Kasus OPOWER & spektrum lab-field-natural experiment
Posisi dalam alur: fondasi metode sebelum prospect theory (P3), heuristik & bias (P5-P6), hingga choice architecture (P13).
Mengapa Eksperimen Penting
Sebelum 1960an, ekonomi adalah sains observasional. Vernon Smith (Nobel 2002) memperkenalkan eksperimen lab; John List memperluas ke lapangan.
Vernon Smith (1962)
Lab → Equilibrium
Pasar lab konvergen ke ekuilibrium neoklasik dalam kondisi tertentu
John List (2004)
Anomali Hilang
Endowment effect menghilang di pasar dengan trader berpengalaman
Pertanyaan pemantik: pikirkan satu kebijakan HR di organisasi Anda — apakah pernah diuji dengan eksperimen sebelum diberlakukan menyeluruh?
Bagian 1 · 1/4
Prediksi Model Ekonomi Standar
Diskusi kelas: pikirkan satu produk yang Anda kenal — jika harga naik 10 persen, apa yang terjadi pada kuantitas yang diminta menurut model standar?
Lima Prediksi Model Standar
Model ekonomi standar membuat lima prediksi konkret yang dapat diuji secara empiris — inilah target uji behavioral economics.
Prediksi 1
Hukum Permintaan
Harga naik → kuantitas diminta turun
Prediksi 2
Substitusi
Kalau A naik harga, beralih ke B
Prediksi 3
Penawaran Tenaga Kerja
Upah naik → jam kerja naik
Prediksi 4
Ekuilibrium Pasar
Supply = Demand secara otomatis
Prediksi 5
Penolakan Sunk Cost
Keputusan saat ini tidak terpengaruh biaya masa lalu
Hukum Permintaan & Upah: Uji Empiris
Tabel ini merangkum hasil uji empiris terhadap lima prediksi di berbagai konteks.
Situasi
Prediksi Model
Catatan Empiris
Harga kopi naik 10%
Q turun (elastis)
Didukung untuk produk substitusi tinggi
Upah lembur naik
Jam kerja naik
Ambiguous: efek substitusi vs income
Bensin naik 50%
Konsumsi turun
Inelastis jangka pendek, elastis jangka panjang
Sunk cost (tiket bioskop)
Tetap nonton kalau EU>0
Sering dilanggar: "kan sudah bayar"
Ekuilibrium Pasar: Ekspektasi Model
Prediksi paling ambisius: pasar akan konvergen otomatis ke titik di mana supply sama dengan demand (Qs = Qd).
Smith 1962 mendukung konvergensi dalam double auction; pasar dengan frictions (search cost, asimetri informasi) sering tidak konvergen.
Hitung dari Nol: Elastisitas & Prediksi Model
Skenario: Perusahaan menaikkan harga produk dari Rp 100.000 ke Rp 110.000 (naik 10%). Kuantitas turun dari 1.000 unit ke 920 unit (turun 8%). Hitung elastisitas harga dan validasi prediksi model.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. % perubahan harga
(110.000 − 100.000) / 100.000 × 100%
+10%
2. % perubahan kuantitas
(920 − 1.000) / 1.000 × 100%
−8%
3. Elastisitas harga E
%ΔQ / %ΔP = −8% / +10%
−0,8
4. Interpretasi
|E| < 1 → inelastis
Q turun lebih kecil dari P naik
5. Validasi model
Tanda negatif konsisten dengan hukum permintaan
Prediksi didukung
Kesimpulan
E = −0,8
Produk inelastis — revenue naik karena kuantitas turun lebih kecil dari harga naik; prediksi hukum permintaan didukung.
Bagian 2 · 2/4
Bukti Empiris: Lima Anomali Terkenal
Diskusi kelas: dari pengalaman Anda, keputusan mana yang seharusnya rasional tetapi ternyata menyimpang?
Lima Anomali Empiris Terkenal
Lima anomali yang mereplikasi konsisten lintas budaya dan dekade — bukti kuat bahwa model standar tidak lengkap.
Anomali 1 & 2
Endowment effect — WTA > WTP (Thaler 1980)
Sunk cost fallacy — tetap lanjut proyek merugi
Anomali 3 & 4
Framing effects — gain/loss frame ubah pilihan
Status quo bias — preferensi maintain
Anomali 5
Disposition effect — jual saham gain cepat, tahan loss
Catatan: anomali bukan kesalahan — mereka adalah pola sistematis yang memerlukan teori alternatif (behavioral economics).
Endowment Effect (Thaler 1980)
Eksperimen mug klasik Knetsch-Thaler (1990): separuh subjek diberi mug, separuh tidak. Berapa WTA vs WTP?
Eksperimen Mug
Separuh subjek diberi mug (penjual)
Separuh tidak diberi (pembeli)
WTA median penjual: ~US$ 7
WTP median pembeli: ~US$ 3
Gap ~2,3× — replicable konsisten
Penjelasan Behavioral
Loss aversion — melepaskan mug = loss
Status quo bias — preferensi maintain
Ownership attachment — barang jadi milik
Tiga Sumber Anomali: Referensi-Framing-Emosi
Tiga sumber psikologis yang menjelaskan mengapa anomali muncul — semua akan kita dalami di pertemuan berikutnya.
