stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Memotivasi Kinerja Individu
RPS minggu 6 · 2x50 menit · Buka modul Human Capital

Memotivasi Kinerja Individu

Mengelola Perusahaan Rintisan — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 6: menjelaskan teori motivasi kerja dan mengaitkannya dengan strategi modal manusia perusahaan yang tumbuh cepat.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Hirarki kebutuhan Maslow (1943)
  • Self-Determination Theory (Deci-Ryan)
  • Motivasi intrinsik vs ekstrinsik
Jam ke-2 (50 menit)
  • Goal Setting Theory (Locke-Latham)
  • Expectancy Theory (Vroom)
  • Kasus Uber drivers — gig economy
  • Aplikasi untuk startup Indonesia
Posisi alur: P6 membuka modul Human Capital (P6-P10). Setelah memahami apa strategi bisnis (P1-P5), sekarang belajar siapa & bagaimana mengeksekusinya.

Mengapa Motivasi Penting untuk Startup?

Startup menghadapi tantangan motivasi yang unik dibanding incumbent besar.

Tantangan Motivasi Startup
  • Gaji biasanya lebih rendah dari incumbent
  • Tekanan waktu & ambiguitas tinggi
  • Insentif saham (equity) tapi illiquid
  • Burnout rate tinggi (60-80 jam/minggu)
Sumber Motivasi Startup
  • Misi yang inspiratif (impact)
  • Otonomi & ownership besar
  • Belajar cepat multi-fungsi
  • Equity upside potensial
Tanpa strategi motivasi yang sadar, startup akan kehilangan talenta terbaiknya ke incumbent yang menawarkan gaji lebih tinggi dan stabilitas.
Bagian 1 · 1/4
Maslow & Self-Determination
Diskusi kelas: dalam startup yang Anda kenal, kebutuhan tingkat mana yang paling sering tidak terpenuhi untuk karyawan?

Hirarki Kebutuhan Maslow (1943)

Self-ActualizationEsteemLove/BelongingSafetyPhysiologicalDari dasar ke puncak: kebutuhan dasar → kebutuhan tertinggi
Maslow: kebutuhan tingkat lebih rendah harus dipenuhi sebelum motivasi naik ke tingkat lebih tinggi. Tapi riset modern menunjukkan ini tidak selalu berurutan.

Kritik & Modernisasi Maslow

KritikPenjelasan
Tidak selalu berurutanRiset menunjukkan individu dapat mengejar beberapa tingkat bersamaan
Bias budaya BaratHirarki individualistic; budaya kolektif mungkin lebih fokus pada belonging
Sulit diuji empiris"Self-actualization" sulit didefinisikan & diukur
ERG AlderferAlternatif: Existence, Relatedness, Growth (3 kategori, dapat berlaku bersama)
Untuk startup Indonesia (budaya kolektif), kebutuhan "belonging" dan "esteem" melalui komunitas kerja sering lebih kuat dari aktualisasi individu.

Self-Determination Theory (Deci-Ryan)

Deci & Ryan (1985, 2000): tiga kebutuhan psikologis dasar yang universal untuk motivasi intrinsik.

Autonomy
1
Rasa memiliki pilihan & kontrol atas tindakan sendiri; bukan dikendalikan dari luar
Competence
2
Rasa mampu menguasai tantangan & berkembang; efikasi diri
Relatedness
3
Rasa terhubung dengan orang lain; belonging & keberartian
SDT berbasis bukti lintas budaya yang kuat. Tiga kebutuhan ini universal di semua budaya yang diteliti.

Intrinsik vs Ekstrinsik

Motivasi IntrinsikMotivasi Ekstrinsik
SumberDari dalam: minat, kepuasan, tantanganDari luar: gaji, bonus, status, pengakuan
Daya tahanBerkelanjutan, dalam jangka panjangBersementara, perlu diperbarui
KreativitasTinggi (eksplorasi, eksperimen)Rendah-sedang (fokus target)
Cocok untukTugas kreatif, kompleks, jangka panjangTugas rutin, terukur, jangka pendek
Penelitian Deci (1971): imbalan ekstrinsik untuk tugas yang sudah menarik dapat MENGURANGI motivasi intrinsik — "overjustification effect".
Bagian 2 · 2/4
Goal Setting & Expectancy
Diskusi kelas: bagaimana startup menggunakan OKR (Objectives and Key Results) sebagai implementasi goal setting?

