stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Pemilihan Topik dan Struktur Karya Ilmiah Riset
RPS minggu 2 · 2x50 menit

Pemilihan Topik dan Struktur Karya Ilmiah Riset

Metode Riset Bisnis Lanjutan — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pertemuan Hari Ini

Jam ke-1 (50 menit)
  • Kriteria kelayakan topik riset bisnis tingkat lanjut (FINER+M)
  • Sumber topik: gap literatur vs gap praktik manajerial
  • Perangkap umum pemilihan topik oleh periset berpengalaman
Jam ke-2 (50 menit)
  • Arsitektur struktur karya ilmiah riset bisnis (IMRaD terapan)
  • Merumuskan judul, rumusan masalah, dan tujuan riset yang koheren
  • Mini-kasus & latihan: menilai kelayakan topik riset nyata
Posisi dalam alur 14 pertemuan: topik & struktur yang dikunci hari ini menjadi kerangka acuan telaah literatur (P3), kerangka pikir teoritis (P4), sampai presentasi topik riset di depan kelas (P6). Kesalahan di pertemuan ini akan berbiaya mahal di pertemuan-pertemuan berikutnya.
Bagian 1
Kriteria Kelayakan Topik Riset Bisnis
Diskusi kelas: pernahkah Anda atau kolega memulai sebuah proyek riset/kajian internal yang akhirnya terhenti di tengah jalan — apa penyebab utamanya, dan apakah itu bisa dideteksi sejak awal?

Dari FINER ke FINER+M: Kriteria untuk Riset Bisnis

Kriteria FINER (Hulley et al., 2007) populer di riset akademik, tetapi riset bisnis profesional butuh satu dimensi tambahan: Managerial relevance — apakah hasilnya benar-benar dipakai untuk keputusan.

FINER (Dasar Akademik)
  • Feasible — sumber daya, waktu, akses data memadai
  • Interesting — menarik bagi peneliti & komunitas ilmiah
  • Novel — menambah pengetahuan baru
  • Ethical — sesuai kaidah etika riset
  • Relevant — relevan bagi teori/kebijakan
+M: Managerial Relevance (Tambahan MM)
  • Ada decision-maker konkret yang menunggu jawabannya
  • Hasil bisa diterjemahkan jadi rekomendasi actionable
  • Timing riset sesuai siklus keputusan organisasi

Dua Jalur Sumber Topik: Gap Literatur vs Gap Praktik

GAP LITERATURkontradiksi/kekosongan teori antar-studisumber: telaah pustaka sistematis (P3)GAP PRAKTIK MANAJERIALmasalah nyata organisasi belum terjawab teorisumber: pengalaman kerja, klien, industriTOPIK RISET IDEALberakar di kedua jalur sekaligus

Topik yang HANYA lahir dari gap literatur berisiko tidak relevan secara manajerial; topik yang HANYA lahir dari gap praktik berisiko tidak novel secara ilmiah — riset bisnis MM idealnya mempertemukan keduanya.

Hitung dari Nol: Menyaring 5 Kandidat Topik dengan Rubrik Skor

Ilustrasi: seorang mahasiswa MM di sebuah lembaga keuangan menilai 5 kandidat topik memakai rubrik skor 1-5 pada tiga dimensi (Feasibility, Novelty, Managerial relevance) — topik dengan skor total tertinggi dipilih.

LangkahPerhitunganNilai
1. Topik A — "Faktor adopsi QRIS UMKM"Feasibility 4 + Novelty 2 + Relevansi 3Total = 9
2. Topik B — "Efektivitas cross-selling bancassurance"Feasibility 5 + Novelty 3 + Relevansi 5Total = 13
3. Topik C — "Pengaruh ESG terhadap valuasi bank BUMN"Feasibility 2 + Novelty 4 + Relevansi 4Total = 10
4. Bandingkan skor total & pilih tertinggimax(9, 13, 10, ...)Topik B terpilih
Hasil
Topik B (skor 13)
Skor tinggi di ketiga dimensi sekaligus, terutama akses data internal (Feasibility) & kebutuhan mendesak manajemen (Relevansi)
Bagian 1 (lanjutan)
Perangkap Umum Periset Berpengalaman
Diskusi kelas: menurut Anda, mengapa periset yang sudah berpengalaman kerja justru kadang lebih rentan pada perangkap topik tertentu dibanding mahasiswa fresh graduate?

Tiga Perangkap yang Sering Menjebak Manajer-Peneliti

Perangkap 1: Topik Terlalu Dekat dengan Pekerjaan
  • Bias konfirmasi terhadap kebijakan perusahaan sendiri
  • Akses data mudah, tapi objektivitas terancam
  • Risiko konflik kepentingan tak terungkap
Perangkap 2: Topik Terlalu Luas ("Solve Everything")
  • Mencoba menjawab strategi perusahaan secara menyeluruh
  • Tidak bisa diselesaikan dalam satu semester riset
  • Rumusan masalah menjadi kabur, sulit diuji
Perangkap 3: Topik Mengikuti Tren, Bukan Gap
  • Memilih topik karena "sedang ramai" (AI, ESG, digitalisasi)
  • Tanpa gap eksplisit — hanya menegaskan yang sudah diketahui
  • Sulit meyakinkan penguji soal kontribusi/novelty
Mitigasi umum ketiganya: uji topik dengan pertanyaan "apa yang TIDAK diketahui siapa pun sebelum riset ini selesai?" — jika jawabannya kosong, topik perlu dipersempit atau diarahkan ulang.

