‹ Daftar slidePertemuan 9: Arus Kas Penganggaran Modal — Aplikasi Excel 2
Magister Manajemen · FEB UNDIP
Pengambilan Keputusan Keuangan
Pertemuan 9: Arus Kas Penganggaran Modal — Aplikasi Excel 2
Dari model dasar ke model yang teruji: skenario, sensitivitas, audit angka, dan dashboard keputusan.
RPS minggu 10 · 2x50 menit
Dari Model Dasar ke Model yang Bisa Dipertanggungjawabkan
Pertemuan lalu Anda membangun struktur arus kas proyek di Excel. Hari ini Anda menguji ketahanan model itu terhadap perubahan asumsi dan menyiapkannya untuk dipresentasikan.
Direksi meminta rekomendasi investasi/tolak untuk lini kemasan baru senilai Rp12.000 juta, dengan potensi tambahan pendapatan Rp8.000 juta/tahun selama 5 tahun. Data awal ini akan kita pakai sepanjang sesi hari ini.
Investasi Awal
12.000
Rp juta, disusutkan garis lurus 5 tahun
Tambahan Pendapatan
8.000
Rp juta/tahun
Biaya Operasional
4.500
Rp juta/tahun, di luar depresiasi
Ini bukan keputusan teknis semata — komite investasi akan bertanya: "Seberapa yakin kita dengan angka pendapatan Rp8.000 juta itu? Apa yang terjadi kalau meleset 15%?" Jawabannya ada di Bagian 2 hari ini.
Bagian 1 dari 3
Struktur Arus Kas Proyek di Excel
Pertanyaan diskusi: mengapa depresiasi — beban non-kas — tetap muncul dalam perhitungan arus kas proyek?
Tiga Komponen Arus Kas Proyek
Model Excel yang baik memisahkan tiga blok ini di baris terpisah — bukan digabung dalam satu sel — agar mudah diaudit dan diubah asumsinya.
Terminal cash flow (Tahun 5) sering terlupakan mahasiswa S1: mencakup nilai sisa aset setelah pajak dan pengembalian modal kerja yang ditanam di awal — dua item ini yang paling sering salah rumus di Excel.
Modal Kerja Inkremental dan Tax Shield Depresiasi
Modal Kerja Inkremental
Tambahan piutang + persediaan − tambahan utang usaha akibat proyek
Keluar sebagai arus kas negatif di tahun proyek berjalan
Kembali penuh sebagai arus kas positif di tahun terminal
Tax Shield Depresiasi
Depresiasi bukan arus kas keluar — tapi mengurangi pajak
Penghematan pajak = tarif PPh Badan (22%) × depresiasi
Di Excel: hitung EBIT dulu, baru tambahkan kembali depresiasi ke EAT
OCF = EAT + Depresiasi (± Δ Modal Kerja bila relevan)
Hitung dari Nol: OCF Kalbe Farma Tahun 1–5
Investasi Rp12.000 juta, disusutkan garis lurus 5 tahun, nilai residu 0. Pendapatan tambahan Rp8.000 juta/tahun, biaya operasional Rp4.500 juta/tahun (di luar depresiasi), PPh Badan 22%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Depresiasi tahunan
12.000 ÷ 5
Rp2.400 juta
EBIT
8.000 − 4.500 − 2.400
Rp1.100 juta
Pajak (PPh Badan 22%)
22% × 1.100
Rp242 juta
EAT (laba bersih setelah pajak)
1.100 − 242
Rp858 juta
OCF
858 + 2.400
Rp3.258 juta
OCF per Tahun (Tahun 1–5)
Rp3.258 jt
Menata Formula agar Model Auditable
Prinsip satu asumsi, satu sel: jangan pernah mengetik angka langsung ("hardcode") di tengah rumus.
Praktik yang Dianjurkan di Excel
Blok "Asumsi" terpisah di baris atas: harga jual, volume, tarif pajak, discount rate — semua sebagai sel input
Rumus OCF mereferensi sel asumsi, bukan angka tertulis (mis. =B5*$B$2, bukan =B5*0.22)
Baris NPV dan IRR mereferensi baris arus kas total, memakai fungsi NPV() dan IRR() bawaan Excel
Beri cell comment atau kolom keterangan untuk asumsi yang tidak jelas sumbernya
Model dengan angka "0.22" tertanam di tengah rumus tidak bisa diuji sensitivitasnya dengan Data Table — inilah alasan teknis, bukan sekadar kerapian, mengapa hardcode dilarang.
