stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Prospect Theory I — Fungsi Nilai & Titik Referensi
RPS minggu 3 · 2x50 menit · Sub-CPMK 3

Cover

Pengambilan Keputusan Manajerial — Pertemuan 3

Mengapa orang membeli asuransi (risk-averse) DAN main lotre (risk-seeking) pada saat bersamaan? Expected utility theory tidak bisa menjelaskan paradoks ini — prospect theory Kahneman-Tversky bisa."; Badge pill "RPS MINGGU 3 · SUB-CPMK 3 · DURASI 2 × 50 MENIT".

Peta Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menganalisis perilaku pengambilan risiko menggunakan kerangka prospect theory.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Konsep inti & teori fondasi
  • HDN-1: hitung dari nol aplikasi numerik
  • Diskusi kasus & validasi empiris
Jam ke-2 (50 menit)
  • HDN-2: hitung dari nol lanjutan
  • Studi kasus & aplikasi manajerial
  • Sintesis & persiapan pertemuan berikut
Capaian diukur melalui dua jalur: (1) kuis numerik HDN di kelas, dan (2) refleksi kasus tertulis yang Anda bawa dari organisasi sendiri. Kedua jalur sama pentingnya — teori tanpa aplikasi hanya hafalan, aplikasi tanpa teori hanya trial-and-error.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?

Motivasi: Mengapa Orang Berani Main Lotre

Lotere adalah permainan dengan expected value negatif — secara rasional, tak seorang pun seharusnya main. Tapi lotere adalah industri miliaran dolar di seluruh dunia.

Fakta 1
Bukti Empiris
Studi behavioral menunjukkan pola sistematis yang melawan asumsi rasionalitas penuh.
Fakta 2
Implikasi
Manajer modern perlu mengintegrasikan insights behavioral ke desain keputusan organisasi.
Pertanyaan pemantik: Apakah Anda pernah beli tiket lotre? Kalau ya, mengapa — padahal expected value-nya negatif?
Cara membaca slide ini: fakta 1 adalah bukti empiris dari literatur, fakta 2 adalah implikasinya bagi manajer. Diskusikan dengan tetangga kursi Anda selama 60 detik sebelum saya lanjutkan — pengalaman Anda valid.
Bagian 1 · 1/4
Blok 1 — Mengapa EU Theory Gagal
"Empat paradoks empiris · Asumsi inti EU"; Pertanyaan diskusi: "Pilih: A) Rp 3.000 pasti, atau B) 80% peluang Rp 4.000 + 20% peluang Rp 0. Mana Anda pilih?"

Diskusi kelas: Pilih: A) Rp 3.000 pasti, atau B) 80% peluang Rp 4.000 + 20% peluang Rp 0. Mana Anda pilih?

Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.

Empat Paradoks Empiris

Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.

Poin 1tahap 1Allais Paradoxtahap 2Ellsberg Paradoxtahap 3Reflection Effect —risktahap 4Common Ratio Effect —tahap 5
Poin 1
1
Allais Paradox
Poin 2
2
Ellsberg Paradox
Poin 3
3
Reflection Effect — risk attitude terbalik untuk loss vs gain
Poin 4
4
Common Ratio Effect — pelanggaran konsistensi rasio probabilitas
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?

Allais Paradox (1953)

Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.

PilihanProblem 1 (pilih A atau B)Problem 2 (pilih C atau D)
ARp 1 M pasti (100%)C: 25% peluang Rp 1 M
B89% peluang Rp 1 M, 10% peluang Rp 5 M, 1% peluang Rp 0D: 25% peluang (89% Rp 1 M + 10% Rp 5 M + 1% Rp 0)
Mayoritas pilihA (risk-averse terhadap gain pasti)D (risk-seeking dalam konteks probabilistik)
Konsep ini menjadi fondasi untuk aplikasi manajerial di blok berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.

Expected Utility: Asumsi Inti

EU theory Von Neumann-Morgenstern 1944 membuat tiga asumsi matematis yang kuat — dan tiga asumsi inilah yang dilanggar paradoks.

Poin 1
1
Independensi — preferensi antara A dan B tidak berubah ketika dicampur dengan C
Poin 2
2
Continuity — untuk setiap A>B>C, ada campuran A&C yang setara dengan B
Poin 3
3
Completeness — semua pilihan bisa dibandingkan
Soal refleksi: Bagaimana Anda mengukur apakah keputusan manajerial terakhir Anda benar-benar optimal?

