stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Aturan Investasi Modal: NPV, IRR, dan Kriteria Lainnya
Magister Manajemen · FEB UNDIP

Pengambilan Keputusan Keuangan

Pertemuan 7 — Aturan Investasi Modal: NPV, IRR, dan Kriteria Lainnya

Dari mengevaluasi proyek ke memutuskan alokasi modal: kriteria mana yang benar-benar menambah nilai perusahaan, dan kapan tiap kriteria bisa menyesatkan Anda sebagai pengambil keputusan.

RPS minggu 7 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Mengapa Aturan Investasi Modal Penting?
Pertanyaan diskusi: Kalau IRR sebuah proyek 35% tapi NPV-nya negatif, proyek mana yang lebih Anda percaya — dan mengapa direksi sering tetap tergoda oleh angka IRR yang tinggi?

Peta Kriteria Investasi Modal

Lima kriteria yang akan kita bedah hari ini — masing-masing punya logika, kekuatan, dan titik lemah yang berbeda saat dipakai untuk keputusan riil.

Berbasis Nilai
NPV
Net Present Value — selisih nilai kini arus kas masuk dengan investasi awal. Kriteria emas: aditif, konsisten dengan tujuan memaksimalkan kekayaan pemegang saham.
Berbasis Return
IRR
Internal Rate of Return — tingkat diskonto yang membuat NPV = 0. Intuitif sebagai persentase, tapi berisiko menyesatkan pada kasus tertentu.
Pelengkap
PB · PI
Payback Period, Discounted Payback, dan Profitability Index — dipakai sebagai penyaring likuiditas/risiko atau untuk capital rationing, bukan pengganti NPV.

NPV: Mengapa Ini Kriteria Emas

Aturan keputusan sederhana: terima proyek jika NPV > 0, karena itu berarti proyek menambah nilai perusahaan melebihi biaya modalnya.

NPV = Σ CFt / (1+r)t − Outlay
Tiga Alasan NPV Unggul (Value Additivity Principle)
  • Langsung mengukur penambahan kekayaan pemegang saham dalam satuan rupiah — bukan rasio.
  • Bersifat aditif: NPV(A+B) = NPV(A) + NPV(B), memudahkan agregasi portofolio proyek.
  • Konsisten dengan asumsi reinvestasi pada biaya modal (r) — bukan pada tingkat return proyek itu sendiri.
Ross/Westerfield/Jaffe menyebut NPV sebagai kriteria yang paling konsisten secara teoretis untuk seluruh jenis keputusan investasi — mutually exclusive, capital rationing, maupun proyek berskala berbeda.

Hitung dari Nol: NPV Proyek Ekspansi Gudang

Ilustrasi: outlay awal Rp10.000 juta, arus kas masuk konstan Rp3.000 juta/tahun selama 5 tahun, biaya modal 12%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Faktor anuitas PV (12%, 5 thn)(1 − 1,12−5) / 0,123,6048
2. PV arus kas masukRp3.000 juta × 3,6048Rp10.814,3 juta
3. NPVRp10.814,3 juta − Rp10.000 jutaRp814,3 juta
Keputusan
NPV = +Rp814,3 juta
NPV > 0 → proyek diterima, menambah nilai perusahaan sebesar Rp814,3 juta pada nilai kini

Coba Sendiri: Hitung NPV Proyek Investasi

Ubah outlay awal, arus kas tahunan, umur proyek, dan biaya modal, lalu amati kapan NPV berpindah dari negatif ke positif.

Profil NPV: Sensitivitas terhadap Biaya Modal

NPV dua proyek bisa berpotongan pada tingkat diskonto tertentu — inilah akar konflik NPV vs IRR pada proyek mutually exclusive (saling meniadakan, hanya boleh pilih satu).

Tingkat Diskonto (%)NPVTitik potongProyek A (garis solid)Proyek B (garis putus)
Di kiri titik potong, Proyek B punya NPV lebih tinggi meski IRR-nya bisa lebih rendah dari Proyek A. Pilihan berdasarkan IRR saja bisa keliru pada rentang biaya modal tertentu.

