stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Negosiasi Intraorganisasi 2 — Breakthrough Bargaining, Deadlock, Mediasi
RPS minggu 13 · 2x50 menit · Sub-CPMK 13

Negosiasi Intraorganisasi 2 — Breakthrough Bargaining

Mengatasi Deadlock: Lima Teknik Ury, Mediasi Internal, dan Strategi Escalation

Deadlock bukan akhir negosiasi, melainkan pintu masuk breakthrough. Eksekutif hebat membedakan diri dari yang biasa bukan dengan menghindari deadlock, melainkan dengan menguasai teknik untuk memcahnya tanpa menghancurkan relasi kolega.

Program Magister Manajemen · Konsentrasi Stratejik · FEB UNDIP · Sub-CPMK 13 · Durasi 2 × 50 menit

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 13: menerapkan strategi breakthrough bargaining untuk mengatasi deadlock negosiasi. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Mendiagnosis 4 sumber deadlock
  • Menerapkan 5 teknik breakthrough Ury
Jam ke-2 (50 menit)
  • Menyusun strategi mediasi internal
  • Mengevaluasi kapan escalate vs de-escalate
Posisi dalam alur 14 pertemuan: P13 ini adalah lanjutan P12 (intraorganisasi). Pertemuan terakhir P14 adalah sintesis mata kuliah.

Mengapa 50% Negosiasi Internal Mengalami Deadlock

Diperkirakan 40–60% negosiasi internal kompleks mengalami minimal satu titik deadlock; perbedaan eksekutif hebat ada pada kemampuan memcah deadlock tersebut (Lewicki 2020, illustratif).

Deadlock Diselesaikan
Integratif +
Teknik Ury sering hasilkan deal lebih integratif
Success Rate Eksekutif Terlatih
~2×
Lebih tinggi vs taktik keras (illustratif)
Pertanyaan pemantik: Mengapa banyak eksekutif menyerah pada deadlock pertama padahal teknik breakthrough tersedia dan dapat dipelajari?
Bagian 1 · 1/4
Diagnosa Sumber Deadlock
Apa akar penyebab deadlock — dan mengapa diagnosa menentukan teknik?

Empat Sumber Deadlock

Empat sumber deadlock yang harus Anda diagnose secara akurat sebelum menerapkan teknik apapun (Lewicki et al. 2020).

Empat sumber: (1) Positional — pihak terkunci pada posisi spesifik; (2) Interest — kepentingan dasar bertentangan; (3) Relational — emosi/konflik personal; (4) Structural — aturan/struktur organisasi menghalangi.
SUMBER INTERNAL
  • Positional: cuma soal posisi spesifik
  • Relational: emosi personal, trust rendah
  • Teknik: untangle positions/interest + healing
SUMBER SISTEMIK
  • Interest: kepentingan bertentangan
  • Structural: aturan menghalangi
  • Teknik: integratif + redesign struktur
Konflik yang terlihat positional sering berakar di relational — selalu gali lebih dalam.

Deadlock Positional vs Interest

Dua sumber deadlock yang berbeda teknik pecahnya: positional versus interest (Fisher-Ury 2011; Ury 1991).

AspekPositionalInterest
GejalaTerkunci pada angka/solusi spesifikKepentingan dasar bertentangan
Pertanyaan diagnosis"Mengapa Anda mau itu?" → gali interest"Apa kepentingan dasar Anda?" → integratif
Teknik pecahReframe ke interest; expand pieLogrolling; bagaimana expand value
Contoh"Harga harus Rp X" padahal interest marginSales volume vs credit quality
Tingkat kesulitanLebih mudahLebih sulit tapi potensi integratif
Tes cepat: "Bila saya tanya mengapa, jawaban terbuka?" → positional; "Jawaban kaku" → interest konflik.

Deadlock Relational vs Structural

Dua sumber deadlock yang lebih kompleks yang membutuhkan healing emosi atau escalation/redesign (Lewicki et al. 2020; Mnookin-Ehrmann).

1. EMOSI PERSONAL
Sejarah
Konflik personal masih berdampak
2. TRUST RENDAH
Skeptis
Niat baik diragukan
3. MISPERSEPSI
Asumsi
Keliru tentang lawan
4. STRUKTUR OTORITAS
Boss
Tidak mendukung solusi
5. INSENTIF KONFLIK
KPI
Bertentangan antar unit
Relational butuh healing emosi dulu; structural butuh escalation atau redesign KPI.

