Dari Data Terkumpul ke Keputusan Bisnis yang Teruji
Pertemuan 10 · Metode Riset Bisnis Lanjutan · Magister Manajemen FEB UNDIP
Bagian 1
Fondasi & Persiapan Data
Sebelum uji hipotesis dijalankan, data harus lolos screening yang ketat — pertanyaan diskusi: seberapa "kotor" data yang masih layak dianalisis, dan siapa yang menentukan ambang batasnya?
Peta Alur Analisis Kuantitatif
Enam tahap dari data mentah ke rekomendasi — bukan proses linear sekali jalan, melainkan iteratif dengan titik putar balik (misal, screening menemukan anomali → kembali ke pengumpulan data).
Fokus pertemuan hari ini: tahap 2–5. Tahap 6 (multivariat lanjutan) dibahas Pertemuan 11.
Data Screening Lanjutan: Missing Data
Kasus: survei kepuasan kerja terhadap 120 manajer menengah; variabel Turnover Intention memiliki data hilang.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Ukuran sampel valid
responden terkumpul
n = 120
Data hilang pada variabel target
sel kosong dihitung manual
14 responden
Persentase missing
14 ÷ 120 × 100
11,7%
Ambang rule-of-thumb (Hair et al., 2019)
batas toleransi umum
10%
Uji pola Little's MCAR
output software (SPSS/R)
p = 0,032
Kesimpulan pola
11,7% > 10% dan p < 0,05
Missing at Random (MAR)
Keputusan Analitis
Multiple Imputation
bukan listwise deletion — hindari kehilangan 14 responden begitu saja
Uji Asumsi Klasik: Kapan Boleh Diabaikan?
Bagi peneliti berpengalaman, pertanyaannya bukan "apakah asumsi terpenuhi" tetapi "seberapa serius pelanggarannya terhadap kesimpulan bisnis".
Langkah
Diagnostik
Kriteria Keputusan
Normalitas residual
Shapiro-Wilk / Q-Q plot
p > 0,05; n besar → CLT menolong
Homoskedastisitas
Breusch-Pagan / plot residual
p > 0,05 → varians homogen
Multikolinearitas
Variance Inflation Factor
VIF < 10 (idealnya < 5)
Autokorelasi (panel/time-series)
Durbin-Watson
nilai mendekati 2
Linearitas hubungan
Ramsey RESET
tidak ada pola sistematis residual
Sampel besar (n > 200): pelanggaran normalitas ringan sering diabaikan berkat Central Limit Theorem — fokuskan energi audit pada homoskedastisitas & multikolinearitas yang berdampak langsung pada validitas koefisien.
Statistik Deskriptif sebagai Bahasa Manajerial
Bukan Sekadar Angka
Mean tinggi + std dev tinggi → rata-rata baik, tapi tidak konsisten antar unit/cabang
Median >> mean → ada outlier ekstrem menarik rata-rata ke atas (mis. satu klien korporat raksasa)
Skewness & kurtosis → sinyal awal pelanggaran normalitas sebelum uji formal
Konversi ke Narasi Direksi
"Rata-rata kepuasan 4,1/5" → lemah tanpa coefficient of variation
Sajikan sebagai range + tren, bukan titik tunggal statis
Mini-Kasus: Segmentasi Kepuasan Pelanggan
Ilustrasi — tim riset bank digital menganalisis skor kepuasan (skala 1–5) dari 3 segmen nasabah setelah peluncuran fitur baru.
Segmen Nasabah
Mean (n masing-masing ~150)
Std Dev
Nasabah baru (<6 bulan)
4,3
0,42
Nasabah menengah (6–24 bulan)
3,9
0,88
Nasabah loyal (>24 bulan)
3,6
1,15
Rata-rata tertinggi ada di nasabah baru, tetapi variabilitas terbesar justru di nasabah loyal — menandakan pengalaman fitur baru yang tidak seragam pada segmen paling bernilai. Keputusan manajerial: investigasi kualitatif lanjutan pada segmen loyal sebelum klaim keberhasilan fitur ke seluruh basis nasabah (angka ilustrasi).
