stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Teknologi, Perubahan Sifat Pekerjaan, dan Batas Kerja-Keluarga
RPS minggu 14 · 2x50 menit · Konsentrasi SDM-Organisasi

Teknologi, Sifat Pekerjaan & Work-Life Boundary

Mengelola Hubungan Kerja — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 14: Merancang strategi pengelolaan hubungan kerja yang mengintegrasikan perubahan teknologi dengan keseimbangan kerja-keluarga

Jam ke-1 (50 menit)
  • Definisi & kerangka: Boundary Theory + JD-R + Gig Economy
  • Tiga komponen teori kunci + posisi dalam lanskap
  • Tiga miskonsepsi yang dibongkar
Jam ke-2 (50 menit)
  • Operasionalisasi: diagnosis 4-pertanyaan
  • HDN-1 & HDN-2: hitung dari nol dampak ekonomi
  • Studi kasus Indonesia: WFH massal di Indonesia pasca-pandemi (bank, Telkom, tech startup); Gojek/Grab d
Posisi dalam alur 14 pertemuan: blok konseptual yang melengkapi P13 dan mempersiapkan Pakhir.

Mengapa Materi Ini Kritis untuk Manajer SDM Strategis

Tiga alasan konkret mengapa pertemuan ini menentukan keberhasilan pengelolaan hubungan kerja di organisasi Anda.

ALASAN 1 — TEORI
Ashforth, Kreiner & Fugate (2000, *Bound
Ashforth, Kreiner & Fugate (2000, *Boundary Spanning in Work-Family*) — boundary theory: individu mengelola peran melalui boundaries yang segmented (terpisah) atau integrated (tercampur); masing-masin
ALASAN 3 — KONTEKS RI
Mini-kasus
WFH massal di Indonesia pasca-pandemi (bank, Telkom, tech startup); Gojek/Grab driver sebagai gig worker dan implikasi hubungan kerja (apakah driver 'karyawan'? — putusan pengadilan); UU Cipta Kerja (
Pertanyaan pemantik: bagaimana materi ini terkait pengalaman Anda sendiri di tempat kerja?
Bagian 1 · 1/4
Konsep Inti & Motivasi
Diskusi kelas: pikirkan satu situasi di tempat kerja Anda yang menurut Anda memerlukan lensa Boundary Theory + JD-R + Gig Economy — apa yang membuat situasi itu tidak terpecahkan dengan pendekatan biasa?

Definisi & Kerangka: Boundary Theory + JD-R + Gig Economy

Definisi operasional dan kerangka kanonik yang akan menjadi lensa sepanjang pertemuan ini.

KOMPONEN 1
  • Allen, Eby, Chao & Bauer (2014, *Work-Family Research*) — meta-analisis work-family conflict: dua arah (work→family, family→work); work→family lebih kuat memprediksi turnover dan burnout.
KOMPONEN 2
  • Demerouti JD-R (lanjutan P12) — WFH meningkatkan demands (always-on, isolation) sekaligus resources (autonomy, no commute); efek netto bergantung pada pengelolaan boundary.
KOMPONEN 3
  • Kalleberg (2011, *Good Jobs, Bad Jobs*) dan Stiglitz (2014) — gig economy sebagai polarisasi pekerjaan: pekerjaan fleksibel tetapi tanpa proteksi, identity-based jobs vs task-based jobs.
Boundary Theory + JD-R + Gig Economy — Ashforth, Kreiner & Fugate (2000, *Boundary Spanning in Work-Family*) — boundary theory: individu mengelola peran melalui boundaries yang segmented (terpisah) atau integrated (tercampur); masing-masing punya trade-off.

Komponen Teori Kunci

Empat komponen teori yang harus Anda kuasai untuk menerapkan kerangka.

