stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Integrasi Framework Strategi Global
RPS minggu 13 · 2x50 menit · Modul Strategi Global

Integrasi Framework Strategi Global

Menyatukan ADDING-CAGE-AAA-BBB — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 13: mengintegrasikan framework ADDING-CAGE-AAA-BBB untuk menyusun strategi global yang koheren.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Keterkaitan 4 framework global (apakah, ke mana, bagaimana nilai, bagaimana kapabilitas)
  • Diagram integrasi + trade-off antar-framework
  • Collis-Rukstad strategy statement (35 kata)
  • Kasus Manchester City Football Group
Jam ke-2 (50 menit)
  • Kasus Akamai Technologies (CDN global)
  • Mini-kasus GoTo & Traveloka regional
  • Strategic intent (Hamel-Prahalad) + Bartlett-Ghoshal
  • Workshop: strategi global terintegrasi untuk startup Indonesia
Posisi: P13 adalah integrasi modul Strategi Global sebelum P14 (kapstone stakeholder non-pasar). Hari ini menyatukan semua framework P11-P12 plus koneksi dengan P2-P3 (Porter, RBV).

Membedah Mitos Integrasi Framework

Mitos Umum (Salah)
  • "Strategi global = satu framework tunggal"
  • "Integrasi framework sekadar menjumlahkan"
  • "Manchester City hanya beli klub (portofolio)"
  • "Akamai hanya teknologi (CDN)"
Realitas
  • Strategi global koheren mengintegrasikan multiple framework
  • Integrasi = koherensi & penyelarasan, bukan penjumlahan
  • CFG = integrasi shared player development, scouting, brand
  • Akamai = integrasi tech + lokasi global + AAA (aggregation+adaptation)
Pelajaran: tidak ada framework tunggal yang menjawab semua pertanyaan strategi global. Integrasi koheren adalah kunci — pilihan di setiap framework harus konsisten.
Bagian 1 · 1/4
Integrasi Empat Framework
Diskusi kelas: untuk startup yang Anda kenal, identifikasi pilihan di setiap framework (ADDING-CAGE-AAA-BBB). Apakah koheren?

Empat Framework Global — Keterkaitan

Empat framework dari P11-P12 menjawab empat pertanyaan berurutan.

FrameworkPertanyaanSumber
ADDINGApakah internasionalisasi layak? (manfaat > biaya)P11 — Ghemawat 2007
CAGEKe mana? (pasar dengan jarak rendah)P11 — Ghemawat 2001
AAABagaimana menciptakan nilai? (strategi dominan)P12 — Ghemawat 2007
BBBBagaimana membangun kapabilitas? (moda)P12 — BCG 2006
Koherensi: pilihan di setiap framework harus konsisten. Mis. jika CAGE ke pasar target tinggi (Tiongkok), maka BBB cenderung Buy atau Borrow (akuisisi/JV) untuk akses pengetahuan lokal, dan AAA cenderung Adaptation (menyesuaikan produk).

Diagram Integrasi + Trade-off

Diagram Integrasi
  • Apakah layak? → ADDING (manfaat)
  • Ke mana? → CAGE (cultural, admin, geographic, economic)
  • Bagaimana nilai? → AAA (adaptation, aggregation, arbitrage)
  • Bagaimana kapabilitas? → BBB (build, buy, borrow)
  • Moda entri → export, license, JV, wholly owned, acquisition
  • Strategi global koheren
Trade-off antar-Framework
  • Adaptation vs Aggregation: relevansi lokal vs skala economies
  • Adaptation vs Build: adaptasi tinggi butuh tim lokal → Buy atau Borrow
  • Aggregation vs CAGE: agregasi butuh pasar homogen (CAGE rendah)
  • Arbitrage vs Administrative: hambatan imigrasi, regulasi kerja
Manajer harus membuat pilihan trade-off yang sadar dan konsisten dengan strategi. Konflik antar-framework tidak dapat dihindari; yang penting adalah kesadaran dan koherensi.

Collis-Rukstad Strategy Statement

Collis & Rukstad (2008) "Can You Say What Your Strategy Is?" (HBR) — strategi yang baik harus dapat dinyatakan dalam 35 kata atau kurang.

