stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Biaya Modal
Magister Manajemen • FEB UNDIP

Pengambilan Keputusan Keuangan

Pertemuan 10: Biaya Modal

Menetapkan tarif diskonto yang benar adalah keputusan manajerial, bukan sekadar rumus — WACC yang salah membuat proyek bagus ditolak dan proyek buruk diterima.

RPS MINGGU 11 • 2X50 MENIT

Peta Pertemuan Hari Ini

Empat blok, dari konsep ke aplikasi keputusan manajerial nyata:

BLOK 1
MENGAPA WACC
Biaya modal sebagai hurdle rate — mengapa satu angka WACC korporat bisa menyesatkan keputusan.
BLOK 2
BIAYA UTANG & EKUITAS
Cost of debt after-tax, CAPM, dan pendekatan Dividend Growth Model untuk biaya ekuitas.
BLOK 3
MENGHITUNG WACC
Pembobotan berbasis nilai pasar, studi kasus emiten IDX, dua worked-example lengkap.
BLOK 4
DIVISIONAL & PROJECT COST
Kapan WACC korporat tidak berlaku — pure-play beta dan penyesuaian risiko per proyek.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Satu Angka WACC Bisa Menyesatkan
Pertanyaan diskusi: jika perusahaan Anda memakai WACC korporat tunggal untuk mengevaluasi SEMUA proyek — divisi manufaktur berisiko rendah maupun divisi digital berisiko tinggi — divisi mana yang diuntungkan, dan divisi mana yang dirugikan?

Biaya Modal sebagai Opportunity Cost Investor

Biaya modal (cost of capital) BUKAN biaya akuntansi — ini adalah tingkat pengembalian minimum yang dituntut penyedia dana (kreditur dan pemegang saham) atas risiko yang mereka tanggung.

Sudut pandang perusahaan: biaya modal. Sudut pandang investor: required rate of return. Dua sisi mata uang yang sama.
FUNGSI 1
HURDLE RATE
Tarif diskonto minimum untuk NPV; proyek harus menghasilkan return > WACC agar menambah nilai perusahaan.
FUNGSI 2
TOLOK UKUR KINERJA
Dasar metrik EVA (Economic Value Added) — laba operasi dikurangi biaya modal atas seluruh modal yang dipakai.

WACC = Rata-Rata Tertimbang Biaya Setiap Sumber Dana

Perusahaan didanai dari campuran sumber; masing-masing punya biaya dan bobot berbeda. WACC merangkumnya jadi satu tarif representatif.

WACC = (E/V) × re + (D/V) × rd × (1 − Tc)
E / V
BOBOT EKUITAS
Nilai pasar ekuitas dibagi total nilai pasar modal (E + D).
D / V
BOBOT UTANG
Nilai pasar utang berbunga dibagi total nilai pasar modal.
(1 − Tc)
TAX SHIELD
Bunga utang mengurangi laba kena pajak — PPh Badan 22% jadi pengurang biaya utang efektif.

Coba Sendiri: Hitung WACC dari Bobot Dana

Geser bobot ekuitas-utang, biaya masing-masing sumber, dan tarif pajak, lalu amati bagaimana WACC bergerak sebagai satu tarif representatif.

Bagian 2 dari 4
Menghitung Biaya Utang & Biaya Ekuitas
Pertanyaan diskusi: mengapa biaya ekuitas hampir selalu lebih tinggi daripada biaya utang, padahal keduanya sama-sama sumber dana perusahaan?

Biaya Utang: Bukan Kupon, tapi Yield to Maturity

Kesalahan umum di lapangan: memakai tingkat kupon obligasi lama sebagai biaya utang. Yang benar adalah yield to maturity (YTM) saat ini — cerminan biaya pinjam BARU di pasar.

rd (after-tax) = YTM × (1 − Tc)
SUMBER DATA
PASAR OBLIGASI
YTM obligasi korporat aktif diperdagangkan (mis. data IBPA), atau spread kredit di atas SUN 10 tahun (~7,2–7,3%) untuk perusahaan tanpa obligasi publik.
TANPA OBLIGASI PUBLIK
BUNGA PINJAMAN BANK
Pakai suku bunga pinjaman korporat terbaru yang benar-benar didapat perusahaan (bukan bunga historis).