TEORI 1 & 2
  • Allen, Eby, Chao & Bauer (2014, *Work-Family Research*) — meta-analisis work-family conflict: dua arah (work→family, family→work); work→family lebih kuat memprediksi turnover dan b
  • Demerouti JD-R (lanjutan P12) — WFH meningkatkan demands (always-on, isolation) sekaligus resources (autonomy, no commute); efek netto bergantung pada pengelolaan boundary.
TEORI 3 & 4
  • Kalleberg (2011, *Good Jobs, Bad Jobs*) dan Stiglitz (2014) — gig economy sebagai polarisasi pekerjaan: pekerjaan fleksibel tetapi tanpa proteksi, identity-based jobs vs task-based
  • Derks, van Duin, Tims & Bakker (2015) — smartphone dan 'telepressure' dalam WFH: karyawan dengan preferensi integration lebih rentan strain; preference segmentation lebih tahan.

Tiga Miskonsepsi yang Dibongkar

Tiga lazy thinking yang harus Anda hapus dari kosa kata manajerial Anda.

MISKONSEPSI 1
  • WFH selalu meningkatkan work-life balance (salah: WFH meningkatkan autonomy tetapi juga menyebabkan always-on; efek netto pada strain bergantung pada boundary management — Derks dkk).
MISKONSEPSI 2
  • Gig worker memiliki kebebasan penuh (salah: platform mengontrol algoritma, harga, dan akses; kebebasan temporal tetapi bukan kebebasan struktural — Kalleberg; banyak gig worker justru overwork).
MISKONSEPSI 3
  • Teknologi (Slack, email mobile) meningkatkan produktivitas tanpa biaya (salah: 'telepressure' dan expectation respons cepat meningkatkan emotional demands; produktivitas naik tetapi burnout juga naik bila tidak dikelola).
MISKONSEPSI 4
  • Batas kerja-keluarga adalah masalah manajemen waktu individu (salah: boundary management adalah praktik yang dipengaruhi budaya organisasi, ekspektasi atasan, dan teknologi — bukan hanya skill individu).
Miskonsepsi bertahan karena confirmation bias; sadari kapan Anda menggunakannya untuk justifikasi.

Posisi dalam Lanskap Teori

Apa yang dibedakan lensa ini dari pendekatan tetangga — dan kapan harus berganti lensa.

LENSA INI UNIK KARENA
  • Memberi struktur diagnosis berbasis bukti empiris lintas-dekade
  • Dapat dioperasionalkan menjadi instrumen ukur kuantitatif
  • Memiliki body of research konsisten lintas konteks budaya
KOMPLEMENTER DENGAN
  • Teori lain dalam mata kuliah ini (P1-P14)
  • Tidak menggantikan tetapi memperkaya diagnosis
  • Gunakan beberapa lensa untuk diagnosis multidimensional
Bahaya menggunakan satu lensa tunggal: blind spot terhadap variabel yang tidak terlihat.

HDN-1: Boundary Management Score: Diagnosis Tim WFH

Skenario: Tim WFH 20 orang diisi Boundary Management Scale (Kreiner dkk 2009): 4 item segmentation vs 4 item integration (skala 1-5). Segmentation mean=2,8; Integration mean=3,9. Always-on index (respons di luar jam kerja) skor 4 dari 5. Hitung net boundary preference dan always-on risk.
Net preference = Integration − Segmentation; >0,5 = integrated profile (risiko strain tinggi tanpa perlindungan).
LangkahPerhitunganNilai
Segmentation meanΣ 4 item ÷ 42,8
Integration meanΣ 4 item ÷ 43,9
Net preference3,9 − 2,8+1,1 (integrated)
Threshold strain risk>+0,5+1,1 → TINGGI
Always-on indexskor 4/50,80 (80% responsibilitas)
DiagnosisIntegrated + always-on 80%Strain risk tinggi; butuh segmented rituals
Kesimpulan HDN-1
Integrated +1,1
Tim integrated dengan always-on 80%; strain risk tinggi — butuh ritual detachment
Bagian 2 · 2/4
Operasionalisasi & Hitung dari Nol
Diskusi kelas: dari empat komponen teori tadi, mana yang menurut Anda paling lemah di organisasi Anda sendiri? Bagaimana Anda mengukurnya?

