‹ Daftar slidePertemuan 4: Prospect Theory II — Framing & Default
RPS minggu 4 · 2x50 menit · Sub-CPMK 4
Cover
Pengambilan Keputusan Manajerial — Pertemuan 4
Informasi yang sama, disajikan sebagai '90% bertahan hidup' vs '10% meninggal', menghasilkan keputusan medis yang berbeda secara dramatis. Inilah framing effect — dan manajer adalah ahli framing, baik disadari maupun tidak."; Badge pill "RPS MINGGU 4 · SUB-CPMK 4 · DURASI 2 × 50 MENIT".
Peta Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menganalisis pengaruh framing dan default terhadap keputusan.
Jam ke-1 (50 menit)
Konsep inti & teori fondasi
HDN-1: hitung dari nol aplikasi numerik
Diskusi kasus & validasi empiris
Jam ke-2 (50 menit)
HDN-2: hitung dari nol lanjutan
Studi kasus & aplikasi manajerial
Sintesis & persiapan pertemuan berikut
Capaian diukur melalui dua jalur: (1) kuis numerik HDN di kelas, dan (2) refleksi kasus tertulis yang Anda bawa dari organisasi sendiri. Kedua jalur sama pentingnya — teori tanpa aplikasi hanya hafalan, aplikasi tanpa teori hanya trial-and-error.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?
Motivasi: Mengapa Cara Penyajian Mempengaruhi Pilihan
Penelitian Google (2012) pada 60 juta pengguna menunjukkan perubahan satu kata dalam tombol CTA dapat mengubah konversi 20-30% — framing, bukan substansi, yang menentukan perilaku.
Fakta 1
Bukti Empiris
Studi behavioral menunjukkan pola sistematis yang melawan asumsi rasionalitas penuh.
Fakta 2
Implikasi
Manajer modern perlu mengintegrasikan insights behavioral ke desain keputusan organisasi.
Pertanyaan pemantik: Pikirkan satu komunikasi internal terakhir di organisasi Anda — apakah Anda memilih kata-kata dengan sadar, atau asal jadi?
Cara membaca slide ini: fakta 1 adalah bukti empiris dari literatur, fakta 2 adalah implikasinya bagi manajer. Diskusikan dengan tetangga kursi Anda selama 60 detik sebelum saya lanjutkan — pengalaman Anda valid.
Bagian 1 · 1/4
Blok 1 — Anatomi Framing Effect
"Definisi · Asian disease problem · Mekanisme kognitif"; Pertanyaan diskusi: "Pilih program medis A: 200 orang pasti selamat; atau B: 1/3 peluang 600 selamat, 2/3 peluang tidak ada yang selamat. Mana Anda pilih?"
Diskusi kelas: Pilih program medis A: 200 orang pasti selamat; atau B: 1/3 peluang 600 selamat, 2/3 peluang tidak ada yang selamat. Mana Anda pilih?
Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.
Definisi Framing Effect
Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.
Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?
Asian Disease Problem (Tversky-Kahneman 1981)
Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.
Gain Frame (selamat)
Loss Frame (meninggal)
Program A
200 pasti selamat
400 pasti meninggal
Program B
1/3 peluang 600 selamat; 2/3 peluang 0 selamat
1/3 peluang 0 meninggal; 2/3 peluang 600 meninggal
Mayoritas pilih
A (risk-averse)
B (risk-seeking)
Konsep ini menjadi fondasi untuk aplikasi manajerial di blok berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.
Mekanisme Kognitif Framing
Mengapa framing bekerja? Tiga mekanisme kognitif yang terhubung dengan prospect theory.
Poin 1
1
Aktifasi titik referensi berbeda →
Poin 3
3
Probability weighting berbeda
Poin 2
2
Loss aversion λ ≈ 2,25 membuat loss frame lebih emosional
Poin 3
3
Probability weighting berbeda untuk gain vs loss
Soal refleksi: Bagaimana Anda mengukur apakah keputusan manajerial terakhir Anda benar-benar optimal?
