stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Arus Kas Penganggaran Modal — Aplikasi Excel 1
Magister Manajemen · FEB UNDIP

Pengambilan Keputusan Keuangan

Pertemuan 8: Arus Kas Penganggaran Modal — Aplikasi Excel 1

Membangun model arus kas proyek yang auditable di Excel: dari incremental cash flow sampai skenario what-if.

RPS minggu 9 · 2x50 menit

Tujuan Sesi Ini

Fokus 1
Struktur
Menyusun kerangka model arus kas proyek di Excel: input asumsi, working area, dan output layer yang terpisah dan auditable.
Fokus 2
Formula
Menerjemahkan incremental cash flow, depresiasi, dan modal kerja menjadi formula Excel yang dinamis (bukan hardcode angka).
Sesi ini adalah aplikasi Excel 1 dari 2. Minggu depan (Excel 2) kita lanjutkan dengan skenario, sensitivitas, dan data table untuk stress-test keputusan.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Struktur Model Lebih Penting daripada Rumus
Diskusi kelas: pernahkah Anda menerima file Excel keuangan dari kolega yang "benar hasilnya" tapi tak bisa Anda telusuri logikanya? Apa yang membuatnya sulit dipercaya?

Anatomi Model yang "Bankable"

Model arus kas proyek yang dipakai untuk keputusan investasi riil — bukan sekadar tugas kuliah — mengikuti tiga lapis pemisahan yang tegas.

Lapis 1
Input
Semua asumsi (harga jual, unit, WACC, tarif pajak) di satu area, diberi warna/format khas, tanpa formula di dalamnya.
Lapis 2
Kalkulasi
Area kerja: proyeksi revenue, biaya, depresiasi, modal kerja — semua formula merujuk ke sel input, bukan angka tetap.
Lapis 3
Output
Ringkasan arus kas bersih, NPV, IRR — hanya menarik hasil dari lapis kalkulasi, tidak menghitung ulang.
Kesalahan paling umum praktisi baru: mencampur ketiga lapis ini dalam satu sel, sehingga model sulit ditelusuri (traceability hilang) — istilah untuk kemampuan menelusuri asal-usul sebuah angka.

Incremental Cash Flow: Yang Wajib Dipetakan ke Excel

Sebagai pengingat cepat (bukan pengulangan dasar) — empat komponen ini WAJIB muncul sebagai baris terpisah di model Anda, bukan digabung.

KomponenBaris di ExcelCatatan Praktik
Initial OutlayTahun 0, satu barisCapex + modal kerja awal, biasanya negatif
Operating Cash FlowEBIT(1-t) + DepresiasiGunakan tarif PPh Badan 22%, bukan angka lama
Perubahan Modal KerjaBaris terpisah per tahunSering terlewat praktisi baru — cek ΔNWC tiap periode
Terminal Cash FlowTahun terakhir sajaSalvage value (after-tax) + pengembalian NWC

Coba Sendiri: Petakan Komponen Arus Kas Proyek

Ubah outlay, EBIT, depresiasi, dan perubahan modal kerja per tahun, lalu amati bagaimana arus kas bersih tiap baris terbentuk.

Mini-Kasus: Ekspansi Lini Produksi PT Nusantara Kemasan

PT Nusantara Kemasan (ilustrasi, sektor kemasan fleksibel, mirip profil emiten seperti Impack Pratama) mempertimbangkan investasi mesin baru untuk memenuhi permintaan UMKM makanan-minuman yang tumbuh pasca-pandemi.

Data Investasi (Ilustrasi)
  • Capex mesin: Rp 12 miliar
  • Umur ekonomis: 5 tahun, depresiasi garis lurus
  • Nilai sisa akhir tahun 5: Rp 1 miliar
  • Modal kerja awal: Rp 1,5 miliar
Keputusan Manajerial di Sini
  • Bukan sekadar "hitung NPV" — direksi minta model yang bisa diubah asumsi kapan saja
  • Tim treasury harus presentasi ke komite investasi minggu depan
  • Model harus tahan diuji ulang oleh auditor internal
Bagian 2 dari 4
Membangun Lapis Input & Depresiasi
Diskusi kelas: mengapa depresiasi masuk sebagai "add-back" di arus kas, padahal ia bukan arus kas keluar sama sekali?

