Restrukturisasi: pemicu, peran SDM, biaya pesangon
Struktur & sistem kerja berkinerja tinggi (HPWS)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: menyusul kompensasi & hak karyawan (P10-P11), mendahului MSDM konteks global (P13) dan sintesis balanced HR scorecard (P14).
Bagian 1
Struktur sebagai Instrumen Strategi
Diskusi kelas: di perusahaan tempat Anda bekerja, apakah struktur organisasi saat ini dirancang mengikuti strategi bisnis terbaru, atau strategi justru dipaksa menyesuaikan struktur lama yang sudah usang?
Structure Follows Strategy — dan Sebaliknya
Chandler (1962) mengajukan tesis klasik bahwa struktur adalah konsekuensi dari strategi. Mintzberg (1979) memperluasnya menjadi lima konfigurasi organisasi yang masing-masing cocok untuk konteks strategis berbeda.
Tesis Chandler (1962)
Strategi ekspansi → struktur divisional (mis. multi-produk)
Strategi efisiensi biaya → struktur fungsional tersentralisasi
Tinggi → deskripsi jabatan rinci, pelatihan kepatuhan
2. Sentralisasi
Di level mana keputusan penting diambil?
Tinggi → jalur karier terbatas di puncak, delegasi rendah
3. Departementalisasi
Unit dikelompokkan berdasar fungsi, produk, atau geografi?
Menentukan basis rotasi & pengembangan karier
4. Rentang kendali
Berapa banyak bawahan langsung per manajer?
Menentukan jumlah posisi manajerial & biaya SDM
5. Kompleksitas
Berapa banyak lapisan vertikal & unit horizontal?
Menentukan kecepatan komunikasi & jenjang karier
Kesimpulan Kerangka
Kelima dimensi ini adalah "tombol pengatur" yang bisa Anda ubah sebagai praktisi SDM — tiap perubahan punya konsekuensi biaya & kecepatan
Mini-Kasus: Restrukturisasi Pasca-Merger GoTo
Merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo (2021) memaksa penyatuan dua struktur organisasi dengan budaya dan model bisnis berbeda — keputusan yang murni berada di ranah SDM strategis.
Sebagai keputusan manajerial: pimpinan GoTo harus memilih antara struktur divisional (mempertahankan unit Gojek & Tokopedia terpisah) atau struktur fungsional terintegrasi (menyatukan fungsi seperti teknologi & keuangan lintas unit) — ilustrasi, angka non-publik.
Opsi A: Pertahankan Divisional
Budaya & brand masing-masing unit terjaga
Duplikasi fungsi pendukung (SDM, keuangan, legal)
Sinergi biaya rendah, potensi silo antar-unit
Opsi B: Integrasi Fungsional
Efisiensi biaya melalui fungsi pendukung bersama
Risiko gesekan budaya & PHK fungsi duplikat
Butuh program manajemen perubahan intensif
Bagian 2
Tipe Struktur & Trade-off SDM
Diskusi kelas: apakah organisasi tempat Anda bekerja menganut struktur fungsional, divisional, matriks, atau kombinasi — dan apa konsekuensinya bagi jalur karier Anda sendiri?
SDM: jalur karier vertikal per fungsi, koordinasi lintas fungsi lambat
Divisional
Dikelompokkan berdasar produk, pasar, atau wilayah
Cocok untuk diversifikasi & respons pasar cepat
SDM: duplikasi fungsi pendukung, jalur karier lintas divisi terbatas
Astra International menganut struktur divisional berbasis lini bisnis (otomotif, alat berat, agribisnis, finansial) — tiap divisi punya fungsi SDM semi-otonom yang selaras dengan kebijakan grup.