Biaya Ekuitas via CAPM: Tiga Input yang Sering Diperdebatkan

re = rf + β × (rm − rf)
rf RISK-FREE
YIELD SUN 10TH
~7,2–7,3% (Jul 2026) — WAJIB pakai data terkini saat dipakai di model riil, bukan angka hafalan.
β BETA
RISIKO SISTEMATIS
Regresi return saham vs IHSG, ATAU beta levered dari perusahaan sejenis (bahas Blok 4).
ERP
EQUITY RISK PREMIUM
(rm − rf) untuk pasar Indonesia; sumber: Damodaran ERP-by-country, direvisi berkala.

Coba Sendiri: Uji Tiga Input CAPM

Geser risk-free rate, beta, dan equity risk premium, lalu amati bagaimana biaya ekuitas berubah — dan input mana yang paling sensitif.

Alternatif CAPM: Dividend Growth Model (Gordon)

Cocok untuk perusahaan dengan histori dividen stabil & dapat diprediksi (mis. bank besar, utilitas) — kurang cocok untuk emiten growth tanpa dividen konsisten.

re = D1 / P0 + g
D1 / P0
DIVIDEND YIELD
Dividen per lembar TAHUN DEPAN (proyeksi, bukan historis) dibagi harga saham saat ini.
g
PERTUMBUHAN DIVIDEN
Tingkat pertumbuhan dividen jangka panjang — dari histori CAGR dividen atau ROE × retention ratio.
Keterbatasan: model ini gagal untuk emiten yang tidak bayar dividen (mis. banyak saham teknologi/digital di IDX) dan sangat sensitif terhadap asumsi g — sebaiknya dipakai sebagai cross-check terhadap CAPM, bukan pengganti tunggal.

Hitung dari Nol: Biaya Utang & Ekuitas — PT Semen Nusantara (Ilustrasi)

Data ilustrasi: YTM obligasi korporat 8,5%; PPh Badan 22%; rf = 7,2% (SUN 10th); β = 0,95; ERP = 6,5%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Biaya utang pre-tax (YTM)Data pasar obligasi8,5%
2. Tax shield1 − 22%0,78
3. Biaya utang after-tax8,5% × 0,786,63%
4. Risk premium ekuitas0,95 × 6,5%6,175%
5. Biaya ekuitas (CAPM)7,2% + 6,175%13,375%
HASIL
rd after-tax ≈ 6,63% · re ≈ 13,375%
Bagian 3 dari 4
Merangkai WACC dari Nilai Pasar
Pertanyaan diskusi: kalau nilai buku ekuitas perusahaan Anda di neraca jauh lebih kecil daripada kapitalisasi pasarnya di bursa, bobot mana yang harus dipakai untuk WACC — dan mengapa ini penting bagi keputusan investasi?

Bobot WACC: Nilai Pasar, Bukan Nilai Buku

Nilai Pasar Ekuitas (E)
  • Harga saham penutupan × jumlah saham beredar (kapitalisasi pasar)
  • Contoh: BBCA — kapitalisasi pasar sering > Rp 1.000 triliun, jauh di atas ekuitas buku di neraca
Nilai Pasar Utang (D)
  • Harga pasar obligasi beredar (jika diperdagangkan), atau
  • Nilai buku utang berbunga sebagai proksi wajar jika tidak likuid diperdagangkan
Untuk perusahaan Tbk di BEI, kapitalisasi pasar tersedia real-time; untuk perusahaan tertutup, gunakan estimasi valuasi (mis. multiple sebanding) sebagai proksi E.

Hitung dari Nol: WACC PT Semen Nusantara (Ilustrasi, Lanjutan)

Data ilustrasi: kapitalisasi pasar ekuitas Rp 12 triliun; nilai pasar utang Rp 8 triliun; rd after-tax = 6,63%; re = 13,375% (dari slide sebelumnya).