Aplikasi di Tempat Kerja: Diagnosis & Intervensi

Bagaimana kerangka ini diterjemahkan ke praktik manajerial harian?

DIAGNOSTIK (4 pertanyaan)
  • Komponen mana yang lemah?
  • Apa akar penyebabnya?
  • Intervensi mana yang menyasar akar?
  • Bagaimana mengukur keberhasilan?
INTERVENSI (3 jenis)
  • Struktural: kebijakan, struktur
  • Relasional: percakapan, LMX
  • Pengembangan: pelatihan, coaching
Banyak intervensi HR gagal karena tidak disandarkan diagnosis akurat — one-size-fits-all adalah musuh efektivitas.

Diagnostic Engagement untuk Gig & WFH

Eksplorasi interaktif untuk membangun intuisi sebelum kita kerjakan versi manual di slide berikutnya.

Widget ini menyiapkan intuisi Anda untuk perhitungan HDN-2 berikutnya. Variabel yang dapat dimanipulasi adalah komponen inti Boundary Theory + JD-R + Gig Economy; sensitivitas hasil terhadap setiap variabel adalah pelajaran utama.

HDN-2: Gig Economy: Biaya Tersembunyi Driver Platform

Skenario: Driver ojek daring Indonesia: revenue Rp 7,5 jt/bulan (kotor). Biaya operasional: bensin Rp 1,2 jt, cicilan motor Rp 1,1 jt, maintenance Rp 600 rb, asuransi mandiri Rp 200 rb, biaya handphone/data Rp 350 rb, makan on-duty Rp 800 rb. Tidak ada THR, tidak ada BPJS perusahaan, tidak ada pensiun (yang setara karyawan formal Rp 1,5 jt/thn). Hitung net effective income dan gap terhadap pekerja formal dengan gaji Rp 7 jt + benefit Rp 1,8 jt/thn.
Net gig = revenue − operational; Total formal equiv = gaji + benefit; Gap = gig net − (formal + benefit).
LangkahPerhitunganNilai
Biaya operasional gig1,2 + 1,1 + 0,6 + 0,2 + 0,35 + 0,8Rp 4.250.000/bulan
Net gig incomeRp 7,5 jt − Rp 4,25 jtRp 3.250.000/bulan
Benefit formal hilang (THN/thn)~Rp 1,8 jt/thn (=Rp 150 rb/bln)
Pendapatan formal setaraRp 7 jt + Rp 150 rb benefitRp 7.150.000/bulan
Gap gig vs formalRp 3,25 jt − Rp 7,15 jt−Rp 3.900.000/bulan
Gap %−3,9 ÷ 7,15−54,5%
DiagnosisGig underperform formal 54,5%Hidden cost gig economy tinggi
Kesimpulan HDN-2
Gig −54,5%
Net gig Rp 3,25 jt vs formal Rp 7,15 jt; biaya tersembunyi tinggi
Bagian 3 · 3/4
Studi Kasus Indonesia & Aplikasi
Diskusi kelas: dari diagnosis kasus berikut, intervensi mana yang menurut Anda paling efektif? Apa trade-off-nya?

Studi Kasus Mini Indonesia: Diagnosis Lintas-Lensa

Aplikasi Boundary Theory + JD-R + Gig Economy pada konteks Indonesia konkret.

AspekObservasiImplikasi
KonteksWFH massal di Indonesia pasca-pandemi (bank, Telkom, tech startup); Gojek/Grab driver sebagai gig worker dan implikasi hubungan kerja (apakah driver 'karyawan'? — putusan pengadilan); UU Cipta Kerja (Lensa relevan: Boundary Theory + JD-R + Gig Economy
GejalaIndikator lapangan: engagement, turnover, konflik, kualitas keputusanSinyal diagnosis
Akar masalah (hipotesis)Penyebab struktural/relasional/teknisIntervensi prioritas
Intervensi diusulkanStruktural/relasional/pengembanganMetrik keberhasilan
Diagnosis multi-penyebab lebih kuat dari single-cause; gunakan data, bukan asumsi.

