‹ Daftar slidePertemuan 13: Studi Kasus Pengambilan Keputusan Keuangan
Magister Manajemen · FEB UNDIP
Pengambilan Keputusan Keuangan
Pertemuan 13 — Studi Kasus Pengambilan Keputusan Keuangan
Integrasi NPV/IRR, WACC, dan struktur modal dalam satu keputusan manajerial nyata — kerja kelompok berbasis kasus.
RPS minggu 14 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Kerangka Terintegrasi Keputusan Keuangan
Pertanyaan diskusi: Ketiga keputusan keuangan — investasi, pendanaan, dividen — sering dibahas terpisah di kelas. Dalam praktik, mengapa direksi harus memutuskan ketiganya secara simultan, bukan berurutan?
Peta Tiga Keputusan Keuangan
Sebagai manajer keuangan senior, setiap keputusan besar sebenarnya adalah persimpangan dari tiga domain berikut. Kasus hari ini menguji ketiganya sekaligus.
Kasus hari ini berpusat pada keputusan investasi, tetapi discount rate-nya (WACC) lahir dari keputusan pendanaan — inilah yang membuatnya realistis, bukan latihan rumus terisolasi.
Tujuan Sesi & Format Kerja Kelompok
TUJUAN PEMBELAJARAN
Mengintegrasikan NPV, IRR, WACC, dan struktur modal dalam satu keputusan investasi
Menilai sensitivitas rekomendasi terhadap asumsi arus kas & risiko
Menyusun argumen keputusan untuk direksi, bukan sekadar angka
FORMAT SESI
50 menit pertama: pemandu kasus + perhitungan bersama
50 menit kedua: kerja kelompok (3-4 orang) + presentasi singkat
Setiap kelompok merekomendasikan: Terima / Tolak / Tunda
Framing: Ini Keputusan Manajerial, Bukan Soal Ujian
Ilustrasi pembuka: Ketika Semen Indonesia (SMGR) mengevaluasi penambahan kapasitas pabrik, atau ketika XL Axiata memutuskan mempercepat rollout menara 5G, keputusan itu tidak pernah berhenti di "NPV positif, jalan terus". Direksi juga menimbang kapasitas pendanaan, dampak terhadap rasio utang, sinyal ke investor, dan risiko permintaan yang meleset dari proyeksi.
DIMENSI KUANTITATIF
NPV, IRR, WACC — angka yang bisa dihitung dari nol
DIMENSI RISIKO
Sensitivitas terhadap asumsi permintaan & biaya modal
DIMENSI STRATEGIS
Kapasitas pendanaan, sinyal ke pasar, momentum kompetitif
Bagian 2 dari 3
Kasus Utama: Ekspansi Kapasitas Produksi
Pertanyaan diskusi: Jika arus kas proyek diproyeksikan oleh divisi operasi yang punya insentif agar proyeknya disetujui, bagaimana tim keuangan menguji kewajaran angka tersebut sebelum menghitung NPV?
Profil Kasus & Keputusan yang Harus Diambil
PT Nusantara Semen Baturaja (ilustrasi, berbasis pola sektor semen Indonesia)
Permintaan domestik tumbuh seiring proyek infrastruktur pemerintah
Direksi mengevaluasi penambahan satu lini produksi baru
Investasi awal: Rp1.500 miliar (ilustrasi)
Umur proyek: 10 tahun
Pendanaan campuran: 40% utang, 60% ekuitas
Tugas kelompok: rekomendasikan Terima / Tolak / Tunda proyek ini kepada direksi, lengkap dengan justifikasi kuantitatif dan kualitatif.
Data Proyek & Asumsi Arus Kas
Asumsi Kunci (ilustrasi)
Item
Nilai
Investasi awal (CapEx)
Rp1.500 miliar
Arus kas operasi tahunan setelah pajak
Rp280 miliar
Umur ekonomis proyek
10 tahun
Nilai sisa (terminal)
Diabaikan (konservatif)
Tarif PPh Badan
22%
Arus kas operasi tahunan diasumsikan konstan untuk skenario dasar — kelompok didorong menguji sensitivitasnya di bagian selanjutnya, bukan menerima angka ini sebagai kepastian.
