stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Bank Konvensional vs Fintech
RPS minggu 13 · 2x50 menit

Bank Konvensional vs Fintech

Disrupsi model bisnis, kolaborasi vs kompetisi — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 13: menganalisis dinamika persaingan dan kolaborasi antara institusi keuangan konvensional dan fintech.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Lanskap disrupsi & definisi fintech (Gomber 2017)
  • Taksonomi FSB 7 segmen
  • Segmen disrupsi: pembayaran, kredit, investasi
Jam ke-2 (50 menit)
  • Empat strategi bank: build, buy, partner, watch
  • Mini-kasus bank × fintech partnership
  • Embedded finance & Banking-as-a-Service
Posisi alur: dari cyber risk (P12) ke bank vs fintech (P13) → studi kasus terintegrasi (P14).

Motivasi: Coopetition, Bukan Eliminasi

Pendapatan Bank Global
~USD 5 T
Per tahun (McKinsey Global Banking Annual Review, dihedge)
Valuasi Fintech Global
~Triliunan USD
Akumulasi valuasi fintech publik & privat (dihedge — bervariasi sumber)
Dua dunia berbenturan & bersinergi — narasi "fintech gantikan bank" terbukti salah, realitas = coopetition.
Bagian 1 · 1/4
Lanskap Disrupsi
Diskusi kelas: sebutkan satu layanan yang dulunya hanya bank, sekarang dominan fintech.

Definisi Fintech (Gomber, Koch & Siering 2017)

Gomber, Koch & Siering (2017) — rujukan akademik utama: "Fintech adalah inovasi finansial berbasis teknologi yang meliputi model bisnis baru, aplikasi, proses, atau produk dengan material efek pada pasar keuangan, institusi, dan penyedia layanan."
4 Komponen Kunci
  • Model bisnis baru
  • Aplikasi (UX, mobile-first)
  • Proses (otomasi, AI)
  • Produk (reksa dana micro, paylater)
Material Efek
  • Pasar keuangan (likuiditas, struktur)
  • Institusi (bank, sekuritas)
  • Penyedia layanan (fintech, regtech)
Bukan Hanya Tech
  • Miskonsepsi: "fintech = aplikasi keuangan"
  • Lebih luas: model bisnis & proses
  • Disrupsi = UX, velocity, biaya

Taksonomi Fintech (FSB 7 Segmen)

Financial Stability Board mengelompokkan fintech ke 7 segmen fungsional — semua hadir di ekosistem Indonesia.

Segmen 1-3
  • Payments — e-wallet, QRIS, cross-border
  • Market support — regtech & suptech
  • Investment mgmt — robo-advisor
Segmen 4-5
  • Capital raising — crowdfunding, securities
  • Deposit & lending — P2P, paylater
Segmen 6-7
  • Insurance — insurtech
  • Market provisioning — matching platform
FSB taksonomi = peta jalan. Bank Indonesia punya aktivitas di semua segmen, intensitas berbeda.

Keunggulan Bank vs Fintech

Bank
Trust & Modal
Lisensi, jaringan cabang, data historis, modal besar, trust brand
Fintech
UX & Velocity
UX mobile-first, talent digital, biaya operasi rendah, model bisnis baru
Battle
Regulasi
Customer relationship, data ownership, regulasi adalah medan utama
Bank kuat di trust dan modal; fintech kuat di UX dan velocity. Medan pertempuran: customer relationship & data.

Hitung dari Nol: Unit Economics Bank vs Fintech

Skenario (ilustratif): bank X cost-to-serve nasabah ritel Rp 50.000/tahun (cabang, teller); fintech Y Rp 10.000/tahun (digital only). Bank revenue per nasabah Rp 200.000/tahun (spread, fee); fintech Rp 80.000/tahun (MDR, fee). Hitung margin.
MetrikBank XFintech Y
Revenue/nasabah/thnRp 200.000Rp 80.000
Cost-to-serve/thnRp 50.000Rp 10.000
Margin rupiahRp 150.000Rp 70.000
Margin %75%87,5%
Insight
Strategi Berbeda
Bank margin Rp lebih besar (premium); fintech margin % lebih tinggi (volume + cross-sell)
Bagian 2 · 2/4
Segmen Disrupsi
Diskusi kelas: segmen mana yang paling terdisrupsi fintech — pembayaran, kredit, atau investasi?

Pembayaran: E-Wallet vs Kartu Bank

E-Wallet Dominan
  • Transaksi mikro QRIS (warung, kopi)
  • GoPay, OVO, Dana, ShopeePay
  • Top-up mudah via bank & agen
  • Cashback & promo agresif
Bank Dominan
  • Transfer besar (RTGS, BI-FAST)
  • Korporat payroll
  • Wholesale payment antar bank
  • Settlement & clearing
Pembayaran ritel = e-wallet dominan; pembayaran wholesale = bank tetap raja. Dua segmen, dua pemenang.

Kredit: P2P & Paylater vs Kredit Bank

Fintech Dominan
  • P2P lending (Modalku, Investree) — UMKM
  • Paylater (Kredivo, Akulaku, ShopeePayLater)
  • Segmen unbanked & underbanked
  • Approval cepat (AI credit scoring)
Bank Dominan
  • Kredit korporasi (working capital, investasi)
  • KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
  • Kendaraan bermotor
  • Nasabah established dengan credit history
Paylater tumbuh eksponensial, terutama milenial — risiko over-indebtedness perlu diawasi regulator.

