stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Kemampuan dan Kompetensi EI di Tempat Kerja: model ability (Mayer-Salovey) vs model kompetensi emosional-sosial (ESC)
RPS minggu 1 · 2x50 menit

Model Ability vs Model Kompetensi EI

Pertemuan 2 — Mayer-Salovey (4 Cabang, MSCEIT) vs Goleman/Boyatzis (4 Domain, 12 ESCI)

Dua keluarga model EI tampak saling tumpang-tindih tetapi sebenarnya mengukur hal berbeda; memahami keduanya menentukan apakah Anda memilih instrumen yang tepat untuk pengembangan diri dan tim.

Peta Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan **mampu membedakan model ability dan model kompetensi emosional-sosial sebagai dua pendekatan** (Sub-CPMK 2).

  • Lead: "Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan **mampu membedakan model ability dan model kompetensi emosional-sosial sebagai dua pendekatan** (Sub-CPMK 2)."
  • Empat indikator (num-box):
  • 1. Menjelaskan empat cabang model ability secara berurutan
  • 2. Menguraikan empat domain 12 kompetensi ESCI
  • 3. Membandingkan dua model pada empat dimensi
  • 4. Memilih kerangka sesuai tujuan (3 kriteria)
Rujukan:

Motivasi: Mengapa Dua Keluarga Model Sama Pentingnya

Memilih instrumen EI yang salah = kesimpulan profil yang salah. Ability (MSCEIT) dan kompetensi (ESCI) tidak saling menggantikan.

Ability (MSCEIT)

141 item, jawaban benar-salah berdasarkan consensus/expert, reliabilitas Cronbach α ≈ 0,90; mengukur kapasitas kognitif-emosional.

Kompetensi (ESCI)

360-degree, 70+ item, reliabilitas inter-rater ~0,70; mengukur perilaku yang teramati kolega. - Pertanyaan pemantik: "Untuk pengembangan diri sendiri, mana yang lebih berguna — tahu kemampuan atau tahu perilaku yang teramati orang lain?"

Pertanyaan pemantik: Untuk pengembangan diri sendiri, mana yang lebih berguna — tahu kemampuan atau tahu perilaku yang teramati orang lain?
Visual: Grid2 dua kartu perbandingan + callout pertanyaan.
Glosarium: MSCEIT (Mayer-Salovey-Caruso Emotional Intelligence Test — tes ability 141 item dengan kunci jawaban consensus atau expert; standar emas ability model). ESCI (Emotional and Social Competency Inventory — instrumen 360-degree untuk 12 kompetensi Goleman/Boyatzis).
Rujukan: Mayer et al. (2016); Boyatzis (2018).
Bagian 1 · 1/4
Model Ability Mayer-Salovey
Empat cabang · MSCEIT · Konsensus vs Expert scoring
Diskusi kelas: Jika ability model punya kunci jawaban, apakah itu tidak mengurangi kompleksitas emosi manusia?

Empat Cabang Ability EI: Perceive-Use-Understand-Manage

Empat cabang ability EI disusun hierarkis dari dasar (perceive) ke kompleks (manage).

Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "Empat Cabang Ability EI: Perceive-Use-Understand-Manage", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Perceiving Emotions

mengenali emosi dari ekspresi wajah (Paul Ekman 7 dasar), suara, postur, karya seni.

Using (Facilitating) Emotions

memanfaatkan emosi untuk berpikir (mis. mood bahagia → kreativitas; sedih → fokus detail; takut → kewaspadaan).

Understanding Emotions

memahami kompleksitas, transisi, dan blend emosi (mis. iri → cemburu → marah).

Managing Emotions

regulasi emosi diri dan orang lain untuk tujuan (puncak hierarki).