Struktur Matriks & Jaringan (Agile)
Matriks
Karyawan melapor ke dua atasan (fungsi + proyek/produk)
SDM: penilaian kinerja berbasis tim, jalur karier non-linear
Hitung dari Nol: Rentang Kendali & Lapisan Manajemen
Perusahaan manufaktur menengah punya 480 karyawan operasional dan menetapkan rentang kendali (span of control) target 8 orang per manajer — berapa lapis & posisi manajerial yang dibutuhkan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total karyawan operasional
Data perusahaan (ilustrasi)
480 orang
2. Rentang kendali target
Kebijakan desain organisasi
8 karyawan/supervisor
3. Jumlah supervisor lini pertama
480 ÷ 8
60 supervisor
4. Jumlah manajer menengah
60 ÷ 8 = 7,5 → dibulatkan ke atas
8 manajer
5. Jumlah direktur (rentang kendali 5)
8 ÷ 5 = 1,6 → dibulatkan ke atas
2 direktur
Hasil Desain
3 lapis
Total 70 posisi manajerial (60 + 8 + 2) untuk mengelola 480 karyawan operasional
Coba Sendiri: Desain Ulang Rentang Kendali Organisasi
Ubah total karyawan operasional dan rentang kendali target untuk melihat berapa lapisan manajemen dan total posisi manajerial yang dibutuhkan.
Rentang Kendali: Organisasi Datar vs. Menjulang
Pilihan rentang kendali bukan sekadar angka teknis — ia menentukan kecepatan komunikasi, biaya manajerial, dan tingkat otonomi karyawan.
Organisasi Datar (Flat)
Rentang kendali lebar (>10), sedikit lapisan
Biaya manajerial rendah, otonomi karyawan tinggi
Risiko: supervisor kewalahan, jalur karier terbatas
Organisasi Menjulang (Tall)
Rentang kendali sempit (<6), banyak lapisan
Kontrol & pengawasan ketat, jalur karier jelas
Risiko: biaya manajerial tinggi, komunikasi lambat
Perusahaan rintisan digital cenderung memilih struktur datar di tahap awal untuk kecepatan; BUMN & perbankan cenderung tetap menjulang karena kebutuhan kontrol risiko & kepatuhan.
Bagian 3
Restrukturisasi & Peran SDM
Diskusi kelas: pernahkah Anda mengalami atau memimpin proses restrukturisasi — apa yang menurut Anda paling sulit dikelola, aspek teknis-struktural atau aspek manusia-emosional?
Pemicu Restrukturisasi & Peran SDM
Merger & Akuisisi
Penyatuan dua budaya & struktur
SDM: due diligence tenaga kerja, harmonisasi kompensasi
Transformasi Digital
Fungsi lama hilang, kompetensi baru dibutuhkan
SDM: reskilling, redesain jabatan
Efisiensi / Downsizing
Tekanan biaya, penyederhanaan lapisan
SDM: kepatuhan PHK & perhitungan pesangon
Hitung dari Nol: Biaya Kompensasi PHK Restrukturisasi
Restrukturisasi (efisiensi) mem-PHK satu karyawan dengan gaji Rp12.000.000/bulan & masa kerja 12 tahun — berapa total kompensasi yang wajib dibayarkan? (ilustrasi, basis PP 35/2021)
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Uang Pesangon (UP), masa kerja >8 th → indeks 9 bulan upah
9 x Rp12.000.000
Rp108.000.000
2. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), band 9-12 th → indeks 4 bulan upah
4 x Rp12.000.000
Rp48.000.000
3. Uang Penggantian Hak (UPH) — cuti & pengobatan, ~15% dari (UP+UPMK)
15% x Rp156.000.000
~Rp23.400.000
4. Total kompensasi PHK efisiensi (1x formula, Ps. 43 PP 35/2021)
Rp108jt + Rp48jt + Rp23,4jt
~Rp179.400.000
Total Kompensasi 1 Karyawan
~Rp179,4 jt
Ilustrasi — PHK karena perusahaan tutup akibat rugi/force majeure memakai pengali 0,5x formula ini
Kerangka Kesiapan Restrukturisasi: Dua Langkah
Sebelum mengeksekusi perubahan struktur, praktisi SDM perlu menilai kesiapan organisasi melalui walkthrough dua tahap berikut.