HDN-1: Quantifying Framing Effect
Skenario: Skenario hitung-dari-nol yang menggambarkan aplikasi numerik konsep behavioral economics.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1
Approval rate gain frame
55% (110/200)
2
Approval rate loss frame
78% (156/200)
3
Selisih absolut = 78% - 55%
23 percentage points
4
Rasio relative = 78/55
1,42×
5
Magnitude effect
Loss frame 42% lebih efektif
Urutan Hitung-dari-Nol
Langkah 1: 1
Langkah 2: 2
Langkah 3: 3
Langkah 4: 4
Langkah 5: 5
Kesimpulan
Aplikasi numerik memperkuat intuisi konseptual — selalu hitung dari nol untuk validasi pemahaman dan menghindari bias estimasi.
Tip ujian: latih hitung dari nol TANPA kalkulator di 60 detik pertama — kemampuan estimasi ordo-besar adalah skill manajerial yang menyelamatkan keputusan ketika data tidak lengkap.
Bagian 2 · 2/4
Blok 2 — Tiga Jenis Framing
"Attribute · Goal · Risky choice"; Pertanyaan diskusi: "Daging '75% lean' vs '25% fat' — mana yang lebih Anda sukai? Mengapa, padahal substansi sama?"
Diskusi kelas: Daging '75% lean' vs '25% fat' — mana yang lebih Anda sukai? Mengapa, padahal substansi sama?
Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.
Attribute Framing
Attribute framing: karakteristik objek yang sama, disajikan positif vs negatif, mengubah persepsi.
Poin 1
1
Laporan kinerja "95% tepat waktu" vs "5% terlambat
Poin 2
2
Produk "99% bebas cacat" vs "1% bermasalah
Poin 3
3
Investasi "90% profit" vs "10% loss
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?
Goal Framing
Goal framing: pesan yang menekankan konsekuensi positif (gain) vs negatif (loss) dari tindakan.
Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.
Risky Choice Framing
Risky choice framing: pilihan antara opsi pasti dan opsi berisiko, disajikan dalam frame gain vs loss.
Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Bagaimana Anda mengukur apakah keputusan manajerial terakhir Anda benar-benar optimal?
Pilih framing gain vs loss, lalu lihat proyeksi adoption rate dan implikasi etika choice architecture.
HDN-2: Loss vs Gain Frame Response Rate
Skenario: Skenario hitung-dari-nol yang menggambarkan aplikasi numerik konsep behavioral economics.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1
Open rate gain frame
22% (1.100/5.000)
2
Open rate loss frame
31% (1.550/5.000)
3
Click-through rate gain
4,4% (220/5.000)
4
Click-through rate loss
7,2% (360/5.000)
5
Selisih CTR = 7,2% - 4,4%
+2,8 pp (+64%)
Urutan Hitung-dari-Nol
Langkah 1: 1
Langkah 2: 2
Langkah 3: 3
Langkah 4: 4
Langkah 5: 5
Kesimpulan
Aplikasi numerik memperkuat intuisi konseptual — selalu hitung dari nol untuk validasi pemahaman dan menghindari bias estimasi.
Tip ujian: latih hitung dari nol TANPA kalkulator di 60 detik pertama — kemampuan estimasi ordo-besar adalah skill manajerial yang menyelamatkan keputusan ketika data tidak lengkap.
Bagian 3 · 3/4
Blok 3 — Kekuatan Default
"Johnson-Goldstein · Tiga alasan kekuatan · Auto-enrollment"; Pertanyaan diskusi: "Pikirkan software yang Anda pakai sehari-hari — berapa banyak pengaturan default yang tidak pernah Anda ubah, meski alternatif lebih baik ada?"
Diskusi kelas: Pikirkan software yang Anda pakai sehari-hari — berapa banyak pengaturan default yang tidak pernah Anda ubah, meski alternatif lebih baik ada?
Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.