HDN-1: EU vs Pilihan Aktual

Skenario: Skenario hitung-dari-nol yang menggambarkan aplikasi numerik konsep behavioral economics.
LangkahPerhitunganNilai
1EU(A) = u(3000) = √300054,77
2EU(B) = 0,8 × u(4000) = 0,8 × √400050,60
3Prediksi EU theory: pilih A (EU lebih tinggi)A
4Pilihan aktual 80% subjekA (konsisten)
5Tapi dengan u(x) = x (linier): EU(A)=3000 < EU(B)=3200B
Urutan Hitung-dari-Nol
  • Langkah 1: 1
  • Langkah 2: 2
  • Langkah 3: 3
  • Langkah 4: 4
  • Langkah 5: 5
Kesimpulan
Aplikasi numerik memperkuat intuisi konseptual — selalu hitung dari nol untuk validasi pemahaman dan menghindari bias estimasi.
Tip ujian: latih hitung dari nol TANPA kalkulator di 60 detik pertama — kemampuan estimasi ordo-besar adalah skill manajerial yang menyelamatkan keputusan ketika data tidak lengkap.
Bagian 2 · 2/4
Blok 2 — Fungsi Nilai & Titik Referensi
"S-shape value function · 3 properti · Status quo vs expectation"; Pertanyaan diskusi: "Bonus Rp 5 juta terasa berbeda kalau ekspektasi awal Rp 3 juta vs Rp 7 juta. Mengapa?"

Diskusi kelas: Bonus Rp 5 juta terasa berbeda kalau ekspektasi awal Rp 3 juta vs Rp 7 juta. Mengapa?

Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.

Kahneman-Tversky: Fungsi Nilai S-shape

Fungsi nilai Kahneman-Tversky 1979 berbentuk S: konkaf untuk gain (atas), cembung untuk loss (bawah), dan lebih curam untuk loss.

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?

Geser λ (loss aversion) dan titik referensi untuk lihat bagaimana pilihan manusia bergeser dari EV rasional.

Tiga Properti Fungsi Nilai

Tiga properti matematis fungsi nilai yang membedakannya dari utilitas neoklasik.

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.

Titik Referensi: Status Quo vs Ekspektasi

Titik referensi bukan konstanta — bisa berupa status quo, ekspektasi, atau goal yang ditetapkan.

Poin 1
1
Status quo — apa yang dimiliki saat ini
Poin 2
2
Ekspektasi — apa yang diharapkan terjadi
Poin 3
3
Goal/aspiration — target yang ditetapkan
Soal refleksi: Bagaimana Anda mengukur apakah keputusan manajerial terakhir Anda benar-benar optimal?

HDN-2: Value Function Calculation

Skenario: Skenario hitung-dari-nol yang menggambarkan aplikasi numerik konsep behavioral economics.
LangkahPerhitunganNilai
1v(100) = 100^0,8866,07
2v(1000) = 1000^0,88447,74
3v(-100) = -2,25 × 100^0,88 = -2,25 × 66,07-148,66
4v(-1000) = -2,25 × 1000^0,88 = -2,25 × 447,74-1.007,42
5Loss aversion check:v(-100)/v(100)2,25 (sesuai λ)
Urutan Hitung-dari-Nol
  • Langkah 1: 1
  • Langkah 2: 2
  • Langkah 3: 3
  • Langkah 4: 4
  • Langkah 5: 5
Kesimpulan
Aplikasi numerik memperkuat intuisi konseptual — selalu hitung dari nol untuk validasi pemahaman dan menghindari bias estimasi.
Tip ujian: latih hitung dari nol TANPA kalkulator di 60 detik pertama — kemampuan estimasi ordo-besar adalah skill manajerial yang menyelamatkan keputusan ketika data tidak lengkap.
Bagian 3 · 3/4
Blok 3 — Loss Aversion & Probability Weighting
"λ ≈ 2,25 · π(p) function · Reflection effect"; Pertanyaan diskusi: "Anda ditawarkan: lempar koin, head dapat Rp 200.000, tail bayar Rp 100.000. Expected value +Rp 50.000. Mau main? Mengapa banyak yang menolak?"

Diskusi kelas: Anda ditawarkan: lempar koin, head dapat Rp 200.000, tail bayar Rp 100.000. Expected value +Rp 50.000. Mau main? Mengapa banyak yang menolak?

Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.

Loss Aversion λ ≈ 2,25

Loss aversion: kerugian dirasakan sekitar 2,25 kali lebih intens daripada keuntungan setara — temuan paling sering direplikasi dalam behavioral economics.

