‹ Daftar slidePertemuan 5: Life-Cycle Investing — Strategi Alokasi Aset Usia Produktif ke Pensiun
RPS minggu 5 · 2x50 menit · Sub-CPMK 5
Life-Cycle Investing
Strategi Alokasi Aset dari Usia Muda sampai Pensiun
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 5: menerapkan life-cycle investing untuk strategi alokasi aset. Empat indikator capaian.
Jam ke-1 (50 menit)
Modigliani life-cycle hypothesis (1986)
Human capital vs financial capital
Glide path: agresif muda → konservatif tua
Jam ke-2 (50 menit)
Target-date funds & formula glide path
HDN-1: hitung human capital klien
HDN-2: rancang glide path untuk klien
Posisi alur: setelah kebutuhan dana (P4), sebelum risiko longevity (P7). Strategi akumulasi.
Mengapa Alokasi Aset Berubah dengan Usia?
Premis dasar: peserta muda punya horizon panjang & human capital → bisa agresif. Peserta tua horizon pendek & financial capital → konservatif.
Equity Premium (historis)
~5-7%
Return saham di atas obligasi (Ibbotson, dihedge)
Drawdown saham (worst)
-50%
2008 krisis, 2020 COVID — dalam 1-2 thn
Pertanyaan pemantik: jika Anda 25 thn dan pasar jatuh 50% besok, apakah masalah? Jika Anda 60 thn dan akan pensiun 1 thn lagi?
Bagian 1 · 1/4
Modigliani Life-Cycle Hypothesis
Diskusi kelas: menurut Anda, kapan orang harus paling banyak menabung? Awal karier, pertengahan, atau akhir?
Modigliani Life-Cycle Hypothesis (1986)
Life-Cycle Hypothesis (Modigliani, 1986): individu merencanakan konsumsi dan tabungan sepanjang hidup untuk menyetarakan konsumsi — menabung saat bekerja, menarik saat pensiun. (Modigliani, Nobel Prize 1985; "Life Cycle and Individual Thrift")
Pelajaran: tabungan harus terjadi selama fase kerja (surplus) untuk membiayai fase pensiun (defisit).
Tiga Fase Siklus Hidup Finansial
Modigliani mengimplikasikan tiga fase dengan strategi finansial berbeda.
Fase 1: Akumulasi (25-55 thn)
Penghasilan tumbuh, mulai melebihi konsumsi
Tabungan diinvestasikan untuk compound growth
Strategi: agresif (lebih banyak saham)
Horizon panjang → bisa afford volatilitas
Fase 2: Transisi (55-65 thn)
Puncak penghasilan, persiapan pensiun
Akumulasi maksimum, mulai konservatif
Strategi: moderat (geser ke obligasi)
Horizon menengah → capital preservation
Fase 3: Distribusi (65+ thn)
Tidak ada penghasilan kerja
Penarikan dari portfolio
Strategi: konservatif (mayoritas obligasi)
Horizon pendek → minimize volatilitas
Setiap fase punya strategi alokasi aset berbeda — esensi glide path yang akan kita dalami.
Bagian 2 · 2/4
Human Capital vs Financial Capital
Diskusi kelas: apa beda "kekayaan" dokter muda berpenghasilan tinggi vs pensiunan dengan Rp 5 miliar di rekening?
Human Capital vs Financial Capital
Human Capital (HC): present value penghasilan masa depan dari tenaga kerja. Financial Capital (FC): kekayaan finansial (tabungan, investasi, properti). (Ibbotson-Milevsky-Chen-Chen, "Lifetime Financial Advice")
Karakteristik
Human Capital
Financial Capital
Sifat
Potensi penghasilan masa depan
Kekayaan nyata sekarang
Risiko
"Like a bond" — penghasilan stabil
Variatif — tergantung alokasi
Usia muda
Tinggi (35 thn kerja ke depan)
Rendah (belum banyak tabungan)
Usia tua
Rendah (5 thn kerja ke depan)
Tinggi (sudah akumulasi)
Konversi
HC → FC melalui menabung
FC tumbuh melalui return
Pelajaran: alokasi aset harus mempertimbangkan total kekayaan (HC + FC), bukan FC saja.
HDN-1: Hitung Human Capital
Dr. Sari, dokter 30 thn, penghasilan Rp 30 jt/bln, rencana kerja 30 thn, return diskonto 5%/thn. Berapa HC?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Penghasilan thn pertama C₁
Rp 30 jt × 12 bln
Rp 360 juta/thn
2. Asumsi growth g
Kenaikan karier + inflasi
4%/thn
3. Asumsi diskonto r
Return alternatif investasi
5%/thn
4. Asumsi n (tahun kerja)
30 thn
30
5. Faktor ((1+g)/(1+r))^n
(1,04/1,05)^30
~0,749
6. PV = C₁ × [1−0,749] / 0,01
Rp 360 jt × 25,1
~Rp 9,04 miliar
Dr. Sari HC ~Rp 9 miliar — "kekayaan tersembunyi" yang harus dipertimbangkan dalam alokasi aset.
