‹ Daftar slidePertemuan 7: Proyeksi Laporan Keuangan (Pro Forma)
RPS minggu 7 · 2x50 menit
Proyeksi Laporan Keuangan (Pro Forma)
Perencanaan Bisnis dan Penganggaran Perusahaan — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 7: menyusun laporan keuangan proforma yang konsisten antar-laporan.
Jam ke-1 (50 menit)
Tiga laporan terkait: laba rugi, neraca, arus kas
Metode percent-of-sales
Pro forma laba rugi: revenue → net income
Jam ke-2 (50 menit)
Pro forma neraca & "plug"
EFN (External Financing Needed)
Arus kas pro forma; persiapan P8 varians
Posisi dalam alur: pro forma adalah output akhir anggaran — menyatukan P3-P6 menjadi laporan keuangan yang utuh.
Mengapa Pro Forma Konsisten Penting
Investor dan bank memvalidasi pro forma dengan cros-check antar-laporan — inkonsistensi menandai ketidaksiapan tim finance.
Validasi Antar-Laporan
3 Cek
Laba rugi ↔ neraca ↔ arus kas harus konsisten
Sumber Inkonsistensi
Hardcode
Angka tidak terkait antar-sheet Excel
Pertanyaan pemantik: di perusahaan Anda, apakah pro forma laba rugi, neraca, arus kas disusun oleh orang yang berbeda? Bagaimana menjamin konsistensi?
Bagian 1 · 1/4
Tiga Laporan & Keterkaitannya
Diskusi kelas: sebutkan minimal tiga keterkaitan antara laba rugi, neraca, dan arus kas pro forma.
Keterkaitan Tiga Laporan Pro Forma
Metode Percent-of-Sales
Percent-of-sales mengasumsikan banyak pos neraca dan laba rugi berubah proporsional dengan penjualan. Cocok untuk perusahaan matang dengan struktur biaya stabil; kurang cocok untuk startup atau bisnis dengan economies of scale signifikan.
Pos
% Penjualan
Logika
HPP
60%
Biaya variabel dominan
SG&A variabel
15%
Komisi, distribusi
Piutang
10%
DSO ~36 hari
Persediaan
15%
DIO ~54 hari
Utang usaha
8%
DPO ~29 hari
Aset tetap
40%
Capacity utilization stabil
Hitung dari Nol: Pro Forma Laba Rugi
Skenario: Unilever Indonesia ilustrasi: revenue Year-0 Rp 40 T, growth 8%/tahun. Struktur: HPP 60%, SG&A variabel 15%, SG&A tetap Rp 2 T/ tahun, depresiasi Rp 1,5 T, interest 5% dari utang Rp 8 T, pajak 22%.
Pos (Rp T)
Year 1
Year 2
Year 3
Revenue (8% growth)
43,20
46,66
50,39
HPP (60%)
25,92
27,99
30,23
Laba kotor
17,28
18,66
20,16
SG&A var (15%) + ttp (2)
8,48
9,00
9,56
Depresiasi
1,50
1,50
1,50
EBIT
7,30
8,16
9,10
Interest (5%×8)
0,40
0,40
0,40
EBT
6,90
7,76
8,70
Tax (22%)
1,52
1,71
1,91
Net Income
5,38
6,05
6,79
Net Income Y3
Rp 6,79 T
Margin 13,5% — ilustrasi; aktual Unilever Indonesia mungkin berbeda
Bagian 2 · 2/4
Pro Forma Neraca & EFN
Diskusi kelas: bagaimana menentukan pos "plug" di neraca pro forma? Utang atau ekuitas?
Pro Forma Neraca: Metode Plug
Setelah aset & liabilitas variabel diproyeksi, selisih menjadi EFN — "plug" yang harus ditutup pendanaan eksternal.
Surplus → bisa repay utang atau beli saham treasury; bukan tambah pendanaan
Hitung dari Nol: EFN Lebih Kompleks
Skenario: Perusahaan dengan growth tinggi 25%/tahun, capacity utilization 90% (perlu CAPEX besar), dividend payout 40%.