Investasi: Robo-Advisor vs MI Tradisional

Robo-Advisor (Fintech)
  • Bibit, Ajaib, Bareksa
  • Min Rp 100 rb (barrier rendah)
  • Alokasi otomatis (profil risiko)
  • Auto-invest (recurring)
  • Target: milenial, investor pemula
MI Tradisional (Bank-Affiliated)
  • Mandiri Investasi, Schroders, BNI AM
  • Min Rp 10 jt +
  • Personal advisor
  • Produk premium (high-net-worth)
  • Target: investor established
Robo-advisor menurunkan barrier entry — tidak menggantikan MI premium, tapi melayani segmen baru.

Hitung dari Nol: CAC Bank vs Fintech

Skenario (ilustratif): CAC bank (akuisisi via cabang) Rp 500.000/nasabah; CAC fintech (digital marketing) Rp 100.000/nasabah. Bank akuisisi 100.000 nasabah/tahun; fintech 1 juta/tahun. Asumsi LTV bank Rp 600.000; LTV fintech Rp 150.000.
MetrikBankFintech
CAC per nasabahRp 500.000Rp 100.000
Akuisisi/thn100.0001.000.000
CAC total/thnRp 50 MRp 100 M
LTV per nasabahRp 600.000Rp 150.000
LTV/CAC ratio1,2×1,5×
Insight
Fintech LTV/CAC > Bank
ILUSTRATIF — LTV/CAC 3× adalah target sehat; 1,2× berbahaya (terlalu tipis)
Bagian 3 · 3/4
Strategi Bank
Diskusi kelas: strategi mana paling realistis untuk bank Indonesia — build, buy, partner, atau watch?

Empat Strategi Bank (Batten)

Strategi 1
Build
Investasi internal R&D digital — control penuh, slow
Strategi 2
Buy
Akuisisi fintech — cepat scale up, mahal
Strategi 3
Partner
Kolaborasi dengan fintech — cepat, bagi risiko
Strategi 4
Watch
Tunggu & cepat follow — amati pasar, copy yang work
Kebanyakan bank kombinasikan: build core, partner fitur baru, buy untuk digital bank, watch untuk teknologi immature.

Investasi Internal vs Akuisisi vs Partnership

Build — Slow, Full Control
  • Contoh: Livin' Mandiri (BSM)
  • BCA mobile (in-house)
  • Pro: control, sesuai kebutuhan
  • Kontra: slow, talent digital susah
Buy — Fast, Mahal
  • Contoh: akuisisi Bank Neo (Akulaku)
  • Investasi Sea to SeaBank
  • Pro: cepat, dapat tim & user
  • Kontra: mahal, integration challenge
Partner — Cepat, Bagi Risiko
  • Contoh: BTPN × Jenius × Kredivo
  • Bank Neo × Akulaku (BaaS-like)
  • Pro: cepat, bagi risiko & modal
  • Kontra: kurang control UX/data
Tidak ada strategi terbaik mutlak — pilihan tergantung posisi bank, modal, dan risk appetite.

Mini-Kasus: Bank × Fintech Partnership Indonesia

BankFintech PartnerSegmen
BCAGoPay (GoTo)Pembayaran QRIS, e-wallet integration
BTPNJenius × KredivoDigital bank + paylater konsumer
MandiriMapanKredit UMKM berbasis komunitas
Bank Neo CommerceAkulakuDigital bank + paylater (BaaS-like)
SeaBankShopeePay × ShopeeEmbedded finance marketplace
Tiga pelajaran: (1) kolaborasi memperluas reach; (2) bank bawa modal+trust, fintech bawa UX+velocity; (3) regulasi (POJK kerjasama) memfasilitasi.
Bagian 4 · 4/4
Kolaborasi & Masa Depan
Diskusi kelas: apakah embedded finance akan menggantikan peran bank ritel?

Embedded Finance & BaaS

Embedded Finance
  • Layanan keuangan tertanam di non-finansial
  • Contoh: GoPay di Tokopedia, ShopeePay di Shopee
  • Bayar now pay later di checkout e-commerce
  • Asuransi travel di booking tiket
Banking-as-a-Service (BaaS)
  • Bank sewakan lisensi & infrastruktur
  • Brand non-bank jadi "channel"
  • Contoh: Akulaku × Bank Neo
  • Contoh: SeaBank × Shopee ecosystem
Masa depan: batas bank & non-bank makin kabur. Bank yang tidak adaptif jadi invisible utility.

Tren Masa Depan: Disrupsi Lintas Sektor

Super App
  • GoTo, Grab, Sea — multiple service in 1 app
  • Fintech sebagai monetization utama
  • Cross-subsidy antar service
Digital Bank
  • Bank Neo, Jenius, SeaBank, TMRW
  • 100% digital, tanpa cabang
  • Acquisition via partner ecosystem
DeFi & CBDC
  • DeFi (decentralized finance)
  • CBDC wholesale (Digital Rupiah BI)
  • Tokenisasi aset (pasar modal)
Tiga tren yang membentuk masa depan: super app, digital bank, dan DeFi/CBDC. Bank tradisional harus pilih posisi.

Ringkasan Kunci Pertemuan 13

Lanskap
Taksonomi FSB 7 segmen + definisi Gomber 2017
Segmen Disrupsi
Pembayaran (e-wallet), kredit (paylater), investasi (robo)
Strategi
Build/buy/partner/watch + embedded finance & BaaS

Bawa tiga lensa: lanskap (taksonomi) · segmen (disrupsi) · strategi (build/buy/partner + embedded).

Persiapan P14: bawa satu kasus institusi keuangan Indonesia yang Anda minati (Bibit, Ajaib, GoTo, Bank Neo); siap diskusi strategi adaptasi dengan tiga lensa (struktur pasar, inovasi, regulasi).