‹ Daftar slidePertemuan 14: Pemangku Kepentingan Non-Pasar & Kapstone Integratif
RPS minggu 14 · 2x50 menit · Kapstone Penutup Kursus
Pemangku Kepentingan Non-Pasar & Integrasi Lintas Modul
Uber vs Regulator · DoorDash Kapstone — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pembelajaran Hari Ini (Kapstone)
Sub-CPMK 14: mengevaluasi strategi menghadapi regulator dan pemangku kepentingan non-pasar serta mengintegrasikan perspektif strategi, human capital, dan strategi global.
Kasus Uber "Move Fast and Break Things" regulator global
Jam ke-2 (50 menit)
Kasus DoorDash kapstone integratif (strategi + HC + global + non-pasar)
Porter-Kramer Creating Shared Value
Mini-kasus Gojek-Grab regulator Indonesia
Workshop kapstone penutup + refleksi kursus
Posisi: P14 adalah kapstone akhir kursus. Menyatukan semua modul (strategi, human capital, strategi global, non-pasar) dalam analisis integratif. Tugas akhir kapstone akan mengevaluasi kemampuan Anda menganalisis startup secara multi-lensa.
Membedah Mitos Non-Market Strategy
Mitos Umum (Salah)
"Strategi hanya soal pasar"
"Lebih baik minta maaf daripada izin"
"Regulator selalu merugikan startup"
"DoorDash hanya tentang pengiriman makanan"
Realitas
Stakeholder non-pasar dapat mengubah peluang pasar fundamental
Strategi Uber awal menumpuk masalah hukum & reputasi
Regulator dapat menciptakan hambatan masuk (regulatory moat)
Pelajaran: strategi total perusahaan mengintegrasikan pasar dan non-pasar. Mengabaikan stakeholder non-pasar dapat menggagalkan strategi pasar yang baik.
Bagian 1 · 1/4
Strategi Non-Pasar (Baron)
Diskusi kelas: untuk startup Indonesia yang Anda kenal, siapa tiga definitive stakeholders non-pasar paling kritis? Bagaimana strategi pengelolaan mereka?
Pemangku Kepentingan Pasar vs Non-Pasar
David Baron (Business and Its Environment) membedakan dua jenis stakeholder. Strategi total perusahaan mengintegrasikan keduanya.
Media & opini publik: wartawan, editorial, influencer
Mitchell-Agle-Wood (1997)
Power: kemampuan mempengaruhi perusahaan
Legitimacy: klaim yang sah atas perusahaan
Urgency: kebutuhan tindakan segera
Tiga atribut tinggi = definitive (prioritas tertinggi)
Tiga Strategi Non-Pasar (Baron)
Baron mengidentifikasi tiga strategi non-pasar utama plus satu pelengkap.
Strategi
Taktik
Contoh
Information
Lobbying, riset, white paper, briefing
Asosiasi fintech AFPI briefing OJK
Constituency-building
Grassroots, association, customer mobilization
Uber "Save Uber in [City]" campaign
Legal
Litigasi, antitrust defense, regulatory filing
DoorDash California Prop 22 campaign
+ Direct participation
Ikut menyusun regulasi lewat asosiasi, public consultation
idEA (e-commerce) public consultation UU PDP
Bagi startup Indonesia: kombinasi information (lobbying lewat asosiasi AFPI, idEA), constituency (testimoni pengguna di hearing), legal (pengacara untuk compliance UU PDP). Strategi non-pasar yang proaktif > reaktif.
Bagian 2 · 2/4
Kasus Uber — "Move Fast"
Diskusi kelas: untuk startup Indonesia, kapan strategi "ask forgiveness not permission" dapat berhasil? Kapan berisiko terlalu tinggi?
Kasus Uber — Strategi "Move Fast"
Uber (didirikan 2009 Travis Kalanick) menggunakan "Judo Strategy" (Yoffie-Kwak 2001) — menggunakan momentum incumbent melawan mereka.
Strategi Uber Awal
Taktik
Aggressive market entry
Masuk dulu tanpa izin regulator, bangun basis pengguna, lalu tekan untuk legalisasi
Lobbying agresif
Tiap kota dimasuki dengan tim policy kuat
Customer mobilization
"Save Uber in [City]" — aktifkan pengguna hubungi legislator
Judo strategy
Taksi berlisensi lawan Uber = terlihat anti-inovasi; momentum incumbent (regulasi lama) dipakai melawan mereka
Hasil: cepat ekspansi ke ratusan kota, tetapi menumpuk tuntutan hukum, konflik dengan taksi berlisensi (protes global), skandal budaya internal 2017 (Kalanick keluar, diganti Dara Khosrowshahi), IPO 2019 dengan valuasi turun dari harapan awal.
