stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Struktur Organisasi
RPS minggu 13 · 2x50 menit

Struktur Organisasi

Manajemen Sumber Daya Manusia dan Hubungan Tempat Kerja — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pertemuan Hari Ini

Jam ke-1 (50 menit)
  • Struktur sebagai instrumen strategi, bukan sekadar bagan
  • Dimensi desain struktur & implikasinya bagi SDM
  • Tipe struktur (fungsional, divisional, matriks, jaringan) & trade-off
Jam ke-2 (50 menit)
  • Rentang kendali: menghitung lapisan manajemen & biaya
  • Restrukturisasi: pemicu, peran SDM, biaya pesangon
  • Struktur & sistem kerja berkinerja tinggi (HPWS)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: menyusul kompensasi & hak karyawan (P10-P11), mendahului MSDM konteks global (P13) dan sintesis balanced HR scorecard (P14).
Bagian 1
Struktur sebagai Instrumen Strategi
Diskusi kelas: di perusahaan tempat Anda bekerja, apakah struktur organisasi saat ini dirancang mengikuti strategi bisnis terbaru, atau strategi justru dipaksa menyesuaikan struktur lama yang sudah usang?

Structure Follows Strategy — dan Sebaliknya

Chandler (1962) mengajukan tesis klasik bahwa struktur adalah konsekuensi dari strategi. Mintzberg (1979) memperluasnya menjadi lima konfigurasi organisasi yang masing-masing cocok untuk konteks strategis berbeda.

Tesis Chandler (1962)
  • Strategi ekspansi → struktur divisional (mis. multi-produk)
  • Strategi efisiensi biaya → struktur fungsional tersentralisasi
  • Ketidaksesuaian struktur-strategi → friksi & keterlambatan eksekusi
Lima Konfigurasi Mintzberg (1979)
  • Struktur sederhana, birokrasi mesin, birokrasi profesional
  • Bentuk divisional, adhocracy (inovasi cepat)
  • SDM: tiap konfigurasi menuntut sistem seleksi & kontrol berbeda

Dimensi Desain Struktur & Implikasi SDM

DimensiPertanyaan DesainImplikasi bagi SDM
1. FormalisasiSeberapa ketat aturan & SOP mengikat perilaku kerja?Tinggi → deskripsi jabatan rinci, pelatihan kepatuhan
2. SentralisasiDi level mana keputusan penting diambil?Tinggi → jalur karier terbatas di puncak, delegasi rendah
3. DepartementalisasiUnit dikelompokkan berdasar fungsi, produk, atau geografi?Menentukan basis rotasi & pengembangan karier
4. Rentang kendaliBerapa banyak bawahan langsung per manajer?Menentukan jumlah posisi manajerial & biaya SDM
5. KompleksitasBerapa banyak lapisan vertikal & unit horizontal?Menentukan kecepatan komunikasi & jenjang karier
Kesimpulan Kerangka
Kelima dimensi ini adalah "tombol pengatur" yang bisa Anda ubah sebagai praktisi SDM — tiap perubahan punya konsekuensi biaya & kecepatan

Mini-Kasus: Restrukturisasi Pasca-Merger GoTo

Merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo (2021) memaksa penyatuan dua struktur organisasi dengan budaya dan model bisnis berbeda — keputusan yang murni berada di ranah SDM strategis.

Sebagai keputusan manajerial: pimpinan GoTo harus memilih antara struktur divisional (mempertahankan unit Gojek & Tokopedia terpisah) atau struktur fungsional terintegrasi (menyatukan fungsi seperti teknologi & keuangan lintas unit) — ilustrasi, angka non-publik.
Opsi A: Pertahankan Divisional
  • Budaya & brand masing-masing unit terjaga
  • Duplikasi fungsi pendukung (SDM, keuangan, legal)
  • Sinergi biaya rendah, potensi silo antar-unit
Opsi B: Integrasi Fungsional
  • Efisiensi biaya melalui fungsi pendukung bersama
  • Risiko gesekan budaya & PHK fungsi duplikat
  • Butuh program manajemen perubahan intensif
Bagian 2
Tipe Struktur & Trade-off SDM
Diskusi kelas: apakah organisasi tempat Anda bekerja menganut struktur fungsional, divisional, matriks, atau kombinasi — dan apa konsekuensinya bagi jalur karier Anda sendiri?

Struktur Fungsional vs. Divisional

Fungsional
  • Dikelompokkan berdasar keahlian (produksi, pemasaran, SDM)
  • Efisien untuk skala & spesialisasi mendalam
  • SDM: jalur karier vertikal per fungsi, koordinasi lintas fungsi lambat
Divisional
  • Dikelompokkan berdasar produk, pasar, atau wilayah
  • Cocok untuk diversifikasi & respons pasar cepat
  • SDM: duplikasi fungsi pendukung, jalur karier lintas divisi terbatas
Astra International menganut struktur divisional berbasis lini bisnis (otomotif, alat berat, agribisnis, finansial) — tiap divisi punya fungsi SDM semi-otonom yang selaras dengan kebijakan grup.

