress test regulator wajib
Korporat non-bank: days cash on hand
Praktik good: set metrik likuiditas eksplisit (days cash on hand, CCC) dan pantau bulanan — bukan reaktif saat krisis.
Trade-off ROIC vs Risiko Likuiditas
Strategi modal kerja agresif (CCC rendah) meningkatkan ROIC tetapi juga meningkatkan risiko likuiditas. Trade-off harus dikelola sadar.
Strategi
CCC
ROIC
Risiko Likuiditas
Konservatif
Tinggi (~70 hari)
Rendah (~15,5%)
Rendah
Seimbang
Sedang (~55 hari)
Sedang (~16,8%)
Sedang
Agresif
Rendah (~40 hari)
Tinggi (~18,0%)
Tinggi
Tidak ada CCC "optimal" universal — pilihan tergantung profil risiko, siklus industri, dan akses kredit perusahaan.
Ringkasan Kunci Pertemuan 10
CCC Richards-Lauglin
DIO + DSO − DPO
Kebijakan
Agresif (ROIC↑) vs Konservatif (aman)
Optimasi
3 lever: DIO ↓ · DSO ↓ · DPO ↑
Modal kerja bukan beban — ini sumber nilai yang dapat dioptimasi menjadi kompetitif advantage.
Persiapan P11: dengan seluruh teknik P1-P10, kita akan menyusun dokumen business plan lengkap minggu depan.