stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Analisis Arus Kas Keuangan dan Pemodelan Arus Kas
Magister Manajemen • FEB UNDIP

Pengambilan Keputusan Keuangan

Pertemuan 2 — Analisis Arus Kas Keuangan dan Pemodelan Arus Kas

Dari laba akuntansi ke kas riil: OCF, FCF, siklus kas, peramalan kas, dan implikasinya bagi keputusan manajer.

RPS MINGGU 2 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menganalisis dan memodelkan arus kas perusahaan sebagai basis keputusan manajerial, meliputi:

CAPAIAN 1
REKONSILIASI
Merekonsiliasi laba akuntansi vs arus kas riil via metode tidak langsung, dan mengapa perbedaannya krusial bagi keputusan.
CAPAIAN 2
FCF
Menghitung Free Cash Flow (FCFF/FCFE) dan menilai kualitas kas untuk mendukung keputusan investasi & pendanaan.
CAPAIAN 3
SIKLUS KAS
Menganalisis siklus konversi kas (CCC) dan implikasinya terhadap kebutuhan modal kerja & utang jangka pendek.
CAPAIAN 4
PERAMALAN
Membangun model peramalan kas sederhana untuk mendeteksi potensi cash shortfall sebelum terjadi.
Bagian 1 dari 4
Laba Bukan Kas: Mengapa Manajer Harus Peduli
Diskusi kelas: pernahkah Anda menemui perusahaan yang labanya positif di laporan tahunan, tetapi kesulitan membayar gaji atau supplier? Apa penyebabnya?

Akrual vs Kas: Sumber Perbedaan

Basis akrual mengakui pendapatan/beban saat terjadi, bukan saat kas berpindah tangan. Empat sumber gap terbesar:

NON-KAS
DEPRESIASI & AMORTISASI
Mengurangi laba akuntansi tapi tidak keluar kas — harus ditambahkan kembali saat rekonsiliasi.
TIMING
PIUTANG & PERSEDIAAN
Penjualan kredit tercatat sebagai pendapatan, tapi kas baru masuk saat piutang tertagih.
TIMING
UTANG USAHA
Beban tercatat saat faktur diterima, kas keluar saat benar-benar dibayar ke supplier.
STRUKTURAL
CAPEX & PENDANAAN
Belanja modal & pembayaran utang keluar sebagai kas, tapi tidak lewat laporan laba rugi.

Metode Tidak Langsung: Kerangka Rekonsiliasi

Standar pelaporan (PSAK 2) memakai metode tidak langsung untuk arus kas operasi — start dari laba bersih, koreksi item non-kas dan perubahan modal kerja.

OCF = Laba Bersih + D&A ± ΔModal Kerja
TAMBAHKAN KEMBALI
  • Depresiasi & amortisasi
  • Kerugian non-operasional (mis. rugi selisih kurs)
  • Penurunan piutang & persediaan (kas masuk)
  • Kenaikan utang usaha (kas belum keluar)
KURANGKAN
  • Keuntungan non-operasional
  • Kenaikan piutang & persediaan (kas terikat)
  • Penurunan utang usaha (kas sudah dibayar)

Hitung dari Nol: Rekonsiliasi OCF Metode Tidak Langsung

Ilustrasi manufaktur menengah — laba bersih Rp 500 juta, dengan data neraca berikut (angka ilustratif).

REKONSILIASI OCF (Rp JUTA)
LangkahPerhitunganNilai
Laba bersihRp 500
(+) DepresiasidiketahuiRp 120
(−) Kenaikan piutang800 → 950(Rp 150)
(−) Kenaikan persediaan400 → 460(Rp 60)
(+) Kenaikan utang usaha300 → 370Rp 70
Arus kas operasi (OCF)500+120−150−60+70Rp 480
GAP LABA VS KAS
Rp 20 jt
OCF (480) < laba bersih (500)
Selisih Rp 20 juta terutama karena piutang & persediaan tumbuh lebih cepat dari kas masuk — sinyal modal kerja mulai "menyerap" kas pertumbuhan.

Free Cash Flow: FCFF vs FCFE

OCF belum menunjukkan kas yang benar-benar bebas dibagikan ke investor. Dua ukuran FCF untuk perspektif klaim yang berbeda.

FCFF — free cash flow to firm
UNTUK SEMUA PENYEDIA DANA
FCFF = EBIT(1−t) + D&A − Capex − ΔModal Kerja.
Perspektif: kreditur dan pemegang saham. Dipakai untuk valuasi perusahaan (enterprise value).
FCFE — free cash flow to equity
UNTUK PEMEGANG SAHAM SAJA
FCFE = FCFF − Bunga(1−t) + Net Pinjaman Baru.
Perspektif: hanya pemegang saham. Dipakai untuk valuasi ekuitas langsung.
Pilihan FCFF vs FCFE bukan soal "benar-salah" — bergantung pertanyaan keputusan: menilai seluruh perusahaan (mis. untuk akuisisi) → FCFF; menilai porsi saham investor minoritas → FCFE.

