RPS minggu 3 · 2x50 menit
Taksonomi Risiko Perusahaan Manajemen Risiko Tingkat Lanjut — Magister Manajemen FEB UNDIP Hari ini kita memetakan taksonomi risiko. Mengapa penting? Karena tanpa taksonomi yang jelas, Anda tidak dapat mengukur, mengalokasikan modal, atau menugaskan tim pengelola. Kita akan fokus pada empat pilar tradisional (pasar, kredit, operasional, likuiditas) yang menjadi bahasa Basel dan POJK 17/2014, lalu menambahkan risiko strategis, ESG, dan reputasi yang semakin krusial di era COSO 2017. Peta Pembelajaran Hari Ini Sub-CPMK 3: membedakan taksonomi risiko pasar, kredit, operasional, dan likuiditas antar tipe organisasi.
Empat pilar tradisional BCBS (pasar, kredit, op, likuiditas) Risiko strategis (COSO 2017) & ESG/keberlanjutan Risiko reputasi & cyber sebagai meta-risk Relevansi empat pilar di LK vs korporasi umum Risk inventory lintas taksonomi (agregasi & korelasi) Persiapan P4: kompleksitas Cynefin Posisi dalam alur: P3 melengkapi P1-P2 dengan struktur taksonomi; bersama-sama mereka menyiapkan kompleksitas (P4) dan ERM (P5).
Empat kompetensi: definisikan empat pilar, petakan risiko strategis, bandingkan relevansi di LK vs korporasi, identifikasi blind spots taksonomi tradisional. Mengapa Taksonomi Penting Taksonomi risiko menentukan tiga hal operasional yang langsung memengaruhi struktur organisasi risk management.
1. Ownership
Tim mana yang punya risiko (credit team, treasury, op-risk)?
2. Perangkat Ukur
VaR untuk pasar, PD/LGD untuk kredit, loss distribution untuk op
3. Basis Modal
ATMR menggabungkan empat pilar → CAR ≥ 8%
Taksonomi yang salah → risiko jatuh ke celah antar tim, tidak terukur, dan tidak bercadangkan modal. Inilah akar banyak kegagalan governance.
Taksonomi risiko menentukan tiga hal operasional: tim mana yang memiliki (ownership); perangkat ukur apa yang dipakai (VaR untuk pasar, PD/LGD untuk kredit); basis perhitungan modal regulasi (ATMR). Taksonomi yang salah menyebabkan risiko jatuh ke celah antar tim, tidak terukur, dan tidak bercadangkan modal. Bagian 1 · 1/4
Empat Pilar Tradisional
Diskusi kelas: di bank tempat Anda bekerja, empat tim pilar risiko — apakah mereka bicara satu sama lain secara rutin, atau hanya saat krisis?
Pertanyaan: di bank tempat Anda bekerja, empat tim pilar risiko — apakah mereka bicara satu sama lain secara rutin, atau hanya saat krisis? Risiko Pasar Risiko pasar = risiko kerugian akibat pergerakan variabel pasar: suku bunga, valas, ekuitas, komoditas.
Sub-jenis
Bunga (gap, duration), Valas (translation/transaction), Ekuitas (β/spesifik), Komoditas
Perangkat Ukur
VaR, sensitivitas (DV01, delta, gamma), stress test
Horizon & Owner
Intrahari–harian · Treasury / Middle Office
VaR untuk portofolio pasar dapat dihitung tiga cara — akan kita dalami di P7-P8.
Risiko pasar = risiko kerugian akibat pergerakan variabel pasar. Empat sub-jenis: suku bunga (gap, duration); valas (translation, transaction, economic); ekuitas (beta, specific); komoditas. Perangkat: VaR, sensitivitas (DV01, delta, gamma), stress test. Horizon: intrahari hingga harian. Tim pemilik: treasury/Middle Office. Risiko Kredit Tiga komponen atom risiko kredit modern — akan kita pakai sepanjang semester.
