stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Anggaran Operasional Terintegrasi
RPS minggu 4 · 2x50 menit

Anggaran Operasional Terintegrasi

Perencanaan Bisnis dan Penganggaran Perusahaan — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 4: menyusun anggaran operasional terintegrasi lintas fungsi. Lima komponen anggaran yang harus konsisten antar-satu sama lain.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Master budget anatomy: operasi vs finansial
  • Anggaran penjualan & produksi (kebijakan persediaan)
  • Anggaran bahan baku langsung (DM)
Jam ke-2 (50 menit)
  • Anggaran tenaga kerja langsung (DL) & overhead (MOH)
  • HPP & SG&A; jembatan ke anggaran kas
  • Kasus Indomie multi-product; persiapan P5 kas
Posisi dalam alur: anggaran operasional adalah input utama anggaran kas (P5) dan pro forma (P7).

Mengapa Anggaran Operasional Harus Terintegrasi

Survei APQC (dihedge) menunjukkan perusahaan dengan anggaran terintegrasi memiliki akurasi varians ±5% vs ±15% pada yang tidak.

Akurasi Varians (Terintegrasi)
±5%
vs. ±15% pada yang tidak (APQC, dihedge)
Penyebab Varians
Dis-connect
Anggaran produksi tidak terkait penjualan → persediaan salah
Pertanyaan pemantik: di perusahaan Anda, apakah anggaran produksi, pembelian, dan SDM disusun oleh tim yang berbeda? Bagaimana mereka berkonsolidasi?
Bagian 1 · 1/4
Master Budget Anatomy
Diskusi kelas: di perusahaan Anda, mana yang lebih dulu disusun — anggaran operasional atau finansial? Mengapa?

Master Budget Anatomy (Horngren-Datar-Rajan)

OPERATING BUDGETPenjualan → Produksi → DMDL → MOH → HPP → SG&A→ Pro Forma Laba RugiFINANCIAL BUDGETKas → CAPEX → PendanaanPro Forma Neraca→ Pro Forma Arus KasCAPITAL BUDGET (CAPEX)Investasi aset tetap → menyambung ke Financial Budget

Operating budget = basis pro forma laba rugi; financial budget = basis neraca & arus kas. Capital budget melintasi keduanya.

Anggaran Penjualan sebagai Titik Tolak

Anggaran penjualan adalah anggaran pertama yang disusun; semua komponen lain mengalir darinya. Format: Volume (unit) × Harga = Revenue. Disagregasi per produk, per bulan, per wilayah.
ProdukVolume (rb unit)Harga (Rp rb)Revenue (Rp M)
Indomie Goreng4.000312.000
Indomie Kuah2.50037.500
Indomie Premium50052.500
Total7.000Rp 22.000 M

Hitung dari Nol: Anggaran Produksi

Skenario: Indomie Goreng target jual Q1 = 4 miliar bungkus. Persediaan awal FG = 200 juta; kebijakan persediaan akhir FG = 10% penjualan kuartal berikutnya (proyeksi Q2 = 4,2 miliar). Hitung anggaran produksi Q1.
Produksi = Penjualan + EI(FG) − BI(FG)
LangkahPerhitunganNilai (juta bungkus)
1. Penjualan Q1dari anggaran penjualan4.000
2. Persediaan akhir Q110% × Q2 = 10% × 4.200420
3. Persediaan awal Q1dari neraca awal200
4. Produksi Q14.000 + 420 − 2004.220 juta bungkus
Produksi Q1
4,22 M
bungkus — angka ini menjadi basis anggaran DM, DL, MOH
Bagian 2 · 2/4
Anggaran Bahan Baku & Tenaga Kerja Langsung
Diskusi kelas: bagaimana harga komoditas (terigu, minyak sawit) memengaruhi anggaran DM Indomie? Apakah ada mekanisme hedging?

Anggaran Bahan Baku Langsung (DM)

Dari volume produksi → kebutuhan DM → pembelian DM. Kebijakan persediaan RM diterapkan kembali.

LangkahPerhitunganNilai
1. Volume produksi Q1dari slide sebelumnya4.220 juta bungkus
2. Kebutuhan tepung per bungkusstandar BOM60 gram
3. Total keb. tepung Q14.220 × 60 gr253.200 ton
4. + Persediaan akhir RM5% keb. Q2 (dihedge)+~12.000 ton
5. − Persediaan awal RMdari neraca−10.000 ton
6. Pembelian tepung Q13 + 4 − 5~255.200 ton
7. × Harga tepung~Rp 9.500/kg (dihedge)~Rp 2,42 triliun

Anggaran Tenaga Kerja Langsung (DL)

Dari volume produksi → jam kerja standar → upah langsung. Bedakan dengan tenaga kerja tidak langsung (masuk MOH).