LangkahPerhitunganNilai
1. Total nilai modal (V)Rp 12T + Rp 8TRp 20 triliun
2. Bobot ekuitas (E/V)12/2060%
3. Bobot utang (D/V)8/2040%
4. Kontribusi ekuitas60% × 13,375%8,025%
5. Kontribusi utang40% × 6,63%2,652%
6. WACC8,025% + 2,652%10,677%
HASIL AKHIR
WACC ≈ 10,68%

Sensitivitas: Bagaimana WACC Bereaksi terhadap Leverage?

Menambah utang menurunkan WACC (karena rd after-tax < re) — TAPI tidak linear tanpa batas; leverage berlebih menaikkan risiko kebangkrutan dan mendorong re dan rd naik.

D/Vre (naik krn risiko finansial)WACC
20%11,5%10,55%
40%13,375%10,68%
60%16,8%10,70%
80%22,5%11,04%
Ilustrasi kurva-U: WACC turun dulu seiring D/V naik (manfaat tax shield), lalu berbalik naik saat risiko kebangkrutan mendominasi. Ini mengantar ke topik struktur modal optimal pertemuan minggu depan.

Coba Sendiri: Bedakan Risiko Sistematik dan Risiko Total

Geser beta dan volatilitas total suatu saham, lalu amati posisinya di Security Market Line versus Capital Market Line.

Bagian 4 dari 4
Kapan WACC Korporat Tidak Boleh Dipakai
Pertanyaan diskusi: perusahaan konglomerasi Anda punya divisi consumer goods yang stabil dan divisi teknologi finansial yang baru dirintis — apakah adil menuntut target return yang sama dari kedua manajer divisi tersebut?

Mini-Kasus: Grup Usaha Multi-Divisi (Ilustrasi)

Sebuah grup usaha Indonesia (ilustrasi, mirip pola konglomerasi lokal) punya tiga lini bisnis dengan profil risiko sangat berbeda. Direktur keuangan grup harus memutuskan: pakai WACC grup tunggal, atau WACC per divisi?

DIVISI RITEL
β ≈ 0,7
Arus kas stabil, permintaan inelastis (kebutuhan sehari-hari).
DIVISI PROPERTI
β ≈ 1,2
Siklikal mengikuti suku bunga & daya beli.
DIVISI DIGITAL/FINTECH
β ≈ 1,8
Growth tinggi, arus kas belum stabil, kompetisi ketat.
Keputusan manajerial yang tepat: hitung biaya modal terpisah per divisi menggunakan beta yang mencerminkan risiko masing-masing lini bisnis, bukan satu WACC grup untuk semua.

Pure-Play Method: Kerangka Langkah demi Langkah

Topik non-numerik: langkah analisis untuk mengestimasi beta divisi/proyek yang tidak punya harga saham sendiri.

LangkahTindakan AnalitisHasil
1. Identifikasi comparableCari 3–5 perusahaan publik murni (pure-play) di bisnis SEJENIS divisi/proyekDaftar emiten sebanding
2. Ambil beta levered tiap comparableRegresi return saham vs indeks pasar (mis. IHSG) untuk tiap comparableβlevered, i
3. Unlever tiap betaβunlevered = βlevered / [1 + (1−Tc)(D/E)]βunlevered, i per comparable
4. Rata-ratakan beta unleveredRata-rata (atau median) seluruh comparableβunlevered divisi
5. Relever dengan struktur modal targetPakai D/E TARGET divisi/proyek (bukan D/E korporat)βproject siap dipakai CAPM
Kesimpulan: beta hasil relevering ini yang dimasukkan ke CAPM untuk mendapat re proyek/divisi — BUKAN beta korporat gabungan.

Alternatif Praktis: Penyesuaian Subjektif Berbasis Kelas Risiko

Ketika data comparable tidak tersedia (umum di praktik konsultasi), banyak perusahaan memakai risk class adjustment sebagai pendekatan pragmatis.