Coba Sendiri: Temukan Titik Potong (Crossover) Dua Proyek

Ubah arus kas dua proyek mutually exclusive, lalu geser biaya modal untuk melihat kapan urutan preferensi NPV berbalik.

Kasus: Keputusan Kilang Biodiesel Pertamina

Membingkai NPV sebagai keputusan manajerial, bukan sekadar latihan hitung.

Situasi (ilustrasi)
  • Direksi mengevaluasi dua opsi kapasitas kilang biodiesel untuk memenuhi mandat B40/B50.
  • Opsi kapasitas besar: outlay lebih tinggi, NPV lebih besar dalam rupiah, tapi payback lebih panjang.
  • Opsi kapasitas menengah: outlay lebih kecil, IRR lebih tinggi secara persentase, payback lebih cepat.
Komite investasi terbelah: divisi keuangan korporat condong ke NPV tertinggi (memaksimalkan nilai), sementara divisi operasi condong ke IRR tertinggi (return relatif terhadap modal yang dipakai) karena anggaran investasi terbatas.
Bagian 2 dari 3
IRR dan Jebakannya
Pertanyaan diskusi: Proyek A ber-IRR 25% dengan investasi kecil, Proyek B ber-IRR 18% dengan investasi besar. Mana yang benar-benar menambah nilai perusahaan lebih besar — dan bisakah IRR saja menjawabnya?

IRR: Aturan Keputusan dan Kegunaannya

IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV = 0. Aturan keputusan: terima proyek jika IRR > biaya modal (hurdle rate).

0 = Σ CFt / (1+IRR)t − Outlay
Kekuatan
Intuitif sebagai persentase; mudah dikomunikasikan ke direksi non-keuangan; tidak butuh angka biaya modal eksplisit untuk sekadar dihitung.
Kelemahan Utama
Bisa memberi multiple IRR (lebih dari satu solusi) pada arus kas non-konvensional, gagal membedakan skala proyek, dan mengasumsikan reinvestasi pada IRR itu sendiri — sering tidak realistis.

Jebakan 1: Multiple IRR pada Arus Kas Non-Konvensional

Walkthrough: proyek tambang dengan biaya reklamasi besar di akhir umur proyek (arus kas berganti tanda dua kali).

LangkahPerhitunganHasil
1. Arus kas proyek (t=0,1,2)−100, +230, −132 (satuan Rp miliar)Non-konvensional (tanda berubah 2x)
2. Uji r = 10%−100 + 230/1,10 − 132/1,102NPV = 0
3. Uji r = 20%−100 + 230/1,20 − 132/1,202NPV = 0 (lagi!)
Proyek ini punya dua IRR valid: 10% dan 20%. Pertanyaan "apakah IRR > biaya modal?" jadi tidak bermakna tanpa analisis NPV langsung.

Coba Sendiri: Cari Akar Ganda IRR Arus Kas Non-Konvensional

Ubah arus kas proyek yang berganti tanda, lalu amati kurva NPV memotong sumbu nol lebih dari satu kali.

Jebakan 2 & 3: Skala Proyek dan Asumsi Reinvestasi

Jebakan Skala (Mutually Exclusive)
  • Proyek kecil dengan IRR tinggi bisa punya NPV rupiah lebih kecil dari proyek besar ber-IRR lebih rendah.
  • IRR mengabaikan berapa besar modal yang sebenarnya dipertaruhkan.
  • Solusi: gunakan Incremental IRR — IRR dari selisih arus kas (Proyek besar − Proyek kecil).
Jebakan Reinvestasi
  • IRR mengasumsikan arus kas interim direinvestasikan pada tingkat IRR itu sendiri — sering tidak realistis untuk IRR yang sangat tinggi.
  • NPV mengasumsikan reinvestasi pada biaya modal (r) — asumsi jauh lebih konservatif dan realistis.