Hitung dari Nol: Baris Depresiasi di Excel

Formula Excel: =(Capex - Nilai_Sisa) / Umur_Ekonomis — merujuk sel input, bukan angka tetap.

LangkahPerhitunganNilai
1. Dasar penyusutanRp 12 miliar − Rp 1 miliarRp 11 miliar
2. Depresiasi tahunan (garis lurus)Rp 11 miliar ÷ 5 tahunRp 2,2 miliar/tahun
3. Nilai buku akhir tahun 5Rp 12 miliar − (5 × Rp 2,2 miliar)Rp 1 miliar
4. Penghematan pajak dari depresiasiRp 2,2 miliar × 22%Rp 484 juta/tahun
Tax Shield Depresiasi
Rp 484 juta
per tahun, selama 5 tahun — inilah alasan depresiasi tetap relevan meski bukan kas

Perubahan Modal Kerja Bersih (ΔNWC): Jebakan Umum

ΔNWC(t) = NWC(t) − NWC(t−1)

ΔNWC yang positif berarti kas TERSERAP (arus kas keluar); ΔNWC yang negatif di tahun terakhir berarti modal kerja DIKEMBALIKAN (arus kas masuk, bagian dari terminal cash flow).

Jebakan paling sering di kelas eksekutif: peserta lupa mengembalikan modal kerja di tahun terakhir proyek, sehingga NPV under-estimate secara sistematis.
Bagian 3 dari 4
Merangkai Proyeksi Arus Kas Penuh
Diskusi kelas: kalau Anda hanya punya waktu memeriksa TIGA sel di model rekan kerja sebelum rapat, sel mana yang akan Anda periksa lebih dulu — dan mengapa?

Layout Baris Arus Kas: Tahun 0 sampai Tahun 5

Susun sebagai satu tabel horizontal — kolom = tahun, baris = komponen. Ini format yang paling mudah diaudit dan paling umum dipakai bankir investasi.

KomponenTh 0Th 1Th 2Th 3-4Th 5 (terminal)Initial Outlay (Capex + NWC awal)EBIT(1−t) — laba operasi setelah pajak+ Depresiasi (add-back, bukan kas)− ΔNWC (penyerapan modal kerja)+ Terminal: Salvage after-tax + NWC kembali

Baris "Arus Kas Bersih" = penjumlahan vertikal tiap kolom tahun — inilah yang didiskontokan ke NPV.

Hitung dari Nol: Arus Kas Bersih Tahun 1

Asumsi tambahan (ilustrasi): Revenue tahunan Rp 9 miliar, biaya operasional (di luar depresiasi) Rp 5 miliar, ΔNWC tahun 1 = Rp 300 juta (terserap).

LangkahPerhitunganNilai
1. EBIT (sebelum pajak)Rp 9 miliar − Rp 5 miliar − Rp 2,2 miliarRp 1,8 miliar
2. EBIT setelah pajak (22%)Rp 1,8 miliar × (1 − 22%)Rp 1.404 juta
3. Add-back depresiasiRp 1.404 juta + Rp 2.200 jutaRp 3.604 juta
4. Kurangi ΔNWC tahun 1Rp 3.604 juta − Rp 300 jutaRp 3.304 juta
Arus Kas Bersih Tahun 1
Rp 3,3 miliar
Formula Excel: =(Revenue-Biaya-Depresiasi)*(1-Pajak)+Depresiasi-ΔNWC

Latihan Mandiri (10 menit): Lengkapi Tahun 2

Gunakan template yang sama. Asumsi tahun 2: Revenue naik 8% menjadi Rp 9,72 miliar, biaya operasional naik proporsional menjadi Rp 5,4 miliar, ΔNWC tahun 2 = Rp 150 juta.

