stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Anggaran Kas (Cash Budget)
RPS minggu 5 · 2x50 menit

Anggaran Kas (Cash Budget)

Perencanaan Bisnis dan Penganggaran Perusahaan — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 5: menyusun anggaran kas dan mengidentifikasi kebutuhan pendanaan.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Format anggaran kas 3 bagian: kas masuk, keluar, financing
  • Konversi penjualan accrual → kas masuk (DSO)
  • Konversi pembelian accrual → kas keluar (DPO)
Jam ke-2 (50 menit)
  • Minimum cash balance & line of credit
  • Seasonality dan peak kas negatif
  • Kasus BRI & startup runway; persiapan P6 capital budgeting
Posisi dalam alur: anggaran kas adalah komponen pertama financial budget; menjadi basis identifikasi kebutuhan pendanaan.

Mengapa Banyak Perusahaan Collapse di Kas

Studi U.S. Bank (dihedge) menunjukkan ~82% kegagalan bisnis kecil-menengah terkait masalah manajemen kas — bukan profitabilitas.

Penyebab Kegagalan
~82%
Cash flow related (U.S. Bank, dihedge)
Penyebab Teknis
CCC
Cash Conversion Cycle panjang mengunci likuiditas
Pertanyaan pemantik: di perusahaan Anda, pernahkah ada periode di mana laba rugi untung tetapi kas hampir habis? Apa penyebab utamanya?
Bagian 1 · 1/4
Format Anggaran Kas 3 Bagian
Diskusi kelas: di perusahaan Anda, anggaran kas disusun bulanan atau mingguan? Mengapa?

Struktur Tiga Bagian Anggaran Kas

Anggaran kas menyajikan tiga bagian: (1) Cash receipts (kas masuk operasi & non-operasi), (2) Cash disbursements (kas keluar operasi & CAPEX), (3) Financing (pinjaman, dividen, ekuitas). Selisih + minimum balance = kebutuhan/cadangan pendanaan.
1. KAS MASUKPenjualan tunaiTertagih piutangLain-lain2. KAS KELUARPembelian (cash)Upah, utilitas, bungaCAPEX, pajak, dividen3. FINANCINGLine of credit drawRepaymentEkuitas baru

Akhir bulan = Awal + Masuk − Keluar ± Financing. Bila < minimum balance → draw LOC.

Konversi Penjualan → Kas Masuk

Penjualan accrual ≠ kas masuk bulan itu. Gunakan pola collection berbasis DSO historis.

Pola Collection (DSO 30 hari)% dari Penjualan
Bulan berjalan (cash sales)40%
Bulan berikutnya (credit, 30 hari)50%
Bulan kedua (credit, 60 hari)10%
Total100%
Jika penjualan Jan = Rp 100 M, Feb = Rp 120 M, Maret = Rp 150 M → kas masuk Maret = 40% × 150 + 50% × 120 + 10% × 100 = Rp 60 + 60 + 10 = Rp 130 M.

Hitung dari Nol: Kas Masuk 3 Bulan

Skenario: Penjualan Jan-Mar = Rp 100/120/150 M. Pola collection: 40% bulan berjalan, 50%+1, 10%+2. Kas awal Jan = Rp 30 M.
BulanKomponenKas Masuk (Rp M)
Jan40% × 10040
Feb50% × 100 + 40% × 12050 + 48 = 98
Mar10% × 100 + 50% × 120 + 40% × 15010 + 60 + 60 = 130
Total Q1268
Total Kas Masuk Q1
Rp 268 M
vs. Penjualan Q1 Rp 370 M → selisih Rp 102 M terkunci di piutang
Bagian 2 · 2/4
Kas Keluar & Konversi Pembelian
Diskusi kelas: bagaimana negosiasi termin pembayaran supplier (30/60/90 hari) memengaruhi anggaran kas? Apakah ada trade-off dengan harga?

Konversi Pembelian → Kas Keluar

Pola payment supplier berbasis DPO historis. Pembelian accrual ≠ kas keluar bulan itu.

Pola Payment (DPO 45 hari)% dari Pembelian
Bulan berjalan20%
Bulan berikutnya60%
Bulan kedua20%
Pembelian Jan-Mar = Rp 60/72/90 M → kas keluar Maret = 20% × 90 + 60% × 72 + 20% × 60 = Rp 18 + 43,2 + 12 = Rp 73,2 M.

