Negosiasi — Magister Manajemen FEB UNDIP (Konsentrasi Stratejik)
Pertemuan ini mendalami kerangka penilaian objektif yang membuat deal legitim dan adil bagi kedua pihak. Tanpa kriteria objektif, negosiasi terjebak opini subjektif atau power play yang merusak relasi jangka panjang dan sustainability deal.
Program Magister Manajemen · Konsentrasi Stratejik · Sub-CPMK 6 · Durasi 2 × 50 menit
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 6: menerapkan kerangka penilaian objektif untuk deal yang legitim dan sustainable dalam jangka panjang. Empat indikator capaian.
Jam ke-1 (50 menit)
Mengidentifikasi 4 sumber kriteria objektif (Fisher-Ury)
Membangun scoring sheet lanjut dengan ≥5 isu berbobot
Jam ke-2 (50 menit)
Mengevaluasi MESO via scoring sheet untuk pilihan optimal
Memvalidasi deal legitim via 3 tes (public, reciprocity, future)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: bahan ini menjadi fondasi untuk pertemuan berikutnya. Kuis singkat 10 menit di awal pertemuan selanjutnya untuk konsolidasi.
Mengapa Kriteria Objektif Membuat Deal Sustainable
Deal berbasis kriteria objektif ~40-60% lebih sustainable jangka panjang dibanding deal berbasis power play atau opini subjektif (illustratif).
Sustainability Lebih Tinggi
+40-60%
Objektif vs power-based (illustratif)
Kepuasan Kedua Pihak
Tinggi
Deal dirasa adil sehingga tidak sabotase
Pertanyaan pemantik: Mengapa banyak eksekutif andalkan opini subjektif padahal kriteria objektif lebih sustainable?
Bagian 1 · 1/4
Empat Sumber Kriteria Objektif
Dari mana datangnya kriteria objektif yang dapat diakui kedua pihak? Diskusi: bagaimana menentukan harga wajar aset BUMN?
Empat Sumber Kriteria Objektif (Fisher-Ury)
Fisher-Ury mengidentifikasi empat sumber kriteria objektif yang dapat diakui kedua pihak.
Comparable
Market
Transaksi serupa di pasar
Authoritative
Standard
Standar industri/regulator/ISO
Procedural
Fairness
Proses evaluasi fair & transparan
Reciprocal
Symmetry
Aturan sama untuk kedua pihak
Pilih kriteria yang RELEVAN, LEGITIM, dan PRACTICAL untuk konteks deal.
Contoh Kriteria per Jenis Negosiasi
Kriteria objektif berbeda per jenis negosiasi — pilih yang tepat untuk konteks.
Jenis
Kriteria Comparable
Kriteria Authoritative
Gaji
Salary survey industri
Job grading system
Aset/Properti
Transaksi comparable
Appraisal independen
Kontrak Supplier
Benchmark harga industri
Standar SLA ISO
Merger/Akuisisi
Comparable M&A transactions
DCF + audited financials
Selalu siapkan ≥2 sumber kriteria objektif per isu untuk stronger justification.
Coba Sendiri: Penilaian Aset BUMN Multi-Kriteria
Bangun scoring sheet lima isu (harga, kualitas, waktu, risiko, relasi) dengan bobot dan skor tiga opsi. Lihat pemenang plus margin sensitivity.
HDN-1: Penilaian Aset BUMN via Multi-Kriteria
Skenario: Anda menilai aset BUMN untuk divestasi. Susun kriteria objektif multi-sumber.
Aspek
Analisis
Implikasi
Sumber
Kriteria
Nilai
Comparable 1
Transaksi tanah industri 5 thn terakhir
Rp 2,5-3 M/ha
Comparable 2
Appraisal Bank Mandiri
Rp 2,7 M/ha
Authoritative
NJOP + adjustment pasar
Rp 1,8 M/ha
Procedural
Tender 3 appraaiser independen
Transparan
Kesimpulan
Nilai wajar Rp 2,6-2,8 M/ha
Justified
Kesimpulan: Nilai wajar Rp 2,6-2,8 M/ha berdasarkan triangulasi 3 sumber independen — justifikasi kuat untuk divestasi BUMN.
