Otak manusia menggunakan jalan pintas (heuristik) untuk mengambil keputusan cepat. Sebagian besar waktu, ini efisien. Tapi pada kasus tertentu, heuristik menyimpang secara sistematis — dan itulah bias."; Badge pill "RPS MINGGU 5 · SUB-CPMK 5 · DURASI 2 × 50 MENIT".
Peta Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu mengidentifikasi heuristik dan bias kognitif yang menyimpangkan keputusan manajerial.
Jam ke-1 (50 menit)
Konsep inti & teori fondasi
HDN-1: hitung dari nol aplikasi numerik
Diskusi kasus & validasi empiris
Jam ke-2 (50 menit)
HDN-2: hitung dari nol lanjutan
Studi kasus & aplikasi manajerial
Sintesis & persiapan pertemuan berikut
Capaian diukur melalui dua jalur: (1) kuis numerik HDN di kelas, dan (2) refleksi kasus tertulis yang Anda bawa dari organisasi sendiri. Kedua jalur sama pentingnya — teori tanpa aplikasi hanya hafalan, aplikasi tanpa teori hanya trial-and-error.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?
Motivasi: Mengapa Otak Pakai Heuristik
Otak manusia mengkonsumsi ~20% energi basal tubuh — kapasitas kognitif terbatas adalah realitas biologis, bukan kelemahan.
Fakta 1
Bukti Empiris
Studi behavioral menunjukkan pola sistematis yang melawan asumsi rasionalitas penuh.
Fakta 2
Implikasi
Manajer modern perlu mengintegrasikan insights behavioral ke desain keputusan organisasi.
Pertanyaan pemantik: Pikirkan satu keputusan cepat yang Anda ambil hari ini — apakah Anda mengoptimalkan atau menggunakan heuristik?
Cara membaca slide ini: fakta 1 adalah bukti empiris dari literatur, fakta 2 adalah implikasinya bagi manajer. Diskusikan dengan tetangga kursi Anda selama 60 detik sebelum saya lanjutkan — pengalaman Anda valid.
Bagian 1 · 1/4
Blok 1 — Mengapa Heuristik Ada
"Definisi · Trade-off akurasi vs effort · Tiga heuristik utama"; Pertanyaan diskusi: "Mengapa otak kita lebih baik mengenali wajah (heuristik) daripada mengalikan 23×17 (analitis)?"
Diskusi kelas: Mengapa otak kita lebih baik mengenali wajah (heuristik) daripada mengalikan 23×17 (analitis)?
Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.
Definisi Heuristik vs Bias
Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.
Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?
Trade-off Akurasi vs Effort
Tiga mode pengambilan keputusan dengan trade-off berbeda.
Mode
Akurasi
Effort
Kecepatan
Rasionalitas penuh
~100% (ideal)
~100%
Lambat
Heuristik adaptif
~95%
~5%
Cepat
Bias (heuristik salah)
~50% atau kurang
~5%
Cepat
Konsep ini menjadi fondasi untuk aplikasi manajerial di blok berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.
Tiga Heuristik Utama Tversky-Kahneman
Tversky-Kahneman 1974 mengidentifikasi tiga heuristik utama yang menjadi sumber mayoritas bias kognitif.
Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Bagaimana Anda mengukur apakah keputusan manajerial terakhir Anda benar-benar optimal?
HDN-1: Menghitung Bias Representativeness
Skenario: Skenario hitung-dari-nol yang menggambarkan aplikasi numerik konsep behavioral economics.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1
Base rate engineer
5% (P(E))
2
Base rate sales
30% (P(S))
3
Rasio base rate P(S)/P(E)
6× lebih banyak sales
4
Prediksi Bayes rasional
Sales (6× lebih mungkin)
5
Prediksi representativeness (orang)
Engineer (cocok stereotip)
Urutan Hitung-dari-Nol
Langkah 1: 1
Langkah 2: 2
Langkah 3: 3
Langkah 4: 4
Langkah 5: 5
Kesimpulan
Aplikasi numerik memperkuat intuisi konseptual — selalu hitung dari nol untuk validasi pemahaman dan menghindari bias estimasi.
Tip ujian: latih hitung dari nol TANPA kalkulator di 60 detik pertama — kemampuan estimasi ordo-besar adalah skill manajerial yang menyelamatkan keputusan ketika data tidak lengkap.
Bagian 2 · 2/4
Blok 2 — Representativeness Heuristic
"Tom W problem · Base rate neglect · Conjunction fallacy"; Pertanyaan diskusi: "Linda adalah filsuf feminis. Manakah lebih mungkin: (A) Linda adalah teller bank, atau (B) Linda adalah teller bank DAN aktivis feminis?"
Diskusi kelas: Linda adalah filsuf feminis. Manakah lebih mungkin: (A) Linda adalah teller bank, atau (B) Linda adalah teller bank DAN aktivis feminis?
Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.
Representativeness: Mencocokkan Stereotip
Representativeness: menilai probabilitas dengan seberapa mirip deskripsi dengan stereotip (prototype), bukan dengan base rate statistik.
Poin 1
1
Stereotip dipakai lebih dari statistik
Poin 2
2
Sample size diabaikan
Poin 3
3
Regression to mean tidak dipertimbangkan
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?
Base Rate Neglect & Conjunction Fallacy
Dua bias turunan utama dari representativeness.
Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.
Jawab 5 skenario probabilitas. Bandingkan intuisi System 1 dengan kalkulasi Bayes/EUT.
Tiga Bias Turunan: Hot Hand, Regression, Sample Size
Tiga bias turunan lain dari representativeness.
Poin 2
2
Regression to mean neglect — luar biasa performa akan kembali normal, tapi dianggap karena intervensi
Poin 3
3
Sample size insensitivity — menggeneralisasi dari sampel kecil
Poin 1
1
Performance bonus berbasis quarter terakhir bisa salah mengukur
Poin 2
2
Evaluasi karyawan harus lihat multi-period
Soal refleksi: Bagaimana Anda mengukur apakah keputusan manajerial terakhir Anda benar-benar optimal?
HDN-2: Bayes vs Representativeness
Skenario: Skenario hitung-dari-nol yang menggambarkan aplikasi numerik konsep behavioral economics.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1
P(Sakit) base rate
1% = 0,01
2
P(Sehat)
99% = 0,99
3
P(Positif
Sakit)
95% = 0,95
4
P(Positif
Sehat) false positive
5% = 0,05
5
P(Sakit
Positif) = (0,95×0,01)/[(0,95×0,01)+(0,05×0,99)]
16,1%
Urutan Hitung-dari-Nol
Langkah 1: 1
Langkah 2: 2
Langkah 3: 3
Langkah 4: 4
Langkah 5: 5
Kesimpulan
Aplikasi numerik memperkuat intuisi konseptual — selalu hitung dari nol untuk validasi pemahaman dan menghindari bias estimasi.
Tip ujian: latih hitung dari nol TANPA kalkulator di 60 detik pertama — kemampuan estimasi ordo-besar adalah skill manajerial yang menyelamatkan keputusan ketika data tidak lengkap.
Bagian 3 · 3/4
Blok 3 — Anchoring & Adjustment
"Angka pertama menguasai · Insufficient adjustment"; Pertanyaan diskusi: "Kalau Anda ditanya: 'Apakah Gandhi hidup sampai 114 tahun?' lalu ditanya 'Berapa usia Gandhi saat meninggal?', jawaban Anda akan lebih tinggi daripada tanpa pertanyaan pertama. Mengapa?"
Diskusi kelas: Kalau Anda ditanya: 'Apakah Gandhi hidup sampai 114 tahun?' lalu ditanya 'Berapa usia Gandhi saat meninggal?', jawaban Anda akan lebih tinggi daripada tanpa pertanyaan pertama. Mengapa?
Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.
Anchoring Effect: Angka Pertama Menguasai
Anchoring: penilaian numerik dipengaruhi secara tidak proposional oleh angka pertama yang muncul — bahkan jika angka itu random atau salah.
Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?
Uji seberapa kuat angka pertama yang muncul menahan penilaian Anda.
Anchoring Insufficient Adjustment
Setelah anchor, otak melakukan adjustment — tetapi adjustmentnya insufficient (kurang).
Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.
Studi Kasus: Negosiasi Harga Saham GoTo
IPO GoTo April 2022 dengan harga offer Rp 338/lembar adalah ilustrasi anchoring di pasar saham Indonesia.
Timeline & Data Kasus
Lihat materi untuk detail kasus & data empiris.
Implikasi Manajerial
(1) Offer price jadi anchor psikologis; (2) Investor ritel yang beli di harga tinggi terjebak anchoring; (3) Bahkan setelah harga jatuh, banyak yang menunggu "kembali ke Rp 338" — anchor lama menguasai keputusan hold/jual.
Sumber & Validitas
Data IDX (dihedge ~).
Soal refleksi: Refleksikan trade-off antara kecepatan dan ketelitian dalam pengambilan keputusan tim Anda.
Bagian 4 · 4/4
Blok 4 — Availability & Mitigasi
"Recall-based probability · Debiasing techniques"; Pertanyaan diskusi: "Mana lebih berbahaya: terbang dengan pesawat atau berkendara mobil? Mana yang lebih sering Anda dengar di berita?"
Diskusi kelas: Mana lebih berbahaya: terbang dengan pesawat atau berkendara mobil? Mana yang lebih sering Anda dengar di berita?
Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.
Availability Heuristic & Debiasing
Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.