Tiga Pelajaran dari Kasus Uber
1. Risiko Legal
∞
Strategi non-pasar agresif mempercepat ekspansi tetapi menumpuk risiko hukum dan reputasi yang meledak kemudian
2. Modal & Waktu
USD B
Konflik regulator menguras modal dan waktu — Uber menghabiskan miliaran untuk tuntutan hukum dan lobbying global
3. Budaya
⇄
Budaya internal tercermin dalam strategi eksternal — kultur "move fast" Uber menghasilkan eksekusi cepat tetapi juga skandal
Strategi pasca-Kalanick (Dara Khosrowshahi 2017+): rekonsiliasi dengan regulator, comply dengan regulasi lokal, perbaiki budaya internal, persiapan IPO yang lebih "mature". Pelajaran: strategi non-pasar harus adaptif dengan tahap perusahaan.
Bagian 3 · 3/4
Kasus DoorDash — Kapstone Integratif
Diskusi kelas: untuk DoorDash, lensa mana yang paling kritis untuk keberhasilan mereka? Mana yang paling rentan?
Kasus DoorDash — Empat Lensa Integratif
DoorDash (didirikan 2013 oleh Tony Xu dkk) — kapstone integrasi: strategi + HC + global + non-pasar.
Gig worker classification risk (Prop 22 bisa dibatalkan court)
Kompetisi terus dengan Uber Eats (US + global)
Merchant squeeze — komisi tinggi menimbulkan ketidakpuasan
Pelajaran: DoorDash mengilustrasikan integrasi framework yang lebih seimbang dibanding Uber — strategi pasar kuat + non-pasar strategis (Prop 22) + human capital yang adaptif (gig model dengan tooling) + global strategis (akuisisi Wolt untuk ekspansi cepat).
Porter-Kramer Creating Shared Value
Porter & Kramer (2011) HBR "Creating Shared Value" — perusahaan harus menciptakan nilai ekonomis yang juga membentuk nilai sosial.
Reconceiving Products
Produk yang menjawab kebutuhan sosial
Contoh: Ruangguru — pendidikan terjangkau
Contoh: Xendit — inklusi keuangan UMKM
Redefining Productivity
Efisiensi yang juga berkelanjutan
Contoh: IKEA sustainable sourcing
Contoh: Tesla accelerating sustainable energy
Building Clusters
Ekosistem lokal yang mendukung
Contoh: Silicon Valley tech ecosystem
Contoh: Indonesia fintech ecosystem (OJK + AFPI + startup)
CSV berbeda dari CSR (corporate social responsibility) yang sering terpisah dari strategi inti. Bagi startup: integrasikan dampak sosial ke model bisnis inti — bukan charity terpisah, tetapi core business yang menciptakan shared value.
Bagian 4 · 4/4
Kapstone & Refleksi Kursus
Diskusi kelas: apa satu framework yang paling membantu untuk konteks Anda? Apa satu wawasan yang akan Anda terapkan?
Mini-Kasus Gojek-Grab Regulator Indonesia
Gojek dan Grab menghadapi regulator Indonesia dengan beberapa isu kunci.
Isu
Regulator
Strategi Platform
Tarif minimum driver
Kemenhub
Comply + asosiasi argue
Klasifikasi driver
Kemenaker, BPJS
Mitra vs karyawan debat
Data privacy
Kominfo (UU PDP 2022)
Comply + privacy officer
Kompetisi
KPPU
Antitrust compliance + merger clearance
Strategi non-pasar: kombinasi information (asosiasi industri AFPI), constituency (driver testimonial di hearing), legal (pengacara untuk compliance), dan CSV (program driver empowerment — Gojek "Hadir untuk Mitra").
Isu Kontemporer Ekosistem Indonesia (2024-2026)
Isu Regulasi
AI governance: regulasi penggunaan AI (hiring P8) — belum matang, perlu self-regulation etis
Data privacy &跨境 data: UU PDP enforcement; data localization beberapa sektor
Crypto & digital assets: transisi regulasi Bappebti ke OJK per 10 Januari 2025
ESG reporting: mulai diwajibkan untuk perusahaan besar; startup perlu persiapan
Dilema Etis
Growth at all costs: praktik meragukan (misleading users, anti-competitive)
Worker classification: gig worker tanpa benefit vs traditional employee
Data monetization: penggunaan data pelanggan untuk iklan tanpa consent jelas
Market power: platform dominan merugikan kompetitor atau merchant
Praktik etis: kode etik internal, audit independen, transparansi metric. Etika jangka panjang melindungi brand dan license-to-operate. Manajer startup harus memantau isu ini dan mempersiapkan strategi non-pasar proaktif.