Bagian 2 · 2/4
Scoring Sheet Lanjut
Bagaimana membangun scoring sheet lanjut untuk paket kompleks? Diskusi: bila 7 isu dengan bobot tidak merata?
Scoring Sheet Lanjut: 7 Isu
Scoring sheet lanjut mengakomodasi ≥7 isu dengan bobot yang mencerminkan prioritas detail.
Isu
Bobot
Skala 0 (worst)
Skala 10 (best)
Harga
25
Rp 100jt
Rp 70jt
Volume
15
0 unit
10K unit
Pembayaran
15
COD
Net 90
Garansi
10
Tanpa
5 tahun
Eksklusivitas
10
Non-eksklusif
Regional
Quality SLA
15
95% pass
99.5% pass
Service
10
Email
24/7 hotline
Definisikan skala 0 dan 10 dengan eksplisit agar scoring konsisten.
Coba Sendiri: Pairwise Kriteria Penilaian
Validasi bobot lima isu via pairwise comparison AHP — pastikan tidak ada isu over-weighted yang membalik hasil.
Validasi Bobot: Sensitivity Analysis
Setelah bangun scoring sheet, validasi bobot via sensitivity analysis.
Test 1
Extreme
Bobot 100 satu isu
Test 2
Equal
Bobot sama semua
Test 3
Inverse
Inverse prioritas
Sensitivity
Robust?
Ranking berubah?
Bila ranking paket robust terhadap variasi bobot, scoring sheet Anda solid.
Coba Sendiri: MESO untuk C-Level
Susun MESO tiga paket kompensasi C-Level yang ekuivalen — verifikasi spread agar tidak bocor value.
Tiga pelajaran: (1) Scoring sheet objektif mengungkap value sebenarnya paket; (2) Paket termahal gaji bukan otomatis terbaik; (3) Risk-appetite personal menentukan pilihan.
Bagian 4 · 4/4
Validasi Deal Legitim
Bagaimana memvalidasi bahwa deal yang dicapai legitim dan adil bagi kedua pihak?
Coba Sendiri: Trade-Off Paket Kompensasi
Lihat trade-off logroll antara gaji vs equity dalam paket kompensasi — kapan menukar satu untuk yang lain menambah total value.
Tiga Tes Validasi Deal
Tiga tes untuk memvalidasi bahwa deal legitim dan sustainable.
1. Public Disclosure
Publik
Deal tetap dipertahankan bila terungkap?
2. Reciprocity
Symmetry
Aturan sama untuk kedua pihak?
3. Future Test
Sustainable
Deal bertahan 5-10 tahun?
Bila deal gagal salah satu tes, renegosiasi sebelum signing.
Ringkasan Kerangka Penilaian
Empat pilar kerangka penilaian objektif yang harus Anda kuasai.
Pilar
Alat
Manfaat
1. Kriteria Objektif
4 sumber Fisher-Ury
Legitimasi deal
2. Scoring Sheet
Bobot + skala 0-10
Evaluasi kuantitatif
3. MESO Scoring
Validasi equivalent
Pilihan optimal
4. Validasi Deal
3 tes (public/recip/future)
Sustainability
Empat pilar ini saling memperkuat untuk deal yang legitim dan sustainable.
Ringkasan & Persiapan Pertemuan 7
Tiga pesan kunci dari kerangka penilaian objektif.
Kerangka penilaian objektif adalah fondasi deal yang legitim dan sustainable yang membedakan negosiator profesional dari amateur.
Persiapan P7: baca Lewicki bab 7 (negosiasi tim); bawa satu kasus negosiasi multi-pihak dari pengalaman profesional; siapkan kuis singkat sepuluh menit tentang kriteria objektif dan scoring sheet.