‹ Daftar slidePertemuan 14: Personal Leadership Development Plan dan Masa Depan EI: AI, generasi baru, dan sustainability
RPS minggu 1 · 2x50 menit
PLDP & Masa Depan EI
Pertemuan 14 — Personal Leadership Development Plan · AI Empathy · Generasi Alpha
Penutup 14 pertemuan: PLDP 90 hari berbasis ESCI, refleksi masa depan EI di era AI empathy dan generasi Alpha, serta studi sustainability Andre Soelistyo pasca-IPO GoTo.
Peta Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan **mampu menyusun PLDP dan merefleksi masa depan EI** (Sub-CPMK 14).
Lead: "Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan **mampu menyusun PLDP dan merefleksi masa depan EI** (Sub-CPMK 14)."
Empat indikator (num-box):
1. Menyusun PLDP 90 hari berdasarkan profil ESCI
2. Menjelaskan tren masa depan EI: AI empathy, generasi baru
3. Menganalisis kasus Andre Soelistyo & GoTo pasca-IPO
4. Merefleksi perjalanan 14 pertemuan dan komitmen EI berkelanjutan
Rujukan: —
Motivasi: Mengapa PLDP Adalah Output Kunci 14 Pertemuan
Riset leadership development menunjukkan 70% pembelajaran hilang dalam 6 bulan tanpa struktur aplikasi — PLDP adalah jembatan dari teori ke transformasi.
70-20-10 model
70% pengembangan dari on-the-job experience, 20% dari coaching/mentoring, 10% dari training formal; PLDP mengintegrasikan ketiganya.
Akuntabilitas
PLDP dengan peer coach dan dashboard metrics meningkatkan adherence ~65% vs PLDP tanpa struktur.
- Pertanyaan pemantik: "Jika hanya satu kompetensi EI yang dapat Anda kembangkan 90 hari, mana yang akan memberi dampak terbesar pada karier Anda?"
Pertanyaan pemantik: Jika hanya satu kompetensi EI yang dapat Anda kembangkan 90 hari, mana yang akan memberi dampak terbesar pada karier Anda?
Visual: Grid2 + callout.
Glosarium: 70-20-10 model (model 70-20-10 — kerangka pengembangan yang menyarankan 70% pembelajaran dari pengalaman kerja, 20% dari interaksi sosial/coaching, 10% dari training formal; Center for Creative Leadership).
Rujukan: CCL 70-20-10; Sosik et al. (2019).
Bagian 1 · 1/4
Personal Leadership Development Plan
Struktur · Template · Priority matrix
Diskusi kelas: Apa hambatan terbesar untuk menyelesaikan dan menjalankan PLDP? Bagaimana mengatasinya?
Struktur PLDP 90 Hari (Profil → Goal → Aksi → Metrik)
PLDP 90 hari dengan empat komponen yang saling terkait — bukan dokumen formal tetapi kontrak diri.
Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "Struktur PLDP 90 Hari (Profil → Goal → Aksi → Metrik)", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Profil baseline
ESCI 360 (self + observer), strength dan development area, konteks profesional (role, stakeholder).
Goal spesifik
kompetensi ESCI tertentu (mis. Coach/Mentor dari 3,0 ke 4,0); SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound).
Rujukan: Goleman et al. (2013); praktik leadership development.
PLDP Template: GROW untuk Kompetensi ESCI Spesifik
Template GROW untuk satu kompetensi ESCI spesifik dalam PLDP.
Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "PLDP Template: GROW untuk Kompetensi ESCI Spesifik", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Pesan: pilih kompetensi yang binding constraint (P11 Mayer analog) — pengembangan yang memberi dampak terbesar pada overall leadership effectiveness.
Visual: Grid2 GROW + callout.
Glosarium: —
Rujukan: Whitmore (2017); Goleman et al. (2013).
Hitung dari Nol: Hitung dari Nol: PLDP Priority Matrix — Kompetensi × Dampak × Kesiapan
Skenario: Seorang leader dengan profil ESCI menilai 4 kompetensi development pada dua dimensi: Impact (1-5, dampak pada leadership effectiveness) dan Readiness (1-5, kesiapan untuk develop dalam 90 hari). Skor: Coach/Mentor (Impact 5, Readiness 3); Conflict Management (Impact 4, Readiness 4); Empathy (Impact 5, Readiness 2); Inspirational Leadership (Impact 4, Readiness 3). Hitung Priority Score (Impact × Readiness).