Jam Kerja = Produksi × Standar jam/unit | Upah DL = Jam Kerja × Tarif/jam
Asumsi Standar
  • Standar waktu: 0,001 jam/bungkus (3.600 bungkus/jam)
  • Tarif upah rata-rata: Rp 40.000/jam
  • Produksi Q1: 4.220 juta bungkus
Perhitungan
  • Total jam kerja Q1 = 4,22 M × 0,001 = 4,22 juta jam
  • Total upah DL Q1 = 4,22 jt × Rp 40 rb
  • = Rp 168,8 miliar

Hitung dari Nol: Total Biaya Langsung per Unit

Skenario: Konsolidasi DM dan DL per bungkus Indomie Goreng (Q1, ilustrasi).
KomponenRumusBiaya/unit (Rp)
DM tepung60 gr × Rp 9,5/gr570
DM minyak15 ml × Rp 12/ml180
DM bumbu & kemasanestimasi250
Total DM1.000
DL0,001 jam × Rp 40 rb40
Total biaya langsung/unitDM + DLRp 1.040
Margin Kontribusi
~Rp 1.960
Harga Rp 3.000 − biaya langsung Rp 1.040 = Rp 1.960/bungkus (65%)
Bagian 3 · 3/4
Overhead Pabrik & SG&A
Diskusi kelas: di pabrik tempat Anda bekerja, berapa banyak biaya MOH yang variabel vs tetap? Apakah klasifikasinya tepat?

Anggaran Overhead Pabrik (MOH)

MOH = semua biaya pabrik selain DM dan DL. Klasifikasikan menjadi variabel (vMOH) dan tetap (fMOH).

Komponen MOHTipePer Unit atau Total
Listrik & utilitas pabrikVariabel~Rp 50/bungkus
Pemeliharaan mesinVariabel/Semi~Rp 30/bungkus
Supervisor & QCTetapRp 20 M/kuartal
Sewa & depresiasi pabrikTetapRp 80 M/kuartal
Total MOH Q1 (4,22 M bungkus) = (50+30) × 4,22 M + (20+80) M = Rp 337,6 M + Rp 100 M = Rp 437,6 M.

Anggaran SG&A (Selling, General & Administrative)

SG&A = biaya non-pabrik: marketing, sales, administrasi. Sebagian variabel (% revenue), sebagian tetap.

Komponen Variabel SG&A
  • Komisi sales: 2% revenue
  • Promosi trade: 5% revenue
  • Biaya distribusi: 4% revenue
Komponen Tetap SG&A
  • Gaji staf kantor pusat
  • Iklan brand (anggaran tetap)
  • Audit, legal, IT
Salah klasifikasi SG&A dapat menyesatkan: iklan brand seharusnya tetap (anggaran strategis), bukan % revenue.

Hitung dari Nol: HPP & Laba Kotor

Skenario: Konsolidasi HPP Indomie Goreng Q1 dari DM + DL + MOH. Bandingkan dengan revenue untuk mendapatkan laba kotor.
Komponen HPPPer Unit (Rp)× 4,22 M bungkus (Rp M)
DM1.0004.220
DL40168,8
MOH~104437,6
HPP total~1.1444.826,4
Revenue (4.000 dijual × Rp 3 rb)3.00012.000
Laba kotor1.8567.173,6 (59,8%)
Margin Laba Kotor
~59,8%
Indomie Goreng Q1 — angka ilustrasi; aktual perusahaan mungkin berbeda
Bagian 4 · 4/4
Jembatan ke Anggaran Kas & Studi Kasus
Diskusi kelas: mengapa laba kotor tinggi tidak otomatis berarti kas sehat? Sebutkan dua jeda waktu (timing) yang menjadi penyebab.

Dari Laba Rugi ke Kas: Tiga Timing Gap

Laba kotor accrual ≠ kas masuk. Tiga jeda waktu harus dijembatani.

1. Persediaan
  • Produksi ≠ penjualan → kas terkunci di FG/RM
  • DIO (Days Inventory Outstanding)
2. Piutang Usaha
  • Penjualan kredit ≠ kas masuk langsung
  • DSO (Days Sales Outstanding)
3. Utang Usaha
  • Pembelian kredit ≠ kas keluar langsung
  • DPO (Days Payable Outstanding)
CCC = DIO + DSO − DPO → Cash Conversion Cycle

Kasus Unilever Indonesia: Anggaran Multi-Product

Unilever mengelola ratusan SKU dalam kategori sabun mandi, shampoo, makanan, minuman.

TantanganSolusi Praktis Unilever
Disagregasi ratusan SKUKelompokkan ke product line, SKU detail rolling forecast
Koordinasi pabrik multi-lokasiS&OP (Sales & Operations Planning) bulanan
Seasonality Lebaran/NatalIndex seasonality per kategori, build-up persediaan
Trade promo lintas channelTPM (Trade Promotion Management) system
Pelajaran: anggaran operasional multi-product memerlukan kerangka S&OP yang mengonsolidasi penjualan, produksi, dan persediaan secara bulanan.

Ringkasan Kunci Pertemuan 4

Anatomy Master Budget
Operating → Capital → Financial
Rantai Anggaran
Penjualan → Produksi → DM/DL/MOH → HPP → Laba
Jembatan ke Kas
CCC = DIO + DSO − DPO

Konsistensi antar-komponen adalah kunci — model Excel dengan cell linking, bukan hardcode.

Persiapan P5: kita akan menyusun anggaran kas lengkap dari output anggaran operasional hari ini, lalu identifikasi kebutuhan pendanaan jangka pendek.