Kelas Risiko ProyekPenyesuaian atas WACC KorporatContoh
Rendah (efisiensi/pemeliharaan)WACC − 2% s.d. 3%Penggantian mesin lini produksi existing
Sedang (ekspansi lini bisnis inti)= WACC korporatMenambah kapasitas pabrik yang sudah ada
Tinggi (bisnis baru/pasar baru)WACC + 3% s.d. 5%Ekspansi ke lini digital/negara baru
Keterbatasan: penyesuaian ini SUBJEKTIF, rawan bias politik internal (divisi favorit dapat "diskon" risiko). Pure-play method (slide sebelumnya) lebih defensible secara akademik & audit — gunakan kombinasi keduanya sebagai sanity check.

Alur Keputusan: WACC Korporat atau Biaya Modal Proyek?

Proyek/Divisi barudievaluasiRisiko bisnis proyek≈ risiko bisnis korporat?YAPakai WACC korporatlangsung sebagai hurdle rateTIDAKHitung project cost of capitalpure-play beta ATAUpenyesuaian kelas risiko

Latihan Kelas: Terapkan ke Perusahaan Anda

Dalam kelompok kecil (3–4 orang), diskusikan perusahaan tempat salah satu anggota bekerja:
PERTANYAAN 1
STRUKTUR MODAL
Apakah perusahaan Anda punya lebih dari satu lini bisnis dengan profil risiko berbeda? Sebutkan.
PERTANYAAN 2
PRAKTIK WACC
Sepengetahuan Anda, apakah perusahaan memakai satu hurdle rate untuk semua proyek, atau disesuaikan per risiko?
Siapkan 2 menit presentasi per kelompok — kaitkan jawaban dengan kerangka pure-play/penyesuaian risiko yang baru dipelajari.

Rangkuman: Peta Konsep Biaya Modal

KonsepRumus KunciPoin Kritis
Biaya utang after-taxYTM × (1−Tc)Pakai YTM pasar saat ini, bukan kupon lama
Biaya ekuitas (CAPM)rf + β(rm−rf)rf & ERP wajib data terkini
WACC(E/V)re + (D/V)rd(1−Tc)Bobot = nilai PASAR, bukan buku
Project/divisional costPure-play beta / risk-class adj.Dipakai jika risiko proyek ≠ risiko korporat
Satu kalimat kunci: WACC korporat hanya valid untuk proyek dengan risiko bisnis & struktur modal setara perusahaan secara keseluruhan.

Lima Jebakan yang Sering Terjadi di Praktik

1. Memakai nilai buku untuk bobot E/V dan D/V, bukan nilai pasar.
2. Memakai kupon obligasi historis sebagai biaya utang, bukan YTM pasar saat ini.
3. Memakai satu WACC korporat untuk semua proyek/divisi tanpa penyesuaian risiko.
4. Lupa mengalikan biaya utang dengan faktor tax shield (1−Tc).
5. Memakai rf atau ERP yang sudah usang (tidak diverifikasi ulang) padahal yield SUN dan premium risiko bergerak mengikuti kondisi makro.

Menjelang Pertemuan Berikutnya

PERTEMUAN 11 — MINGGU 12

Kita lanjutkan ke Biaya Modal (bagian 2): struktur modal optimal, teori Modigliani-Miller dengan & tanpa pajak, trade-off theory, dan flotation cost dalam estimasi biaya modal baru.

TUGAS PERSIAPAN
CARI DATA RIIL
Bawa data struktur modal (D/E) & harga saham 1 emiten IDX pilihan Anda untuk latihan hitung WACC riil minggu depan.
Refleksi Penutup
Angka WACC yang Tepat = Keputusan Investasi yang Tepat
"Biaya modal yang keliru hitung sedikit saja bisa mengubah keputusan tolak/terima sebuah proyek bernilai miliaran rupiah — ketelitian di sini bukan soal akademik, tapi tanggung jawab manajerial." Sampai jumpa pada Pertemuan 11.

📖 Baca juga: Wacc — penjelasan mendalam dan contoh numerik.