Hitung dari Nol: FCFF dari EBIT

Perusahaan distribusi — EBIT Rp 300 juta, tarif PPh Badan 22%, data pendukung berikut (ilustrasi).

PERHITUNGAN FCFF (Rp JUTA)
LangkahPerhitunganNilai
EBITRp 300
EBIT(1−t)300 × (1−0,22)Rp 234
(+) DepresiasidiketahuiRp 45
(−) Capexdiketahui(Rp 90)
(−) ΔModal kerjadiketahui(Rp 25)
FCFF234+45−90−25Rp 164
RASIO FCFF / EBIT
54,7%
164 ÷ 300
Lebih dari separuh EBIT berubah jadi kas bebas — ruang gerak sehat untuk membayar dividen, melunasi utang, atau mendanai ekspansi baru tanpa utang tambahan.

Mini-Kasus: Membaca Kualitas Kas di Laporan Emiten

Sebagai manajer/analis, Anda diminta menilai dua emiten sektor ritel di BEI hanya dari tiga baris arus kas (ilustrasi, bukan data riil terkini).

Indikator (Rp miliar)Emiten AEmiten B
Arus kas operasi (OCF)+450+120
Arus kas investasi−380 (capex ekspansi gerai)−10 (minim capex)
Arus kas pendanaan−40 (cicilan utang)+250 (utang baru)
Laba bersihRp 300 MRp 280 M
Pertanyaan keputusan: emiten mana yang secara kualitas kas lebih sehat untuk investasi jangka panjang, meskipun laba bersih keduanya hampir sama? Apa yang mengkhawatirkan dari Emiten B?

Rubrik Analisis: Menilai Kualitas Arus Kas

Kerangka langkah-per-langkah untuk membaca laporan arus kas secara manajerial, bukan sekadar administratif.

LANGKAH ANALISIS
#LangkahYang dicari
1Bandingkan OCF vs laba bersihOCF > laba bersih = kualitas kas baik; sebaliknya waspada
2Periksa sumber arus kas investasiNegatif karena ekspansi (sehat) vs karena divestasi paksa (bahaya)
3Periksa sumber arus kas pendanaanOCF membiayai investasi sendiri, atau bergantung utang baru?
4Cek tren 3–5 tahun, bukan 1 tahunSatu tahun bisa menyesatkan (proyek besar, one-off item)
5Simpulkan implikasi keputusanLayak didanai/diinvestasikan, atau butuh mitigasi risiko?
Kesimpulan rubrik: perusahaan paling sehat = OCF positif & tumbuh, membiayai capex-nya sendiri, pendanaan eksternal bersifat opsional bukan keharusan.

Coba Sendiri: Uji Kualitas Arus Kas Emiten

Geser rasio OCF terhadap laba bersih dan komposisi arus kas investasi-pendanaan, lalu amati bagaimana skor kualitas berubah.

Bagian 2 dari 4
Siklus Konversi Kas & Modal Kerja
Diskusi kelas: menurut Anda, sektor usaha apa yang idealnya memiliki siklus konversi kas negatif? Mengapa itu menguntungkan?

Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle)

CCC mengukur berapa lama kas perusahaan "terkunci" dalam operasi, dari beli bahan baku sampai kas kembali dari pelanggan.

CCC = DIO + DSO − DPO
DIO
HARI PERSEDIAAN
Rata-rata persediaan ÷ HPP × 365
DSO
HARI PIUTANG
Rata-rata piutang ÷ Penjualan × 365
DPO
HARI UTANG
Rata-rata utang usaha ÷ HPP × 365
Implikasi keputusan: CCC makin pendek (atau negatif) → kebutuhan modal kerja makin kecil → lebih sedikit dana eksternal diperlukan untuk mendanai operasi sehari-hari.

Hitung dari Nol: CCC Dua Model Bisnis

Bandingkan manufaktur tradisional vs ritel modern dengan data rata-rata tahunan (ilustrasi, dibulatkan ke hari terdekat).

MANUFAKTUR — CCC POSITIF BESAR
KomponenPerhitunganHari
DIO60 jt ÷ 300 jt × 36573
DSO50 jt ÷ 450 jt × 36541
DPO25 jt ÷ 300 jt × 36530
CCC73+41−3084 hari
RITEL MODERN — CCC NEGATIF
KomponenPerhitunganHari
DIO20 jt ÷ 250 jt × 36529
DSO2 jt ÷ 300 jt × 3652
DPO30 jt ÷ 250 jt × 36544
CCC29+2−44−13 hari
Selisih 97 hari (84 vs −13) berarti manufaktur butuh dana modal kerja jauh lebih besar per rupiah penjualan dibanding ritel modern.

Implikasi CCC pada Kebutuhan Pendanaan Jangka Pendek

CCC panjang bukan sekadar angka rasio — ia menentukan seberapa besar fasilitas kredit modal kerja yang harus dinegosiasikan manajer ke bank.