Hierarki bertumpuk: manage (4) memerlukan understand (3), yang memerlukan use (2), yang memerlukan perceive (1).
Visual: Grid2 2x2 + callout dengan panah hierarki.
Glosarium: Blend emosi (blended emotion — kombinasi dua atau lebih emosi dasar menjadi emosi kompleks; mis. awe = takut + kagum).
Rujukan: Mayer, Salovey & Caruso (2016).

MSCEIT: Cara Mengukur Ability EI

MSCEIT — Mayer-Salovey-Caruso Emotional Intelligence Test — mengukur ability EI dengan kunci jawaban.

Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "MSCEIT: Cara Mengukur Ability EI", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Format

141 item dalam 8 task (faces, facilitation, changes, management — dua task per cabang).

Scoring consensus

jawaban mayoritas dari 5000+ responden normatif menjadi kunci — "apa yang mayoritas orang rasakan".

Scoring expert

panel psikolog ahli menetapkan kunci — "apa yang seharusnya dirasakan".

Kritik: konsensus mengukur norma budaya, expert mengukur teori — keduanya punya bias. Scoring expert sedikit lebih reliabel.
Visual: Card 3 komponen + callout.
Glosarium: Scoring consensus (skor konsensus — metode MSCEIT di mana jawaban mayoritas dari sampel normatif menjadi kunci benar). Scoring expert (skor ahli — metode MSCEIT di mana panel psikolog ahli menetapkan kunci benar).
Rujukan: Mayer, Salovey & Caruso (2016).

Hitung dari Nol: Hitung dari Nol: Menghitung Skor MSCEIT Total dari 4 Cabang (Consensus vs Expert)

Skenario: Seorang manajer mengambil MSCEIT. Skor per cabang (skala 0-100, mean 50, SD 10): Perceive=55, Use=48, Understand=52, Manage=58 (scoring consensus). Skor expert pada cabang yang sama: 53, 50, 54, 56. Bandingkan skor total dan standar deviasi antar-cabang. - Tabel langkah (dtab):
LangkahPerhitunganNilai
1Skor total consensus = (55+48+52+58) ÷ 453,25
2Skor total expert = (53+50+54+56) ÷ 453,25
3Selisih consensus vs expert per cabang: 2; -2; -2; 2rata-rata 0 (selaras)
4SD antar-cabang consensus = STDEV(55,48,52,58)4,27
5SD antar-cabang expert = STDEV(53,50,54,56)2,55
Kesimpulan: Skor total consensus dan expert selaras (53,25), tetapi SD consensus lebih tinggi — menunjukkan consensus lebih sensitif terhadap fluktuasi per cabang. Profil ability manajer: kuat di Manage (58) dan Perceive (55), perlu pengembangan di Use (48).
Visual: Tabel 5 baris ber-fragment; num-box skor total + bar SVG 4 cabang.
Rujukan: Mayer, Salovey & Caruso (2016).
Bagian 2 · 2/4
Model Kompetensi Goleman/Boyatzis
Empat domain · 12 kompetensi · ESCI 360
Diskusi kelas: Mengapa self-report (ESCI) tetap berguna meski rentan bias?

Empat Domain Kompetensi ESCI (Matriks 2x2)

Empat domain disusun dalam matriks 2x2: kesadaran vs pengelolaan (vertikal), internal vs eksternal (horizontal).

Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "Empat Domain Kompetensi ESCI (Matriks 2x2)", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Self-Awareness menjadi pondasi — tanpa itu, tiga domain lain kehilangan akurasi (blind spot).
Visual: Grid2 matriks 2x2 + callout.
Glosarium: Blind spot (titik buta — area di mana self-assessment berbeda signifikan dari observer; indikator self-awareness rendah).
Rujukan: Goleman, Boyatzis & McKee (2013); Boyatzis (2018).

12 Kompetensi ESCI: Definisi dan Indikator Perilaku

12 kompetensi ESCI (harmonisasi 2019) dengan definisi dan indikator perilaku observable.

Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "12 Kompetensi ESCI: Definisi dan Indikator Perilaku", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Visual: Tabel dtab 12 baris (truncated tampilan) + callout.
Glosarium: Indikator perilaku (behavioral indicator — contoh konkret perilaku yang observable untuk menilai kompetensi; dasar ESCI 360).
Rujukan: Boyatzis (2018); Goleman & Boyatzis (2019).

Hitung dari Nol: Hitung dari Nol: Menghitung Rasio Kompetensi per Domain ESCI (4 Domain, 12 Kompetensi)

Skenario: ESCI 2019 harmonisasi: Self-Awareness=3, Self-Management=5, Social Awareness=3, Relationship Management=5. Hitung rasio kompetensi per domain dan implikasi. - Tabel langkah (dtab):
LangkahPerhitunganNilai
1Total kompetensi ESCI 201912
2Rasio Self-Awareness = 3 ÷ 1225%
3Rasio Self-Management = 5 ÷ 1241,7%
4Rasio Social Awareness = 3 ÷ 1225%
5Rasio Relationship Management = 5 ÷ 1241,7%
Kesimpulan: Pengelolaan (Self-Management + Relationship Management) mendominasi 83,4% kompetensi (10/12); kesadaran hanya 50% (6/12). Pesan: development kuantitatif lebih banyak pada aksi (regulasi, interaksi) ketimbang refleksi murni.
Visual: Tabel 5 baris ber-fragment; pie SVG 4 domain grayscale + num-box.
Rujukan: Boyatzis (2018).
Bagian 3 · 3/4
Perbandingan Kritis
Empat dimensi · Trait EI sebagai lensa ketiga
Diskusi kelas: Apakah kompetensi ESCI yang 12 itu saling tumpang-tindih? Mana yang paling dasar?

Empat Dimensi Perbandingan: Ontologi-Instrumen-Prediksi-Kritik

Empat dimensi perbandingan kritis antara ability dan kompetensi.

Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "Empat Dimensi Perbandingan: Ontologi-Instrumen-Prediksi-Kritik", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Tidak ada model 'terbaik' — pilihan tergantung tujuan pengembangan.
Visual: Tabel dtab 4 baris + callout.
Glosarium:
Rujukan: Mayer et al. (2016); Boyatzis (2018); O'Boyle et al. (2011).

Trait EI (TEIQue/Bar-On) sebagai Lensa Ketiga

Trait EI (Petrides) dan Bar-On EQ-i adalah lensa ketiga yang berbasis self-report, namun banyak dipakai karena praktis.

tahun
2010
tahun
2006
Trait/bar-On paling cepat dan murah, tetapi paling rentan social desirability bias — pakai untuk refleksi cepat, bukan seleksi.
Visual: Grid2 dua kartu + callout.
Glosarium: Social desirability bias (bias kesukaan sosial — kecenderungan responden menjawab agar terlihat baik, mengontaminasi self-report).
Rujukan: Petrides (2010); Bar-On (2006).

Hitung dari Nol: Hitung dari Nol: Hierarki Regresi — Ability vs Kompetensi vs Trait dalam Prediksi Performa

Skenario: Studi 150 manajer. Model 1 (kontrol Big Five + IQ): R² = 0,28. Model 2 (+ Trait EI): R² = 0,32. Model 3 (+ Ability MSCEIT): R² = 0,38. Model 4 (+ Kompetensi ESCI): R² = 0,46. Hitung ΔR² incremental setiap model dan bandingkan kontribusi unik. - Tabel langkah (dtab):
LangkahModelΔR² incremental
1Big Five + IQ0,28(baseline)
2+ Trait EI0,320,04
3+ Ability MSCEIT0,380,06
4+ Kompetensi ESCI0,460,08
5Total inkremental EI gabungan = (0,46 − 0,28)0,18 (18%)
Kesimpulan: Kontribusi unik Trait 4%, Ability 6%, Kompetensi 8% — kompetensi paling kuat dalam prediksi performa manajerial. Tiga lensa EI bersama menjelaskan 18% tambahan.
Visual: Tabel 5 baris ber-fragment; bar SVG 3 model incremental grayscale.
Rujukan: O'Boyle et al. (2011); sintesis ilmiah.
Bagian 4 · 4/4
Implikasi Pengembangan
Tiga kriteria keputusan · Mini-kasus Jahja Setiaatmadja
Diskusi kelas: Untuk rekrutmen manager, instrumen mana yang akan Anda pilih: MSCEIT atau ESCI?