HDN-1: Diagnosa Deadlock Antara Sales vs Operations

Skenario: Sales ingin launching produk cepat untuk kejar target Q4; Operations butuh waktu 6 bulan untuk kapasitas. Deadlock. Diagnosa sumber dan rekomendasi teknik.
GejalaDiagnosa SumberRekomendasi Teknik
Sales kaku "harus Q4"Positional pada timelineReframe: gali interest (target vs vis)
Sales: target bonus Q4Interest: bonus vs kapasitasLogrolling: phasing launch
Riwayat konflik sales-opsRelational: trust rendahHealing: mediator + informal
Ops: KPI cost; Sales: KPI revenueStructural: KPI konflikEscalation: redesign KPI
Sumber dominanStructural (KPI konflik)Escalation ke CFO + mediasi
HasilPhased launch Q4 + Q1Solusi integratif
Kesimpulan: Diagnosa structural → escalation ke CFO + mediasi paralel menghasilkan solusi integratif.
Bagian 2 · 2/4
Lima Teknik Ury
Bagaimana memcah deadlock dengan elegan?

Teknik 1: Go to the Balcony

Teknik pertama Ury: go to the balcony — disengaged sejenak untuk jaga perspektif rasional (Ury 1991).

DEFINISI
  • Praktik mental (atau fisik) mundur dari meja
  • Untuk merefleksi, bukan reaktif
  • Tidak reaktif terhadap provokasi
CARA 5 LANGKAH
  • Pause 3 detik sebelum respon
  • Identifikasi trigger emosi Anda
  • Tanyakan "apa tujuan saya sebenarnya?"
  • Pertimbangkan BATNA saat ini
  • Kembali dengan strategi, bukan reaksi
Balcony adalah metafora — tidak harus fisik mundur, cukup mental detach untuk jaga objektivitas.

Teknik 2: Step to Their Side, Don't Reject

Teknik kedua Ury: step to their side — akui pandangan lawan untuk menurunkan defensif (Ury 1991).

DEFINISI
  • Alih-alih menolak posisi lawan
  • Akui dulu bahwa Anda memahami perspektifnya
  • Tidak setuju tetapi menghormati
CARA 5 LANGKAH
  • Dengarkan aktif tanpa interupsi
  • Akui perasaan mereka
  • Setuju dengan fakta yang bisa disepakati
  • Minta mereka menjelaskan posisi lebih detail
  • Hindari "tetapi" yang membatalkan acknowledgment
Step to their side ≠ menyerah pada posisi mereka. Anda hanya mengakui pemahaman, bukan agreement.

Teknik 3–5: Reframe, Golden Bridge, Educate

Tiga teknik Ury terakhir yang melengkapi toolkit breakthrough bargaining (Ury 1991).

3. REFRAME
  • Ubah posisi lawan jadi masalah bersama
  • "Harga terlalu tinggi" →
  • "Bagaimana kita struktur agar affordable?"
4. BUILD GOLDEN BRIDGE
  • Buat mudah bagi lawan untuk setuju
  • Akumulasi interest & face-saving mereka
  • Jangan biarkan mereka "kalah"
5. USE POWER TO EDUCATE
  • Alih-alih threaten
  • Tunjukkan konsekuensi BATNA sebagai fakta
  • Educate lawan tentang realitas pasar
Lima teknik berurutan: Balcony → Step to Side → Reframe → Golden Bridge → Educate.

HDN-2: Terapkan Lima Teknik Ury pada Kasus Deadlock

Skenario: Vendor menolak turunkan harga Rp 100 jt menjadi Rp 85 jt yang Anda minta. Deadlock. Terapkan lima teknik Ury berurutan.
TeknikAktivitasOutput
1. Go to balconyPause; identifikasi BATNA: vendor alternatif Rp 90 jtRasional
2. Step to their side"Saya pahami kualitas Anda premium, itu value kami hargai"Defensif turun
3. Reframe"Bagaimana kita struktur agar total cost terjangkau, mungkin via phasing?"Masalah bersama
4. Build golden bridge"Bagaimana bila Rp 92 jt + referensi testimoni untuk marketing Anda?"Face + value
5. Use power to educate"Vendor alternatif menawar Rp 90 jt; saya lebih suka kualitas Anda, bantu saya justify ke management"Reality check
HasilRp 92 jt + testimoni; deal tercapaiBreakthrough
Kesimpulan: 5 teknik Ury berurutan → deal integratif yang lebih baik dari BATNA alternatif.
Bagian 3 · 3/4
Mediasi Internal
Kapan dan bagaimana memanggil mediator untuk deadlock intraorganisasi?