Tahap 1 — Diagnosis Kesiapan
Petakan pemangku kepentingan yang terdampak & tingkat resistensi mereka
Identifikasi fungsi/jabatan yang akan terduplikasi atau hilang
Kegagalan restrukturisasi paling sering bukan pada desain struktur baru, melainkan pada Tahap 2 — komunikasi yang buruk memicu kehilangan talenta terbaik yang justru ingin dipertahankan.
Mini-Kasus: Transformasi Struktur Agile Bank Nasional
Sejumlah bank besar Indonesia, termasuk Bank Mandiri & BCA, mengadopsi elemen struktur squad/tribe ala agile untuk unit digital banking — sambil mempertahankan struktur hierarkis untuk fungsi kepatuhan & risiko.
Keputusan manajerial inti: unit mana yang boleh "agile" (squad lintas-fungsi, rentang kendali lebar) dan unit mana yang wajib tetap hierarkis (kepatuhan, manajemen risiko, audit) — ilustrasi, angka non-publik.
Unit Digital Banking
Squad lintas-fungsi (produk, teknologi, UX)
Rentang kendali lebar, siklus rilis cepat
Unit Kepatuhan & Risiko
Hierarkis, rentang kendali sempit
Wajib mengikuti ketentuan OJK & audit internal
Struktur & Sistem Kerja Berkinerja Tinggi (HPWS)
High-Performance Work Systems bukan sekadar kumpulan praktik SDM individual, melainkan bundel praktik yang saling memperkuat — dan strukturnya harus mendukung, bukan menghambat.
Ability
Seleksi ketat & pelatihan berkelanjutan
Motivation
Kompensasi berbasis kinerja & pengakuan
Opportunity
Struktur datar & otonomi kerja tim
Kerangka AMO (Appelbaum et al., 2000): HPWS efektif hanya jika ketiga elemen hadir bersamaan — struktur yang terlalu hierarkis membunuh elemen "Opportunity" meski Ability & Motivation sudah kuat.
Menutup Lingkaran: Struktur dalam Balanced HR Scorecard
Keputusan struktur organisasi harus terukur dampaknya pada empat perspektif balanced HR scorecard, bukan dinilai hanya dari elegan-tidaknya bagan organisasi.
Perspektif Finansial & Pelanggan
Biaya manajerial per lapisan (lihat perhitungan rentang kendali)
Kecepatan respons ke pelanggan (jumlah lapisan persetujuan)
Perspektif Proses & Pembelajaran
Kejelasan alur keputusan & akuntabilitas
Ketersediaan jalur karier & pengembangan kompetensi
Latihan: Redesain Struktur Unit Anda
Kerjakan secara individu (15 menit), lalu presentasikan singkat ke kelas.
Instruksi
Pilih satu unit/divisi di perusahaan tempat Anda bekerja (atau kasus GoTo/Bank Mandiri yang sudah dibahas)
Diagnosis lima dimensi desain struktur (formalisasi, sentralisasi, departementalisasi, rentang kendali, kompleksitas) pada kondisi saat ini
Hitung rentang kendali & jumlah lapisan manajemen ideal mengikuti metode "Hitung dari Nol" tadi
Rumuskan satu rekomendasi perubahan struktur beserta estimasi implikasi biaya SDM-nya
Siapkan argumen: bagaimana rekomendasi Anda meningkatkan elemen Opportunity dalam kerangka AMO tanpa mengorbankan kontrol & kepatuhan.
Ringkasan Pertemuan 12 & Ke Depan
Yang Sudah Kita Bahas
Struktur sebagai instrumen strategi (Chandler, Mintzberg)
Lima dimensi desain & empat tipe struktur beserta trade-off SDM
Diskusi kelas untuk dibawa pulang: jika perusahaan Anda berekspansi ke Vietnam atau Filipina minggu depan, dimensi struktur mana yang paling dulu harus Anda desain ulang?