stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Analisis Modal Kerja Lanjutan: Peramalan Kas dan Analisis Utang
Magister Manajemen · FEB UNDIP · Pengambilan Keputusan Keuangan

Analisis Modal Kerja Lanjutan

Peramalan Kas dan Analisis Utang

Dari siklus konversi kas menuju anggaran kas yang bisa dipertahankan, lalu ke kapasitas utang yang layak dinegosiasikan dengan kreditor — tiga keputusan manajerial yang saling mengunci.

RPS minggu 4 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Peta Modal Kerja Lanjutan
Dari kebijakan modal kerja ke siklus konversi kas — bahan baku bagi peramalan kas yang akan kita bangun setelah ini.
Pertanyaan diskusi: Kalau siklus konversi kas (CCC) perusahaan Anda memendek 10 hari tanpa mengubah penjualan, keputusan manajerial apa yang berubah — di kas, di kredit ke pelanggan, dan di negosiasi dengan pemasok?

Kebijakan Modal Kerja: Trade-off Risiko vs Hasil

Bukan soal "berapa banyak modal kerja", tapi bagaimana mendanainya. Ross, Westerfield & Jaffe (2022) membingkai ini sebagai spektrum agresif–konservatif.

Kebijakan Agresif
  • Aset lancar ditekan minimum — kas & persediaan tipis
  • Porsi utang jangka pendek tinggi untuk danai operasi
  • Biaya modal lebih murah, tapi risiko refinancing naik
Kebijakan Konservatif
  • Aset lancar & kas berlebih sebagai bantalan
  • Porsi utang jangka panjang dominan mendanai operasi
  • Lebih aman, tapi opportunity cost dana menganggur naik
Keputusan manajerial: posisi di spektrum ini ditentukan oleh volatilitas arus kas, akses ke pasar kredit, dan toleransi risiko dewan direksi — bukan patokan buku teks tunggal.

Siklus Konversi Kas (CCC): Dekomposisi & Tuas Keputusan

CCC menghitung berapa hari kas terkunci di operasi — dari membayar pemasok sampai menagih pelanggan.

CCC = DIO + DSO − DPO
Beli persediaanDIO — hari persediaanTerjualDSO — hari piutangKas diterimaDPO — hari utang usaha (offset)
DIO ↓ — persediaan lebih ramping, tapi naikkan risiko stockout
DSO ↓ — kredit lebih ketat, tapi bisa menekan penjualan
DPO ↑ — tunda bayar pemasok, tapi pertaruhkan relasi & diskon tunai

Hitung dari Nol — CCC PT Manufaktur Nusantara (Ilustrasi)

Data setahun (juta Rp): Persediaan rata-rata 480, HPP 4.380; Piutang usaha rata-rata 600, Penjualan kredit 7.300; Utang usaha rata-rata 360, Pembelian kredit 3.650.

LangkahPerhitunganNilai
DIO = Persediaan ÷ HPP × 365480 ÷ 4.380 × 36540 hari
DSO = Piutang ÷ Penjualan kredit × 365600 ÷ 7.300 × 36530 hari
DPO = Utang usaha ÷ Pembelian kredit × 365360 ÷ 3.650 × 36536 hari
CCC = DIO + DSO − DPO40 + 30 − 3634 hari
Hasil Akhir
34 hari
Kas terkunci di operasi
Selama 34 hari, perusahaan mendanai operasinya sendiri dari kas internal atau fasilitas kredit — inilah dasar kebutuhan modal kerja yang harus dianggarkan.

Mini-Kasus: CCC Negatif sebagai Strategi Ritel

Peritel modern Indonesia (mis. jaringan minimarket) sering punya CCC negatif — dan itu keputusan yang disengaja, bukan kebetulan.

DIO (ilustrasi)
~25 hari
Perputaran cepat
DSO (ilustrasi)
~2 hari
Penjualan tunai/QRIS dominan
DPO (ilustrasi)
~45 hari
Tempo dinegosiasikan ke pemasok
CCC ≈ 25 + 2 − 45 = −18 hari (ilustrasi). Pemasok, bukan bank, yang mendanai modal kerja ritel ini — kas dari konsumen diterima jauh sebelum tagihan pemasok jatuh tempo.
Keputusan CFO: "float" kas ini bisa ditaruh di instrumen jangka pendek (deposito/pasar uang), tapi memperpanjang DPO lebih jauh berisiko merusak relasi pemasok UMKM yang bergantung pada arus kas cepat.

