‹ Daftar slidePertemuan 1: Pengantar Negosiasi: Definisi, Anatomi, dan Tipologi
RPS minggu 1 · 2x50 menit · Sub-CPMK 1
Pengantar Negosiasi
Negosiasi — Magister Manajemen FEB UNDIP (Konsentrasi Stratejik)
Negosiasi adalah keterampilan eksekutif paling fundamental: setiap hari Anda berunding dengan atasan, kolega, supplier, klien, dan keluarga. Pertemuan ini membangun fondasi konseptual — apa itu negosiasi, mengapa penting, dan bagaimana memetakan tipologi yang menentukan strategi.
Program Magister Manajemen · Konsentrasi Stratejik · Sub-CPMK 1 · Durasi 2 × 50 menit
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 1: menjelaskan konsep dasar, anatomi, dan tipologi negosiasi. Empat indikator capaian yang harus Anda kuasai sebelum meninggalkan kelas.
Jam ke-1 (50 menit)
Mendefinisikan negosiasi & membedakannya dari tawar-menawar/bargaining
Posisi dalam alur 14 pertemuan: bahan ini menjadi fondasi untuk pertemuan berikutnya. Kuis singkat 10 menit di awal pertemuan selanjutnya untuk konsolidasi.
Mengapa Eksekutif MM Wajib Menguasai Negosiasi
Eksekutif senior menghabiskan ~50% waktu kerja untuk negosiasi internal dan eksternal — namun mayoritas tidak pernah dilatih secara formal, mengandalkan intuisi yang sering suboptimal.
Waktu Eksekutif untuk Negosiasi
~50%
Studi time-use eksekutif senior global (illustratif, dihedge)
Pertanyaan pemantik: Mengapa banyak eksekutif brilian strategis gagal di meja negosiasi padahal mereka paham substansi?
Bagian 1 · 1/4
Definisi & Anatomi Negosiasi
Apa sesungguhnya negosiasi — dan apa bedanya dari tawar-menawar? Diskusi kelas: belanja di pasar tradisional, apakah itu negosiasi?
Definisi Negosiasi (Lewicki et al. 2020)
Apa definisi akademik negosiasi yang membedakannya dari bentuk interaksi lain?
Negosiasi adalah proses komunikasi interpersonal di mana dua atau lebih pihak yang saling bergantung berusaha mencapai kesepakatan tentang alokasi sumber daya atau penyelesaian masalah, di mana baik substansi maupun relasi sama-sama penting. (adaptasi Lewicki, Barry, & Saunders, Negotiation 8th ed., 2020)
Mengandung Negosiasi
Dua atau lebih pihak saling bergantung (interdependence)
Konflik kepentingan eksplisit atau implisit
Kesepakatan sukarela (bukan pemaksaan)
Substansi + relasi sama-sama dikelola
Bukan Negosiasi
Pemaksaan/coercion (perampasan, kekerasan)
Persuasi satu-arah (tidak ada tawar balik)
Bargaining murni tanpa relasi (transaksi pasar)
Default/routine tanpa konflik kepentingan
Inti: negosiasi adalah komunikasi dua-arah untuk kesepakatan sukarela yang menjaga relasi — bukan pertarungan kekuasaan.
Inti: negosiasi adalah komunikasi dua-arah untuk kesepakatan sukarela yang menjaga relasi.
Anatomi Negosiasi: Lima Komponen Inti
Setiap negosiasi dapat dibedah menjadi lima komponen yang harus dipetakan sebelum bertindak.
Pihak (Parties)
≥2
Aktor dengan kepentingan; primer vs sekunder
Isu (Issues)
1+
Topik yang dinegosiasi; substansi + relasi
BATNA
Alt.
Alternatif terbaik bila negosiasi gagal
Interest
Why
Kepentingan dasar di balik posisi
ZOPA
Range
Zone of Possible Agreement antar reservation
Tipologi Distributif vs Integratif
Tipologi paling fundamental: distributif (win-lose) vs integratif (win-win) — menentukan seluruh strategi.
Dimensi
Distributif (Win-Lose)
Integratif (Win-Win)
Metafora
Pembagian kue tetap (fixed pie)
Memperbesar kue (expand pie)
Tujuan
Maksimalkan bagian saya
Maksimalkan total value
Informasi
Tersembunyi, jangan ungkap
Dibagi untuk value creation
Relasi
Singkat, transaksional
Panjang, kolaboratif
Contoh
Harga beli mobil bekas
Joint venture strategis
Kesalahan fatal: menggunakan strategi distributif pada situasi integratif (atau sebaliknya).