Strategi Total — Sintesis Akhir 8 Lensa
Strategi total perusahaan rintisan mengintegrasikan 8 lensa dari seluruh kursus.
#
Lensa
Modul
Output Kunci
1
Pernyataan strategi
P1-P5
Collis-Rukstad 35 kata
2
Struktur industri & posisi
P2
Porter 5 forces + tipologi pendatang baru
3
Sumber keunggulan
P3
VRIO + value chain
4
Model bisnis & inovasi
P4-P5
Business Model Canvas + tipologi inovasi + platform
5
Human Capital sistem
P6-P10
Motivasi + imbalan + hiring + struktur + integrasi SDM
Kapstone kursus: sintesis semua ini menjadi satu cerita strategis yang koheren untuk startup pilihan Anda. Tujuan akhir: mampu menganalisis startup secara multi-lensa dan membuat rekomendasi strategis terintegrasi.
Workshop Kapstone — Analisis Kasus Pilihan
Format workshop kapstone: untuk satu startup Indonesia pilihan (Xendit, Traveloka, Ruangguru, atau pilihan mahasiswa), lakukan analisis integratif penuh (70 menit).
Langkah
Pertanyaan + Framework
Durasi
1. Strategi
Pernyataan Collis-Rukstad, Porter 5 forces, VRIO top 3
Output: 3-5 halaman kapstone analysis dengan rekomendasi strategis terintegrasi. Ini adalah tugas akhir kursus yang mengevaluasi kemampuan Anda mengintegrasikan semua modul.
Pelajaran Transformatif & Penutup Kursus
1. Pilihan Sadar
Strategi adalah pilihan sadar dengan trade-off eksplisit. Tidak ada strategi "untuk semua"; pilihan mengandung komitmen & pengorbanan
2. Modal Manusia
Modal manusia adalah sumber keunggulan berkelanjutan, bukan fungsi pendukung. Sistem SDM strategis membedakan perusahaan hebat dari rata-rata
3. Lensa Luas
Strategi global & non-pasar memperluas lensa — perusahaan tidak hanya beroperasi di pasar, tetapi dalam konteks geopolitik, regulasi, sosial
Untuk manajer MM yang memimpin startup/ventura baru: (1) Pilih kerangka yang sesuai konteks, bukan terapkan semua secara mekanis — kerangka adalah alat, bukan checklist. (2) Integrasi lebih penting dari framework tunggal. (3) Non-market strategy adalah bagian dari strategi total. (4) Adaptasi dengan tahap perusahaan.
Refleksi Penutup & Bacaan Lanjutan
Tiga pertanyaan refleksi pribadi untuk menutup kursus.
1. Framework mana yang paling membantu untuk konteks Anda? Pilih satu framework (Porter, VRIO, BMC, ADDING-CAGE, AAA-BBB, Baron) yang paling resonan dengan pekerjaan atau startup Anda. Mengapa?
2. Satu wawasan yang akan Anda terapkan? Identifikasi satu insight konkret dari kursus yang akan Anda implementasikan dalam 90 hari ke depan.
3. Bagaimana Anda akan terus belajar setelah kursus ini? Sumber bacaan lanjutan, komunitas profesional, eksperimentasi praktis.
Bacaan Klasik MM
Porter (1980, 1985, 1996)
Barney (1991) RBV
Ghemawat (2001, 2007)
Baron (2013)
Bacaan Kontemporer
HBR setiap bulan
Stratechery (Ben Thompson)
a16z blog (Andreessen Horowitz)
Stanford GSb case studies
Komunitas & Eksperimentasi
Indonesian startup community
AFPI, idEA asosiasi industri
LinkedIn thought leaders
Side project / advisory startup
Terima Kasih telah mengikuti kursus Mengelola Perusahaan Rintisan. Semoga kerangka-kerangka ini membantu Anda memimpin ventura baru dengan strategi yang lebih koheren, sistem SDM yang lebih kuat, strategi global yang lebih sadar, dan strategi non-pasar yang lebih proaktif. Selamat berkarya.