Struktur Matriks & Jaringan (Agile)

Matriks
  • Karyawan melapor ke dua atasan (fungsi + proyek/produk)
  • Fleksibel untuk proyek kompleks lintas fungsi
  • SDM: risiko konflik otoritas, butuh kejelasan KPI ganda
Jaringan / Agile Squad
  • Tim kecil lintas-fungsi (squad), sedikit hierarki
  • Cepat beradaptasi, cocok untuk perusahaan digital
  • SDM: penilaian kinerja berbasis tim, jalur karier non-linear
Kepala FungsiManajer ProyekKaryawan (dua atasan)Squad Agilehierarki datar

Hitung dari Nol: Rentang Kendali & Lapisan Manajemen

Perusahaan manufaktur menengah punya 480 karyawan operasional dan menetapkan rentang kendali (span of control) target 8 orang per manajer — berapa lapis & posisi manajerial yang dibutuhkan?

LangkahPerhitunganNilai
1. Total karyawan operasionalData perusahaan (ilustrasi)480 orang
2. Rentang kendali targetKebijakan desain organisasi8 karyawan/supervisor
3. Jumlah supervisor lini pertama480 ÷ 860 supervisor
4. Jumlah manajer menengah60 ÷ 8 = 7,5 → dibulatkan ke atas8 manajer
5. Jumlah direktur (rentang kendali 5)8 ÷ 5 = 1,6 → dibulatkan ke atas2 direktur
Hasil Desain
3 lapis
Total 70 posisi manajerial (60 + 8 + 2) untuk mengelola 480 karyawan operasional

Coba Sendiri: Desain Ulang Rentang Kendali Organisasi

Ubah total karyawan operasional dan rentang kendali target untuk melihat berapa lapisan manajemen dan total posisi manajerial yang dibutuhkan.

Rentang Kendali: Organisasi Datar vs. Menjulang

Pilihan rentang kendali bukan sekadar angka teknis — ia menentukan kecepatan komunikasi, biaya manajerial, dan tingkat otonomi karyawan.

Organisasi Datar (Flat)
  • Rentang kendali lebar (>10), sedikit lapisan
  • Biaya manajerial rendah, otonomi karyawan tinggi
  • Risiko: supervisor kewalahan, jalur karier terbatas
Organisasi Menjulang (Tall)
  • Rentang kendali sempit (<6), banyak lapisan
  • Kontrol & pengawasan ketat, jalur karier jelas
  • Risiko: biaya manajerial tinggi, komunikasi lambat
Perusahaan rintisan digital cenderung memilih struktur datar di tahap awal untuk kecepatan; BUMN & perbankan cenderung tetap menjulang karena kebutuhan kontrol risiko & kepatuhan.
Bagian 3
Restrukturisasi & Peran SDM
Diskusi kelas: pernahkah Anda mengalami atau memimpin proses restrukturisasi — apa yang menurut Anda paling sulit dikelola, aspek teknis-struktural atau aspek manusia-emosional?

Pemicu Restrukturisasi & Peran SDM

Merger & Akuisisi
  • Penyatuan dua budaya & struktur
  • SDM: due diligence tenaga kerja, harmonisasi kompensasi
Transformasi Digital
  • Fungsi lama hilang, kompetensi baru dibutuhkan
  • SDM: reskilling, redesain jabatan
Efisiensi / Downsizing
  • Tekanan biaya, penyederhanaan lapisan
  • SDM: kepatuhan PHK & perhitungan pesangon

Hitung dari Nol: Biaya Kompensasi PHK Restrukturisasi

Restrukturisasi (efisiensi) mem-PHK satu karyawan dengan gaji Rp12.000.000/bulan & masa kerja 12 tahun — berapa total kompensasi yang wajib dibayarkan? (ilustrasi, basis PP 35/2021)

LangkahPerhitunganNilai
1. Uang Pesangon (UP), masa kerja >8 th → indeks 9 bulan upah9 x Rp12.000.000Rp108.000.000
2. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), band 9-12 th → indeks 4 bulan upah4 x Rp12.000.000Rp48.000.000
3. Uang Penggantian Hak (UPH) — cuti & pengobatan, ~15% dari (UP+UPMK)15% x Rp156.000.000~Rp23.400.000
4. Total kompensasi PHK efisiensi (1x formula, Ps. 43 PP 35/2021)Rp108jt + Rp48jt + Rp23,4jt~Rp179.400.000
Total Kompensasi 1 Karyawan
~Rp179,4 jt
Ilustrasi — PHK karena perusahaan tutup akibat rugi/force majeure memakai pengali 0,5x formula ini

Kerangka Kesiapan Restrukturisasi: Dua Langkah

Sebelum mengeksekusi perubahan struktur, praktisi SDM perlu menilai kesiapan organisasi melalui walkthrough dua tahap berikut.