Peramalan Kas: dari Neraca ke Anggaran Kas

CCC memberi tahu berapa lama kas terkunci; anggaran kas (cash budget) menerjemahkannya jadi kapan & berapa kas dibutuhkan.

Metode Langsung
  • Proyeksi penerimaan vs pengeluaran kas per periode
  • Granular — cocok horizon mingguan/bulanan, dipakai treasury operasional
Metode Tidak Langsung
  • Mulai dari laba bersih proyeksi, sesuaikan pos non-kas & perubahan modal kerja
  • Cocok horizon tahunan/strategis, terhubung ke rencana bisnis
Kegunaan bagi manajer: menentukan timing negosiasi jalur kredit (credit line), waktu terbaik menempatkan surplus kas, dan deteksi dini defisit sebelum jadi krisis likuiditas.

Hitung dari Nol — Anggaran Kas Bulan Maret (Ilustrasi)

Saldo kas minimum kebijakan perusahaan: Rp 100 juta. Semua angka dalam juta Rupiah.

LangkahPerhitunganNilai
Saldo kas awal MaretRp 150 jt
+ Total penerimaan kas (tagihan piutang & tunai)Rp 820 jt
= Kas tersedia sebelum pengeluaran150 + 820Rp 970 jt
− Total pengeluaran kas (pembelian, gaji, capex)Rp 910 jt
= Saldo kas akhir sebelum pembiayaan970 − 910Rp 60 jt
Kebutuhan pembiayaan tambahan100 − 60Rp 40 jt
Keputusan yang Dipicu
Rp 40 jt
Tarik jalur kredit jangka pendek
Saldo kas akhir (Rp 60 jt) di bawah kebijakan minimum (Rp 100 jt) — perusahaan harus menarik credit line atau mempercepat penagihan sebelum akhir Maret.

Peramalan Kas Lanjutan: Skenario & Saldo Minimum

Satu angka tunggal jarang cukup untuk keputusan direksi. Level lanjutan menuntut rentang, bukan titik.

Analisis Skenario
  • Optimis / Dasar / Pesimis — uji sensitivitas terhadap penjualan & tempo penagihan
  • Ukur defisit maksimum di skenario pesimis → dasar besaran credit line siaga
Saldo Kas Minimum
  • Model klasik Baumol & Miller-Orr (Miller & Orr, 1966) menetapkan batas atas/bawah optimal
  • Praktik: kombinasikan dengan fasilitas siaga (standby line) — bukan hanya kas idle
Keputusan manajerial: berapa banyak kas "asuransi" yang layak disimpan menganggur vs berapa besar fasilitas kredit siaga yang cukup murah untuk menggantikannya?
Bagian 2 dari 3
Dari Peramalan Kas ke Analisis Utang
Anggaran kas menyingkap kapan pendanaan eksternal dibutuhkan — pertanyaan berikutnya: berapa banyak utang yang masih layak diambil?
Pertanyaan diskusi: Hasil peramalan kas Anda menunjukkan defisit berulang tiap kuartal — apakah itu alasan cukup untuk menambah utang jangka panjang, atau justru sinyal bahwa model bisnisnya sendiri yang perlu diperbaiki?

Kerangka Analisis Utang: Leverage & Kapasitas Bayar

Dua keluarga rasio yang dibaca kreditor bersama-sama, tidak pernah sendiri-sendiri.

Leverage (Struktur)
  • DER — total utang ÷ ekuitas
  • Debt/EBITDA — berapa tahun EBITDA untuk melunasi seluruh utang
  • Menjawab: seberapa besar beban utang relatif terhadap modal & laba operasi
Coverage (Kapasitas Bayar)
  • Interest Coverage — EBIT/EBITDA ÷ beban bunga
  • DSCR — EBITDA ÷ (bunga + pokok jatuh tempo)
  • Menjawab: sanggupkah arus kas operasi menutup kewajiban tahun berjalan
Perusahaan bisa punya DER rendah tapi DSCR buruk (arus kas musiman) — atau sebaliknya. Kedua sisi wajib diperiksa bersamaan sebelum menyetujui pinjaman baru.