HDN-1: Diagnosa Tipologi Kasus Kontrak BUMN
Skenario: Anda menegosiasikan kontrak pasokan 3 tahun dengan vendor tier-1 BUMN. Diagnosa tipologi (distributif vs integratif) dan tentukan strategi awal.
Aspek
Analisis
Implikasi
Pihak & isu
Anda + vendor BUMN; kontrak harga + kualitas + jangka panjang
Multi-isu + relasi panjang
Fixed pie?
Tidak: value kolaborasi 3 tahun > transaksi satu kali
Indikasi integratif
Informasi
Cost structure vendor relevan untuk struktur harga adil
Perlu dibagi selektif
Relasi
BUMN-prioritas pasokan stabil untuk 3 tahun
Panjang, kolaboratif
Tipologi
Integratif dominan + elemen distributif (harga)
Strategi hybrid
Strategi awal
Identifikasi interest + brainstorm value creation
Mulai integratif
Kesimpulan: Kasus ini dominan integratif dengan elemen distributif pada harga — strategi hybrid: bangun trust + value creation dulu, lalu distributif pada harga.
Bagian 2 · 2/4
BATNA, Reservation Price & ZOPA
Bagaimana kekuatan negosiasi Anda ditentukan oleh alternatif di luar meja? Diskusi: apa BATNA Anda bila gaji yang ditawarkan terlalu rendah?
BATNA: Alternatif Terbaik di Luar Meja (Fisher-Ury)
BATNA adalah sumber kekuatan negosiasi paling fundamental — bukan karisma atau retorika.
BATNA (Best Alternative To a Negotiated Agreement) = alternatif terbaik yang Anda pegang bila negosiasi saat ini gagal mencapai kesepakatan. (Fisher, Ury, & Patton, Getting to Yes, 2011)
BATNA Kuat
Walk-away power tinggi
Tidak terdesak menerima deal buruk
Bisa minta terms lebih baik
Confident di meja negosiasi
BATNA Lemah
Walk-away power rendah
Terdesak menerima apa adanya
Sulit minta konsesi
Cemas dan defensif
Hukum Fisher-Ury: kekuatan negosiasi Anda = kualitas BATNA, bukan kehebatan retorika.
Reservation Price & ZOPA
Reservation price adalah titik walk-away Anda; ZOPA adalah area di mana kesepakatan mungkin.
Tanpa mengetahui reservation price Anda sendiri, Anda akan tergiring menerima deal di bawah BATNA — kerugian double.
Claiming Value vs Creating Value
Dua fungsi negosiasi yang harus dibedakan: claiming value (mengambil bagian) vs creating value (memperbesar kue).
Dimensi
Claiming Value
Creating Value
Definisi
Mengambil bagian dari kue tetap
Memperbesar kue sebelum dibagi
Strategi
Anchor, distributif,information hiding
Interest mapping, brainstorm, logrolling
Risiko
Konflik, relasi rusak
Waktu, kompleksitas
Pertemuan
P3 (Distributif)
P4-P5 (Integratif)
Negosiator hebat menguasai keduanya: creating value dulu, baru claiming value pada bagian yang dibuat.
HDN-2: Hitung BATNA & ZOPA untuk Negosiasi Gaji
Skenario: Anda menegosiasikan gaji untuk posisi senior. Anda sudah punya tawaran lain Rp 55 jt/bln + benefit. Target Anda Rp 70 jt. Hitung reservation price dan estimasi ZOPA bila recruiter budget Rp 50-75 jt.
Aspek
Analisis
Implikasi
BATNA
Tawaran lain Rp 55 jt + benefit setara Rp 5 jt = Rp 60 jt setara
Alternatif konkret
Biaya transisi
Rp 2 jt (relokasi, vesting loss)
Marginal cost pindah
Reservation Price
BATNA + biaya = Rp 62 jt setara
Walk-away floor
Target Price
Rp 70 jt setara
Anchor awal
ZOPA recruiter
Rp 50-75 jt range
Estimasi dari riset industri
ZOPA aktual
Rp 62-75 jt (overlap reservation)
Deal mungkin di sini
Kesimpulan: Reservation price Anda Rp 62 jt setara; ZOPA aktual Rp 62-75 jt — minta Rp 70 jt sebagai anchor awal yang feasible.
Bagian 3 · 3/4
Konteks: Internal vs Eksternal, Simetris vs Asimetris
Konteks negosiasi menentukan dinamika dan strategi. Diskusi: negosiasi dengan atasan vs dengan supplier, mana yang lebih sulit?
Empat Kuadran Konteks Negosiasi
Konteks negosiasi dapat dipetakan pada dua dimensi: internal/eksternal dan simetris/asimetris.