Mini-Kasus: Memilih Topik di Tengah Tekanan Manajemen

Konteks (ilustrasi): Seorang manajer keuangan di sebuah perusahaan consumer goods nasional (mirip skala Mayora/Unilever Indonesia) diminta atasannya meriset "mengapa margin produk kategori X terus turun" untuk tesis MM-nya — sekaligus jadi bahan rapat direksi triwulan depan.
Tarikan: Kebutuhan Manajemen
  • Timeline mendesak, hasil harus siap sebelum rapat direksi
  • Topik sangat relevan secara manajerial (skor tinggi)
  • Risiko: periset diarahkan menuju kesimpulan yang "diinginkan"
Tarikan: Standar Karya Ilmiah
  • Perlu kerangka teori & metodologi yang defensible
  • Waktu telaah literatur & pengumpulan data tak bisa dipercepat sembarangan
  • Independensi akademik harus tetap terjaga meski jadi bahan direksi

Diskusi Kelompok: Walkthrough Menilai Kelayakan Topik Riset

Ikuti kerangka analisis berikut secara bertahap untuk menilai apakah topik "margin produk kategori X" pada kasus sebelumnya layak dilanjutkan sebagai riset tesis MM.

LangkahAnalisis Kerangka KelayakanKesimpulan Sementara
1. Cek FeasibilityData internal tersedia via posisi periset di divisi keuanganFeasible — akses data kuat
2. Cek Novelty & gap literaturPerlu ditelaah: sudah ada studi margin-decline serupa di industri sejenis?Perlu telaah lanjut di P3
3. Cek risiko objektivitas (Perangkap 1)Periset di divisi terkait — perlu triangulasi data eksternal/sumber independenRisiko sedang, butuh mitigasi
4. Cek Managerial relevanceDecision-maker jelas (direksi), timing sesuai siklus rapat triwulanRelevansi sangat tinggi
Kesimpulan: topik LAYAK dilanjutkan dengan syarat — tambahkan sumber data eksternal (mis. laporan industri, kompetitor publik) untuk menjaga objektivitas, dan pisahkan tegas antara "laporan untuk direksi" dan "tesis akademik" dalam kerangka penulisan.

Coba Sendiri: Uji Kelayakan Topik Riset Anda

Masukkan estimasi skor Feasibility, Novelty, dan Managerial Relevance untuk kandidat topik riset Anda sendiri, lalu amati skor total dan rekomendasi kelayakannya.

Bagian 2
Arsitektur Struktur Karya Ilmiah Riset Bisnis
Diskusi kelas: dari laporan riset/kajian bisnis yang pernah Anda baca atau tulis, bagian mana yang menurut Anda paling sering ditulis lemah — dan mengapa?

IMRaD Terapan untuk Riset Bisnis Profesional

Struktur IMRaD (Introduction–Methods–Results–and–Discussion) adalah kerangka baku karya ilmiah, tetapi riset bisnis MM menambah penekanan pada implikasi manajerial di setiap bagian.

BagianFungsi Akademik StandarPenekanan Tambahan Riset Bisnis
IntroductionLatar belakang, rumusan masalah, tujuanKonteks masalah manajerial & urgensi bisnis
Literature/TheoryKerangka teori, kajian terdahulu, hipotesisKaitkan teori dengan praktik keputusan nyata
MethodsDesain riset, sampel, instrumen, analisisKelayakan operasional di konteks organisasi
Results & DiscussionTemuan, interpretasi, keterbatasanRekomendasi manajerial & rencana implementasi

Anatomi Rumusan Masalah yang Koheren

Rumusan Masalah Lemah
  • "Bagaimana pengaruh pemasaran digital terhadap penjualan?"
  • Terlalu umum, tidak terikat konteks/populasi tertentu
  • Tidak jelas variabel & unit analisisnya
Rumusan Masalah Kuat
  • "Bagaimana intensitas iklan media sosial memoderasi hubungan harga-loyalitas pada UMKM kuliner di Semarang?"
  • Spesifik: variabel, konteks, populasi, mekanisme (moderasi) jelas
  • Langsung mengarahkan pilihan metode & instrumen di P5
Uji cepat: rumusan masalah yang kuat harus bisa dijawab TIDAK dengan "ya/tidak" sederhana, dan harus mengimplikasikan metode analisis yang jelas hanya dari kalimatnya saja.

