stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Struktur Modal
RPS minggu 12 · 2x50 menit

Struktur Modal

Pertemuan 11 · Pengambilan Keputusan Keuangan · Magister Manajemen FEB UNDIP

Dari teori Modigliani-Miller ke keputusan bauran utang-ekuitas di perusahaan riil Indonesia

Peta Pertemuan 11

Pemantik diskusi: kalau struktur modal benar-benar tidak relevan (Modigliani-Miller, 1958), mengapa CFO tetap menghabiskan waktu bertahun-tahun merancang rasio utang-ekuitas optimal? Simpan jawaban Anda — kita uji di akhir sesi.

Blok Teori (30 menit)
  • Proposisi MM I & II — tanpa dan dengan pajak
  • Trade-off theory: tax shield vs biaya kebangkrutan
  • Pecking order theory (Myers & Majluf, 1984)
  • Signaling & agency cost of debt/equity
Blok Aplikasi (40 menit)
  • Hitung dari nol: levered vs unlevered beta (Hamada)
  • Hitung dari nol: nilai perusahaan dengan tax shield
  • Mini-kasus: restrukturisasi utang Garuda Indonesia
  • Rubrik analisis: memilih target D/E untuk klien
Fokus hari ini bukan menghafal proposisi, tetapi menerapkan kerangka trade-off untuk merekomendasikan target struktur modal ke direksi.

Proposisi Modigliani-Miller: Titik Berangkat

MM Proposisi I (tanpa pajak, 1958)

Nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh bauran pendanaan dalam pasar sempurna — tanpa pajak, tanpa biaya kebangkrutan, tanpa asimetri informasi.

MM Proposisi II

Cost of equity naik linear seiring D/E naik, karena pemegang saham menanggung risiko finansial tambahan — tapi WACC tetap konstan.

r_E = r_0 + (D/E) × (r_0 - r_D)
Untuk Anda sebagai praktisi: MM 1958 adalah baseline teoretis, bukan panduan praktis. Nilai sesungguhnya dari model ini ada pada asumsi yang dilonggarkan berikutnya — pajak, distress cost, informasi.

MM dengan Pajak: Tax Shield Mengubah Segalanya

Implikasi MM 1963
  • Bunga utang deductible → mengurangi PPh Badan (22%)
  • Nilai perusahaan naik seiring utang naik
  • Prediksi ekstrem: 100% utang optimal — tidak realistis
Mengapa Prediksi Ini Gagal di Dunia Nyata
  • Biaya kebangkrutan langsung & tidak langsung
  • Agency cost of debt (covenant, monitoring)
  • Non-debt tax shield (depresiasi) mengurangi manfaat
V_L = V_U + (T_c × D)
Inilah pintu masuk ke trade-off theory — manajer menyeimbangkan manfaat tax shield melawan biaya distress finansial yang naik seiring utang bertambah.

Trade-off Theory: Menemukan Titik Optimal

Rasio Utang (D/V)Nilai PerusahaanV_U (tanpa utang)D/V* OptimalZona tax shield dominanZona distress cost dominan
Titik optimal (D/V*) adalah saat manfaat marjinal tax shield sama dengan biaya marjinal distress — bukan angka tunggal universal, tapi bergantung volatilitas arus kas dan jenis aset perusahaan.

Coba Sendiri: Cari Titik Optimal Struktur Modal

Geser rasio utang, lalu amati bagaimana nilai perusahaan naik dulu karena tax shield, sebelum berbalik turun karena biaya distress.

Hitung dari Nol: Unlevering & Relevering Beta (Hamada)

Kasus: Anda membandingkan risiko sistematis dua emiten sejenis dengan D/E berbeda untuk estimasi cost of equity target akuisisi. Beta perusahaan pembanding (levered) β_L = 1,40, D/E = 0,80, tarif pajak 22%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Unlever beta pembandingβ_U = β_L / [1 + (1 - T_c)(D/E)] = 1,40 / [1 + (1 - 0,22)(0,80)]
β_U ≈ 0,933
2. Target D/E perusahaan AndaDiketahui dari struktur modal target: D/E = 0,50
D/E = 0,50
3. Relever beta ke struktur targetβ_L,target = β_U × [1 + (1 - T_c)(D/E)] = 0,933 × [1 + (0,78)(0,50)]
β_L,target ≈ 1,297
4. Cost of equity (CAPM), Rf 7,2%, ERP 6%r_E = R_f + β × ERP = 7,2% + 1,297 × 6%
r_E ≈ 14,98%
Teknik ini esensial saat Anda menilai target akuisisi atau proyek dengan struktur modal berbeda dari perusahaan pembanding — jangan pernah pakai beta levered pembanding secara langsung.

Coba Sendiri: Unlever dan Relever Beta Hamada

Ubah beta pembanding, D/E pembanding, dan D/E target, lalu amati bagaimana beta levered target dan cost of equity-nya berubah.