Kuadran
Karakteristik
Contoh
Internal-Simetris
Antar unit setara; relasi berulang
Sales vs Marketing share budget
Internal-Asimetris
Hirarki berbeda; power distance
Bawahan ke atasan
Eksternal-Simetris
Pihak setara; pasar kompetitif
Dua supplier BUMN bersaing
Eksternal-Asimetris
Power distance besar
UMKM vs korporasi besar
Tip: kuadran berbeda menuntut strategi berbeda — jangan pakai pendekatan universal.
Tiga Tantangan Universal Negosiasi
Apapun konteksnya, setiap negosiasi menghadapi tiga tantangan universal yang harus dikelola.
1. Maksimalkan Value
Identifikasi interest lawan
Brainstorm opsi kreatif
Logrolling trade-offs
Expand the pie
2. Klaim Value Adil
Anchor strategis
Distribusi proporsional
Information management
Reservation price disiplin
3. Jaga Relasi
Trust building
Face-saving
Etika & integritas
Long-term orientation
Tiga tantangan ini akan menjadi benang merah sepanjang semester — setiap teknik yang kita pelajari melayani salah satunya.
Studi Kasus: CBA Pabrik Otomotif Cikarang
Kasus Collective Bargaining Agreement di pabrik otomotif Cikarang menggambarkan integrasi seluruh konsep P1 dalam praktik.
Tahap
Aktivitas
Hasil
Konteks
Pabrik otomotif Cikarang 2.000 karyawan; serikat vs manajemen
Internal-asimetris, multi-issue
Isu
Gaji, bonus, kondisi kerja, job security
Paket kompensasi total
BATNA manajemen
Lockout atau operasi minimal
Berpengaruh pada pendapatan
BATNA serikat
Mogok kerja
Berpengaruh pada upah harian
Tipologi
Integratif dominan (relasi panjang)
Win-win potensial
Hasil
Pak kompensasi + job security covenant
Deal integratif 2-3 tahun
Tiga pelajaran: (1) CBA = negosiasi internal multi-party kompleks; (2) BATNA kuat dari kedua sisi membuat ZOPA luas; (3) Pendekatan integratif menghasilkan deal sustainable.
Bagian 4 · 4/4
Etika, Budaya & Refleksi Diri
Negosiasi profesional tidak hanya soal menang, tetapi menang dengan etika dan adaptasi budaya. Diskusi: bluf dalam negosiasi, etis atau tidak?
Spektrum Etika Taktik Negosiasi
Taktik negosiasi berada pada spektrum etika — dari strategi halus yang sah hingga manipulasi yang ilegal.
Etis (Strategi Halus)
Bluffing posisi (pura-pura tidak peduli)
Anchor tinggi dengan data
Information management selektif
Good cop / bad cop (terbuka)
Abu-abu (Kontekstual)
Emotional leverage
Deadline paksa (terbatas)
Silence tactic
Pilih referensi menguntungkan
Tidak Etis (Manipulasi)
Lying about material facts
Fake urgency (palsu)
Coercion/emotional abuse
Bribery/kickbacks
Tes etis (Shell 2018): apakah Anda merasa nyaman bila taktik ini terungkap publik? Kalau tidak, jangan lakukan.
Budaya Negosiasi Indonesia: High-Context & Kolektivis
Indonesia berprofil high-context, kolektivis, dan power distance tinggi — sangat memengaruhi gaya negosiasi yang efektif.
Dimensi Hofstede
Skor Indonesia
Implikasi Negosiasi
Power Distance
~78 (tinggi)
Hormati hierarki formal; tatap muka senior
Individualism
~14 (kolektivis)
Investasi relasi dulu; jangan konfrontatif
Uncertainty Avoidance
~48 (rendah)
Kontrak fleksibel; toleran ambiguitas
Long-Term Orientation
~62 (tinggi)
Pikir relasi jangka panjang
Di Indonesia, makan siang dan small talk adalah investasi negosiasi, bukan basa-basi.
Ringkasan & Persiapan Pertemuan 2
Tiga pesan kunci yang harus Anda bawa pulang dari pertemuan pertama.
Definisi & Anatomi
5 komponen: pihak, isu, BATNA, interest, ZOPA
Tipologi
Distributif (win-lose) vs Integratif (win-win)
Tantangan Universal
Maks value + Klaim adil + Jaga relasi
Bawa kerangka ini sebagai peta rujukan sepanjang semester.
Persiapan P2: baca Fisher-Ury Getting to Yes bab 1-2 (BATNA & interest); bawa satu kasus negosiasi dari pengalaman kerja untuk dianalisis; kuis 10 menit di awal pertemuan.