Memilih Uji Statistik yang Tepat
Kerangka keputusan cepat sebelum membuka software — empat pertanyaan penentu jenis uji.
Pertanyaan Kunci
Pilihan
Uji yang Relevan
Skala variabel dependen?
interval/rasio vs kategorikal
parametrik vs non-parametrik/khi-kuadrat
Berapa kelompok dibandingkan?
2 vs >2 kelompok
t-test vs ANOVA
Sampel bebas atau berpasangan?
independen vs dependen
independent-samples vs paired-samples
Tujuan: beda, hubungan, atau prediksi?
komparasi / asosiasi / prediksi
ANOVA / korelasi / regresi
Gunakan slide ini sebagai quick-reference saat Anda merancang rencana analisis proposal riset masing-masing (tugas individu minggu ini).
Bagian 2
Uji Hipotesis & Regresi untuk Keputusan
Pertanyaan diskusi: apakah hasil yang "signifikan secara statistik" otomatis berarti "layak ditindaklanjuti secara manajerial"?
Uji Beda Rata-rata untuk Keputusan Manajerial
t-test: Dua Kelompok
Independent-samples: dua cabang, dua kampanye A/B
Paired-samples: sebelum-sesudah pelatihan pada karyawan yang sama
Output kunci: mean difference + confidence interval, bukan hanya p-value
ANOVA: >2 Kelompok
Bandingkan produktivitas 4 divisi sekaligus — satu uji, bukan 6 t-test berulang
Signifikan → lanjut post-hoc (Tukey/Bonferroni) untuk tahu pasangan mana yang beda
Hindari inflated Type I error dari uji berulang tanpa koreksi
Hitung dari Nol: Uji-t Dua Sampel Independen
Kasus: kepuasan pelanggan cabang Semarang (n1=40, X̄1=78,5, s1=6,2) vs cabang Solo (n2=42, X̄2=74,1, s2=7,0).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Varians gabungan (pooled)
[(39×38,44)+(41×49)] ÷ 80
43,85
Standard error gabungan
√(43,85 × (1/40+1/42))
1,46
Nilai t hitung
(78,5 − 74,1) ÷ 1,46
3,01
Derajat bebas
n1+n2−2 = 40+42−2
80
t kritis (α=0,05, dua-sisi)
tabel distribusi t
1,99
Keputusan Statistik
t = 3,01 > 1,99
tolak H0 — kepuasan cabang Semarang signifikan lebih tinggi dari Solo
Coba Sendiri: Uji-t Dua Kelompok Anda Sendiri
Masukkan rata-rata, standar deviasi, dan ukuran sampel dua kelompok untuk melihat nilai t hitung dan keputusan uji berubah secara langsung.
Korelasi & Regresi Berganda: dari Hubungan ke Prediksi
Y = b0 + b1X1 + b2X2 + ... + bkXk + e
Korelasi Pearson (r) → kekuatan & arah hubungan linear dua variabel saja
Regresi berganda → mengontrol variabel lain sambil menguji efek satu prediktor (ceteris paribus empiris)
Resource-Based View (Barney, 1991) sering jadi landasan teori saat prediktor berupa kapabilitas internal perusahaan
Standardized beta (β) → bandingkan kekuatan relatif antar-prediktor dengan satuan berbeda (Rupiah vs skor Likert)
Coba Sendiri: Bandingkan Beta Standar Antar-Prediktor
Ubah nilai koefisien dan satuan tiap prediktor pada widget untuk melihat bagaimana standardized beta menyamakan skala perbandingan.
Membaca Output Regresi untuk Keputusan
Kekuatan Model
R²: proporsi varians dependen yang dijelaskan model
Adjusted R²: penalti jumlah prediktor — bandingkan model bersaing
F-test: signifikansi model secara keseluruhan (bukan per-koefisien)
Kualitas Prediktor
Koefisien tak-standar: interpretasi satuan asli ("naik Rp1 juta iklan → penjualan naik ...")
