stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Sintesis Behavioral Economics untuk Manajer
RPS minggu 14 · 2x50 menit · Sub-CPMK 14

Cover

Pengambilan Keputusan Manajerial — Pertemuan 14

Selama 13 minggu, kita membedah bounded rationality, prospect theory, heuristics, fairness, social norms, intertemporal choice, mental accounting, habit formation, dan nudging. Hari ini, kita rangkum semuanya menjadi satu toolkit yang dapat Anda bawa ke keputusan manajerial strategis di organisasi Anda."; Badge pill "RPS MINGGU 14 · SUB-CPMK 14 · DURASI 2 × 50 MENIT".

Peta Pembelajaran Terakhir

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menyintesis kerangka behavioral economics dan menerapkannya ke keputusan manajerial strategis.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Konsep inti & teori fondasi
  • HDN-1: hitung dari nol aplikasi numerik
  • Diskusi kasus & validasi empiris
Jam ke-2 (50 menit)
  • HDN-2: hitung dari nol lanjutan
  • Studi kasus & aplikasi manajerial
  • Sintesis & persiapan pertemuan berikut
Capaian diukur melalui dua jalur: (1) kuis numerik HDN di kelas, dan (2) refleksi kasus tertulis yang Anda bawa dari organisasi sendiri. Kedua jalur sama pentingnya — teori tanpa aplikasi hanya hafalan, aplikasi tanpa teori hanya trial-and-error.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?

Motivasi: Mengapa Sintesis Penting

Manajer strategis tidak menggunakan satu konsep — mereka mengintegrasikan banyak lensa untuk keputusan kompleks.

Fakta 1
Bukti Empiris
Studi behavioral menunjukkan pola sistematis yang melawan asumsi rasionalitas penuh.
Fakta 2
Implikasi
Manajer modern perlu mengintegrasikan insights behavioral ke desain keputusan organisasi.
Pertanyaan pemantik: Pikirkan satu keputusan strategis besar di organisasi Anda — berapa banyak lensa yang biasanya Anda gunakan?
Cara membaca slide ini: fakta 1 adalah bukti empiris dari literatur, fakta 2 adalah implikasinya bagi manajer. Diskusikan dengan tetangga kursi Anda selama 60 detik sebelum saya lanjutkan — pengalaman Anda valid.
Bagian 1 · 1/4
Blok 1 — Peta Sintesis P1-P13
"Lima pilar · Bounded rationality · Prospect theory"; Pertanyaan diskusi: "Pilih satu konsep dari 13 minggu yang paling sering Anda gunakan — apa itu?"

Diskusi kelas: Pilih satu konsep dari 13 minggu yang paling sering Anda gunakan — apa itu?

Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.

Kerangka Utama: 5 Pilar Behavioral

Lima pilar yang menjadi fondasi behavioral economics untuk manajer.

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?

Bounded Rationality (Simon)

Pilar pertama: Bounded Rationality (Simon 1955, 1978 Nobel).

Poin 1
1
Bounded information — info terbatas dan asymmetries
Poin 2
2
Bounded cognitive capacity — working memory, attention finite
Poin 3
3
Bounded time — deadline, opportunity cost
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.

Prospect Theory (Kahneman-Tversky)

Pilar kedua: Prospect Theory (Kahneman-Tversky 1979, 2002 Nobel).

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Bagaimana Anda mengukur apakah keputusan manajerial terakhir Anda benar-benar optimal?

HDN-1: Decision Quality Scorecard

Skenario: Skenario hitung-dari-nol yang menggambarkan aplikasi numerik konsep behavioral economics.
KriteriaScore (0-2)Contoh bukti
Alternatif dipertimbangkan2 = ≥3"Buy, build, partner"
Pre-mortem dilakukan2 = ya tertulis"Asumsi gagal: ..."
Reference class consulted2 = ya data"10 M&A serupa"
Outside view diakui2 = ya eksplisit"Base rate = 30% sukses"
Bias checklist dijalankan2 = ya formal"Anchoring, overconfidence ..."
Total0-10≥7 = decision quality tinggi
Urutan Hitung-dari-Nol
  • Langkah 1: Alternatif dipertimbangkan
  • Langkah 2: Pre-mortem dilakukan
  • Langkah 3: Reference class consulted
  • Langkah 4: Outside view diakui
  • Langkah 5: Bias checklist dijalankan
  • Langkah 6: Total
Kesimpulan
Lihat tabel
Aplikasi numerik memperkuat intuisi konseptual — selalu hitung dari nol untuk validasi pemahaman dan menghindari bias estimasi.
Tip ujian: latih hitung dari nol TANPA kalkulator di 60 detik pertama — kemampuan estimasi ordo-besar adalah skill manajerial yang menyelamatkan keputusan ketika data tidak lengkap.
Bagian 2 · 2/4
Blok 2 — Decision Framework Integratif
"Kapan rasional vs behavioral · Tiga lensa · Pre-mortem"; Pertanyaan diskusi: "Pilih satu keputusan strategis tahun lalu — apakah Anda akan menggunakan lensa rasional atau behavioral sekarang?"

Diskusi kelas: Pilih satu keputusan strategis tahun lalu — apakah Anda akan menggunakan lensa rasional atau behavioral sekarang?

Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.

Kapan Rasional vs Behavioral?

Tidak ada pendekatan yang always-best — pilih berdasarkan karakteristik keputusan.

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?

Tiga Lensa untuk Decision Audit

Untuk audit keputusan strategis, gunakan minimal tiga lensa behavioral.

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.

Skor 6 dimensi DQ Howard-Abbas. Identifikasi dimensi lemah yang perlu diperbaiki.

Pre-Mortem & Reference Class

Dua teknik yang sangat efektif untuk mitigasi bias pada keputusan strategis.