Bagian 2 dari 3
Skenario, Sensitivitas & Audit Angka
Pertanyaan diskusi: kalau NPV positif tapi sangat sensitif terhadap volume penjualan, apakah proyek tetap layak dijalankan?
Data Table: Menguji Satu atau Dua Variabel Sekaligus
Data Table (menu Data → What-If Analysis) menghitung ulang NPV/IRR secara otomatis untuk kombinasi nilai input tanpa mengubah model asli — inti dari uji sensitivitas yang kredibel.
Data Table 2-variabel seperti ini menjawab pertanyaan direksi paling umum: "Kalau harga jual DAN discount rate berubah bersamaan, apa NPV-nya?" — satu tabel, semua kombinasi terlihat sekaligus.
Coba Sendiri: Uji Sensitivitas Dua Variabel Sekaligus
Geser discount rate dan perubahan harga jual bersamaan, lalu amati bagaimana NPV berubah pada tiap kombinasi — logika yang sama seperti Data Table Excel.
Scenario Manager vs Goal Seek: Kapan Pakai yang Mana
Scenario Manager
Menyimpan beberapa set asumsi sekaligus (Optimis / Base / Pesimis)
Cocok untuk >2 variabel berubah bersamaan
Menghasilkan Scenario Summary siap dibawa ke rapat direksi
Goal Seek
Menjawab pertanyaan terbalik: "Berapa harga jual minimum agar NPV = 0?"
Hanya 1 variabel input, 1 target output
Cepat untuk mencari titik impas keputusan, bukan untuk eksplorasi luas
Kombinasi keduanya kuat: pakai Goal Seek untuk menemukan titik kritis, lalu Scenario Manager untuk menunjukkan rentang hasil di sekitarnya kepada pengambil keputusan.
Hitung dari Nol: Verifikasi IRR via Interpolasi Manual
Sebelum memercayai fungsi IRR() Excel secara membabi buta, mari verifikasi manual — praktik audit angka yang wajib dikuasai manajer keuangan. OCF Rp3.258 juta/tahun, 5 tahun, outlay Rp12.000 juta.
Langkah
Perhitungan
Nilai
NPV @ r = 10% (batas bawah)
3.258 × faktor anuitas 3,7908 − 12.000
+Rp350 juta
NPV @ r = 14% (batas atas)
3.258 × faktor anuitas 3,4331 − 12.000
−Rp815 juta
Selisih NPV kedua batas
350 − (−815)
Rp1.165 juta
Proporsi jarak dari batas bawah
350 ÷ 1.165
0,3004
IRR (interpolasi linear)
10% + (0,3004 × 4%)
≈11,20%
IRR Proyek (Verifikasi Manual)
≈11,20%
Excel IRR() biasanya sangat dekat — beda kecil wajar karena interpolasi linear vs iterasi Newton-Raphson
Ketika NPV dan IRR Berbeda Pendapat
Pada proyek mutually exclusive (memilih salah satu, bukan keduanya), NPV dan IRR kadang menunjuk pilihan berbeda — di sinilah manajer harus tahu mana yang diikuti.
Penyebab Konflik
Perbedaan skala investasi antar-proyek
Perbedaan pola waktu arus kas (proyek A cepat balik, proyek B lambat tapi besar)
Asumsi tingkat reinvestasi tersirat berbeda antara NPV dan IRR
Solusi: Incremental IRR
Hitung selisih arus kas (Proyek Besar − Proyek Kecil) tiap tahun
Cari IRR dari arus kas selisih ini = crossover rate
Jika discount rate perusahaan < crossover rate → ikuti NPV, bukan IRR
Aturan praktis untuk keputusan mutually exclusive: NPV selalu menang ketika berbeda pendapat dengan IRR, karena NPV mengasumsikan reinvestasi pada discount rate perusahaan (lebih realistis) — bukan pada IRR proyek itu sendiri.
Coba Sendiri: Bandingkan IRR vs MIRR
Ubah tingkat reinvestasi dan tingkat pendanaan, lalu amati mengapa MIRR memberi angka lebih realistis dibanding IRR biasa.
Simulasi Risiko Ringan: RAND() sebagai Pengganti Monte Carlo Sederhana
Tanpa add-in khusus, Excel bisa mensimulasikan ketidakpastian dengan fungsi RAND() dikombinasikan Data Table — cukup untuk gambaran distribusi hasil, meski bukan pengganti software Monte Carlo profesional.