Hitung dari Nol #1: NPV Proyek
Discount rate memakai WACC hasil perhitungan Slide 11 (11,3%). Faktor anuitas PV pada 11,3% selama 10 tahun ≈ 5,82 (dari tabel anuitas).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. PV arus kas masuk
Rp280 miliar × 5,82
Rp1.629,6 miliar
2. NPV
Rp1.629,6 miliar − Rp1.500 miliar
Rp129,6 miliar
3. IRR (iterasi, ilustrasi)
Tingkat diskonto saat NPV = 0
~13,3%
KEPUTUSAN
NPV > 0
IRR ~13,3% > WACC 11,3% → layak diterima (skenario dasar)
Interpretasi: Angka Positif, Tapi Cukupkah?
NPV positif berarti proyek menambah nilai perusahaan di atas biaya modalnya — secara teori, ini sinyal "Terima".
Namun margin NPV (Rp129,6 miliar) relatif kecil terhadap investasi Rp1.500 miliar (~8,6%) — perlu diuji ketahanannya terhadap perubahan asumsi.
Sebagai manajer keuangan senior, keputusan tidak berhenti di tanda positif/negatif. Pertanyaan berikutnya: seberapa sensitif hasil ini terhadap kesalahan proyeksi arus kas atau kenaikan biaya modal? Ini yang akan diuji di Slide 12.
Hitung dari Nol #2: WACC Kasus Ini
Rf = SUN 10 tahun ~7,26% (Jul 2026) · β proyek/sektor semen = 1,1 · premi risiko pasar = 6% · kupon utang = 9,5% · struktur modal target 40% utang : 60% ekuitas.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Cost of equity (CAPM)
7,26% + (1,1 × 6%) = 7,26% + 6,6%
13,86%
2. Cost of debt setelah pajak
9,5% × (1 − 0,22) = 9,5% × 0,78
7,41%
3. Bobot E/V dan D/V
60% ekuitas : 40% utang
0,6 / 0,4
4. WACC
(0,6 × 13,86%) + (0,4 × 7,41%) = 8,316% + 2,964%
11,28%
WACC KASUS
~11,3%
Dipakai sebagai discount rate NPV di Slide 9
Analisis Skenario: Seberapa Rapuh Keputusan Ini?
Menguji NPV terhadap tiga skenario arus kas operasi tahunan, WACC tetap 11,3% (PV anuitas × 5,82):
PESIMISTIS
-Rp161,4M
CF Rp230M × 5,82 − Rp1.500M
NPV negatif → proyek merusak nilai jika permintaan meleset.
DASAR
Rp129,6M
CF Rp280M × 5,82 − Rp1.500M
Skenario acuan — layak diterima dengan margin tipis.
OPTIMISTIS
Rp362,4M
CF Rp320M × 5,82 − Rp1.500M
Permintaan infrastruktur kuat → nilai tambah signifikan.
Titik kritis: proyek berbalik menjadi merusak nilai begitu arus kas turun sekitar 18% dari asumsi dasar — informasi ini yang wajib disampaikan ke direksi, bukan hanya angka skenario dasar.
Coba Sendiri: Susun Portofolio Proyek di Bawah Anggaran Terbatas
Ubah outlay dan PV masuk beberapa proyek independen, lalu amati kombinasi mana yang memaksimalkan NPV total dalam batas anggaran.
Struktur Modal: Mengapa 40:60, Bukan yang Lain?
Trade-off Theory (Kraus & Litzenberger, 1973)
Menambah utang memperbesar tax shield, tetapi juga menaikkan risiko financial distress. Struktur modal optimal berada di titik di mana manfaat pajak marjinal utang sama dengan biaya marjinal risiko kebangkrutan.
Pecking Order (Myers & Majluf, 1984)
Perusahaan lebih menyukai urutan pendanaan: laba ditahan > utang > ekuitas baru — karena penerbitan saham baru sering ditafsirkan pasar sebagai sinyal negatif (manajemen menilai saham terlalu mahal).
Implikasi untuk kasus ini: rasio 40% utang mendekati batas nyaman industri semen sebelum rating kredit dan kovenan utang menjadi kendala tambahan yang perlu ditelusuri kelompok.
Kerangka Analisis Kasus (Panduan Kerja Kelompok)
Langkah
Yang Harus Dilakukan Kelompok
1. Identifikasi keputusan
Rumuskan pertanyaan inti: apa yang sebenarnya diputuskan direksi?