Poin 1
1
Insentif berbasis loss lebih kuat dari gain setara
Poin 2
2
Status quo bias — orang enggan berubah karena takut loss
Poin 3
3
Endowment effect — orang menuntut lebih untuk menjual barang yang dimiliki
Soal refleksi: Pikirkan satu keputusan strategis di organisasi Anda dalam 12 bulan terakhir — lensa mana yang paling relevan?

Eksperimen dengan nilai λ — temukan di mana keputusan investor/konsumen mulai menyimpang dari EV.

Probability Weighting Function π(p)

Probabilitas tidak ditimbang secara linier — probabilitas kecil di-overweight, probabilitas besar di-underweight.

Konsep inti yang menjadi fondasi behavioral economics untuk pengambilan keputusan manajerial. Pemahaman konsep ini penting sebagai landasan untuk aplikasi numerik di slide HDN dan studi kasus berikutnya.
Soal refleksi: Identifikasi satu bias kognitif yang mungkin mempengaruhi keputusan tim Anda minggu ini.

Studi Kasus: Merger BCA & Reference Point

Merger BCA pasca-krisis 1997 (diambil alih oleh Farallon-Investor Robert Kuok 2004) adalah studi kasus reference dependence di pasar saham Indonesia.

Timeline & Data Kasus
  • Lihat materi untuk detail kasus & data empiris.
Implikasi Manajerial

(1) Investor ritel yang beli di harga tinggi 1997 mengalami loss parah; titik referensi "harga beli" membuat mereka enggan menjual (disposition effect); (2) Setelah harga pulih, banyak yang justru menjual — untuk "membebaskan diri" dari titik referensi loss; (3) Investor yang masuk pasca-2004 dengan titik referensi baru menikmati gain berkelanjutan.

Sumber & Validitas

Data historis IDX (dihedge ~); analisis media finansial Indonesia.

Soal refleksi: Refleksikan trade-off antara kecepatan dan ketelitian dalam pengambilan keputusan tim Anda.
Bagian 4 · 4/4
Blok 4 — Empat Kuadran Prospek
"Risk attitude · 4 pola perilaku · Aplikasi manajerial"; Pertanyaan diskusi: "Jika Anda rugi Rp 100 juta tahun ini, apakah Anda akan: ambil proyek berisiko untuk recovery, atau amankan sisa dana? Mengapa jawaban tergantung posisi gain/loss?"

Diskusi kelas: Jika Anda rugi Rp 100 juta tahun ini, apakah Anda akan: ambil proyek berisiko untuk recovery, atau amankan sisa dana? Mengapa jawaban tergantung posisi gain/loss?

Estimasi durasi blok ini 25 menit: 15 menit konsep + 10 menit diskusi terapan. Catat poin penting untuk sintesis di akhir kuliah.

Empat Pola Risk Attitude

Konsep inti yang perlu dikuasai untuk pengambilan keputusan manajerial.

Probabilitas TinggiProbabilitas Rendah
GainRisk-averse (pilih pasti)Risk-averse jika gain moderate; risk-seeking jika gain besar
LossRisk-seeking (judi untuk recovery)Risk-averse (asuransi terhadap loss besar)
Konsep ini menjadi fondasi untuk aplikasi manajerial di blok berikutnya.
Soal refleksi: Pertimbangkan satu kebijakan internal yang mungkin perlu diuji ulang dengan lensa behavioral.

Penutup: Ringkasan & Persiapan P4

Anda telah menguasai inti prospect theory — selamat!

Poin 1
Konsep
Penguatan teori inti yang telah dipelajari dengan integrasi lintas-pertemuan.
Poin 2
Aplikasi
HDN & studi kasus terapan numerik yang dapat direplikasi di organisasi.
Poin 3
Integrasi
Hubungan dengan pertemuan berikut & peta jalan sintesis akhir.

Bawa tiga lensa ini sebagai peta rujukan untuk pertemuan berikutnya.

Persiapan Pertemuan 4
  • Baca materi referensi yang disarankan untuk topik Prospect Theory II — Framing & Default.
  • Bawa satu kasus dari pengalaman kerja untuk diskusi kelompok.
  • Review slide HDN hari ini & coba ulang hitung dari nol tanpa melihat jawaban.
Self-Assessment 3-Pertanyaan
  • Pilihan mana yang paling berdampak ke keputusan tim Anda minggu depan?
  • Bias kognitif mana yang paling sering muncul di organisasi Anda?
  • Eksperimen mini apa yang bisa Anda rancang untuk minggu depan?