Goal Setting Theory (Locke-Latham)

Locke & Latham (1990, 2002): tujuan yang spesifik dan menantang menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada tujuan "do your best".

Karakteristik TujuanEfek pada Kinerja
SpesifikLebih baik dari tujuan samar ("do your best")
Menantang (tapi achievable)Mendorong effort lebih tinggi
Diterima (accepted)Komitmen karyawan, bukan dipaksakan
FeedbackPenyesuaian dan reinforcement berkelanjutan
Task complexityTugas kompleks: tujuan lebih halus perlu dipecah
OKR (Objectives & Key Results) yang dipopulerkan Andy Grove (Intel) & John Doerr (Google) adalah implementasi praktis Goal Setting Theory.

Expectancy Theory (Vroom)

Vroom (1964): motivasi = ekspektansi × instrumentalitas × valensi.

Motivasi = E × I × V
Expectancy (E)
Keyakinan bahwa effort → kinerja. "Kalau saya kerja keras, saya bisa capai target"
Instrumentality (I)
Keyakinan bahwa kinerja → imbalan. "Kalau saya capai target, saya akan dihargai"
Valence (V)
Nilai imbalan bagi individu. "Imbalan ini berarti bagi saya"
Jika salah satu E, I, atau V = 0, motivasi = 0. Banyak startup gagal di I (janji tidak ditepati) atau V (imbalan tidak dihargai).
Bagian 3 · 3/4
Kasus Uber Drivers
Diskusi kelas: bagaimana Uber memotivasi jutaan driver tanpa hubungan employer tradisional?

Kasus Uber — Memotivasi Gig Workers

Uber menghadapi tantangan motivasi unik: driver bukan karyawan, tidak ada gaji tetap, tidak ada benefit tradisional.

Komponen VroomTantangan UberStrategi Uber
ExpectancyDriver harus yakin effort → penghasilanHeat maps: tunjukkan area permintaan tinggi + bonus per trip
InstrumentalityDriver harus yakin kerja → imbalanBayar instan setelah trip; transparansi tarif
ValenceDriver nilai fleksibilitas & uangKontrol jadwal sendiri; "kerjakan kapan saja"
Uber menggunakan kombinasi SDT (autonomy) + Vroom (transparansi E-I-V) untuk memotivasi driver tanpa employer relationship.

Uber — Sisi Gelap Motivasi Gig

Tantangan Motivasi Driver
  • Tidak ada benefit (kesehatan, pensiun)
  • Penghasilan tidak stabil (tergantung surge)
  • Tidak ada relatedness (kerja sendiri)
  • Algoritma surge dapat dimanipulasi
  • Risk churn driver tinggi
Isu SDT Terlanggar
  • Autonomy: terbatas oleh algoritma rating
  • Competence: tidak ada path karier
  • Relatedness: isolasi, no team
  • Surge prompts dapat manipulatif
  • Litigasi worker classification (AB5 California)
Pelajaran: motivasi gig worker tidak berkelanjutan tanpa investasi dalam relatedness & competence. Driver churn adalah indikator masalah sistemik.
Bagian 4 · 4/4
Aplikasi Startup Indonesia & Ringkasan
Diskusi kelas: bagaimana menerapkan SDT + Vroom untuk karyawan startup Anda?

Aplikasi SDT untuk Startup

Kebutuhan SDTPraktik di Startup
Autonomy20% time (Google), hackathon, choice of projects, flat structure
CompetenceMentorship, training budget, conference, mastery path
RelatednessTeam retreat, cross-functional collab, ERG, weekly demos
KombinasiStartup mission-driven (purpose) + small team (relatedness) + ownership (autonomy) + growth (competence)
Netflix, Google, Supercell berhasil karena memenuhi ketiga kebutuhan SDT secara sistematis — bukan hanya gaji tinggi.

Herzberg Two-Factor Theory

Herzberg (1959): faktor hygiene (ekstrinsik) mencegah ketidakpuasan; faktor motivator (intrinsik) menciptakan kepuasan.

