UTS menguji apakah Anda dapat menerapkan teori ke kasus nyata — bukan menghafal.
Komponen atau Dimensi Utama
Pemecahan konsep ke dimensi yang dapat didesain dan dievaluasi.
KETEPATAN TEORI
Pilih teori yang tepat untuk konteks kasus (Bandura/Kolb/ADDIE).
KEMPLEN ADDIE
Lewati semua 5 fase dengan output yang dapat ditelusuri.
KELAYAKAN BISNIS
Usulkan anggaran & ROI yang realistis.
KONTEKS RI
Sisipkan mini-kasus korporasi Indonesia (Telkom/BRI/Astra).
Coba Sendiri: Matriks Kompetensi Skill
Setiap program harus berangkat dari gap kompetensi yang teridentifikasi. Petakan skill matrix untuk mendokumentasikan asumsi TNA Anda.
Posisi dalam Siklus Manajemen SDM
Konsep ini terjalin dengan siklus MSDM yang lebih besar.
TNA
Diagnosis gap
Organisasi-tugas-person
ADDIE
Output tiap fase
Loop iteratif
70-20-10
Distribusi metode
Stretch assignment
EVALUASI
Kirkpatrick Level 1-4
Minimum 4 level
Coba Sendiri: Estimasi ROI Program
Setiap program harus punya estimasi manfaat bisnis. Hitung ROI kasar untuk memperkuat argumen bisnis program Anda.
Miskonsepsi yang Sering Muncul
Tiga miskonsepsi yang membuat praktisi salah menerapkan konsep.
MISKONSEPSI 1
UTS menghafal teori
Koreksi: integrasi
MISKONSEPSI 2
Rekomendasi tanpa TNA
Koreksi: TNA wajib
MISKONSEPSI 3
Evaluasi opsional
Koreksi: wajib Level 1-4
Bagian 2 · 2/4
Teori & Operasionalisasi
Diskusi kelas: bagaimana teori ini dapat dioperasionalkan?
Kerangka Teoritis Kanonik
Detail kerangka teori yang menjadi acuan operasional.
Komponen
Bobot
Indikator
Analisis kasus
30%
Diagnosis gap & konteks
Rekomendasi blue-print
40%
TNA + ADDIE + 70-20-10
Evaluasi program
20%
Kirkpatrick Level 1-4
Kelayakan & konteks RI
10%
Anggaran, ROI, kasus Indonesia
Coba Sendiri: Pemeta Kirkpatrick 4-Level
Setiap program harus punya rencana evaluasi. Petakan empat level Kirkpatrick untuk memastikan program Anda tidak berhenti di smile sheet.
Hitung dari Nol: Memetakan Kasus ke Teori (Mapping)
Skenario: Kasus UTS (ilustratif): korporasi ritel nasional dengan penurunan kinerja sales. Petakan masalah ke teori P1-P7. Identifikasi teori mana yang relevan untuk aspek mana.
Aspek kasus
Teori relevan
Aplikasi
Diagnosis gap
TNA (O-T-P) P5
Identifikasi gap kompetensi
Desain program
ADDIE P4
Output tiap fase
Metode pembelajaran
70-20-10 P7
Distribusi OJT/coaching/formal
Evaluasi
Kirkpatrick P12
Level 1-4 minimum
Implikasi
Mapping eksplisit
Mapping kasus ke teori menunjukkan penguasaan integrasi — kriteria penilaian utama UTS.
Hitung dari Nol: Menyusun Argumen Bisnis untuk Rekomendasi
Skenario: Rekomendasi blue-print harus punya argumen bisnis: manfaat vs biaya. Kasus: anggaran Rp 500 juta, manfaat moneter yang diisolasi Rp 1,5 miliar/tahun. Hitung ROI dan argumen ke komite bisnis.