Tahap 1 — Diagnosis Kesiapan
  • Petakan pemangku kepentingan yang terdampak & tingkat resistensi mereka
  • Identifikasi fungsi/jabatan yang akan terduplikasi atau hilang
  • Susun estimasi biaya (pesangon, pelatihan ulang, transisi)
Tahap 2 — Eksekusi & Komunikasi
  • Susun rencana komunikasi bertahap ke karyawan terdampak & tidak terdampak
  • Jalankan proses PHK/relokasi sesuai UU Ketenagakerjaan & PP 35/2021
  • Pantau indikator pasca-restrukturisasi (turnover, engagement, produktivitas)
Kegagalan restrukturisasi paling sering bukan pada desain struktur baru, melainkan pada Tahap 2 — komunikasi yang buruk memicu kehilangan talenta terbaik yang justru ingin dipertahankan.

Mini-Kasus: Transformasi Struktur Agile Bank Nasional

Sejumlah bank besar Indonesia, termasuk Bank Mandiri & BCA, mengadopsi elemen struktur squad/tribe ala agile untuk unit digital banking — sambil mempertahankan struktur hierarkis untuk fungsi kepatuhan & risiko.

Keputusan manajerial inti: unit mana yang boleh "agile" (squad lintas-fungsi, rentang kendali lebar) dan unit mana yang wajib tetap hierarkis (kepatuhan, manajemen risiko, audit) — ilustrasi, angka non-publik.
Unit Digital Banking
  • Squad lintas-fungsi (produk, teknologi, UX)
  • Rentang kendali lebar, siklus rilis cepat
Unit Kepatuhan & Risiko
  • Hierarkis, rentang kendali sempit
  • Wajib mengikuti ketentuan OJK & audit internal

Struktur & Sistem Kerja Berkinerja Tinggi (HPWS)

High-Performance Work Systems bukan sekadar kumpulan praktik SDM individual, melainkan bundel praktik yang saling memperkuat — dan strukturnya harus mendukung, bukan menghambat.

Ability
  • Seleksi ketat & pelatihan berkelanjutan
Motivation
  • Kompensasi berbasis kinerja & pengakuan
Opportunity
  • Struktur datar & otonomi kerja tim
Kerangka AMO (Appelbaum et al., 2000): HPWS efektif hanya jika ketiga elemen hadir bersamaan — struktur yang terlalu hierarkis membunuh elemen "Opportunity" meski Ability & Motivation sudah kuat.

Menutup Lingkaran: Struktur dalam Balanced HR Scorecard

Keputusan struktur organisasi harus terukur dampaknya pada empat perspektif balanced HR scorecard, bukan dinilai hanya dari elegan-tidaknya bagan organisasi.

Perspektif Finansial & Pelanggan
  • Biaya manajerial per lapisan (lihat perhitungan rentang kendali)
  • Kecepatan respons ke pelanggan (jumlah lapisan persetujuan)
Perspektif Proses & Pembelajaran
  • Kejelasan alur keputusan & akuntabilitas
  • Ketersediaan jalur karier & pengembangan kompetensi

Latihan: Redesain Struktur Unit Anda

Kerjakan secara individu (15 menit), lalu presentasikan singkat ke kelas.

Instruksi
  • Pilih satu unit/divisi di perusahaan tempat Anda bekerja (atau kasus GoTo/Bank Mandiri yang sudah dibahas)
  • Diagnosis lima dimensi desain struktur (formalisasi, sentralisasi, departementalisasi, rentang kendali, kompleksitas) pada kondisi saat ini
  • Hitung rentang kendali & jumlah lapisan manajemen ideal mengikuti metode "Hitung dari Nol" tadi
  • Rumuskan satu rekomendasi perubahan struktur beserta estimasi implikasi biaya SDM-nya
Siapkan argumen: bagaimana rekomendasi Anda meningkatkan elemen Opportunity dalam kerangka AMO tanpa mengorbankan kontrol & kepatuhan.

Ringkasan Pertemuan 12 & Ke Depan

Yang Sudah Kita Bahas
  • Struktur sebagai instrumen strategi (Chandler, Mintzberg)
  • Lima dimensi desain & empat tipe struktur beserta trade-off SDM
  • Menghitung rentang kendali, lapisan manajemen & biaya pesangon restrukturisasi
Pertemuan 13: MSDM Konteks Global
  • Struktur organisasi multinasional & koordinasi lintas negara
  • Ekspatriat, kompensasi global, & kepatuhan lintas yurisdiksi
Diskusi kelas untuk dibawa pulang: jika perusahaan Anda berekspansi ke Vietnam atau Filipina minggu depan, dimensi struktur mana yang paling dulu harus Anda desain ulang?