Objective
  • Tujuan yang dapat diukur
  • Spesifik dan time-bound
  • Contoh: "10% share ASEAN travel market by 2027"
Scope (Where-to-play)
  • Dimensi produk, pasar, geografi, vertikal
  • Untuk global: pasar mana + urutan ekspansi
  • Contoh: "ASEAN travel — Indonesia, SG, MY, TH, VN"
Advantage (How-to-win)
  • Sumber keunggulan
  • Untuk global: adaptasi, skala, atau arbitrase
  • Contoh: "superior mobile UX + local inventory depth"
Ujian koherensi: jika strategi tidak dapat dinyatakan dalam 35 kata yang spesifik dan terukur, strategi tersebut belum jelas. Strategi global yang baik menjawab pasar mana, urutan ekspansi, sumber nilai, dan moda entri dominan.
Bagian 2 · 2/4
Kasus Manchester City CFG
Diskusi kelas: menurut Anda, apa pelajaran transferable dari CFG untuk startup Indonesia yang ingin ekspansi multi-pasar?

Kasus Manchester City Football Group

City Football Group (CFG) didirikan 2008 oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan (Abu Dhabi). Multi-club ownership global dengan shared kapabilitas.

Klub CFGPasar
Manchester CityInggris (akar, akuisisi 2008)
New York City FCAS (MLS)
Melbourne CityAustralia (A-League)
Yokohama F. MarinosJepang (J-League)
Girona FCSpanyol (La Liga)
Mumbai CityIndia (ISL)
LainnyaBelgium (Lommel), Uruguay, Cina (pernah), dll
Strategi CFG: shared player development, scouting, training methodology, brand partnership. Membeli klub di multiple pasar untuk global brand presence dan revenue diversifikasi.

CFG — Integrasi Framework Empat Lensa

FrameworkAplikasi CFG
ADDINGAdding value (global fan base), Normalizing risk (multi-geography), Differentiation (player pathway lintas-klub)
CAGEJarak budaya-geografis tinggi antar-klub, tetapi shared football culture mengurangi jarak. Administrative (regulasi FIFA multi-club ownership)
AAAAggregation (brand CFG global), Adaptation (kompetisi liga lokal), Arbitrage (akses talenta global)
BBBBuy (akuisisi klub), Build (academy player development), Borrow (loan players antar-klub)
Trade-off CFG: investasi besar (Manchester City akuisisi 2008 ~GBP 210 juta, lalu investasi miliaran dalam fasilitas; angka dihedge); koordinasi multi-klub lintas-liga kompleks; risiko reputasi (Financial Fair Play scrutiny). Hasil: Manchester City dominant Inggris & Champions League winner 2023.
Bagian 3 · 3/4
Kasus Akamai Technologies
Diskusi kelas: bagaimana strategi Akamai berbeda dari CFG? Apa pelajaran untuk startup digital Indonesia?

Kasus Akamai Technologies

Akamai (didirikan 1998, Tom Leighton & Daniel Lewin, spin-off penelitian MIT) — Content Delivery Network (CDN) global dengan ribuan edge server di ~130+ negara.

FrameworkAplikasi Akamai
ADDINGAdding value (pelanggan global served), Decreasing costs (latency rendah), Differentiation (jaringan global proprietary)
CAGEServer harus hadir di banyak negara (geografis), kepatuhan data per regulasi negara (administrative)
AAAAggregation dominan (platform standar global), Adaptation untuk customer enterprise per pasar (localized support)
BBBBuild (platform technology), Buy (akuisisi security/performance companies), Borrow (partner dengan ISP dan data center lokal)
Hasil: Akamai tetap pemain signifikan di CDN enterprise (~USD 3,6 miliar revenue 2022, data publik). Strategi diferensiasi ke arah security dan edge computing untuk menghadapi tekanan kompetitif Cloudflare, AWS CloudFront, Fastly.

Perbandingan CFG vs Akamai

DimensiManchester City CFGAkamai Technologies
IndustriSepakbola (consumer/entertainment)B2B tech infrastructure
AAA dominanMix (aggregation brand + adaptation liga)Aggregation (satu platform global)
BBB dominanBuy (akuisisi klub) + Borrow (loan)Build (platform) + Buy (security cos)
CAGE mitigationShared football culturePhysical presence wajib (geografis)
Kapabilitas intiPlayer development + scoutingEdge network technology
Cocok untuk startupMulti-market consumer brandsB2B tech platforms
Pelajaran: dua strategi global yang sangat berbeda tetapi sama-sama integrasi framework yang koheren. Pilihan tergantung industri, kapabilitas inti, dan model bisnis.
Bagian 4 · 4/4
Mini-Kasus + Strategic Intent
Diskusi kelas: untuk startup Indonesia yang Anda kenal, apa strategic intent yang pemandu? Bagaimana koneksi dengan ADDING-CAGE-AAA-BBB?