CCC PANJANG (manufaktur)
BUTUH KMK BESAR
Perlu fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) / revolving credit untuk menjembatani gap kas selama siklus operasi berjalan.
CCC NEGATIF (ritel modern)
KAS "GRATIS" DARI OPERASI
Kelebihan kas bisa dialokasikan untuk ekspansi gerai atau investasi jangka pendek, bukan sekadar menutup gap.
Peringatan manajerial: memperpanjang DPO (menunda bayar supplier) secara agresif memang memperpendek CCC, tapi berisiko merusak hubungan pemasok dan harga beli jangka panjang — trade-off, bukan solusi gratis.
Bagian 3 dari 4
Membangun Model Peramalan Kas
Diskusi kelas: seberapa jauh ke depan sebaiknya perusahaan Anda meramalkan kas — mingguan, bulanan, atau triwulanan? Apa risikonya kalau horizonnya terlalu pendek atau terlalu panjang?

Kerangka Cash Flow Forecast Sederhana

Pendekatan direct method untuk peramalan operasional jangka pendek — lebih intuitif bagi manajer non-akuntan dibanding metode tidak langsung.

Kas Akhir = Kas Awal + Penerimaan − Pengeluaran
PENERIMAAN KAS
  • Penjualan tunai periode berjalan
  • Penagihan piutang periode lalu (sesuai pola DSO)
  • Pencairan pinjaman/modal baru (bila ada)
PENGELUARAN KAS
  • Pembayaran ke supplier (sesuai pola DPO)
  • Gaji, sewa, dan beban operasional tunai
  • Cicilan utang, capex terjadwal, pajak

Hitung dari Nol: Deteksi Cash Shortfall 3 Bulan

Ilustrasi UMKM garmen — kas awal Rp 80 juta, proyeksi tiga bulan ke depan (ribuan rupiah dibulatkan ke juta).

PROYEKSI KAS BULANAN (Rp JUTA)
BulanPerhitunganKas Akhir
Kas awal (Jan)Rp 80
Jan: terima 150, keluar 14080+150−140Rp 90
Feb: terima 100, keluar 160 (bayar supplier besar)90+100−160Rp 30
Mar: terima 90, keluar 145 (cicilan bank jatuh tempo)30+90−145(Rp 25)
Cash shortfall terdeteksi di Maret: tanpa intervensi, kas menjadi negatif Rp 25 juta. Model peramalan memberi waktu 2 bulan bagi manajer untuk negosiasi perpanjangan termin, percepat penagihan, atau ajukan KMK sebelum krisis terjadi.

Dari Deteksi ke Keputusan: Opsi Mitigasi Shortfall

Begitu shortfall terdeteksi di model, manajer punya beberapa jalur keputusan dengan trade-off masing-masing.

SISI OPERASI
PERCEPAT PENAGIHAN
Diskon early payment ke pelanggan; perketat kebijakan kredit — menurunkan DSO.
SISI PENDANAAN
FASILITAS KMK
Ajukan revolving credit / KMK ke bank sebelum kas kritis — posisi tawar lebih kuat.
SISI PEMASOK
NEGOSIASI TERMIN
Perpanjang DPO secara terukur, jaga hubungan jangka panjang (lihat trade-off slide 14).
Prinsip kunci: model peramalan kas bernilai HANYA jika hasilnya benar-benar dipakai untuk bertindak lebih awal — bukan sekadar laporan yang dibuat lalu diarsipkan.
Bagian 4 dari 4 • Latihan
Latihan Terapan: Bangun Model Kas Anda Sendiri
Sebelum pertemuan berikutnya: pilih satu perusahaan (tempat kerja Anda atau emiten BEI yang laporannya publik), lalu (1) rekonsiliasi OCF metode tidak langsung 1 tahun terakhir, (2) hitung CCC-nya, (3) buat proyeksi kas 3 bulan sederhana. Bawa hasilnya untuk didiskusikan.

Ringkasan & Jembatan ke Pertemuan Berikutnya

EMPAT TAKEAWAY UTAMA
  • Laba ≠ kas — rekonsiliasi metode tidak langsung wajib dikuasai manajer
  • FCFF/FCFE mengukur kas yang benar-benar tersedia untuk investor
  • CCC = alat diagnostik efisiensi modal kerja & kebutuhan KMK
  • Peramalan kas bernilai hanya jika dipakai bertindak lebih awal
PERTEMUAN 3
JENIS SEKURITAS & VALUASI
Analisis arus kas hari ini menjadi input langsung bagi valuasi sekuritas (obligasi & saham) di pertemuan berikutnya — DCF berbasis FCF yang baru kita pelajari.
Siapkan: laporan keuangan perusahaan pilihan Anda untuk latihan, dan review konsep nilai waktu uang (time value of money) sebagai bekal valuasi minggu depan.