stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Model Ekonomi Standar & Desain Eksperimen (RCT)
RPS minggu 2 · 2x50 menit · Sub-CPMK 2

Pengambilan Keputusan Manajerial

Pertemuan 2 — Model Ekonomi Standar & Desain Eksperimen (RCT)

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 2: menjelaskan prediksi model ekonomi standar dan merancang eksperimen sederhana untuk mengujinya.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Lima prediksi model ekonomi standar yang dapat diuji
  • Hukum permintaan, substitusi, ekuilibrium pasar (Smith 1962)
  • HDN-1: elastisitas & validasi prediksi model
Jam ke-2 (50 menit)
  • Lima anomali empiris: endowment effect, sunk cost, dll.
  • Anatomy RCT: treatment, control, randomisasi, outcome (CONSORT)
  • Kasus OPOWER & spektrum lab-field-natural experiment
Posisi dalam alur: fondasi metode sebelum prospect theory (P3), heuristik & bias (P5-P6), hingga choice architecture (P13).

Mengapa Eksperimen Penting

Sebelum 1960an, ekonomi adalah sains observasional. Vernon Smith (Nobel 2002) memperkenalkan eksperimen lab; John List memperluas ke lapangan.

Vernon Smith (1962)
Lab → Equilibrium
Pasar lab konvergen ke ekuilibrium neoklasik dalam kondisi tertentu
John List (2004)
Anomali Hilang
Endowment effect menghilang di pasar dengan trader berpengalaman
Pertanyaan pemantik: pikirkan satu kebijakan HR di organisasi Anda — apakah pernah diuji dengan eksperimen sebelum diberlakukan menyeluruh?
Bagian 1 · 1/4
Prediksi Model Ekonomi Standar
Diskusi kelas: pikirkan satu produk yang Anda kenal — jika harga naik 10 persen, apa yang terjadi pada kuantitas yang diminta menurut model standar?

Lima Prediksi Model Standar

Model ekonomi standar membuat lima prediksi konkret yang dapat diuji secara empiris — inilah target uji behavioral economics.
Prediksi 1
Hukum Permintaan
Harga naik → kuantitas diminta turun
Prediksi 2
Substitusi
Kalau A naik harga, beralih ke B
Prediksi 3
Penawaran Tenaga Kerja
Upah naik → jam kerja naik
Prediksi 4
Ekuilibrium Pasar
Supply = Demand secara otomatis
Prediksi 5
Penolakan Sunk Cost
Keputusan saat ini tidak terpengaruh biaya masa lalu

Hukum Permintaan & Upah: Uji Empiris

Tabel ini merangkum hasil uji empiris terhadap lima prediksi di berbagai konteks.

SituasiPrediksi ModelCatatan Empiris
Harga kopi naik 10%Q turun (elastis)Didukung untuk produk substitusi tinggi
Upah lembur naikJam kerja naikAmbiguous: efek substitusi vs income
Bensin naik 50%Konsumsi turunInelastis jangka pendek, elastis jangka panjang
Sunk cost (tiket bioskop)Tetap nonton kalau EU>0Sering dilanggar: "kan sudah bayar"

Ekuilibrium Pasar: Ekspektasi Model

Prediksi paling ambisius: pasar akan konvergen otomatis ke titik di mana supply sama dengan demand (Qs = Qd).

Q (kuantitas)P (harga)SupplyDemandEkuilibrium (P*, Q*)
Smith 1962 mendukung konvergensi dalam double auction; pasar dengan frictions (search cost, asimetri informasi) sering tidak konvergen.