- Tabel langkah (dtab):
Kompetensi
Impact (1-5)
Readiness (1-5)
Priority (I × R)
Rank
Coach/Mentor
5
3
15
1
Conflict Management
4
4
16
1
Empathy
5
2
10
3
Inspirational Leadership
4
3
12
2
**Top 2 priority**
—
—
Coach/Mentor & Conflict Mgmt
—
Kesimpulan: Top priority Coach/Mentor (15) dan Conflict Management (16) — kombinasi impact tinggi dan readiness tinggi. Empathy high impact tetapi low readiness (perlu foundation lebih dulu).
Visual: Tabel 6 baris ber-fragment; SVG scatter Impact vs Readiness.
Rujukan: Praktik leadership development.
Bagian 2 · 2/4
Masa Depan EI: AI Empathy
Affective computing · Empathic AI
Diskusi kelas: Bisakah AI benar-benar empatik? Atau hanya mensimulasikan empati?
AI Empathy: Affective Computing dan Empathic AI
Affective computing (Rosalind Picard MIT 1997) dan empathic AI adalah frontier baru — mesin yang dapat mengenali dan merespons emosi manusia.
Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "AI Empathy: Affective Computing dan Empathic AI", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Affective computing
bidang yang mengembangkan sistem yang dapat mengenali, interpretasi, dan memproses emosi manusia dari wajah, suara, teks, biometrik.
Empathic AI
sistem AI yang merespons emosi pengguna dengan adaptif (chatbot empati, virtual coach, customer service).
Batasan etis
masalah privacy (data emosi), bias algoritma, simulasi vs genuine empathy, consent.
Pesan: AI empathy powerful tetapi tidak menggantikan EI manusia — welas asih memerlukan lived experience yang AI tidak miliki.
Visual: SVG timeline + Card 3 + callout.
Glosarium: Affective computing (komputasi afektif — bidang interdisipliner AI dan ilmu emosi; mengembangkan sistem yang dapat mengenali dan merespons emosi manusia; Rosalind Picard MIT 1997 seminal).
Rujukan: Picard (1997); Huang & Rust (2018).
Empat Domain AI Empathy: Customer Service, Coaching, Healthcare, Hiring
Empat domain aplikasi AI empathy yang berkembang pesat di 2020-an.
Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "Empat Domain AI Empathy: Customer Service, Coaching, Healthcare, Hiring", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Customer service
chatbot dengan deteksi emosi (frustrasi, kebingungan); eskalasi ke manusia tepat waktu.
Coaching
virtual coach leadership yang memberi feedback berbasis video analysis (mirroring, tone).
Healthcare
diagnosis emosi pasien (depresi, anxietas) dari wajah/suara; terapi pendukung.
Hiring
analisis video interview untuk soft skills (EI, leadership); kontroversial karena bias.
Pesan: AI empathy melengkapi tetapi tidak menggantikan judgment manusia; gunakan untuk augment, bukan replace.
Visual: Grid2 2x2 + callout.
Glosarium: Augment vs replace (menambah vs menggantikan — paradigma desain AI: AI sebagai augmentasi kemampuan manusia (cocreation) vs replacement (automasi penuh); standard ethics AI 2020-an).
Rujukan: McKinsey (2023); Huang & Rust (2018).
Hitung dari Nol: Hitung dari Nol: AI vs Human Empathy Score — Analisis Komparatif Tugas Empati
Skenario: Studi 2023 membandingkan AI (GPT-4 dengan affective analysis) dan manusia (psikolog terlatih) pada tugas empati: labeling emosi dari wajah, merespons skenario empati, dan welas asih pada kasus penderitaan. Skor mean (skala 1-10): AI labeling emosi 8,5; AI merespons skenario 7,8; AI welas asih 5,2. Human: 9,1; 8,9; 9,4. Hitung gap per tugas.
- Tabel langkah (dtab):
Tugas empati
AI score
Human score
Gap (Human − AI)
Interpretasi
Labeling emosi wajah
8,5
9,1
0,6
Kecil (AI hampir setara)
Merespons skenario empati
7,8
8,9
1,1
Sedang
Welas asih pada penderitaan
5,2
9,4
4,2
Sangat besar (AI jauh lebih rendah)
**Mean gap**
—
—
**1,97**
AI belum menggantikan
Kesimpulan: AI hampir setara pada labeling (gap 0,6) tetapi jauh lebih rendah pada welas asih (gap 4,2). Mean gap 1,97 — AI dapat melengkapi tetapi tidak menggantikan empati manusia untuk dimensi welas asih.