Hitung dari Nol: Net Kas Bulanan

Skenario: Gabungkan kas masuk dan keluar untuk mendapatkan net kas operasi Jan-Mar. Asumsikan biaya lain (upah, utilitas, bunga) Rp 50 M/bulan tetap. CAPEX Maret Rp 40 M.
BulanKas MasukKas Keluar (buy+other)CAPEXNet
Jan40(12+50) = 620−22
Feb98(36+43,2+50) = 129,20−31,2
Mar130(18+43,2+50) = 111,240−21,2
Q1268302,440−74,4
Defisit Kas Q1
−Rp 74,4 M
Kas awal Rp 30 M − Rp 74,4 M = −Rp 44,4 M → butuh LOC minimal Rp 44,4 M

Hitung Lanjut: Total dengan Kas Awal & LOC

Skenario: Lanjut dengan minimum balance Rp 20 M. Hitung saldo akhir tiap bulan dan kebutuhan LOC kumulatif.
BulanAwalNetPre-LOCLOC drawAkhir
Jan30−22812 (gap ke min 20)20
Feb20−31,2−11,231,2 (total 43,2)20
Mar20−21,2−1,221,2 (total 64,4)20
Peak LOC Q1
Rp 64,4 M
Ini yang harus diajukan ke bank sebagai plafon LOC — bukan angka rata-rata
Bagian 3 · 3/4
Seasonality & Peak Kas Negatif
Diskusi kelas: industri apa di Indonesia yang mengalami puncak kas negatif yang sangat tajam? Bagaimana mereka mengatasinya?

Seasonality Kas: Industri Ritel Lebaran

Industri ritel/consumer goods Indonesia punya seasonality tajam: Q2 (Lebaran) puncak penjualan, Q1 build-up persediaan → kas negatif.

Q1build-upQ2LebaranQ3stabilQ4NatalKas: negatif Q1 → surplus Q2-Q4

Implikasi: LOC dibutuhkan Q1, repay Q2-Q4. Plafon harus mengakomodasi peak Q1.

Kebijakan Minimum Cash Balance

Penentu Minimum Balance
  • Volatilitas kas operasi (sdev historis)
  • Kewajiban covenant bank
  • Peluang investasi mendadak
  • Biaya opportunity vs biaya LOC
Pedoman Praktis
  • Stabil: 1-2 minggu biaya operasi
  • Volatile: 4-6 minggu biaya operasi
  • Siklikal: 8+ minggu menjelang trough
Minimum balance terlalu rendah → risiko illiquidity; terlalu tinggi → biaya opportunity (kas menganggur).

Hitung dari Nol: Biaya LOC vs Opportunity

Skenario: LOC bunga 12%/tahun, opportunity cost kas menganggur 6%/tahun (return deposito). Peak defisit Rp 64,4 M selama 3 bulan. Bandingkan: (a) pakai LOC penuh, (b) pegang saldo Rp 64,4 M (tanpa LOC).
StrategiBiaya/Bunga 3 blnKomentar
(a) Pakai LOC penuh12% × 3/12 × Rp 64,4 M = Rp 1,93 MBiaya bunga eksplisit
(b) Pegang saldo Rp 64,4 MOpportunity 6% × 3/12 × Rp 64,4 M = Rp 0,97 MBiaya implisit; tapi modal Rp 64,4 M idle setahun
(c) Kombinasi optimal~Rp 1,2 M (dihedge)Saldo minimum + LOC gap
Trade-off
~Rp 1 M
Selisih biaya 3 bulan — keputusan strategis, bukan semata-mata finansial
Bagian 4 · 4/4
Kasus BRI & Startup Runway
Diskusi kelas: bagaimana BRI mengelola likuiditas dengan LDR ~85-95% dan NSFR? Apa bedanya dengan perusahaan non-bank?

Kasus BRI: Manajemen Likuiditas Bank

BRI mengelola likuiditas dengan tiga metrik regulator: LDR, NSFR, LCR.

MetrikDefinisiTarget BRI (~dihedge)
LDR (Loan-to-Deposit)Kredit ÷ Deposit85–95%
NSFR (Net Stable Funding)Pendanaan stabil ÷ Aset stabil>100% (regulator)
LCR (Liquidity Coverage)Likuiditas ÷ Outflow 30 hari>100% (regulator)
Pelajaran korporat non-bank: manajemen kas disiplin dengan metrik eksplisit (CCC, days cash on hand) — bukan reaktif saat kas menipis.

Kasus Startup: Burn Rate & Runway

Startup technology punya profil kas berbeda: burn rate tinggi sebelum breakeven, runway = kas/burn.

Konsep Burn Rate
  • Gross burn = total kas keluar per bulan
  • Net burn = kas keluar − kas masuk
  • Runway = kas ÷ net burn
Contoh (dihedge)
  • Kas Rp 120 M, net burn Rp 15 M/bln
  • Runway = 120 ÷ 15 = 8 bulan
  • Fundraising harus mulai bulan ke-5
Banyak startup tidak hitung runway secara disiplin — krisis fundraising 2022-2023 (dihedge) memaksa banyak yang closure.

Coba Sendiri: Simulasi Anggaran Kas

Geser asumsi penjualan, termin pembelian, dan minimum balance untuk melihat bagaimana defisit kas terbentuk dan kapan line of credit harus ditarik.

Ringkasan Kunci Pertemuan 5

3 Bagian Anggaran Kas
Masuk · Keluar · Financing
Konversi Accrual → Cash
Pola collection (DSO) & payment (DPO)
LOC & Minimum Balance
Peak defisit menentukan plafon

Cash is king — disiplin proyeksi bulanan membedakan perusahaan yang bertahan dari yang collapse.

Persiapan P6: baca Brealey-Myers bab capital budgeting; kita akan mengevaluasi proyek investasi dengan NPV/IRR minggu depan.