Implikasi Praktis bagi Manajer

Tiga implikasi konkret yang harus Anda bawa pulang dari pertemuan ini.

IMPLIKASI 1 — DIAGNOSIS
  • Mulai dengan diagnosis akar masalah; Boundary Theory + JD-R + Gig Economy sebagai checklist.
IMPLIKASI 2 — INTERVENSI
  • Pilih jenis intervensi (struktural/relasional/pengembangan) berdasarkan diagnosis.
IMPLIKASI 3 — UKUR
  • Tetapkan metrik keberhasilan upfront; tanpa ukuran, program adalah opini.
Tiga implikasi ini adalah literasi eksekutif minimum untuk mengelola hubungan kerja di tingkat manajer senior.

Empat Jebakan Umum di Organisasi Indonesia

Pola berulang yang membuat intervensi hubungan kerja gagal di Indonesia.

Jebakan 1 & 2
  • Single-cause fallacy — menyederhanakan masalah kompleks ke satu penyebab.
  • Generic-best-practice trap — impor praktik tanpa adaptasi konteks Indonesia.
Jebakan 3 & 4
  • Symbolic intervention — program tanpa perubahan struktural; training tanpa reward.
  • Measurement neglect — tanpa metrik, kemajuan tidak dapat dipertahankan.
Jebakan umum karena menjanjikan solusi cepat; hubungan kerja sehat adalah hasil kerja sistemik jangka panjang.
Bagian 4 · 4/4
Sintesis, Evaluasi & Persiapan
Diskusi kelas: apa satu hal yang akan Anda lakukan berbeda minggu depan berdasarkan materi hari ini?

Peta Konsep: Integrasi Pertemuan

Peta konsep yang mengintegrasikan empat blok pertemuan menjadi satu kerangka koheren.

KONSEP
Boundary Theory + JD-R + Gig Economy — definisi, komponen, posisi dalam lanskap teori.
OPERASIONALISASI
Diagnosis (4 pertanyaan), intervensi (3 jenis), metrik keberhasilan.
APLIKASI RI
WFH massal di Indonesia pasca-pandemi (bank, Telkom, tech startup); Gojek/Grab driver sebagai gig worker dan implikasi h
Tiga pilar ini literasi manajerial minimum; kuasai sebelum menambah lensa lain.

Latihan & Diskusi Kelas

Tiga latihan reflektif untuk mengkonsolidasi pembelajaran.

Latihan Individual
  • Diagnosis: pilih satu situasi di tempat kerja Anda, diagnosa pakai Boundary Theory + JD-R + Gig Economy.
  • Kuantifikasi: estimasi dampak ekonomi masalah tersebut (HDN-2 approach).
  • Komitmen: tulis satu perubahan konkret dalam 30 hari ke depan.
Diskusi Kelompok
  • Bandingkan diagnosis individual — pola umum yang muncul?
  • Identifikasi satu intervensi struktural & satu relasional.
  • Diskusikan trade-off antar-intervensi.
Bawa hasil latihan ke pertemuan berikutnya untuk peer review.

Penutup & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Pesan Inti 1
Kuasai Boundary Theory + JD-R + Gig Economy sebagai lensa diagnosis — toolkit harian, bukan teori hafalan.
Pesan Inti 2
Diagnosis akar masalah sebelum intervensi; gunakan data, bukan asumsi.
Persiapan Pakhir: baca Robbins & Judge (2019) bab terkait; bawa satu situasi hubungan kerja yang ingin Anda bedah lewat lensa pertemuan berikutnya.