Hitung dari Nol — DSCR PT Konstruksi Jaya (Ilustrasi)

EBITDA tahun berjalan Rp 12.000 juta, beban bunga Rp 2.000 juta, angsuran pokok jatuh tempo Rp 3.000 juta. Kovenan bank mensyaratkan DSCR minimum 1,25x.

LangkahPerhitunganNilai
Interest Coverage Ratio = EBITDA ÷ Bunga12.000 ÷ 2.0006,0x
Total kewajiban utang tahun ini = Bunga + Pokok2.000 + 3.000Rp 5.000 jt
DSCR = EBITDA ÷ (Bunga + Pokok)12.000 ÷ 5.0002,4x
Status vs kovenan (min. 1,25x)2,4x > 1,25xAman
DSCR Terhitung
2,4x
Ruang gerak (headroom) tersedia
Tiap Rp 1 kewajiban utang tahun ini ditutup Rp 2,4 EBITDA — masih ada ruang untuk menambah utang moderat sebelum menyentuh ambang kovenan 1,25x.

Coba Sendiri: Uji Kapasitas Bayar Utang via DSCR

Geser EBITDA, beban bunga, dan angsuran pokok, lalu amati bagaimana DSCR bergerak relatif terhadap ambang kovenan bank.

Perspektif Kreditor: Kovenan & Peringkat Kredit

Rasio yang sama, dibaca dari sisi bank/pemegang obligasi — dengan konsekuensi kontraktual, bukan sekadar catatan analis.

Kovenan Keuangan
  • DSCR/DER minimum-maksimum — pelanggaran = default teknis
Kovenan Negatif
  • Batasi utang tambahan, penjualan aset, dividen tanpa izin
Kovenan Afirmatif
  • Wajib laporan berkala, jaga asuransi & izin usaha
Default teknis ≠ gagal bayar bunga/pokok — cukup melanggar kovenan (mis. DSCR turun di bawah 1,25x) untuk memicu hak bank mempercepat pelunasan (acceleration) atau menegosiasikan ulang syarat.
Lembaga pemeringkat (mis. Pefindo untuk pasar domestik) memakai kombinasi rasio ini plus faktor kualitatif — siklus industri, kualitas manajemen — untuk menerbitkan peringkat kredit yang menentukan biaya utang.

Mini-Kasus: Restrukturisasi Utang PT Garuda Indonesia Tbk

Krisis DSCR yang nyata: kewajiban sewa pesawat & utang menumpuk, arus kas operasi tak sanggup menutup — berujung PKPU (2021–2022).

Akar Masalah (ringkas)
  • Beban sewa pesawat & utang jangka panjang jauh melebihi kapasitas arus kas operasi
  • Guncangan permintaan memperparah — EBITDA tertekan tajam
  • DSCR efektif jatuh jauh di bawah ambang aman
Opsi Restrukturisasi
  • Negosiasi ulang tenor & bunga dengan kreditor/lessor
  • Konversi utang menjadi ekuitas (haircut kreditor)
  • Proses hukum PKPU untuk mengikat seluruh kreditor pada satu skema
Pelajaran manajerial: menunda restrukturisasi sampai kas benar-benar habis menyempitkan opsi menjadi hanya kepailitan. Peramalan DSCR dini memberi waktu bernegosiasi sebelum krisis, bukan sesudahnya.
Bagian 3 dari 3
Integrasi: Modal Kerja & Struktur Utang
Menyatukan peramalan kas dan kapasitas utang menjadi satu kebijakan pendanaan modal kerja yang koheren.
Pertanyaan diskusi: Kapan mendanai modal kerja dengan utang jangka panjang justru lebih berisiko daripada memakai utang jangka pendek yang terus digulirkan?

Prinsip Pencocokan (Matching Principle)

Danai aset sesuai umur kebutuhannya — modal kerja permanen dengan dana permanen, modal kerja musiman dengan dana sementara.

Aset tetap + modal kerja permanen — danai dengan utang jk. panjang / ekuitasModal kerja musiman/temporer — danai dengan utang jk. pendek
Bagian permanen — kebutuhan kas dasar yang tak pernah nol sepanjang tahun → cocokkan dengan utang jangka panjang/ekuitas agar tidak perlu terus di-roll over.
Bagian musiman — lonjakan kebutuhan di periode puncak (mis. jelang Lebaran/Natal) → cocokkan dengan utang jangka pendek yang lunas begitu puncak lewat.