Mini-Kasus GoTo & Traveloka + Strategic Intent

GoTo (Gojek + Tokopedia merger 2021)
  • Strategic intent awal Gojek: "super-app Asia Tenggara nomor satu"
  • ADDING: Adding value (mobility+commerce Indonesia), Differentiation (super-app)
  • Regional ekspansi 2018+: CAGE ASEAN; AAA Adaptation+Aggregation attempted; BBB Buy (JV), Borrow (partner)
  • Hasil: kompetisi ketat dengan Grab; konsolidasi 2022+ ke Indonesia
Traveloka
  • Strategic intent: "platform travel Asia Tenggara terdepan"
  • ADDING: Adding value (regional travel inventory), Differentiation (mobile-first)
  • CAGE ASEAN (SG-MY-TH-VN-PH); AAA Adaptation (per pasar) + Aggregation (platform shared)
  • BBB: Build engineering core, Buy akuisisi regional, Borrow partner supplier
Strategic Intent (Hamel-Prahalad 1989): aspirasi strategis jauh melampaui sumber daya saat ini. Contoh klasik: Komatsu "encircle Caterpillar", Canon "beat Xerox", Toyota. Memberikan arah jangka panjang, tetapi harus dilengkapi strategi operasional (ADDING-CAGE-AAA-BBB).

Bartlett-Ghoshal + Kapabilitas Inti + Risiko

Bartlett & Ghoshal (1989) "Managing Across Borders" — empat strategi global. Strategi global efektif butuh kapabilitas inti yang dapat dipindahkan lintas pasar.

Empat Strategi Bartlett-Ghoshal
  • International: leverage parent capabilities globally
  • Multinational: portfolio national subsidiaries, responsive lokal
  • Global: centralized, efficient, standardized
  • Transnational: balance integration + responsiveness (paling kompleks)
Kapabilitas Inti yang Transferable
  • Brand global yang dikenali (Nike, Apple)
  • Technology scalable (Akamai CDN, Google)
  • Operational excellence (McDonald's, IKEA)
  • Customer insight data lintas-pasar
Risiko Strategi Global
  • Overstretch: terlalu banyak pasar, kapabilitas tipis
  • Strategic drift: perubahan pasar/regulasi
  • Cultural blind spots: asumsi home market tidak berlaku
  • Geopolitical risk: perang dagang, sanksi
Bagi startup: bangun minimal satu kapabilitas inti yang dapat dipindahkan; tanpa ini, ekspansi global menjadi ekspansi tanpa keunggulan (kompetisi harga murni).

Strategi Global Era Geopolitik + KPI

Konteks 2020-an: geopolitik mempengaruhi strategi global. Tracking per region penting untuk deteksi pasar sehat vs perlu pivot.

Konteks Geopolitik
  • US-China decoupling: tech companies pisahkan supply chain
  • Data sovereignty: China PIPL, EU GDPR, India DPDP, UU PDP ID
  • Sanctions & export controls: semiconductor, AI
  • Trade tensions: tariff, retaliatory measures
KPI Strategi Global
  • Revenue share per region
  • Customer acquisition cost per market
  • Customer retention per market
  • Market share per region
  • Profitability per region + Time to breakeven
Bagi startup Indonesia: posisi strategis sebagai netral dalam US-China; dapat menjadi hub untuk Asia; tetap patuh regulasi multi-yurisdiksi.

Workshop: Strategi Global Terintegrasi

Format workshop: untuk startup Indonesia pilihan, susun strategi global terintegrasi 4 langkah (40 menit).
LangkahPertanyaan + OutputDurasi
1. ADDINGApakah internasionalisasi layak? Manfaat dominan?10 menit
2. CAGEPasar mana prioritas? 3-5 kandidat → pilih top10 menit
3. AAAStrategi value-creation dominan + sub-strategi10 menit
4. BBB + Moda entriBuild/buy/borrow + export/JV/wholly owned + urutan10 menit

Output: 1-halaman integrated global strategy statement (35 kata + diagram alur ADDING-CAGE-AAA-BBB-Moda Entri).

Ringkasan Kunci Pertemuan 13

Integrasi
4 framework saling melengkapi — apakah, ke mana, bagaimana nilai, bagaimana kapabilitas
Kasus
CFG & Akamai mengilustrasikan integrasi di konteks berbeda dengan trade-off
Koherensi
Strategi harus konsisten dengan kapabilitas inti & kondisi geopolitik

Bawa tiga lensa (integrasi · kasus · koherensi) ke P14 kapstone di mana kita akan menyatukan strategi global dengan stakeholder non-pasar (regulator, masyarakat, politik).

Persiapan P14: baca Baron (2013) "Business and Its Environment" bab stakeholder, atau Besanko bab stakeholder. Bawa satu contoh startup yang menghadapi regulator atau pemangku kepentingan non-pasar — kapstone integratif penutup.