Instruksi: (1) hitung EBIT, (2) EBIT setelah pajak, (3) add-back depresiasi Rp 2,2 miliar (tetap, garis lurus), (4) kurangi ΔNWC. Bandingkan hasil Anda dengan rekan sebelah sebelum kita bahas bersama.
Target
1 baris
Arus kas bersih tahun 2, format sama seperti tahun 1
Alat
Excel
Drag formula tahun 1, sesuaikan referensi sel input

Pembahasan: Arus Kas Bersih Tahun 2

LangkahPerhitunganNilai
1. EBITRp 9.720 juta − Rp 5.400 juta − Rp 2.200 jutaRp 2.120 juta
2. EBIT setelah pajak (22%)Rp 2.120 juta × 78%Rp 1.653,6 juta
3. Add-back depresiasiRp 1.653,6 juta + Rp 2.200 jutaRp 3.853,6 juta
4. Kurangi ΔNWC tahun 2Rp 3.853,6 juta − Rp 150 jutaRp 3.703,6 juta
Arus Kas Bersih Tahun 2
~Rp 3,7 miliar
Naik dari Rp 3,3 miliar (tahun 1) — didorong revenue naik, ΔNWC turun
Bagian 4 dari 4
Uji Ketahanan Model & Kesalahan Umum
Diskusi kelas: kalau komite investasi bertanya "apa yang terjadi kalau harga bahan baku naik 15%", berapa lama waktu yang dibutuhkan model Anda untuk menjawabnya — detik, menit, atau harus dibongkar ulang?

Lima Kesalahan yang Membuat Model Ditolak Komite

Kesalahan Struktural
  • Angka input di-hardcode di tengah formula (bukan sel terpisah)
  • Sunk cost ikut dimasukkan sebagai arus kas keluar
  • Overhead korporat yang sudah ada dialokasikan sebagai biaya baru
Kesalahan Substansi
  • Lupa mengembalikan ΔNWC di terminal cash flow
  • Salvage value tidak dikenakan pajak atas selisih nilai buku
  • Mengabaikan opportunity cost aset yang sudah dimiliki perusahaan
Ini bukan daftar akademik semata — ini daftar temuan riil yang sering saya jumpai saat mengaudit model keuangan proyek untuk klien korporat dan KPBU.

Kerangka Audit Cepat: Uji "5 Menit" Sebelum Presentasi

LangkahYang DiperiksaNilai
1. Cek warna selInput biru terpisah dari formula hitam?Ya/Tidak
2. Trace satu sel outputKlik NPV, tekan Ctrl+[ — sampai ke sel input asal?Ya/Tidak
3. Ubah satu asumsiGanti WACC 1% — semua output ikut berubah?Ya/Tidak
4. Cek tanda ΔNWC terminalAda baris pengembalian modal kerja di tahun akhir?Ya/Tidak
Kalau keempat jawaban "Ya" — model Anda siap diaudit oleh siapa pun, kapan pun, tanpa Anda hadir untuk menjelaskan.

Menjembatani ke Excel 2: Kenapa Satu Angka NPV Tidak Cukup

Model yang sudah Anda bangun hari ini menghasilkan satu proyeksi arus kas berdasarkan asumsi tunggal. Tapi keputusan riil selalu menghadapi ketidakpastian.

Skenario Dasar
1 NPV
Yang baru kita bangun hari ini
Data Table Excel
n × m NPV
Uji dua variabel sekaligus (mis. WACC × pertumbuhan revenue)
Minggu Depan
Excel 2
Sensitivity, scenario manager, dan Goal Seek

Rangkuman: Checklist Model Arus Kas Excel

ElemenWajib Ada
Lapis input terpisahWarna khas, tanpa formula di dalamnya
EBIT(1−t) + DepresiasiFormula merujuk sel pajak (22%) dan depresiasi
ΔNWC per tahunBaris eksplisit, dikurangkan tiap periode
Terminal cash flowSalvage after-tax + pengembalian NWC di tahun akhir
TraceabilityLolos uji Ctrl+[ dari sel output ke input
Bawa file Excel hari ini ke pertemuan minggu depan — kita akan langsung menambahkan lapis sensitivitas di atasnya, bukan membangun dari nol.

Tugas & Persiapan Pertemuan 9

Tugas Individu (sebelum P9)
  • Selesaikan model PT Nusantara Kemasan sampai tahun 5 penuh (termasuk terminal cash flow)
  • Jalankan uji "5 menit" dari slide 17 pada model Anda sendiri
  • Hitung NPV dengan asumsi WACC 12% (gunakan fungsi NPV Excel)
Minggu Depan
P9: Excel 2
Data table, scenario manager, Goal Seek — stress-test keputusan investasi

📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.