Hitung dari Nol: Nilai Tax Shield & Biaya Distress

Kasus: perusahaan manufaktur mempertimbangkan menambah utang Rp 200 miliar permanen. V_U = Rp 1.500 miliar, tarif pajak 22%, estimasi probabilitas distress meningkat sehingga PV biaya distress diperkirakan Rp 25 miliar.

LangkahPerhitunganNilai
1. PV tax shield dari utang baruPV = T_c × D = 22% × Rp 200 miliar
Rp 44 miliar
2. Nilai perusahaan sebelum distressV_L (kotor) = V_U + PV tax shield = Rp 1.500 + Rp 44 miliar
Rp 1.544 miliar
3. Kurangi PV biaya distressV_L (bersih) = Rp 1.544 miliar - Rp 25 miliar
Rp 1.519 miliar
4. Net benefit menambah utangNet benefit = Rp 1.519 miliar - Rp 1.500 miliar (V_U)
+Rp 19 miliar
Keputusan: menambah utang masih menciptakan nilai bersih Rp 19 miliar — tapi marjin ini menipis, sinyal bahwa perusahaan mendekati D/V optimal-nya.
Bagian 2 · Mini-Kasus Indonesia
Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia
Pertanyaan diskusi: ketika struktur modal sudah rusak karena distress, apa urutan prioritas manajer — menyelamatkan operasi, melindungi pemegang saham, atau menegosiasikan kreditur?

Kasus: Garuda Indonesia — Dari Distress ke Restrukturisasi

Kronologi Singkat (ilustrasi)
  • Beban sewa pesawat & utang valas tinggi sebelum 2020
  • Pandemi → pendapatan anjlok, DSCR negatif
  • PKPU 2021–2022, homologasi dengan >800 kreditur
  • Konversi sebagian utang menjadi ekuitas & obligasi baru
Pelajaran Struktur Modal
  • Leverage operasional tinggi (aset sewa) memperbesar risiko finansial
  • Distress cost bukan cuma legal fee — reputasi & kehilangan mitra
  • Debt-to-equity swap = solusi trade-off ekstrem saat covenant breach
  • Struktur modal pasca-restrukturisasi jauh lebih konservatif
Sektor padat modal dengan aset sewa (penerbangan, perkapalan) punya leverage operasional tinggi — titik D/V optimal secara teori jadi lebih rendah daripada sektor manufaktur biasa.

Pecking Order Theory: Alternatif Cara Berpikir

Urutan Preferensi Pendanaan (Myers & Majluf, 1984)
  • 1. Laba ditahan (internal, tanpa asimetri informasi)
  • 2. Utang (sinyal lebih netral daripada ekuitas)
  • 3. Ekuitas baru (pilihan terakhir — sinyal negatif)
Implikasi bagi Manajer
  • Tidak ada D/V optimal tunggal — rasio utang hasil samping keputusan investasi
  • Perusahaan profitable cenderung rendah utang (bukan karena target, tapi cukup laba ditahan)
  • Right issue sering direspons negatif oleh pasar (efek sinyal)
Trade-off vs pecking order bukan "benar-salah" — keduanya melengkapi: trade-off menjelaskan target jangka panjang, pecking order menjelaskan urutan taktis saat butuh dana.

Faktor Penentu Struktur Modal di Praktik

Tangibility Aset
Aset berwujud tinggi (properti, alat berat) → kapasitas utang lebih besar, agunan tersedia.
Volatilitas Arus Kas
Arus kas volatil (komoditas, teknologi) → utang optimal lebih rendah, risiko distress tinggi.
Ukuran & Rating
Perusahaan besar dengan rating kredit baik → akses pasar obligasi lebih murah & luas.
Sebagai manajer, gunakan faktor-faktor ini sebagai rubrik cepat sebelum membangun model DCF lengkap — bandingkan posisi perusahaan Anda dengan pembanding sektor di IDX.

Agency Cost & Signaling: Mengapa Bauran Pendanaan Mengirim Sinyal

Agency Cost of Debt
  • Kreditur pasang covenant → batasi fleksibilitas manajemen
  • Underinvestment problem: proyek NPV positif ditolak karena manfaat lari ke kreditur
  • Asset substitution: pemegang saham tergoda proyek berisiko tinggi
Signaling (Ross, 1977)
  • Penerbitan utang → sinyal manajemen percaya diri arus kas masa depan
  • Penerbitan ekuitas baru → pasar baca sebagai sinyal saham "overvalued"
  • Reaksi harga saham pasca-pengumuman right issue umumnya negatif di BEI
Sebagai manajer, pertimbangkan reaksi pasar terhadap pilihan instrumen — bukan cuma biaya modal nominalnya, sebelum mengumumkan rencana pendanaan.

Struktur Modal Lintas Sektor IDX: Benchmark Cepat

Perbankan
Tinggi
Leverage inheren tinggi (regulasi GWM ~9%, CAR) — D/E bukan ukuran relevan, pakai CAR & leverage ratio.
Properti & Infrastruktur
Menengah-Tinggi
Aset berwujud besar, arus kas relatif stabil (availability payment KPBU) → kapasitas utang lebih besar.
Konsumer & Teknologi
Rendah
Aset intangible tinggi, arus kas lebih volatil → andalkan ekuitas & laba ditahan (pecking order dominan).
Benchmark sektor adalah titik awal, bukan target otomatis — perusahaan spesifik tetap perlu diuji dengan kerangka trade-off individual.