MIRR: Memperbaiki Asumsi Reinvestasi IRR

Modified Internal Rate of Return mengoreksi masalah reinvestasi dengan memisahkan tingkat pendanaan dan tingkat reinvestasi secara eksplisit.

MIRR = [ FV(arus kas masuk @ r) / PV(arus kas keluar @ r) ]1/n − 1
Cara Kerja
Semua arus kas masuk digandakan-majemukkan ke akhir umur proyek pada biaya modal r, semua arus kas keluar didiskontokan ke awal pada r — baru dicari tingkat tunggal yang menyamakan keduanya.
Kapan Dipakai
Saat direksi tetap ingin melihat angka "persentase return" tapi Anda ingin menghindari asumsi reinvestasi pada IRR yang tidak realistis, dan menghindari masalah multiple IRR pada arus kas non-konvensional.
MIRR selalu tunggal (tidak ada masalah multiple root) dan lebih konsisten dengan NPV — tapi tetap tidak menggantikan NPV sebagai kriteria utama untuk keputusan mutually exclusive.

Menyelesaikan Konflik: Proyek Mutually Exclusive

Ketika NPV dan IRR memberi peringkat berbeda untuk proyek yang saling meniadakan, aturan keputusan yang benar adalah:

Langkah Penyelesaian
  • Bandingkan skala dan pola arus kas kedua proyek — apakah biaya modal berada di kiri atau kanan titik potong pada profil NPV?
  • Hitung Incremental IRR dari selisih arus kas (proyek besar − proyek kecil).
  • Jika Incremental IRR > biaya modal → pilih proyek dengan outlay lebih besar (menaikkan nilai perusahaan lebih banyak).
Aturan emas: pada proyek mutually exclusive, selalu pilih proyek dengan NPV tertinggi pada biaya modal aktual — bukan IRR tertinggi. IRR hanya alat bantu komunikasi, bukan aturan keputusan final.
Bagian 3 dari 3
Kriteria Lain & Keputusan Praktis
Pertanyaan diskusi: Survei CFO global (Graham & Harvey) menunjukkan Payback Period masih dipakai luas meski secara teori "lemah" — mengapa manajer riil tetap memakainya berdampingan dengan NPV?

Payback Period dan Discounted Payback

Payback Period
Waktu yang dibutuhkan arus kas kumulatif untuk menutup outlay awal. Kelebihan: sinyal likuiditas cepat, mudah dikomunikasikan, populer sebagai syarat penyaringan awal (screening). Kelemahan: mengabaikan nilai waktu uang dan arus kas setelah titik payback.
Discounted Payback
Sama seperti Payback, tapi arus kas didiskontokan lebih dulu pada biaya modal. Memperbaiki kelemahan nilai waktu uang, tapi tetap mengabaikan arus kas setelah titik payback tercapai.
Praktik umum korporasi Indonesia: proyek dengan payback > 5–7 tahun sering butuh persetujuan berlapis (komite investasi/direksi) karena dianggap membawa risiko likuiditas dan ketidakpastian regulasi jangka panjang lebih tinggi — meski NPV-nya positif.

Coba Sendiri: Bandingkan Payback vs Discounted Payback

Ubah arus kas tahunan dan biaya modal, lalu amati mengapa titik balik modal terdiskonto selalu lebih lambat dari payback biasa.

Profitability Index (PI): Kriteria untuk Modal Terbatas

PI mengukur nilai yang dihasilkan per rupiah modal yang diinvestasikan — kunci ketika anggaran investasi terbatas (capital rationing).

PI = PV(Arus Kas Masuk) / Outlay Awal
Aturan Keputusan
PI > 1 setara dengan NPV > 0 (kriteria sama untuk proyek tunggal/independen). PI menjadi krusial saat modal terbatas dan Anda harus me-rangking proyek untuk memaksimalkan NPV total dalam batas anggaran.
Batas Penggunaan
Sama seperti IRR, PI bisa menyesatkan pada proyek mutually exclusive berskala berbeda — proyek kecil ber-PI tinggi belum tentu menambah nilai lebih besar dari proyek besar ber-PI moderat.