VIF per-prediktor: validasi ulang multikolinearitas spesifik variabel
p-value per-koefisien: prediktor mana yang benar-benar berkontribusi
Mini-Kasus: Driver Kepuasan Karyawan
Ilustrasi — perusahaan manufaktur komponen otomotif di Karawang meregresikan skor kepuasan karyawan terhadap tiga prediktor.
Prediktor
Koefisien Standar (β)
Signifikansi
Kejelasan jenjang karier
0,41
p < 0,01
Kompensasi & tunjangan
0,27
p < 0,05
Fleksibilitas jam kerja
0,09
p = 0,31 (tidak signifikan)
Adjusted R² = 0,38 — model menjelaskan 38% varians kepuasan karyawan. Keputusan manajerial: prioritaskan investasi pada program jenjang karier sebelum kebijakan fleksibilitas jam kerja yang terbukti tidak berdampak signifikan (angka ilustrasi).
Signifikansi Statistik vs Signifikansi Praktis
Jebakan Sampel Besar
n = 5.000 transaksi → selisih 0,01% konversi bisa "signifikan" (p < 0,05) tapi tak berarti bisnis
Solusi: laporkan effect size (Cohen's d, η²) berdampingan dengan p-value
Kembali ke pertanyaan divider Bagian 2: p-value kecil ≠ keputusan manajerial otomatis. Selalu tanyakan "seberapa besar" sebelum "apakah signifikan".
Bagian 3
Interpretasi, Pelaporan & Menuju Multivariat
Pertanyaan diskusi: bagaimana Anda meyakinkan direksi yang skeptis terhadap statistik bahwa temuan riset Anda kredibel, bukan sekadar "bermain angka"?
Software Analisis: Kapan Pakai Apa
Software
Kekuatan
Konteks Penggunaan Umum
SPSS
antarmuka grafis, mudah dipelajari tim non-teknis
riset korporat rutin, laporan cepat manajemen
R
gratis, fleksibel, reproducible script
riset akademik, model kompleks/kustom
Python
terintegrasi pipeline data besar & machine learning
tim data science, otomatisasi analisis rutin
Stata
standar ekonometrika panel/time-series
riset kebijakan, bank sentral, lembaga keuangan
Pilihan software bukan soal "yang terbaik" secara mutlak, melainkan kesesuaian dengan kapasitas tim, kebutuhan reproducibility, dan infrastruktur data organisasi Anda.
Pelaporan Hasil dalam Proposal & Laporan Riset
Konvensi Tabel
Satu tabel regresi utama, bukan tumpukan output mentah software
Cantumkan koefisien, standard error, dan tanda signifikansi (*, **, ***)
Catatan kaki: definisi variabel & sumber data secara ringkas
Konvensi Narasi
Urutan: temuan utama → angka pendukung → implikasi manajerial
Hindari jargon tanpa terjemahan (mis. "heteroskedastisitas" → jelaskan dampaknya singkat)
Selalu tutup dengan rekomendasi tindakan, bukan hanya kesimpulan statistik
Kesalahan Umum & Etika Analisis Data
P-hacking: mencoba berbagai kombinasi variabel/subset data sampai ditemukan p < 0,05, lalu melaporkan hanya itu
HARKing (Hypothesizing After Results are Known): menyusun ulang hipotesis seolah-olah dirancang sebelum data dilihat
Cherry-picking: melaporkan hanya hasil yang mendukung narasi yang diinginkan klien/atasan
Mitigasi profesional: pra-registrasi rencana analisis, transparansi uji yang tidak signifikan, dokumentasi seluruh keputusan analitis
Tekanan bisnis untuk "membuktikan" hipotesis tertentu (mis. demi menyenangkan klien konsultasi) adalah risiko integritas nyata — kredibilitas jangka panjang Anda sebagai periset lebih berharga daripada satu laporan yang menyenangkan.
Latihan & Jembatan ke Pertemuan 11
Tugas Individu (sebelum Pertemuan 11)
Jalankan screening data + uji asumsi pada dataset proposal riset Anda