2. Validasi data & asumsi
Tandai asumsi yang paling rapuh (arus kas, WACC, struktur modal)
3. Terapkan kerangka kuantitatif
Hitung ulang/verifikasi NPV, IRR, dan WACC secara mandiri
4. Uji sensitivitas
Tentukan titik impas dan skenario yang membalik keputusan
5. Timbang faktor kualitatif
Kapasitas pendanaan, sinyal pasar, risiko reputasi/ESG
6. Rekomendasi & justifikasi
Pilih Terima/Tolak/Tunda + argumen yang bisa dipertahankan
Kelompok yang kuat bukan yang menghitung tercepat, melainkan yang bisa menjelaskan MENGAPA rekomendasinya tahan terhadap pertanyaan sulit direksi.
Bagian 3 dari 3
Presentasi & Diskusi Kelas
Pertanyaan diskusi: Jika dua kelompok menghitung NPV yang sama-sama positif tetapi mengambil rekomendasi berbeda (Terima vs Tunda), siapa yang benar — dan bagaimana Anda menilai kualitas argumen, bukan hanya angka akhirnya?
Instruksi Kerja Kelompok (50 Menit)
LANGKAH KERJA
Bentuk kelompok 3-4 orang
Verifikasi ulang NPV, IRR, WACC (boleh gunakan Excel)
Tentukan skenario mana yang paling relevan untuk sektor ini
Susun 1 slide rekomendasi: Terima / Tolak / Tunda + 3 alasan utama
OUTPUT YANG DIKUMPULKAN
1 lembar ringkasan perhitungan (boleh tulisan tangan/foto)
1 slide rekomendasi untuk presentasi 3 menit
Kesiapan menjawab 1 pertanyaan sulit dari kelompok lain
Waktu presentasi tiap kelompok: 3 menit paparan + 2 menit tanya-jawab. Dosen akan memanggil kelompok secara acak.
Rubrik Penilaian Kasus
Kriteria
Bobot
Indikator
Ketepatan & kejelasan perhitungan kuantitatif
30%
NPV/IRR/WACC dihitung/diverifikasi benar
Kedalaman analisis skenario
20%
Titik kritis/sensitivitas diidentifikasi dengan tepat
Pertimbangan faktor kualitatif
20%
Struktur modal, risiko, sinyal pasar dibahas relevan
Kualitas rekomendasi & presentasi
30%
Argumen jelas, konsisten, tahan uji tanya-jawab
TOTAL BOBOT
100%
Dinilai sebagai bagian dari partisipasi & tugas kelompok
Diskusi Kelas: Pertanyaan Provokatif
Jika direksi meminta Anda "membuat" NPV menjadi positif dengan menaikkan asumsi arus kas, apa yang akan Anda lakukan sebagai kepala divisi keuangan?
Apakah proyek dengan NPV positif tapi rasio utang mendekati batas kovenan kredit tetap layak diterima? Siapa yang menanggung risikonya jika salah?
Tidak ada jawaban tunggal yang benar — tujuan diskusi ini adalah melatih Anda mengenali tekanan etis dan organisasi yang menyertai angka finansial di dunia nyata.
Rangkuman: Cheat Sheet Kerangka Keputusan
Elemen
Peran dalam Keputusan
NPV/IRR
Uji nilai tambah kuantitatif proyek terhadap biaya modal
WACC
Discount rate yang mencerminkan biaya seluruh sumber pendanaan
Analisis skenario
Menguji ketahanan keputusan terhadap kesalahan asumsi
Sinyal pasar, risiko reputasi, kapasitas organisasi
Keputusan keuangan yang baik = angka yang benar + kesadaran atas batas keandalan angka tersebut.
Penutup & Persiapan Pertemuan Berikutnya
MINGGU DEPAN
Capital Budgeting — Bagian 2: memperdalam metode penganggaran modal dengan proyek berumur tidak sama (replacement chain), rasionalisasi capital rationing, dan integrasi risiko proyek ke dalam discount rate.
TUGAS
Refleksi Kasus
Tulis 1 halaman: apa yang akan Anda lakukan berbeda jika ini adalah proyek nyata di perusahaan Anda?
Kumpulkan lembar perhitungan kelompok & refleksi individu sebelum pertemuan berikutnya sebagai bahan diskusi lanjutan.
📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.