Hygiene Factors (mencegah tidak puas)
  • Gaji & benefit dasar
  • Kondisi kerja (fisik, alat)
  • Kebijakan & administrasi
  • Hubungan dengan rekan
  • Keamanan kerja
Motivators (menciptakan puas)
  • Pencapaian (achievement)
  • Pengakuan (recognition)
  • Pekerjaan menantang
  • Tanggung jawab
  • Kesempatan advansmen
Pelajaran: gaji tinggi saja (hygiene) tidak menciptakan motivasi berkelanjutan — perlu motivator intrinsik untuk engagement tinggi.

Pygmalion & Golem Effect

Ekspektasi manajer mempengaruhi kinerja karyawan — secara self-fulfilling prophecy.

Pygmalion Effect (positif)
  • Ekspektasi tinggi → kinerja tinggi
  • Manajer beri challenge, support, feedback
  • Karyawan internalisasi & performa naik
  • Riset Rosenthal-Jacobson (1968)
Golem Effect (negatif)
  • Ekspektasi rendah → kinerja rendah
  • Manajer beri tugas mudah, kurang perhatian
  • Karyawan demotivasi & performa turun
  • Sering tidak sadar terjadi
Founder startup harus sadar: ekspektasi yang mereka komunikasi (verbal/non-verbal) menjadi reality melalui self-fulfilling prophecy.

Motivasi 3.0 — Pink (Drive, 2009)

Daniel Pink mensintesis riset SDT untuk era pengetahuan: tiga pilar motivasi intrinsik.

Autonomy
1
Kontrol atas 4T: Task, Time, Technique, Team
Mastery
2
Kesempatan berkembang & menguasai keterampilan
Purpose
3
Misi yang lebih besar dari diri sendiri
Pink berargumen untuk pekerjaan pengetahuan abad 21: imbalan "jika-then" (jika capai X, dapat Y) dapat merusak kreativitas. Gunakan imbalan "now-that" (sekarang setelah bagus, ini pengakuan) yang tidak terprediksi.

Kasus: Hubungan Founder-Karyawan Awal

Tantangan motivasi khusus: karyawan awal founder vs karyawan yang join setelah product-market fit.

DimensiKaryawan Awal (Pre-PMF)Karyawan Skala (Post-PMF)
EquityBesar (0.5-2%)Kecil (0.05-0.25%)
GajiDi bawah pasarSesuai/atas pasar
Motivator dominanPurpose + upside equityGaji + stability + growth
Toleransi ambiguitasTinggiRendah-sedang
RisikoStartup mungkin gagalLebih stabil,scalable
Founder harus sadar: tim yang join di tahap berbeda punya profil motivasi yang berbeda. Tidak bisa "one size fits all".

Sistem Motivasi Startup — Checklist

Cek Intrinsik (SDT)
  • [ ] Otonomi: karyawan pilih proyek?
  • [ ] Kompetensi: ada growth path?
  • [ ] Relatedness: ada komunitas kerja?
  • [ ] Misi inspiratif & dikomunikasikan?
Cek Ekstrinsik (Vroom)
  • [ ] Expectancy: target achievable?
  • [ ] Instrumentality: imbalan tepati janji?
  • [ ] Valence: imbalan yang dihargai?
  • [ ] Equity (P7): adil dibanding rekan?
Imbalan ekstrinsik TANPA dasar intrinsik akan jadi permainan tentara bayaran — karyawan keluar saat tawaran lebih tinggi datang.

Ringkasan Kunci Pertemuan 6

Teori Konten
Maslow (hirarki) + SDT (3 kebutuhan universal: autonomy, competence, relatedness)
Teori Proses
Goal Setting (spesifik-menantang) + Expectancy (E×I×V) untuk sistem ekstrinsik
Gig Economy
Uber driver case: autonomy dimanfaatkan, relatedness & competence terancam

Kombinasi teori kuantitatif (goal setting, expectancy) dengan kualitatif (SDT) memberikan sistem motivasi yang seimbang untuk startup.

Persiapan P7: baca Adams (1965) "Inequity Theory" dan Wasserman (2018) *Founder's Dilemmas* (bab equity split). Bawa satu contoh pembagian saham antar-pendiri yang menurut Anda adil atau tidak.