Governance & Regulasi: Batasan Praktis di Indonesia

Kewajiban Keterbukaan (OJK)
  • Right issue/PUT wajib keterbukaan informasi & RUPS persetujuan pemegang saham
  • Penerbitan obligasi korporasi → wajib rating dari Pefindo/Fitch Indonesia
  • Covenant utang bank sering mensyaratkan rasio DER maksimum kontraktual
Implikasi bagi Perencanaan Struktur Modal
  • Target D/E harus kompatibel dengan covenant existing, bukan cuma optimal teoretis
  • Timing penerbitan mempertimbangkan siklus RUPS & jendela pelaporan keuangan
  • BUMN tunduk tambahan aturan modal dari Kementerian BUMN/PP terkait
Model trade-off yang elegan di atas kertas bisa terbentur batasan kontraktual & regulasi — selalu cek covenant existing sebelum mengusulkan target D/E baru ke direksi.
Bagian 3 · Rubrik Analisis
Merekomendasikan Target Struktur Modal
Pertanyaan diskusi: kalau Anda konsultan yang diminta merekomendasikan target D/E untuk klien, data apa yang Anda minta pertama kali sebelum membuka Excel?

Rubrik Analisis: Lima Langkah Menentukan Target D/E

LangkahPerhitunganNilai
1. Benchmark sektorKumpulkan D/E rata-rata & median 5-8 emiten sejenis di IDX
Rentang acuan
2. Uji kapasitas arus kasProyeksikan DSCR pada skenario stres (penurunan EBITDA 20-30%)
Batas aman DSCR
3. Estimasi PV tax shield vs distressTerapkan kerangka trade-off (lihat hitung-dari-nol sebelumnya)
D/V* indikatif
4. Cek sinyal pasar & pecking orderTinjau riwayat pendanaan & reaksi pasar terhadap emisi sebelumnya
Urutan preferensi
5. Rekomendasi & jalur transisiTetapkan target D/E + jadwal transisi bertahap (2-3 tahun)
Target final
Rubrik ini adalah kerangka konsultasi nyata — bukan formula tunggal, tapi sintesis benchmark, kapasitas finansial, trade-off, dan sinyal pasar.

Struktur Modal & Special Situations: Kilas Cepat

Leveraged Buyout (LBO)
  • Utang tinggi sengaja untuk maksimalkan return ekuitas sponsor
  • Bergantung arus kas stabil & aset yang bisa diagunkan
Perusahaan Growth vs Mature
  • Growth (mis. startup digital): utang rendah, andalkan ekuitas & ventura
  • Mature (mis. BUMN infrastruktur): utang lebih tinggi, arus kas stabil
Prinsip trade-off & pecking order tetap berlaku — yang berubah adalah bobot masing-masing faktor sesuai tahap siklus hidup dan model bisnis perusahaan.

Latihan Kelompok: Menyiapkan Kasus Riil (Persiapan P12-P13)

Instruksi Tugas
  • Bentuk kelompok 3-4 orang (kelompok sama dengan tugas penganggaran modal)
  • Pilih 1 emiten IDX dari sektor yang ditugaskan dosen (properti, konsumer, atau komoditas)
  • Kumpulkan D/E aktual 3 tahun terakhir + benchmark 3 pembanding sektor
  • Terapkan rubrik 5 langkah → rekomendasikan target D/E & jalur transisi
  • Bawa draf analisis ke Pertemuan 13 (studi kasus kelompok) untuk pendalaman
Data laporan keuangan emiten & benchmark sektor bersifat publik (IDX/laporan tahunan) — kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya agar sesi praktik Excel berjalan efisien.
Sintesis
Dari Teori ke Keputusan Manajerial
Pertanyaan diskusi: satu kalimat apa yang akan Anda bawa pulang untuk dijelaskan ke direksi tentang mengapa struktur modal perusahaan Anda seperti sekarang?

Ringkasan & Connection ke Pertemuan Berikutnya

Yang Sudah Kita Bahas
  • MM I & II sebagai baseline teoretis, bukan panduan operasional
  • Trade-off theory: tax shield vs biaya distress → D/V optimal
  • Pecking order: urutan taktis pendanaan berbasis asimetri informasi
  • Unlevering/relevering beta & kalkulasi net benefit tax shield
Pertemuan 12-13: Studi Kasus Kelompok
  • Presentasi analisis struktur modal emiten pilihan kelompok
  • Integrasi dengan penganggaran modal berbasis Excel (P8-P9)
  • Diskusi kelas: tantangan implementasi target D/E di praktik
Struktur modal bukan keputusan sekali jadi — ini adalah proses berkelanjutan yang harus di-review seiring perubahan kondisi pasar dan tahap siklus hidup perusahaan.

📖 Baca juga: Beta Unlevering Relevering — penjelasan mendalam dan contoh numerik.