‹ Daftar slidePertemuan 1: Kerangka Perencanaan Bisnis Strategis
RPS minggu 1 · 2x50 menit
Kerangka Perencanaan Bisnis Strategis
Perencanaan Bisnis dan Penganggaran Perusahaan — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 1: menjelaskan keterkaitan perencanaan strategis dan sistem penganggaran perusahaan. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.
Jam ke-1 (50 menit)
Definisi perencanaan strategis & tiga level strategi (corporate, business, functional)
Visi-misi-strategi-taktik-operasi: rantai kaskade
Kerangka Porter Generic Strategies & Value Chain (1980, 1985)
Jembatan strategi → anggaran; persiapan P2 analisis lingkungan
Posisi dalam alur 14 pertemuan: fondasi kerangka sebelum analisis lingkungan (P2), proyeksi penjualan (P3), anggaran operasional (P4), hingga studi kasus terintegrasi (P14).
Mengapa Strategi Tidak Boleh Lepas dari Anggaran
Survei eksekutif global (dihedge karena bervariasi antar studi) menunjukkan bahwa 60–90% strategi gagal dieksekusi — dan kerenggangan strategi-anggaran adalah penyebab utama.
Kegagalan Eksekusi Strategi
60–90%
Estimasi Kaplan-Norton (dihedge karena rentang studi empiris)
Anggaran Tidak Terkait Strategi
~60%
Studi Harvard Business Review (dihedge) — dana dialokasikan tanpa peta strategi
Pertanyaan pemantik: di organisasi Anda, berapa banyak pos anggaran yang dapat Anda telusuri kembali ke sebuah inisiatif strategi tertentu? Bila jawabannya "sedikit", itulah gejala kerenggangan strategi-anggaran.
Bagian 1 · 1/4
Definisi & Level Perencanaan Strategis
Diskusi kelas: bisakah Anda menyebutkan satu keputusan strategi korporat, satu strategi bisnis, dan satu strategi fungsional dari perusahaan tempat Anda bekerja?
Definisi Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah proses sistematis untuk merumuskan visi, misi, tujuan, dan strategi jangka panjang perusahaan, serta mengalokasikan sumber daya untuk mencapainya dalam lingkungan yang berubah. (adaptasi Porter, 1996, What Is Strategy?, HBR)
Horizon Waktu
3–5 tahun (jangka panjang), dengan rolling review tahunan
Level Pengambil Keputusan
Dewan direksi & komisaris, didukung perencana strategis korporat
Output Utama
Strategic plan document + cascade KPI + alokasi CAPEX/OPEX
Perencanaan strategis bukan ramalan; ia adalah pilihan sadar tentang apa yang tidak kita kerjakan.
Tiga Level Strategi
Strategi korporat, bisnis, dan fungsional masing-masing punya pertanyaan, lingkup, dan kerangka analisis berbeda.
Level
Pertanyaan Inti
Lingkup
Contoh Kerangka
Korporat
Bisnis apa yang kita mainkan?
Portofolio SBU, M&A, divestasi
BCG Matrix, GE-McKinsey, Parenting Advantage
Bisnis (SBU)
Bagaimana menang dalam bisnis ini?
Posisi kompetitif unit bisnis
Porter Five Forces, Generic Strategies, TOWS
Fungsional
Bagaimana fungsi mendukung strategi bisnis?
SDM, keuangan, marketing, operasi
Value Chain, 7S McKinsey, BSC Kaplan-Norton
Rantai Kaskade Visi → Operasi
Visi-misi hanyalah kata sampai ia diterjemahkan menjadi angka operasional yang dapat dieksekusi dan diukur.