Kerangka Analisis: Merumuskan Judul, Rumusan Masalah, & Tujuan yang Koheren

LangkahPertanyaan AnalisisAlat/Konsep
1. Tetapkan topik via FINER+MApakah topik feasible, novel, relevan, etis, DAN bermanfaat manajerial?Rubrik skor FINER+M
2. Sempitkan konteks & populasiSiapa/apa unit analisis, di industri/wilayah mana?Delimitasi ruang lingkup
3. Rumuskan masalah spesifikVariabel & mekanisme apa yang benar-benar diuji?Kalimat rumusan masalah
4. Turunkan tujuan risetTujuan harus 1:1 menjawab tiap rumusan masalahPemetaan masalah → tujuan
5. Uji koherensi judulApakah judul mencerminkan variabel & konteks di rumusan masalah?Cross-check judul vs isi bab 1
6. Validasi dengan calon pembimbingApakah kelayakan & koherensi ini disepakati pembimbing?Sesi konsultasi awal

Hitung dari Nol: Memetakan Rumusan Masalah ke Tujuan Riset

Ilustrasi: sebuah topik tentang loyalitas nasabah bank digital memiliki 3 rumusan masalah — setiap rumusan masalah harus memiliki tepat 1 tujuan riset yang berpasangan langsung, tidak lebih tidak kurang.

LangkahPerhitunganNilai
1. Hitung jumlah rumusan masalah (RM)RM1: pengaruh UX; RM2: pengaruh promosi; RM3: peran moderasi usiaRM = 3
2. Hitung jumlah tujuan riset (TR) yang disusun draf awalDraf awal periset hanya menulis 2 tujuan (RM3 terlewat)TR = 2
3. Uji koherensi: RM harus sama dengan TRRM (3) ≠ TR (2) → ada rumusan masalah tanpa tujuanSelisih = 1 (tidak koheren)
4. Perbaikan: tambahkan TR3 untuk RM3TR3 = "Menganalisis peran moderasi usia nasabah"RM = TR = 3 (koheren)
Hasil
RM = TR = 3
Setiap rumusan masalah harus punya pasangan tujuan riset yang eksplisit — selisih menandakan bab 1 belum koheren dan akan dipertanyakan penguji
Bagian 2 (lanjutan)
Menuju Telaah Literatur & Kerangka Pikir
Diskusi kelas: setelah topik dan rumusan masalah disepakati hari ini, informasi apa dari literatur yang paling Anda butuhkan sebelum bisa menyusun kerangka pikir teoritis di pertemuan empat?

Checklist Kesiapan: Dari Topik ke Proposal Riset

Sudah Harus Beres Hari Ini
  • Topik lolos rubrik FINER+M dengan skor memadai
  • Konteks & populasi riset sudah didelimitasi eksplisit
  • Draf rumusan masalah & tujuan riset (koheren 1:1)
Menyusul di Pertemuan Berikutnya
  • P3: Validasi novelty via telaah literatur sistematis
  • P4: Kerangka pikir teoritis & hipotesis (jika kuantitatif)
  • P6: Presentasi topik riset di depan kelas untuk feedback
Checklist ini adalah dokumen hidup — topik dan rumusan masalah boleh disempurnakan di P3-P4 seiring temuan literatur baru, tetapi PERUBAHAN BESAR (ganti topik total) setelah P6 berbiaya sangat mahal terhadap timeline riset Anda.

Tugas & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Tugas Individu (dikumpulkan sebelum P3)
  • Tetapkan 1 topik riset final dengan skor rubrik FINER+M
  • Tulis draf rumusan masalah & tujuan riset (koheren 1:1)
  • Identifikasi 3-5 kata kunci utama untuk pencarian literatur
  • Tuliskan 1 paragraf justifikasi managerial relevance topik Anda
Persiapan Pertemuan 3
  • Siapkan akun/akses Google Scholar, Scopus, atau SINTA
  • Bawa minimal 3 artikel yang relevan dengan topik Anda
  • Pertemuan 3 memperdalam teknik telaah literatur sistematis
Format pengumpulan: dokumen singkat 1-2 halaman berisi topik, rumusan masalah, tujuan, dan kata kunci, diunggah ke portal kelas sebelum sesi Pertemuan 3 dimulai.

Rangkuman: Topik & Struktur sebagai Fondasi Karya Ilmiah

Konsep Kunci Hari Ini
  • FINER+M: kelayakan topik riset bisnis butuh dimensi managerial relevance
  • Topik ideal berakar di gap literatur DAN gap praktik manajerial sekaligus
  • Waspadai 3 perangkap: topik terlalu dekat, terlalu luas, sekadar ikut tren
  • Rumusan masalah & tujuan riset harus koheren 1:1, judul mencerminkan keduanya
Menuju Pertemuan 3
  • Topik hari ini akan divalidasi novelty-nya via telaah literatur sistematis
  • Kata kunci pencarian disiapkan dari rumusan masalah Anda
  • Bawa artikel relevan sebagai bahan praktik kelas
Pesan Kunci
Topik riset yang baik bukan yang paling menarik secara pribadi, melainkan yang lolos uji kelayakan eksplisit DAN dibutuhkan oleh pengambil keputusan nyata di organisasi