TNA menentukan apakah pelatihan adalah jawaban yang benar — atau solusi lain (sistem, kompensasi, seleksi) yang lebih tepat.
Mengapa Materi Ini Relevan bagi Manajer SDM Strategis
Penelitian menunjukkan banyak masalah kinerja yang dijawab dengan pelatihan sebenarnya bukan masalah kompetensi — pelatihan jadi pemborosan karena masalah akar tidak diatasi.
Masalah Kinerja Bukan Kompetensi
~50%
Penelitian: ~50% masalah kinerja adalah sistem/motivasi, bukan kompetensi
ROI TNA
Tinggi
TNA yang baik mencegah pemborosan anggaran pelatihan yang tidak tepat sasaran
Pertanyaan pemantik: bagaimana materi ini terkait dengan pengalaman pelatihan di tempat kerja Anda sendiri?
Bagian 1 · 1/4
Konsep Inti
Diskusi kelas: bagaimana materi ini terkait dengan pengalaman kerja Anda?
Definisi & Batasan Konseptual
Penjelasan padat inti konsep, diikuti pemecahan ke komponen yang dapat dioperasionalkan.
INTI KONSEP
Tiga level analisis: Organisasi, Tugas, Person
Organisasi: di mana gap terjadi dalam strategi bisnis?
Tugas: kompetensi apa yang dibutuhkan peran?
Person: kompetensi aktual vs required individu?
OPERASIONALISASI
Output TNA: daftar gap prioritas
TNA menentukan apakah pelatihan jawaban
Bisa juga: sistem, kompensasi, seleksi, job redesign
TNA = diagnosis sebelum resep
Implikasi: TNA bukan formalitas — ia adalah diagnosis yang menentukan apakah pelatihan adalah obat yang benar.
Komponen atau Dimensi Utama
Pemecahan konsep ke dimensi yang dapat didesain dan dievaluasi.
ORGANIZATIONAL
Di mana gap terjadi dalam strategi bisnis & KPI organisasi.
TASK
Kompetensi apa yang dibutuhkan peran (task analysis)?
PERSON
Kompetensi aktual individu vs required (assessment).
Diagnosa: di organisasi Anda, level TNA mana yang paling lemah? Biasanya Person (assessment jarang dilakukan).
Posisi dalam Siklus Manajemen SDM
Konsep ini terjalin dengan siklus MSDM yang lebih besar.
METODE ORG
Analisis KPI organisasi
Wawancara eksekutif
Strategic alignment review
METODE TASK
Task analysis (observasi, interview SME)
Job description review
DACUM workshop
METODE PERSON
Assessment center
360 feedback
Self-assessment + manager
PRIORITAS
Skoring: dampak × urgency × kelayakan
Matriks 2x2
Stakeholder validation
TNA yang baik triangulasi: organisasi + tugas + person, bukan hanya satu level.
Miskonsepsi yang Sering Muncul
Tiga miskonsepsi yang membuat praktisi salah menerapkan konsep.
MISKONSEPSI 1
Semua masalah kinerja = pelatihan
Koreksi: ~50% bukan kompetensi
MISKONSEPSI 2
TNA cukup level person
Koreksi: butuh O-T-P lengkap
MISKONSEPSI 3
TNA sekali jalan
Koreksi: TNA periodik mengikuti perubahan bisnis
Bagian 2 · 2/4
Teori & Operasionalisasi
Diskusi kelas: bagaimana teori ini dapat dioperasionalkan?
Kerangka Teoritis Kanonik
Detail kerangka teori yang menjadi acuan operasional.
Level
Pertanyaan Kunci
Output
Organizational
Di mana gap strategis bisnis?
Daftar area prioritas
Task
Kompetensi apa yang dibutuhkan peran?
Competency model per peran
Person
Gap aktual vs required?
Individual development plan
Prioritisasi
Urutan kebutuhan pelatihan?
TNA report dengan skoring
Tabel ini adalah template laporan TNA — empat output yang harus diserahkan ke komite bisnis.
Hitung dari Nol: Menghitung Gap Kompetensi (Required − Actual)
Skenario: Sales Astra Honda perlu 5 kompetensi: product knowledge (required 9/10), negotiation (8), customer relationship (8), digital tools (7), closing (8). Hasil assessment 10 sales: rata-rata aktual product 7, negotiation 5, CRM 6, digital 4, closing 6. Hitung gap per kompetensi dan total.
Kompetensi
Required
Aktual
Gap
Product knowledge
9
7
2
Negotiation
8
5
3 (terbesar)
Customer relationship
8
6
2
Digital tools
7
4
3 (terbesar)
Closing
8
6
2
Total gap
40
28
12
Implikasi
Negotiation & Digital
Gap terbesar di negotiation (3) dan digital tools (3) — prioritas pelatihan.
Hitung dari Nol: Matriks Prioritisasi (Dampak × Urgency × Kelayakan)
Skenario: Dari gap terbesar (negotiation & digital), skoring prioritas dengan tiga kriteria: dampak bisnis (1-10), urgency (1-10), kelayakan pelatihan (1-10). Negotiation: dampak 9, urgency 7, kelayakan 8. Digital tools: dampak 7, urgency 9, kelayakan 9. Skor = rata-rata tiga kriteria.
Kompetensi
Dampak
Urgency
Kelayakan
Skor
Negotiation
9
7
8
8,0
Digital tools
7
9
9
8,3 (tertinggi)
Selisih
—
—
—
0,3
Implikasi
Digital tools
Digital tools lebih prioritas meski gap sama — urgency & kelayakan lebih tinggi.
Bagian 3 · 3/4
Studi Kasus Indonesia
Diskusi kelas: apa pelajaran transferable dari kasus ini?
Anatomi Kasus
Bedah kasus nyata korporasi Indonesia.
KONTEKS KASUS
TNA mengungkap gap negotiation + digital terbesar
Selidiki: penurunan closing bukan murni kompetensi
Sistem komisi baru juga kontribusi
Rekomendasi: pelatihan + review sistem komisi
KEPUTUSAN & DAMPAK
Organizational: KPI sales turun
Task: kompetensi negotiation & digital
Person: gap assessment
Prioritisasi: digital tools #1
Astra Honda: TNA multi-level mengungkap bahwa masalah bukan murni pelatihan — sistem komisi juga kontribusi.
Implikasi Praktis
Tiga implikasi praktis untuk desain program.
IMPLIKASI 1 — O-T-P LENGKAP
TNA harus triangulasi tiga level, bukan hanya person.
IMPLIKASI 2 — PELATIHAN BUKAN SATU-SATUNYA
Pertimbangkan sistem, kompensasi, seleksi.
IMPLIKASI 3 — PRIORITAS SKORING
Skor prioritas dengan dampak × urgency × kelayakan.
Jebakan Umum & Mitigasi
Tiga jebakan yang membuat penerapan gagal.
JEBAKAN 1 — OVER-TRAINING
Pelatihan untuk masalah non-pelatihan
Akibat: pemborosan
JEBAKAN 2 — TNA SEKALI JALAN
Tidak periodik
Akibat: usang saat bisnis berubah
JEBAKAN 3 — HANYA PERSON
Lewatkan level org & task
Akibat: diagnosis parsial
Bagian 4 · 4/4
Sintesis & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Diskusi kelas: satu insight yang akan Anda terapkan?