Sumber 1 & 2
Reference dependence — nilai diukur relatif titik referensi (status quo), bukan final Wealth — inti prospect theory P3
Framing — gain vs loss frame mengubah pilihan secara dramatis (Asia Disease Problem) — detail P4
Sumber 3
Emosi & affect — perasaan memengaruhi keputusan (hot-cold empathy gap)
Loss aversion lambda ≈ 2,25 (Kahneman-Tversky 1979)
Pain of paying (Ariely) — cash vs credit card
Hitung dari Nol: WTA vs WTP Gap
Skenario: Survei 200 karyawan terhadap voucher liburan senilai Rp 1 juta. WTP dari 100 pembeli, WTA dari 100 penjual. Hitung rata-rata dan gap.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. WTP rata-rata (pembeli)
median survei 100 pembeli
Rp 600.000
2. WTA rata-rata (penjual)
median survei 100 penjual
Rp 1.400.000
3. Gap absolut
WTA − WTP = Rp 1,4 jt − Rp 0,6 jt
Rp 800.000
4. Ratio
WTA / WTP = Rp 1,4 jt / Rp 0,6 jt
2,33×
5. Interpretasi
Endowment effect kuat
Konsisten dengan λ ≈ 2,25
Kesimpulan
2,33×
WTA 2,33 kali WTP — endowment effect kuat, konsisten dengan loss aversion lambda 2,25 dari Kahneman-Tversky 1979.
Bagian 3 · 3/4
Anatomy RCT: Standar Emas Eksperimen
Diskusi kelas: jika Anda ingin menguji apakah bonus naik 10 persen meningkatkan produktivitas, bagaimana Anda merancang eksperimennya?
Empat Komponen RCT (CONSORT)
RCT yang valid memiliki empat komponen inti yang harus dirancang dengan hati-hati.
Randomisasi memastikan tidak ada selection bias — perbedaan outcome murni akibat treatment, bukan faktor lain.
Randomisasi & Internal Validity
Randomisasi adalah jaminan bahwa kelompok treatment dan control setara rata-rata — sehingga perbedaan outcome murni kausal.
Internal Validity
Perbedaan outcome murni akibat treatment
Tidak ada confounding variable
Strong di lab & RCT terkontrol
External Validity
Hasil generalize ke populasi lain
Trade-off: lab tinggi internal, rendah eksternal
Field experiment lebih tinggi eksternal
Hawthorne Effect
Subjek berubah karena tahu diobservasi
Bisa meng-inflate effect
Blind/double-blind mengurangi
Studi Kasus: OPOWER Energy Conservation
Allcott (2011) di QJE: RCT skala besar oleh Opower (USA) — social norm nudge menurunkan konsumsi listrik rumah tangga.
Periode
Intervensi
Hasil (Home Energy Report)
2008-2010
Randomisasi 600.000 rumah ke treatment vs control
Treatment dapat laporan dengan perbandingan neighbor
Outcome
Konsumsi listrik (kWh/bulan)
Turun ~2% di kelompok treatment
Replication
Skala ke 101 uji coba berbeda
Effect konsisten ~1,5–2,5%
Backfire
Rumah dengan konsumsi awal rendah
Naik sedikit karena tahu di bawah neighbor
Tiga pelajaran: (1) Social norm nudge powerful tanpa insentif finansial; (2) Backfire effect perlu mitigasi (smiley face untuk rumah efisien); (3) RCT skala besar feasible di dunia nyata.
Bagian 4 · 4/4
Lab vs Field Experiment: Spektrum
Diskusi kelas: jika Anda ingin menguji nudge di organisasi Anda, mana yang lebih tepat — lab dengan mahasiswa, atau field dengan karyawan nyata?
Spektrum Eksperimen: Lab-Field-Natural
Tiga jenis eksperimen dengan trade-off berbeda — pilih berdasarkan tujuan riset dan ketersediaan data.
Lab Experiment
Internal validity: tinggi
External validity: rendah
Subjek: mahasiswa (WEIRD)
Kontrol maksimal, artifisial
Contoh: Vernon Smith 1962
Field Experiment
Internal validity: sedang
External validity: tinggi
Subjek: partisipan nyata
Randomisasi di lapangan
Contoh: OPOWER, List 2004
Natural Experiment
Internal validity: rendah
External validity: tinggi
Subjek: populasi nyata
Randomisasi natural (mis. lotere)
Contoh: studi lotere Oregon Medicaid
Trade-off utama: lab memberi kontrol maksimal tapi artifisial; field memberi realisme tapi kurang terkontrol; natural tidak terkontrol tapi paling realistis.
Ringkasan & Persiapan Pertemuan 3
Prediksi vs Anomali
5 vs 5
Model standar punya 5 prediksi; 5 anomali empiris menyangkal sebagian
Standar Emas Metode
RCT 4 komponen
Treatment, control, randomisasi, outcome — internal validity kuat
Trade-off Riset
Internal vs External
Lab tinggi internal; field tinggi eksternal — pilih sesuai tujuan
Bawa tiga lensa ini (prediksi-anomali · RCT · spektrum) sebagai toolkit riset behavioral sepanjang semester.
Persiapan P3: baca Kahneman & Tversky (1979), Prospect Theory (section 1-2); bawa satu keputusan pribadi yang melibatkan gain/loss signifikan — akan jadi bahan diskusi framing P4.