Hitung dari Nol: Elastisitas & Prediksi Model

Skenario: Perusahaan menaikkan harga produk dari Rp 100.000 ke Rp 110.000 (naik 10%). Kuantitas turun dari 1.000 unit ke 920 unit (turun 8%). Hitung elastisitas harga dan validasi prediksi model.
LangkahPerhitunganNilai
1. % perubahan harga(110.000 − 100.000) / 100.000 × 100%+10%
2. % perubahan kuantitas(920 − 1.000) / 1.000 × 100%−8%
3. Elastisitas harga E%ΔQ / %ΔP = −8% / +10%−0,8
4. Interpretasi|E| < 1 → inelastisQ turun lebih kecil dari P naik
5. Validasi modelTanda negatif konsisten dengan hukum permintaanPrediksi didukung
Kesimpulan
E = −0,8
Produk inelastis — revenue naik karena kuantitas turun lebih kecil dari harga naik; prediksi hukum permintaan didukung.
Bagian 2 · 2/4
Bukti Empiris: Lima Anomali Terkenal
Diskusi kelas: dari pengalaman Anda, keputusan mana yang seharusnya rasional tetapi ternyata menyimpang?

Lima Anomali Empiris Terkenal

Lima anomali yang mereplikasi konsisten lintas budaya dan dekade — bukti kuat bahwa model standar tidak lengkap.

Anomali 1 & 2
  • Endowment effect — WTA > WTP (Thaler 1980)
  • Sunk cost fallacy — tetap lanjut proyek merugi
Anomali 3 & 4
  • Framing effects — gain/loss frame ubah pilihan
  • Status quo bias — preferensi maintain
Anomali 5
  • Disposition effect — jual saham gain cepat, tahan loss
Catatan: anomali bukan kesalahan — mereka adalah pola sistematis yang memerlukan teori alternatif (behavioral economics).

Endowment Effect (Thaler 1980)

Eksperimen mug klasik Knetsch-Thaler (1990): separuh subjek diberi mug, separuh tidak. Berapa WTA vs WTP?

Eksperimen Mug
  • Separuh subjek diberi mug (penjual)
  • Separuh tidak diberi (pembeli)
  • WTA median penjual: ~US$ 7
  • WTP median pembeli: ~US$ 3
  • Gap ~2,3× — replicable konsisten
Penjelasan Behavioral
  • Loss aversion — melepaskan mug = loss
  • Status quo bias — preferensi maintain
  • Ownership attachment — barang jadi milik

Tiga Sumber Anomali: Referensi-Framing-Emosi

Tiga sumber psikologis yang menjelaskan mengapa anomali muncul — semua akan kita dalami di pertemuan berikutnya.

Sumber 1 & 2
  • Reference dependence — nilai diukur relatif titik referensi (status quo), bukan final Wealth — inti prospect theory P3
  • Framing — gain vs loss frame mengubah pilihan secara dramatis (Asia Disease Problem) — detail P4
Sumber 3
  • Emosi & affect — perasaan memengaruhi keputusan (hot-cold empathy gap)
  • Loss aversion lambda ≈ 2,25 (Kahneman-Tversky 1979)
  • Pain of paying (Ariely) — cash vs credit card

Hitung dari Nol: WTA vs WTP Gap

Skenario: Survei 200 karyawan terhadap voucher liburan senilai Rp 1 juta. WTP dari 100 pembeli, WTA dari 100 penjual. Hitung rata-rata dan gap.
LangkahPerhitunganNilai
1. WTP rata-rata (pembeli)median survei 100 pembeliRp 600.000
2. WTA rata-rata (penjual)median survei 100 penjualRp 1.400.000
3. Gap absolutWTA − WTP = Rp 1,4 jt − Rp 0,6 jtRp 800.000
4. RatioWTA / WTP = Rp 1,4 jt / Rp 0,6 jt2,33×
5. InterpretasiEndowment effect kuatKonsisten dengan λ ≈ 2,25
Kesimpulan
2,33×
WTA 2,33 kali WTP — endowment effect kuat, konsisten dengan loss aversion lambda 2,25 dari Kahneman-Tversky 1979.
Bagian 3 · 3/4
Anatomy RCT: Standar Emas Eksperimen
Diskusi kelas: jika Anda ingin menguji apakah bonus naik 10 persen meningkatkan produktivitas, bagaimana Anda merancang eksperimennya?