Hitung dari Nol: Ranking Proyek dengan Capital Rationing

Anggaran investasi tahun ini Rp15 miliar. Tiga proyek independen tersedia (satuan Rp miliar):

LangkahPerhitunganNilai
1. PI Proyek A (outlay 6, PV masuk 7,8)7,8 / 61,30
1. PI Proyek B (outlay 5, PV masuk 6,75)6,75 / 51,35
1. PI Proyek C (outlay 8, PV masuk 9,6)9,6 / 81,20
2. Ranking PI (tertinggi ke terendah)B > A > C1,35 > 1,30 > 1,20
3. Alokasi mengikuti ranking sampai anggaran habisB (5) + A (6) = 11; sisa 4 tak cukup utk C (8)Terpakai Rp11 miliar dari Rp15 miliar
NPV Total Kombinasi Terpilih
Rp3,55 miliar
NPV(B)=1,75 + NPV(A)=1,80 → Proyek B dan A terpilih; Proyek C ditunda

Kasus: Portofolio Capex PLN di Bawah Anggaran Terbatas

Membingkai profitability index sebagai alat keputusan manajerial nyata, bukan sekadar rumus.

Situasi (ilustrasi)
  • Divisi pembangkitan mengevaluasi beberapa proyek pembangkit energi terbarukan (surya, panas bumi, mini-hidro) untuk RUPTL tahun berjalan.
  • Anggaran investasi tahunan ditetapkan holding, lebih kecil dari total kebutuhan dana seluruh proyek layak (NPV positif).
  • Tim keuangan diminta menyusun daftar prioritas, bukan sekadar daftar "layak/tidak layak".
Di sinilah PI menjadi bahasa yang jauh lebih relevan dibanding NPV absolut atau IRR saja — pertanyaannya bukan "apakah proyek ini layak", tapi "proyek mana yang memberi nilai tambah terbesar per rupiah anggaran yang terbatas".

Latihan Kelas: Susun Rekomendasi Investasi Anda

Instruksi
  • Berpasangan (2 orang), waktu 10 menit.
  • Skenario: perusahaan Anda punya anggaran capex Rp20 miliar dan 4 proyek independen dengan PI berbeda-beda; salah satu proyek non-konvensional (punya potensi multiple IRR).
  • Tentukan: (1) kombinasi proyek yang memaksimalkan NPV total dalam anggaran, (2) argumen apa yang akan Anda sampaikan ke direksi kalau salah satu anggota komite bersikeras memilih berdasarkan IRR tertinggi saja.
  • Satu pasangan akan diminta mempresentasikan rekomendasinya secara singkat (2 menit).
Tidak ada jawaban "satu-satunya benar" untuk argumen ke direksi — yang dinilai adalah konsistensi logika Anda dengan prinsip NPV, PI, dan kesadaran akan jebakan IRR yang sudah kita bahas.

Rangkuman & Menuju Pertemuan 8

KriteriaKapan DiandalkanJebakan Utama
NPVSelalu — kriteria utama untuk semua jenis keputusanKurang intuitif dikomunikasikan sebagai persentase
IRR / MIRRKomunikasi ke non-keuangan; MIRR memperbaiki reinvestasiMultiple IRR, masalah skala pada mutually exclusive
Payback / Disc. PaybackPenyaring likuiditas & risiko awalAbai nilai waktu uang / arus kas setelah payback
PICapital rationing — ranking proyek independenBisa menyesatkan pada proyek berskala sangat berbeda
Minggu Depan (Pertemuan 8)

UTS — evaluasi materi Pertemuan 1–7. Setelah UTS, Pertemuan 9–10 masuk penganggaran modal berbasis aplikasi Excel (praktik langsung).

Persiapan Anda
Latihan mandiri: hitung ulang kasus capex PLN & kilang biodiesel dengan angka berbeda; pastikan Anda bisa menjelaskan konflik NPV-IRR tanpa membuka catatan.

📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.