Visual: Tabel 5 baris ber-fragment; bar SVG AI vs Human per tugas.
Rujukan: Reece et al. (2022); sintesis riset 2023.
Bagian 3 · 3/4
Generasi Alpha & Workplace Digital
Generasi 2010-2024 · Empat tantangan digital
Diskusi kelas: Apa tantangan unik yang akan dibawa Generasi Alpha (lahir 2010+) ke workplace di 2030-an?
Generasi Alpha (2010-2024): Karakteristik di Workplace
Generasi Alpha (lahir 2010-2024) akan masuk workplace di akhir 2020-an dengan karakteristik unik.
tahun
2010
tahun
2024
tahun
2020
Digital-native sejak lahir
tidak mengenal dunia tanpa smartphone; ekspektasi digital-first di semua proses.
Post-pandemic schooling
banyak Alpha mengalami sekolah remote; comfort dengan hybrid work; tantangan socialization.
Mental health vocabulary ekspansif
terbiasa dengan bahasa burnout, anxietas, neurodiversity sejak dini; ekspektasi leader sadar mental health.
Pesan: leader 2030-an harus EI tinggi untuk merespons Alpha — ekspektasi transparency, mental health, dan purpose sangat tinggi.
Visual: Card 3 + callout.
Glosarium: Generasi Alpha (Generation Alpha — kohort demografis lahir 2010-2024, anak Milenial; istilah Mark McCrindle; akan masuk workplace akhir 2020-an).
Rujukan: Twenge (2023); McCrindle Research.
Empat Tantangan EI Leader di Era Digital
Empat tantangan unik EI leader di era digital dan hybrid workplace.
tahun
2020
tahun
2021
Empati digital
membaca emosi melalui video call, chat, email; kehilangan sinyal non-verbal.
Asynchronous emotional contagion
emosi menyebar via Slack/email tanpa tone; mudah miskomunikasi.
Boundary management
work-life blur di remote; leader harus model boundary untuk tim.
Digital fatigue
Zoom fatigue dan Slack overload; leader harus design ritus yang menghormati atensi.
Pesan: EI leader digital memerlukan keterampilan baru di atas EI tradisional — bukan mengganti tetapi menambah.
Visual: Grid2 2x2 + callout.
Glosarium: Zoom fatigue (kelelahan Zoom — kelelahan kognitif dan emosional dari video conference berlebihan; riset Stanford 2020-2021; multi-sumber: close-up eye contact, self-evaluation dari own video, reduced mobility, cognitive load).
Hitung dari Nol: Hitung dari Nol: Digital EI Score — Hybrid Workplace EI Inventory
Skenario: Sebuah leader mengisi Digital EI Inventory (10 item, skala 1-5) dengan empat sub-skor: Empati Digital (3 item), Asynchronous Communication (3 item), Boundary Management (2 item), Digital Fatigue Management (2 item). Skor: Empati Digital mean 3,2; Async Communication 3,8; Boundary 2,5; Fatigue 2,8. Hitung mean Digital EI overall.
- Tabel langkah (dtab):
Sub-skor
Item
Mean (1-5)
Bobot (item × mean)
Empati Digital
3
3,2
9,6
Async Communication
3
3,8
11,4
Boundary Management
2
2,5
5,0
Digital Fatigue Management
2
2,8
5,6
**Sum bobot**
10
—
31,6
**Mean Digital EI**
31,6 ÷ 10
—
**3,16 (63%)**
**Binding constraint**
—
Boundary 2,5 (50%)
Prioritas #1
Kesimpulan: Mean Digital EI 3,16 (63%) — sedang. Binding constraint Boundary Management 2,5 (50%) — leader lemah dalam model work-life boundary; prioritas development PLDP digital.
Visual: Tabel 7 baris ber-fragment; bar SVG per sub-skor.
Rujukan: Sintesis praktik hybrid work 2020-an.
Bagian 4 · 4/4
Studi Kasus Andre Soelistyo GoTo Pasca-IPO
2022-2024 — Sustainability EI leader
Diskusi kelas: Apa tantangan EI leader pasca-IPO yang tidak ada sebelum go-public?