Komponen Definisi Range/Contoh PD (Probability of Default)Probabilitas debitur gagal bayar dalam horizon (12 bulan) 0,5% (AAA) – 20% (D) LGD (Loss Given Default)Porsi eksposur hilang bersih setelah recovery agunan 30% – 80% (1 − recovery rate) EAD (Exposure at Default)Nominal terutang saat default (termasuk drawn + CCF × undrawn) Sesuai fasilitas
EL = PD × LGD × EAD
Sub-jenis: default risk, credit migration (downgrade), spread risk, concentration risk, counterparty risk (derivatif). Owner: Credit Risk Dept.
Risiko kredit = potensi counterparty gagal bayar. Tiga komponen: PD (probability of default), LGD (loss given default), EAD (exposure at default). EL = PD × LGD × EAD. Sub-jenis: default risk, credit migration (downgrade), spread risk, concentration risk, counterparty risk (derivatif). Tim pemilik: Credit Risk Department. Risiko Operasional (BCBS) Empat kategori penyebab dan lima kategori event — risiko op sering luput tapi sangat mahal.
PEOPLE fraud internal error manusia collusion ex: BNI 2003 (Rp 1,7 T) PROCESS SOP salah eksekusi gagal model risk ex: misselling KTA 2019 SYSTEMS IT down cyber attack data breach ex: BCA gangguan 2023 EXTERNAL bencana alam regulasi suppliers ex: pandemi 2020 Basel II (2004) memperkenalkan op-risk pertama kali; perangkat: scenario analysis, loss distribution approach (LDA), Key Risk Indicator (KRI).
Risiko operasional = kerugian dari kegagalan internal proses, orang, sistem, atau kejadian eksternal. Empat kategori penyebab: People (fraud, error), Process (SOP salah, eksekusi), Systems (IT down, cyber), External (bencana, regulasi). Lima kategori event Basel: internal fraud, external fraud, employment, clients/products, business disruption. Perangkat: scenario analysis, loss distribution approach, Key Risk Indicator. Hitung dari Nol: VaR Pasar Sederhana Skenario: Portofolio Rp 10 miliar, return harian ~N(0, σ=1,2%). Hitung VaR 99% 1-hari parametrik.
Langkah Perhitungan Nilai 1. z-score 99% Tabel normal standar 2,326 2. VaR sebagai % nilai z × σ = 2,326 × 1,2% 2,79% 3. VaR dalam Rp 2,79% × Rp 10 M Rp 279,1 jt 4. Interpretasi Dalam 99% hari, loss harian tidak melebihi Rp 279,1 jt
Kesimpulan
VaR 99% = Rp 279 jt
VaR parametrik sensitif terhadap asumsi normal — krisis menunjukkan return punya fat tail sehingga VaR understated
Portofolio Rp 10 miliar, return harian ~N(0, sigma 1,2 persen). VaR 99 persen 1-hari parametrik: z-score 99 persen = 2,326. VaR = 2,326 kali 1,2 persen kali Rp 10 M = Rp 279,1 juta. Artinya: dalam 99 persen hari, kerugian harian tidak melebihi Rp 279,1 juta. Pelajaran: VaR sensitif terhadap asumsi distribusi normal — krisis menunjukkan return punya fat tail sehingga VaR understated. Bagian 2 · 2/4
Risiko Stratejik & ESG
Diskusi kelas: risiko perubahan model bisnis akibat disruptor digital — masuk pilar mana? Tidak muat di 4 pilar tradisional; COSO 2017 menempatkannya sebagai strategic risk.
Pertanyaan: risiko perubahan model bisnis akibat disruptor digital — masuk pilar mana? Jawaban: tidak muat di 4 pilar tradisional; COSO 2017 menempatkannya sebagai strategic risk. Risiko Stratejik (COSO 2017) Risiko yang timbul dari keputusan strategi atau perubahan lingkungan eksternal yang memengaruhi keberhasilan strategi.
