stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Digitalisasi Sistem Perdagangan Pasar Modal
RPS minggu 5 · 2x50 menit

Digitalisasi Sistem Perdagangan Pasar Modal

Perdagangan Elektronik, Online Trading, Akses Investor Ritel — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 5: menganalisis dampak digitalisasi terhadap aksesibilitas & efisiensi pasar modal. Empat indikator capaian.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Evolusi online trading (1990-an → mobile app)
  • Komponen ekosistem online trading & aplikasi sekuritas
  • Dampak biaya rendah ke volume transaksi
Jam ke-2 (50 menit)
  • e-IPO, e-KYC & akselerasi SID pasca-pandemi
  • Robo-advisor (Gomber 2017) & micro-investing Bibit/Ajaib
  • Risiko & POJK 13/2018 Inovasi Keuangan Digital
Posisi alur: dari mekanisme pasar modal (P4) ke digitalisasi (P5) → transformasi perbankan (P6) → pembayaran (P7).

Lonjakan Investor via Digital

SID 2015 ~1 juta → 2024 ~16 juta (KSEI, dihedge) — 16× lonjakan dalam 9 tahun, didorong digitalisasi.

Lonjakan SID
~16 juta
KSEI 2024 (dihedge); mayoritas investor baru umur <35 thn (BEI/KSEI, dihedge)
Demokratisasi Investasi
Akses
Investasi tidak lagi terbatas eksekutif kota besar — UMKM & pelajar bisa mulai dari Rp 100 rb
Pertanyaan pemantik: kalau lonjakan ini terus berlanjut, bagaimana BEI & OJK mengelola risiko herding behavior?
Bagian 1 · 1/4
Evolusi Online Trading
Diskusi kelas: di negara mana Anda melihat model digitalisasi pasar modal paling maju — AS, Cina, atau India? Apa yang bisa Indonesia pelajari?

Evolusi: 1990-an → Mobile App

Empat fase evolusi dari floor trading ke aplikasi mobile — setiap fase menurunkan friksi & memperluas akses.

EraMekanismeFriksi & Akses
1990-anFloor trading di BEI JakartaBroker fisik, friksi tinggi, akses terbatas
2000-anJATS (Jakarta Automated Trading System)Matching otomatis, akses via broker
2010-anOnline trading broker (web)Investor bisa order sendiri via web
2015-2020Aplikasi mobile sekuritas (Indo Premier, BCA Sekuritas, Mirae)Mobile-first, onboarding via e-KYC
2020+Robo-advisor (Bibit) & micro-investingRekomendasi alokasi otomatis, min Rp 100 rb

Komponen & Aplikasi Sekuritas Indonesia

Investor tidak terhubung langsung ke BEI — selalu via perusahaan efek yang menyediakan aplikasi.

Investoraplikasi mobile/webPerusahaan Efekbroker · gatewayBEI (JATS/ARA)matchingKSEI/KPEIpenyelesaian T+2
Bank-Affiliated
BCA Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas
Independent Digital
Indo Premier, Phintraco, Mirae
Micro-Investing
Bibit, Ajaib, Bareksa

Hitung dari Nol: Dampak Biaya Rendah ke Volume

Skenario: investor A (era pra-2015) komisi 0,25% per transaksi; investor B (era mobile app) komisi 0,15%; frekuensi transaksi B naik 2× karena friksi rendah. Hitung dampak biaya per tahun pada portofolio Rp 100 juta yang diputar 12× setahun (A) atau 24× setahun (B).
LangkahPerhitunganNilai
1. Biaya A per tahun0,25% × Rp 100 jt × 12Rp 3.000.000
2. Biaya B per tahun0,15% × Rp 100 jt × 24Rp 3.600.000
3. Selisih biayaRp 3,6 jt − Rp 3 jt+Rp 600.000
4. Tapi volume BEIFrekuensi B 2× A+100% volume pasar
Kesimpulan
+Rp 0,6 jt
Biaya investor bisa naik meski komisi turun — over-trading menggerogoti return
Bagian 2 · 2/4
e-IPO & e-SID
Diskusi kelas: mengapa e-KYC bisa mempersingkat pembukaan rekening efek dari 3 hari ke 30 menit? Apa risikonya?

e-IPO, e-KYC & Akselerasi SID

e-IPO & e-KYC
  • e-IPO = penawaran saham perdana via platform digital (e-Form PT KSEI)
  • e-KYC = verifikasi identitas via KTP + selfie + liveness check
  • Pembukaan rekening efek 3 hari → 30 menit
Akselerasi SID Pasca-Pandemi
  • 2015 ~1 juta → 2020 ~4 juta → 2024 ~16 juta (dihedge)
  • Pendorong: WFH, bunga deposito rendah, e-KYC
  • Demokratisasi investasi — akses tak terbatas kota besar
IPO GoTo 2022: banyak investor ritel memesan via aplikasi sekuritas — ilustrasi e-IPO dalam aksi.