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Bagaimana Anda mengukur apakah keputusan manajerial terakhir Anda benar-benar optimal?

HDN-2: Expected Value vs Behavioral Adjustment

Skenario: Skenario hitung-dari-nol yang menggambarkan aplikasi numerik konsep behavioral economics.
LangkahPerhitunganNilai
1EV klasik = 0,70 × Rp 500 M - 0,30 × Rp 200 MRp 290 M
2Reference class base rate40% (vs 70%)
3EV adjusted = 0,40 × Rp 500 M - 0,60 × Rp 200 MRp 80 M
4Selisih = Rp 290 M - Rp 80 MRp 210 M
5Interpretasi: optimism bias ~3,6×Adjust keputusan
Urutan Hitung-dari-Nol
  • Langkah 1: 1
  • Langkah 2: 2
  • Langkah 3: 3
  • Langkah 4: 4
  • Langkah 5: 5
Kesimpulan
Aplikasi numerik memperkuat intuisi konseptual — selalu hitung dari nol untuk validasi pemahaman dan menghindari bias estimasi.
Tip ujian: latih hitung dari nol TANPA kalkulator di 60 detik pertama — kemampuan estimasi ordo-besar adalah skill manajerial yang menyelamatkan keputusan ketika data tidak lengkap.
Bagian 3 · 3/4
Blok 3 — Kasus Sintesis
"Merger BCA · GoTo IPO · Investasi strategis"; Pertanyaan diskusi: "Pilih satu kasus strategis besar Indonesia — bagaimana Anda akan menganalisanya dengan 3 lensa behavioral?"

Diskusi kelas: Pilih satu kasus strategis besar Indonesia — bagaimana Anda akan menganalisanya dengan 3 lensa behavioral?

Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.

Kasus Merger BCA: Multi-Lensa Analysis

Merger Bank Central Asia (BCA) dengan Bank Bali tahun 1999 — multi-lensa behavioral analysis.

Poin 1
1
1999 — BCA akuisisi Bank Bali dalam program rekapitalisasi pasca-krisis 1998
Poin 2
2
Kontroversi: pembayaran fee Rp 545 miliar kepada Era Giat Pratama untuk penagihan kredit BLBI
Poin 3
3
Skandal: dituduh mark-up fee, jaringan politik, dan akhirnya dibatalkan
Poin 1
1
Reference dependence — decision framed relatif ke status quo krisis, bukan final wealth
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?

Kasus GoTo IPO: Multi-Lensa Analysis

GoTo (GoTo Tokopedia) IPO April 2022 — multi-lensa behavioral analysis.

Poin 2024
2024
, value destruction Rp 700+ triliun
Poin 1
1
Reference dependence — IPO framed sebagai "Indonesia's largest IPO", gain dari hype, bukan intrinsic value
Poin 2
2
Herding & availability bias — investor ikut trend tech IPO global
Poin 3
3
Overconfidence — underwriter dan investor overconfident pada growth projection, ignore path to profitability
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.

Studi Kasus: Keputusan Investasi Strategis

Studi kasus sintesis: PT XYZ mempertimbangkan ekspansi ke Vietnam — aplikasi tiga lensa behavioral.

Timeline & Data Kasus
  • Lihat materi untuk detail kasus & data empiris.
Implikasi Manajerial

(1) Reference dependence — tim framing "growth opportunity" bukan "risky bet", reference point optimis; (2) Planning fallacy — inside view underestimate time-to-breakeven (3 vs 5 tahun median); (3) Sunk cost risk — kalau mengalami delay, kecenderungan terus invest "karena sudah commitment". Rekomendasi: adjust EV dengan base rate, set milestone review, pre-mortem untuk identify risk.

Sumber & Validitas

Studi kasus sintesis (FMCG ekspansi ASEAN).

Soal refleksi: Refleksikan trade-off antara kecepatan dan ketelitian dalam pengambilan keputusan tim Anda.

Audit keputusan strategis multi-lensa: dapatkah Anda lulus Decision Quality 6-dimensi?

Bagian 4 · 4/4
Blok 4 — Action Plan & Penutup
"Checklist · Realistis · Incremental"; Pertanyaan diskusi: "Satu langkah konkret yang akan Anda ambil minggu depan untuk membawa behavioral insights ke organisasi Anda?"

Diskusi kelas: Satu langkah konkret yang akan Anda ambil minggu depan untuk membawa behavioral insights ke organisasi Anda?

Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.

Action Plan Personal: Bawa Behavioral ke Org

Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Pertimbangkan satu kebijakan internal yang mungkin perlu diuji ulang dengan lensa behavioral.

Penutup Course: Manajer Behavioral

Selamat — Anda telah menyelesaikan course Pengambilan Keputusan Manajerial!

Poin 1
Konsep
Penguatan teori inti yang telah dipelajari dengan integrasi lintas-pertemuan.
Poin 2
Aplikasi
HDN & studi kasus terapan numerik yang dapat direplikasi di organisasi.
Poin 3
Integrasi
Hubungan dengan pertemuan berikut & peta jalan sintesis akhir.

Bawa tiga lensa ini sebagai peta rujukan untuk pertemuan berikutnya.

Persiapan Pertemuan 14
  • Baca materi referensi yang disarankan untuk topik Audit Keputusan Tim & Action Plan.
  • Bawa satu kasus dari pengalaman kerja untuk diskusi kelompok.
  • Review slide HDN hari ini & coba ulang hitung dari nol tanpa melihat jawaban.
Self-Assessment 3-Pertanyaan
  • Pilihan mana yang paling berdampak ke keputusan tim Anda minggu depan?
  • Bias kognitif mana yang paling sering muncul di organisasi Anda?
  • Eksperimen mini apa yang bisa Anda rancang untuk minggu depan?