Empat Komponen RCT (CONSORT)

RCT yang valid memiliki empat komponen inti yang harus dirancang dengan hati-hati.

1. TREATMENTintervensi yang diuji2. CONTROLpembanding tanpa treatment3. RANDOMISASIalokasi acak ke T atau C4. OUTCOMEmetrik terukur hasil

Randomisasi memastikan tidak ada selection bias — perbedaan outcome murni akibat treatment, bukan faktor lain.

Randomisasi & Internal Validity

Randomisasi adalah jaminan bahwa kelompok treatment dan control setara rata-rata — sehingga perbedaan outcome murni kausal.

Internal Validity
  • Perbedaan outcome murni akibat treatment
  • Tidak ada confounding variable
  • Strong di lab & RCT terkontrol
External Validity
  • Hasil generalize ke populasi lain
  • Trade-off: lab tinggi internal, rendah eksternal
  • Field experiment lebih tinggi eksternal
Hawthorne Effect
  • Subjek berubah karena tahu diobservasi
  • Bisa meng-inflate effect
  • Blind/double-blind mengurangi

Studi Kasus: OPOWER Energy Conservation

Allcott (2011) di QJE: RCT skala besar oleh Opower (USA) — social norm nudge menurunkan konsumsi listrik rumah tangga.

PeriodeIntervensiHasil (Home Energy Report)
2008-2010Randomisasi 600.000 rumah ke treatment vs controlTreatment dapat laporan dengan perbandingan neighbor
OutcomeKonsumsi listrik (kWh/bulan)Turun ~2% di kelompok treatment
ReplicationSkala ke 101 uji coba berbedaEffect konsisten ~1,5–2,5%
BackfireRumah dengan konsumsi awal rendahNaik sedikit karena tahu di bawah neighbor
Tiga pelajaran: (1) Social norm nudge powerful tanpa insentif finansial; (2) Backfire effect perlu mitigasi (smiley face untuk rumah efisien); (3) RCT skala besar feasible di dunia nyata.
Bagian 4 · 4/4
Lab vs Field Experiment: Spektrum
Diskusi kelas: jika Anda ingin menguji nudge di organisasi Anda, mana yang lebih tepat — lab dengan mahasiswa, atau field dengan karyawan nyata?

Spektrum Eksperimen: Lab-Field-Natural

Tiga jenis eksperimen dengan trade-off berbeda — pilih berdasarkan tujuan riset dan ketersediaan data.

Lab Experiment
  • Internal validity: tinggi
  • External validity: rendah
  • Subjek: mahasiswa (WEIRD)
  • Kontrol maksimal, artifisial
  • Contoh: Vernon Smith 1962
Field Experiment
  • Internal validity: sedang
  • External validity: tinggi
  • Subjek: partisipan nyata
  • Randomisasi di lapangan
  • Contoh: OPOWER, List 2004
Natural Experiment
  • Internal validity: rendah
  • External validity: tinggi
  • Subjek: populasi nyata
  • Randomisasi natural (mis. lotere)
  • Contoh: studi lotere Oregon Medicaid
Trade-off utama: lab memberi kontrol maksimal tapi artifisial; field memberi realisme tapi kurang terkontrol; natural tidak terkontrol tapi paling realistis.

Ringkasan & Persiapan Pertemuan 3

Prediksi vs Anomali
5 vs 5
Model standar punya 5 prediksi; 5 anomali empiris menyangkal sebagian
Standar Emas Metode
RCT 4 komponen
Treatment, control, randomisasi, outcome — internal validity kuat
Trade-off Riset
Internal vs External
Lab tinggi internal; field tinggi eksternal — pilih sesuai tujuan

Bawa tiga lensa ini (prediksi-anomali · RCT · spektrum) sebagai toolkit riset behavioral sepanjang semester.

Persiapan P3: baca Kahneman & Tversky (1979), Prospect Theory (section 1-2); bawa satu keputusan pribadi yang melibatkan gain/loss signifikan — akan jadi bahan diskusi framing P4.