Kapan Pakai Ability vs Kompetensi: Tiga Kriteria Keputusan

Tiga kriteria keputusan untuk memilih kerangka EI sesuai konteks.

Refleksi diskusi: Setelah mempelajari "Kapan Pakai Ability vs Kompetensi: Tiga Kriteria Keputusan", identifikasi satu implikasi praktis untuk konteks organisasi Anda dan satu pertanyaan kritis yang masih perlu diuji secara empiris.
Tujuan

seleksi/promotion → ability (objektif); development → kompetensi (operasional); riset → ability (presisi).

Sumber daya

ability mahal (lisensi MSCEIT ~Rp 1-2 jt per orang); kompetensi 360 lebih murah tetapi memerlukan multiple raters; trait self-report paling murah.

Budaya organisasi

high power distance → 360 sulit jujur → pakai ability atau trait; flat culture → 360 lebih valid.

Kombinasi optimal: ability untuk baseline awal + kompetensi 360 untuk development berkala (2 tahun).
Visual: Grid3 tiga kartu kriteria + callout.
Glosarium: High power distance (jarak kekuasaan tinggi — dimensi Hofstede di mana bawahan enggan memberi feedback jujur kepada atasan; Indonesia skor 78, tinggi).
Rujukan: Hofstede (2011); praktik korporasi.

Mini-Kasus Jahja Setiaatmadja: Konsistensi Kompetensi

Jahja Setiaatmadja (CEO BCA sejak 2012) menjadi contoh konsistensi kompetensi ESCI tertentu selama 20+ tahun.

tahun
2012
tahun
2008
tahun
2020
Pola: kompetensi ESCI yang konsisten lebih kuat daripada lonjakan sesaat — pesan untuk pengembangan jangka panjang.
Visual: Grid2 + timeline mini grayscale.
Glosarium:
Rujukan: Laporan tahunan BCA; profil jurnalistik.

Studi Kasus: Jahja Setiaatmadja — Konsistensi Gaya di BCA

Timeline momen kritis yang menunjukkan konsistensi kompetensi ESCI Jahja Setiaatmadja.

TahunMomenKompetensi ESCIRespons
2012Menjadi CEO BCASelf-confidence, accurate self-assessmentLanjutkan visi pendahulu, fokus konsistensi
2016Transformasi digital BCAAdaptability, achievement orientationmyBCA, mobile banking first
2020Pandemi, NPL naikEmotional self-control, inspirational leadershipKomunikasi tenang, tidak panik PHK
2023BCA capai 30 juta nasabahAchievement orientation, organizational awarenessRayakan tim, bukan diri
Pola konsisten 12 tahun: kompetensi ESCI stabil, bukan lonjakan sesaat — fondasi EI yang matang.
Visual: Timeline 4 baris + callout.
Glosarium:
Rujukan: Laporan tahunan BCA; wawancara jurnalistik.

Ringkasan & Persiapan Pertemuan 3

Bawa tiga kerangka ini (4 cabang · 4 domain 12 kompetensi · 3 kriteria) untuk asesmen-diri minggu depan.

Coba Sendiri: Profil MSCEIT 4 Cabang

Geser skor empat cabang ability EI (skala terstandar mean 50, SD 10) dan amati bagaimana profil, skor total, dan sebaran antar-cabang berubah. Coba preset "manajer teknis promosi" lalu bandingkan dengan "leader transformasional".