Pos
Y0 (Rp T)
Y1 @growth 25%
Revenue
10
12,5
Net income (margin 12%)
1,2
1,5
Dividen (40% payout)
0,48
0,6
ΔRE (NI − div)
0,72
0,9
ΔAset (intensitas 80%)
—
0,8 × 2,5 = 2,0
ΔLiab spontan (20%)
—
0,2 × 2,5 = 0,5
EFN
—
2,0 − 0,5 − 0,9 = +0,6 T
EFN Y1
+Rp 0,6 T
Perusahaan butuh Rp 600 M pendanaan eksternal — putihkan ke utang/ekuitas
Bagian 3 · 3/4
Pro Forma Arus Kas
Diskusi kelas: mengapa perusahaan bisa profit tapi arus kas operasi negatif? Hubungkan dengan CCC.
Pro Forma Arus Kas (Indirect Method)
Mulai dari net income, koreksi non-cash (depresiasi), dan perubahan modal kerja.
Pos (Rp T)
Y1
Net income (dari laba rugi)
5,38
+ Depresiasi (non-cash)
1,50
− ΔAR (10% × Δrev 3,2)
−0,32
− ΔInv (15% × Δrev 3,2)
−0,48
+ ΔAP (8% × Δrev 3,2)
+0,26
CFO
6,34
CFI (−CAPEX)
−1,50
CFF (dividen − new debt)
−2,15
Net ΔKas
+2,69
Konsistensi Antar-Laporan: 3 Cek
Cek 1: Net Income
NI laba rugi = ΔRE neraca (sebelum dividen)
Bila tidak cocok → model rusak
Cek 2: Depresiasi
Depresiasi laba rugi = ΔAccDep neraca
CAPEX arus kas = ΔAset Tetap neraca
Cek 3: Kas
ΔKas arus kas = Kas akhir − awal neraca
Bila tidak cocok → model rusak
Tiga cek ini adalah audit minimum pro forma — bila lolos, kualitas model terjamin.
Bagian 4 · 4/4
Kasus & Skenario Pro Forma
Diskusi kelas: bagaimana pro forma Unilever Indonesia vs Telkom berbeda dalam struktur biaya dan modal kerja?
Kasus: Unilever vs Telkom — Beda Struktur
Karakteristik
Unilever ID (consumer)
Telkom (infrastruktur)
HPP % revenue
~60% (variabel)
~30% (tetap dominan)
Depresiasi
~3-4% revenue
~25-30% revenue (dihedge)
Modal kerja
CCC negatif/kecil
CCC moderat
CAPEX % revenue
~5-8% (dihedge)
~25-35% (dihedge)
EBIT margin
~15-20% (dihedge)
~30-40% (dihedge)
Pelajaran: pro forma tidak generic — struktur asumsi harus sesuai karakteristik industri.
Validasi Pro Forma: Cross-Check Antar-Laporan
Pro forma yang valid harus konsisten antara P&L, BS, dan CF. Tiga cek silang wajib sebelum submit.
Cek
Hubungan
Indikasi Salah
Retained Earnings
BS RE(t) = RE(t-1) + NI(t) − Dividen
RE tidak cocok → P&L salah atau dividen salah
Kas CF vs BS
Ending CF = Kas di BS
Tidak cocok → ada cash flow yang hilang
Aset vs Depresiasi
AccDep bertambah = Dep P&L
Tidak cocok → CAPEX/depresiasi salah
Banyak pro forma gagal di validasi ketiga. Otomatiskan dengan formula Excel ter-link — jangan hardcode.
Coba Sendiri: Susun Pro Forma Laba Rugi
Geser pertumbuhan penjualan, struktur biaya (HPP, SG&A variabel), dan beban bunga untuk melihat bagaimana metode percent-of-sales memproyeksikan net income tiga tahun serta perubahan margin.
Ringkasan Kunci Pertemuan 7
3 Laporan Pro Forma
Laba rugi · neraca · arus kas (terkait)
Metode % Sales
Pos variabel proporsional revenue
EFN & Plug
Selisih = kebutuhan pendanaan eksternal
Tiga cek konsistensi (NI, depresiasi, kas) memvalidasi kualitas model pro forma.
Persiapan P8: dengan pro forma hari ini sebagai baseline, kita akan menganalisis varians aktual vs anggaran minggu depan.