Johnson-Goldstein: Donor Organ Default
Johnson & Goldstein (2003): Perbedaan default opt-in vs opt-out menghasilkan perbedaan rate donor organ hingga 87 percentage points.
Poin 2003
2003
: Perbedaan default opt-in vs opt-out menghasilkan perbedaan rate donor organ hingga 87 percentage points
Poin 1
1
Opt-in: calon donor harus aktif mendaftar → mayoritas tidak melakukan → rate rendah
Poin 2
2
Opt-out: semua warga otomatis donor kecuali menolak → mayoritas tetap → rate tinggi
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?
Tiga Alasan Default Berkuasa
Mengapa default begitu berkuasa? Tiga mekanisme kognitif.
Poin 1
1
Effort asymmetry — mengubah default butuh effort, tetap di default tidak
Poin 2
2
Status quo bias — kombinasi loss aversion + endowment effect terhadap pilihan saat ini
Poin 3
3
Endorsement signal — default dianggap rekomendasi implisit dari authority
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.
Studi Kasus: Auto-Enrollment Reksa Dana BCA
Fitur auto-enrollment reksa dana di aplikasi mobile banking (BCA Easy/Wealth, Mandiri Livin, BSI Mobile) adalah aplikasi default option di pasar finansial Indonesia.
Timeline & Data Kasus
Lihat materi untuk detail kasus & data empiris.
Implikasi Manajerial
Default nominal kecil (Rp 100.000) mengurangi friction mental, namun edukasi investor masih perlu diperkuat. Pelajaran: Default adalah alat inklusi keuangan yang ampuh, tapi harus dipadu dengan edukasi agar investor memahami risiko.
Sumber & Validitas
Data OJK & aplikasi banking (dihedge ~).
Soal refleksi: Refleksikan trade-off antara kecepatan dan ketelitian dalam pengambilan keputusan tim Anda.
Bagian 4 · 4/4
Blok 4 — Etika Choice Architecture
"Transparansi · Opt-out · Libertarian paternalism"; Pertanyaan diskusi: "Manajer yang menetapkan default paket benefit 'standar' padahal 'premium' lebih baik untuk mayoritas — etis atau manipulatif?"
Diskusi kelas: Manajer yang menetapkan default paket benefit 'standar' padahal 'premium' lebih baik untuk mayoritas — etis atau manipulatif?
Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.
Etika Nudge: Transparansi & Opt-Out
Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.
Opt-out mudah
Opt-out sulit
Transparan
Nudge etis (recommended)
Dark pattern ringan
Tersembunyi
Paternalism lembut
Dark pattern/manipulasi
Konsep ini menjadi fondasi untuk aplikasi manajerial di blok berikutnya.
Soal refleksi: Pertimbangkan satu kebijakan internal yang mungkin perlu diuji ulang dengan lensa behavioral.
Penutup: Ringkasan & Persiapan P5
Anda telah menguasai dua alat choice architecture paling berkuasa — selamat!
Poin 1
Konsep
Penguatan teori inti yang telah dipelajari dengan integrasi lintas-pertemuan.
Poin 2
Aplikasi
HDN & studi kasus terapan numerik yang dapat direplikasi di organisasi.
Poin 3
Integrasi
Hubungan dengan pertemuan berikut & peta jalan sintesis akhir.
Bawa tiga lensa ini sebagai peta rujukan untuk pertemuan berikutnya.
Persiapan Pertemuan 5
Baca materi referensi yang disarankan untuk topik Heuristik dan Bias I — Anchoring & Availability.
Bawa satu kasus dari pengalaman kerja untuk diskusi kelompok.
Review slide HDN hari ini & coba ulang hitung dari nol tanpa melihat jawaban.
Self-Assessment 3-Pertanyaan
Pilihan mana yang paling berdampak ke keputusan tim Anda minggu depan?
Bias kognitif mana yang paling sering muncul di organisasi Anda?
Eksperimen mini apa yang bisa Anda rancang untuk minggu depan?