Kerangka Analisis: Menetapkan Kebijakan Pendanaan Modal Kerja

Rubrik langkah-demi-langkah untuk kasus kelompok Anda — dipakai menilai kebijakan pendanaan modal kerja perusahaan mana pun.

LangkahPertanyaan KunciOutput
1. Pisahkan kebutuhanMana kebutuhan kas permanen vs musiman?Kurva kebutuhan modal kerja
2. Petakan sumber danaFasilitas apa yang tersedia — jk. pendek vs jk. panjang, biaya masing-masing?Daftar opsi pendanaan
3. Terapkan matchingApakah alokasi saat ini sudah mencocokkan umur dana-aset?Gap analysis
4. Uji kapasitas utangDSCR/DER masih di bawah ambang kovenan setelah pendanaan baru?Batas aman tambahan utang
5. Nilai toleransi risikoSeberapa besar risiko refinancing yang direksi bersedia tanggung?Posisi agresif/moderat/konservatif
6. Tetapkan bufferBerapa besar fasilitas siaga/kas minimum sebagai jaring pengaman?Rekomendasi kebijakan final
Enam langkah ini adalah rubrik penilaian tugas kasus kelompok Anda — setiap kelompok wajib menunjukkan output di tiap langkah, bukan hanya kesimpulan akhir.

Risiko Tersembunyi Kebijakan Agresif

Utang jangka pendek lebih murah — sampai pasar kredit mengetat tepat saat Anda butuh menggulirkannya.

Risiko Penggulingan (Rollover)
  • Krisis pasar komersial global 2008 — banyak korporasi gagal menggulirkan commercial paper jatuh tempo
  • Perusahaan sehat operasional pun bisa terhenti karena pasar pendanaan membeku, bukan bisnisnya rugi
Risiko Kurs & Suku Bunga (Konteks Indonesia)
  • Utang valas jangka pendek: depresiasi rupiah menaikkan beban pelunasan mendadak
  • Kenaikan suku bunga acuan BI menaikkan biaya penggulingan utang jangka pendek lebih cepat dari utang tetap jangka panjang
Implikasi kebijakan: hemat bunga dari utang jangka pendek harus ditimbang terhadap biaya asuransi berupa fasilitas siaga atau diversifikasi tenor jatuh tempo — jangan biarkan semua utang jatuh tempo di jendela waktu yang sama.

Latihan Kelompok: Diagnosis Kebijakan Pendanaan

Kerjakan dalam kelompok (3-4 orang), 15 menit, lalu satu kelompok presentasi singkat.

Instruksi Tugas
  • Pilih satu perusahaan tempat Anda bekerja atau yang Anda kenal baik (boleh anonim jika sensitif)
  • Terapkan Kerangka 6 Langkah (slide 17) secara ringkas pada perusahaan tersebut
  • Tentukan: kebijakan pendanaan modal kerjanya saat ini agresif, moderat, atau konservatif — dan mengapa
  • Identifikasi satu risiko tersembunyi (rollover, kurs, atau kovenan) yang paling relevan
Siapkan untuk dipresentasikan: posisi kebijakan + satu rekomendasi konkret dalam maksimal 3 kalimat.

Ringkasan & Menuju Pertemuan 5

Yang Sudah Kita Bangun
  • CCC — mengukur berapa lama kas terkunci di operasi
  • Anggaran kas — menerjemahkan CCC jadi kebutuhan kas bertanggal
  • DSCR/leverage — menentukan berapa banyak utang yang masih aman
  • Matching principle — mengunci ketiganya jadi satu kebijakan pendanaan
Pertemuan 5: Jenis Sekuritas & Valuasi
  • Setelah tahu berapa banyak dana dibutuhkan (P4), Pertemuan 5 membahas lewat instrumen apa dana itu digalang & dinilai
  • Obligasi, saham preferen, saham biasa — metode valuasi masing-masing
Bawa pulang: peramalan kas dan analisis utang bukan dua topik terpisah — anggaran kas menyingkap kapan Anda butuh dana eksternal, DSCR menentukan berapa banyak yang aman diambil.

📖 Baca juga: Dscr Project Finance — penjelasan mendalam dan contoh numerik.