Anggaran Unit = terjemahan $$ dari Strategi fungsional
Hitung dari Nol: Strategi → Anggaran Marketing
Skenario: Unilever Indonesia memilih strategi diferensiasi lewat keberlanjutan (Sustainable Living Plan). Target 3 tahun: pangsa pasar kategori sabun mandi +4 poin persen. Strategi fungsional marketing: kampanye iklan keberlanjutan + promosi. Asumsi: setiap 1 pp kenaikan pangsa pasar butuh belanja iklan Rp 12 miliar (elasticity dihedge).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Target kenaikan pangsa
dari strategi bisnis
+4 pp
2. Belanja iklan per pp
asumsi elasticity (dihedge)
Rp 12 M/pp
3. Total anggaran iklan 3 tahun
4 × Rp 12 M
Rp 48.000.000.000
4. Anggaran tahunan rata-rata
Rp 48 M ÷ 3
Rp 16.000.000.000
5. + Promosi & bauran (≈40% iklan)
0,40 × Rp 16 M
Rp 6.400.000.000
6. Total anggaran marketing tahunan
Rp 16 M + Rp 6,4 M
Rp 22.400.000.000
Kesimpulan
~Rp 22,4 M
Anggaran marketing tahunan yang tertelusur dari strategi diferensiasi — bukan angka ad-hoc
Bagian 2 · 2/4
Kerangka Porter: Generic Strategies & Value Chain
Diskusi kelas: di antara BRI, Telkom, Astra, dan Unilever Indonesia — masing-masing di posisi Generic Strategy mana?
Porter Generic Strategies (1980)
Tiga posisi strategi yang berkelanjutan: cost leadership, differentiation, atau focus.
1. Cost Leadership
Biaya unit terendah di industri
Skala, efisiensi operasi, kontrol biaya
Contoh RI: BRI (skala mikro), Indomie
2. Differentiation
Produk unik yang dipersepsi bernilai
Merek, R&D, layanan, kualitas
Contoh RI: Unilever ID, Astra, Telkom
3. Focus (Cost / Diff.)
Niche sempit: geografis atau segmen
Cost focus atau differentiation focus
Contoh RI: BRI Unit (cost focus mikro)
"Stuck in the middle" adalah jebakan Porter: tidak murah dan tidak unik — posisi yang biasanya merugi dalam industri dewasa.
Porter Value Chain (1985)
Setiap aktivitas perusahaan adalah simpul biaya atau nilai — analisis ini menjadi basis penyusunan anggaran operasional.
Anggaran operasional perusahaan = penjumlahan anggaran setiap aktivitas Value Chain + aktivitas pendukung.
Studi Kasus: BRI & Strategi Cost Focus Mikro
BRI Unit menempatkan diri pada cost focus di segmen mikro/ritel — implikasi langsung ke struktur anggaran.
Dimensi
Pilihan Strategi
Implikasi Anggaran
Segmen
UJKM, petani, pedagang mikro
Anggaran akuisisi massal, bukan hubungan privat
Posisi
Cost focus lewat skala & jangkauan
Anggaran besar untuk jaringan unit & teknologi
Value Chain utama
Operations & Service
Anggaran operasi unit & mobile banking
Hasil
NIM stabil, RoAA sehat (~3%+, dihedge)
Anggaran risiko konsisten dengan profil mikro
Pelajaran: pilihan Generic Strategy menentukan tidak hanya pesan marketing, tetapi struktur biaya & anggaran tahunan.
Bagian 3 · 3/4
Siklus Perencanaan-Penganggaran Tahunan
Diskusi kelas: di perusahaan tempat Anda bekerja, berapa lama siklus penyusunan anggaran tahunan? Apakah ada tahap yang sering diabaikan?
Siklus Lima Tahap Anggaran Tahunan
Anggaran tahunan adalah proses berkelanjutan, bukan satu titik keputusan di akhir tahun.
Pekerjaan sesungguhnya dimulai setelah persetujuan — di tahap monitoring dan analisis varians (akan kita dalami di P8).
Strategy Map & Balanced Scorecard (Kaplan-Norton)
Empat perspektif BSC yang menyambung strategi ke KPI terukur — kerangka yang akan dipakai sebagai navigasi alokasi anggaran.