Implikasi HC untuk Alokasi Aset
HC "bond-like" → peserta muda bisa alokasi FC agresif. HC rendah → peserta tua harus konservatif.
Profil klien
HC (Rp miliar)
FC (Rp miliar)
Alokasi FC optimal
Dokter muda 30 thn
9,0
0,1
90% saham (HC = bond)
Manajer 45 thn
4,5
1,5
70% saham
Eksekutif 55 thn
1,5
4,0
50% saham
Pensiunan 65 thn
0
5,0
30% saham (HC habis)
Caveat: HC tidak selalu bond-like. Profesional dengan penghasilan variatif (sales, entrepreneur) → HC "equity-like" → FC harus lebih konservatif.
Bagian 3 · 3/4
Glide Path & Target-Date Funds
Diskusi kelas: kalau DPLK Anda menawarkan "target-date fund 2055", apa artinya? Bagaimana alokasinya berubah?
Glide Path: Kurva Alokasi
Glide path adalah kurva yang menunjukkan alokasi saham berdasarkan usia atau tahun ke pensiun.
Glide path: peserta muda 90% saham → 60% di pertengahan → 30% menjelang pensiun. Otomatis dengan target-date fund.
HDN-2: Rancang Glide Path untuk Klien
Tn. Bima, 35 thn, rencana pensiun 60 thn (25 thn lagi). FC Rp 500 jt. Rancang glide path.
Usia
Tahun ke pensiun
% Saham
% Obligasi
Esensi
35 thn
25 thn lagi
85%
15%
Agresif — horizon panjang
45 thn
15 thn lagi
70%
30%
Moderat — mulai konservatif
55 thn
5 thn lagi
50%
50%
Seimbang — capital preservation
60 thn (pensiun)
0 thn lagi
30%
70%
Konservatif — minimize volatilitas
Pelajaran: glide path Bima menurunkan saham dari 85% ke 30% dalam 25 thn. Rebalance tahunan untuk simulasikan.
Bagian 4 · 4/4
Praktik & Persiapan P6
Diskusi kelas: bagaimana membujuk klien yang "sayang menjual saham yang sudah untung" untuk tetap rebalance?
Formula Target-Date Fund (Glide Path Sederhana)
Formula empiris Vanguard/Fidelity untuk % saham berbasis tahun ke pensiun.
% Saham = max(batas bawah, 110 − umur)
Umur
% Saham (formula)
Catatan
25 thn
110 − 25 = 85%
Agresif — horizon 35 thn
35 thn
110 − 35 = 75%
Masih agresif
45 thn
110 − 45 = 65%
Moderat
55 thn
110 − 55 = 55%
Mulai konservatif
65 thn
110 − 65 = 45%
Transisi pensiun
75 thn
110 − 75 = 35% (batas)
Konservatif
Caveat: formula "110 − umur" adalah rule of thumb global. Beberapa varian: "120 − umur" (lebih agresif), "100 − umur" (lebih konservatif). Sesuaikan dengan profil risiko klien.
Mini-Kasus: Dua Profil, Dua Glide Path
Bandingkan glide path untuk dua profil klien berbeda — guru PNS vs entrepreneur startup.
Aspek
Pak Dodi (Guru PNS 40 thn)
Bu Erin (Founder startup 40 thn)
Penghasilan
Stabil (PNS)
Variatif (startup)
Profil HC
"Bond-like" (stabil)
"Equity-like" (volatile)
FC Rp
500 juta
2 miliar (exit startup)
% Saham optimal 40 thn
80% (HC = bond, FC agresif)
50% (HC = equity, FC konservatif)
% Saham optimal 60 thn
40%
25%
Pelajaran: meski usia sama (40 thn), glide path berbeda karena profil HC berbeda. Tidak ada "one size fits all".
Praktik Rebalancing — Tantangannya: Disiplin
Rebalancing adalah easy in theory, hard in practice — butuh disiplin mengatasi bias perilaku.
Aturan Rebalancing
Calendar-based: rebalance tahunan (mis. Januari)
Threshold-based: rebalance jika deviasi > 5%
Hybrid: tahunan + threshold darurat
Bias yang Harus Diatasi
Disposition effect: sayang jual yang untung, tahan yang rugi
Recency bias: over-extrapolate return terkini
Loss aversion: takut realize loss
Peran wealth manager: edukator + enforcer disiplin. Auto-rebalance di DPLK = solusi terbaik.
Ringkasan Life-Cycle Investing
Empat konsep kunci yang harus Anda bawa ke praktik.