Mediasi Internal: Peran & Kapan Dipanggil

Mediasi internal adalah fasilitasi pihak ketiga dalam organisasi untuk memcah deadlock antar unit yang tidak dapat diselesaikan sendiri.

1. DIAGNOSA
Deadlock Parah
Teknik Ury tidak cukup
2. IDENTIFIKASI
Mediator
Bukan sembarang senior
3. BRIEF
Konteks
Kedua perspektif lengkap
4. SESI MEDIASI
Terstruktur
Ground rules + agenda
5. TINDAK LANJUT
Implementasi
Agar tidak runtuh kembali
Mediator internal mengenal konteks tetapi mungkin punya bias — pilih dengan hati-hati.

Pilihan Mediator: Senior, Eksternal, Peer

Tiga pilihan mediator internal dengan trade-off berbeda yang harus Anda pilih sesuai konteks.

1. SENIOR INTERNAL
  • CEO/CFO/COO
  • + Otoritas + keputusan final
  • Bisa dominan, pihak takut jujur
  • Cocok: stakes tinggi butuh kepastian
2. EKSTERNAL KONSULTAN
  • Konsultan profesional
  • + Netral + metodologi
  • Biaya + tidak kenal konteks
  • Cocok: deadlock kompleks
3. PEER SENIOR DIAKUI
  • Kolega dari unit lain
  • + Kenal konteks + dihormati
  • Mungkin ada bias
  • Cocok: deadlock relatif sederhana
Pilih mediator sesuai konteks: stakes tinggi = senior; kompleks = eksternal; sederhana = peer.

Studi Kasus: Breakthrough Sales vs Credit di Bank

Breakthrough antara sales versus credit di bank nasional menggambarkan lima teknik Ury plus mediasi internal (illustratif; pola Lewicki 2020).

TahapAktivitasHasil
DeadlockSales target volume vs credit quality; reject 60% pipelineImobilitas total
DiagnosaStructural (KPI konflik) + relational (trust rendah)Sumber ganda
Teknik UryCredit: balcony + step + reframe "bagaimana kedua tujuan tercapai?"Lower defensif
MediasiRisk director (peer senior) fasilitasi workshop 1 hariCommon ground
Redesign KPICFO approve shared KPI (volume + NPL terkontrol)Insentif konflik dihilangkan
HasilPipeline approve 40% + early warning system+15% revenue
Tiga pelajaran: (1) Diagnosa structural → redesign KPI; (2) Mediasi peer efektif; (3) Teknik Ury + mediasi kombinasi powerful.
Bagian 4 · 4/4
Escalate vs De-escalate
Kapan harus menaikkan konflik versus menurunkannya?

Kapan Escalate vs De-escalate

Kerangka keputusan escalate versus de-escalate dengan empat kriteria yang harus Anda kuasai (Ury 1991; Lewicki 2020).

ESCALATE BILA
  • Sumber deadlock structural (butuh otoritas senior)
  • Stakes sangat tinggi (finansial/strategis)
  • Teknik Ury + mediasi sudah gagal
  • Time-sensitive tidak bisa tunggu
DE-ESCALATE BILA
  • Sumber deadlock relational (butuh cool down)
  • Stakes moderat tidak worth politisasi
  • Escalation akan merusak relasi jangka panjang
  • Masih ada ruang untuk teknik Ury
Aturan praktis: coba teknik Ury + mediasi dulu; bila gagal dan stakes tinggi + structural → escalate.

Ringkasan & Persiapan Pertemuan 14

Tiga lensa breakthrough bargaining yang harus eksekutif kuasai.

1. DIAGNOSA
4 Sumber
Positional, interest, relational, structural
2. 5 TEKNIK URY
Berurutan
Balcony → Step → Reframe → Bridge → Educate
3. MEDIASI & ESCALATION
Strategis
Pilih mediator sesuai konteks; escalate hanya bila perlu

Diagnosa akurat + 5 teknik Ury + mediasi tepat = breakthrough konsisten.

Persiapan P14: baca seluruh ringkasan P1–P13; siapkan refleksi personal; kuis integrasi 30 menit; ini sintesis mata kuliah.