Hitung dari Nol: Komisi Tradisional vs Promo Digital

Skenario: beli Rp 10 juta saham, komisi tradisional 0,15% vs promo broker digital 0,03%. Hitung selisih per transaksi & per tahun (100 transaksi).
LangkahPerhitunganNilai
1. Komisi tradisional0,15% × Rp 10 jtRp 15.000
2. Komisi promo0,03% × Rp 10 jtRp 3.000
3. Selisih per transaksiRp 15.000 − Rp 3.000Rp 12.000
4. Per tahun (100 transaksi)Rp 12.000 × 100Rp 1.200.000
Kesimpulan
~Rp 1,2 jt/thn
Promo digital broker signifikan untuk investor aktif — tapi cek struktur biaya lain
Bagian 3 · 3/4
Robo-Advisor & Micro-Investing
Diskusi kelas: apakah Bibit/Ajaib benar-benar "robo-advisor" atau hanya marketplace reksa dana? Apa bedanya?

Definisi Robo-Advisor (Gomber 2017)

Robo-advisor adalah sistem otomatis yang memberikan rekomendasi alokasi portofolio berbasis profil risiko investor, tanpa (atau minim) intervensi manusia. (Gomber, Koch & Siering, Digital Finance and FinTech, 2017)
Profiling
Kuesioner profil risiko (risiko, horizon, tujuan)
Alokasi
Algoritma Modern Portfolio Theory (Markowitz)
Rebalancing
Otomatis menjaga alokasi target

Bibit di Indonesia lebih ke "bukan full robo" — menawarkan rekomendasi portofolio, Ajaib menawarkan edukasi + komunitas.

Micro-Investing: Bibit, Ajaib, Bareksa

Bibit (2019)
  • Auto-invest reksa dana dari Rp 100 rb
  • Robo-advisor rekomendasi alokasi
  • Funding East Ventures
Ajaib (2019)
  • Broker saham ritel + reksa dana
  • Edukasi & komunitas investor
  • Status unicorn
Bareksa (2015)
  • Marketplace reksa dana paling awal
  • Perbandingan kinerja KD
  • Tanpa rekomendasi alokasi otomatis
Tiga pemain punya positioning unik: Bibit = robo + auto-invest; Ajaib = broker + komunitas; Bareksa = marketplace.

Mini-Kasus: Bibit vs Ajaib vs Bareksa

Komparasi tiga pemain menunjukkan tiga jalur adaptasi ke pasar micro-investing Indonesia.

PemainModelTarget SegmentKeunggulan
Bareksa (2015)Marketplace reksa danaInvestor yang mau pilih sendiriPionir, perbandingan kinerja
Bibit (2019)Auto-invest + robo-advisorPemula, milenialUX simplifikasi, alokasi otomatis
Ajaib (2019)Broker saham + reksa dana + edukasiMilenial aktif tradingKomunitas, edukasi, saham + reksa
Tiga pelajaran: (1) Setiap pemain punya positioning unik; (2) Akses digital membuka demografi milenial; (3) Kompetisi mendorong fitur baru (auto-invest, fractional share).
Bagian 4 · 4/4
Risiko & POJK 13/2018 IKD
Diskusi kelas: apakah robo-advisor bisa menjurus ke rekomendasi yang bias karena konflik kepentingan dengan produk afiliasi?

Risiko Digital & POJK 13/2018 IKD

Risiko Digitalisasi Pasar Modal
  • Risiko siber (akun dibajak, phishing)
  • Herding behavior (panic sell bareng)
  • Conflicts of interest robo-advisor dengan produk afiliasi
  • Literasi rendah investor baru → keputusan buruk
Kerangka Regulasi
  • POJK 13/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital (IKD) di Pasar Modal
  • Regulatory sandbox OJK untuk robo-advisor & model bisnis baru
  • Disclosure konflik kepentingan wajib
Digitalisasi menurunkan barrier akses, tapi juga membuka risiko baru — regulasi via sandbox adaptif (P11).

Ringkasan Kunci Pertemuan 5

Evolusi
Floor → JATS → mobile app → robo-advisor
Akselerasi
e-IPO, e-KYC, SID ~16 juta (16× dalam 9 thn)
Pemain Baru
Bibit (robo) · Ajaib (broker+komunitas) · Bareksa (marketplace)

Bawa tiga lensa: evolusi digital · akselerasi SID via e-KYC/e-IPO · robo-advisor (Gomber 2017) & micro-investing.

Persiapan P6: baca publikasi OJK Roadmap Digital Banking; bawa pengalaman menggunakan digital bank (Jenius, Bank Neo, SeaBank).