Harga Jual Simulasi = Base × (1 + (RAND() − 0,5) × 2 × 15%)
Langkah Praktis di Excel
Buat satu sel "harga jual acak" dengan rumus RAND() dalam rentang ±15% dari base case
Hubungkan ke model OCF dan NPV yang sudah dibangun
Gunakan Data Table 1-variabel dengan kolom kosong sebagai "trigger" untuk mengulang perhitungan ratusan kali
Ringkas hasil dengan AVERAGE(), STDEV(), dan histogram sederhana
Untuk simulasi Monte Carlo penuh dengan ribuan iterasi dan distribusi kompleks, praktik profesional memakai add-in khusus (@RISK, Crystal Ball) — teknik RAND() ini adalah versi "kasar" yang cukup untuk memahami konsep dan rapat internal cepat.
Bagian 3 dari 3
Dashboard Keputusan & Menyajikan ke Manajemen
Pertanyaan diskusi: jika Anda hanya punya lima menit di depan direksi, angka apa saja yang wajib ada di satu layar?
Dashboard Satu Layar: Lima Angka yang Dilihat Direksi
Direksi jarang membaca seluruh model — mereka membaca satu ringkasan. Susun dashboard ini di sheet terpisah, terhubung ke model detail via referensi sel.
NPV @ 12%
−255
Rp juta (base case)
IRR
11,20%
vs cost of capital 12%
Profitability Index
0,98
PV arus kas ÷ outlay
Base case Kalbe Farma pada discount rate 12% menghasilkan NPV negatif (−Rp255 juta) dan IRR (11,20%) di bawah cost of capital — sinyal jelas: proyek pada asumsi dasar ini belum layak, kecuali Anda punya keyakinan kuat pada skenario optimis.
Kesalahan Umum Model Excel dan Cara Mengoreksinya
Kesalahan yang Sering Ditemui
Circular reference: rumus bunga pinjaman mereferensi sel yang bergantung pada dirinya sendiri
Hardcode angka di tengah rumus (lihat Slide 8)
Satu skenario tunggal tanpa uji sensitivitas
Terminal cash flow lupa memasukkan pengembalian modal kerja
Mitigasi Praktis
Aktifkan Iterative Calculation hanya jika circularity memang disengaja (model utang berbunga)
Pisahkan blok Asumsi dari blok Perhitungan secara visual
Selalu sertakan minimal 3 skenario (Optimis/Base/Pesimis)
Checklist audit sebelum submit: telusuri setiap baris terminal cash flow satu per satu
Latihan Kelompok: Bangun Dashboard Keputusan Lengkap
Kerja dalam kelompok 3–4 orang, waktu 20 menit. Gunakan model OCF Kalbe Farma sebagai basis.
Instruksi
1. Bangun Data Table 2-variabel: discount rate (10%/12%/14%) × harga jual (−10%/base/+10%)
2. Jalankan Scenario Manager dengan 3 skenario dan hasilkan Scenario Summary
3. Verifikasi IRR() Excel dengan interpolasi manual seperti Slide 12
4. Susun dashboard satu layar (NPV, IRR, PI) dan tulis 1 paragraf rekomendasi ke direksi
Kumpulkan file Excel + rekomendasi tertulis. Kelompok yang selesai lebih awal akan diminta mempresentasikan temuan singkat ke kelas.
Rangkuman: Cheat Sheet Excel untuk Penganggaran Modal
Kebutuhan
Alat Excel
Output Kunci
Struktur arus kas 3 blok
Baris Asumsi → OCF → Terminal CF
NPV, IRR dasar
Uji 1–2 variabel sekaligus
Data → What-If Analysis → Data Table
Tabel NPV lintas kombinasi
Bandingkan skenario diskrit
Data → What-If Analysis → Scenario Manager
Scenario Summary
Cari titik impas 1 variabel
Data → What-If Analysis → Goal Seek
Nilai kritis (mis. harga minimum)
Audit output IRR
Interpolasi manual dua discount rate
Cross-check vs IRR()
Menutup Sesi: Menuju Biaya Modal
Minggu Depan — Biaya Modal (WACC) Bagian 1
Menghitung cost of debt dan cost of equity secara terpisah
Discount rate 12% yang kita pakai hari ini — dari mana asalnya?
Bawa data struktur modal perusahaan pilihan Anda (opsional)
Tugas Praktik
Excel
Selesaikan dashboard Kalbe Farma kelompok Anda
Kirim file .xlsx + paragraf rekomendasi sebelum pertemuan berikutnya. Format penamaan file: Kelompok_NamaAnggota.xlsx.
📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.