Tantangan EI Leader Pasca-IPO GoTo (2022-2024)
Pasca-IPO April 2022, Andre Soelistyo menghadapi tantangan EI baru yang tidak ada di era pre-IPO Gojek.
Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "Tantangan EI Leader Pasca-IPO GoTo (2022-2024)", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Tekanan quarterly
investor publik menuntut pertumbuhan dan profit setiap kuartal; leader harus maintain calm di bawah tekanan.
Scrutiny publik
setiap keputusan dan kata dianalisis media dan investor; leader harus regulated emosi lebih ketat.
Mental health tim
harga saham volatile mempengaruhi morale karyawan (RSU value); leader harus empati dan stabilizing.
Pesan: sustainability EI leader di pasca-IPO memerlukan praktik yang lebih dalam — Self-Management yang lebih kuat, empati tim yang lebih konsisten.
Visual: Card 3 + callout.
Glosarium: RSU (Restricted Stock Unit — unit saham terbatas yang diberikan karyawan sebagai kompensasi; vesting over time; nilai tergantung harga saham; relevan di tech company pasca-IPO).
Rujukan: Liputan industri tech Indonesia 2022-2024.
Lima Praktik Sustainability EI Leader Andre
Lima praktik sustainability EI yang Andre Soelistyo jalankan pasca-IPO GoTo.
Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "Lima Praktik Sustainability EI Leader Andre", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Pesan: sustainability EI memerlukan ritus pribadi yang konsisten — tidak ada leader efektif jangka panjang tanpa praktik regenerasi.
Visual: Grid2 lima praktik + callout.
Glosarium: Peer support network (jaringan dukungan peer — kelompok leader sejawat yang berbagi tantangan dan dukungan emosional; mis. CEO peer group, YPO; penting untuk sustainability leadership).
Rujukan: Liputan industri tech Indonesia; sintesis praktik CEO.
Studi Kasus: Andre Soelistyo & GoTo Pasca-IPO 2022-2024
Timeline sustainability EI Andre Soelistyo pasca-IPO GoTo.
Periode
Momen
Praktik sustainability
Hasil
Apr 2022
IPO GoTo (valuasi $28B)
Mindfulness foundation + peer network established
IPO smooth; publik positif
Q3 2022
Harga saham turun 60%+
Listening sessions intensif; komunikasi tim jujur
Morale karyawan relatif stabil
2023
Restructuring + cost cut
Coaching GROW; peer support CEO group
Andre maintain calm; tim trust
Q1 2024
Transisi kepemimpinan (Surianto)
Reflective practice berkelanjutan
Sustainability berlanjut; kewarisan budaya EI
Pesan: sustainability EI leader diuji di adversity — praktik yang dibangun selama posisi aman (pre-IPO) menentukan performa di krisis (post-IPO).
Visual: Timeline 4 baris + callout.
Glosarium: Restructuring (restrukturisasi — perubahan signifikan struktur organisasi, biasanya melibatkan layoff, divestasi, atau pivot strategis; pasca-IPO tech 2022-2023 banyak terjadi).
Rujukan: Liputan industri tech Indonesia 2022-2024.
Refleksi Akhir: Komitmen EI Berkelanjutan
PLDP 90 hari
struktur Profil → Goal → Aksi → Metrik; pilih kompetensi priority matrix; jalankan dengan peer coach.
Masa depan EI
AI empathy untuk augment (labeling), welas asih tetap manusia; generasi Alpha menuntut EI leader lebih tinggi.
Sustainability EI
ritus pribadi konsisten (mindfulness, peer network, boundaries); diuji di adversity (kasus Andre GoTo). - Lead highlight: "Tuliskan satu komitmen konkret 90 hari yang akan Anda jalankan — partner dengan peer coach untuk akuntabilitas." - Callout: **P...
Tuliskan satu komitmen konkret 90 hari yang akan Anda jalankan — partner dengan peer coach untuk akuntabilitas.
Coba Sendiri: PLDP 90-Hari Priority Matrix
Tulis 3–5 aksi pengembangan EI/kepemimpinan spesifik & observable, atur Importance (1–5) dan Difficulty (1–5), dan lihat matriks Eisenhower-EI otomatis memetakan quick win untuk 30 hari pertama versus proyek utama 31–60 hari.