Changes in environment — regulasi, demografi, teknologiStrategic choices — M&A, ekspansi geografis, vertical integrationStrategic execution — kapabilitas operasionalStrategic assumptions — wrong bet (mis. Blockbuster vs Netflix)Disruptor fintech terhadap bank tradisional EV terhadap Astra (ekomobilitas) Kebijakan hilirisasi nikel terhadap smelter Generasi Z terhadap ritel konvensional Risiko strategis tidak terkuantifikasi dengan VaR — perlu scenario planning, wargaming, real options.
Risiko strategis = risiko yang timbul dari keputusan strategi atau perubahan lingkungan eksternal yang memengaruhi keberhasilan strategi. Empat sub-kategori COSO: changes in environment (regulasi, demografi, teknologi); strategic choices (M&A, ekspansi); strategic execution (kapabilitas); strategic assumptions (wrong bet). Risiko disruptor digital, perubahan preferensi konsumen, dan geopolitik masuk kategori ini. Risiko ESG & Keberlanjutan Risiko ESG semakin diatur — POJK 51/2017 mewajibkan keberlanjutan bagi LK; perusahaan publik wajib Sustainability Report.
Fisik iklim (banjir, kekeringan, kebakaran) Transisi karbon (carbon pricing, stranded asset) Liability (gugatan lingkungan) Tenaga kerja (upah, K3, union) Komunitas (relokasi, konflik lahan) Hak konsumen (recall, keamanan produk) Struktur kepemilikan & kontrol Etika & anti-korupsi Board composition & independence Risiko fisik iklim langsung memengaruhi agunan kredit (banjir) dan aset fisik perusahaan. Indonesia Green Taxonomy 2.0 (2024) menjadi acuan klasifikasi.
Risiko ESG: Environmental (fisik iklim, transisi karbon, liability), Social (tenaga kerja, komunitas, hak konsumen), Governance (struktur, etika, board). POJK 51/2017 mewajibkan keberlanjutan bagi LK; perusahaan publik wajib Sustainability Report. Risiko fisik iklim (banjir, kebakaran) langsung memengaruhi agunan kredit dan aset fisik perusahaan. Risiko Reputasi & Cyber Keduanya bersifat "meta-risk" — memperparah risiko lain. Cyber masuk op-risk dalam taksonomi BCBS tetapi sering diberi tim khusus.
Dampak perseptual publik pada nilai merek & kepercayaan Lebih cepat di era media sosial (viral dalam jam) Mempengaruhi funding (deposit run-off), valuation Perangkat ukur: media monitoring, sentiment analysis, NPS Kebocoran data, ransomware, service disruption Equifax 2017: 137 jt data bocor → $1,4 M settlement BCA 2023: gangguan sistem 7 jam Perangkat: SOC 24/7, MFA, zero-trust, cyber insurance Risiko reputasi = dampak perseptual publik pada nilai merek dan kepercayaan. Risiko cyber = kebocoran data, ransomware, service disruption. Keduanya bersifat meta-risk — memperparah risiko lain. Kasus Equifax 2017 (137 juta data bocor, 1,4 miliar dolar settlement); kasus BCA 2023 (gangguan sistem 7 jam). Cyber masuk op-risk dalam taksonomi BCBS tetapi sering diberi tim khusus. Hitung dari Nol: Expected Loss Kredit Korporasi Skenario: Fasilitas kredit korporasi, EAD Rp 100 M, PD 3%/tahun, LGD 45% (agunan dengan recovery 55%). Hitung EL absolut dan EL sebagai % EAD.
Langkah Perhitungan Nilai 1. EL absolut PD × LGD × EAD = 3% × 45% × Rp 100 M Rp 1,35 M 2. EL sebagai % EAD EL / EAD = Rp 1,35 M / Rp 100 M 1,35% 3. Cadangan PSAK 71 12-month ECL atau lifetime ECL Rp 1,35 M (12 bulan) 4. Spread minimum EL + biaya operasi + profit ~3-4% margin bunga
Pelajaran
Taksonomi = perangkat ukur
Kredit punya PD/LGD/EAD yang jelas; strategis & reputasi tidak punya numerik yang setara, sehingga memerlukan KRI kualitatif
EAD Rp 100 M, PD 3 persen, LGD 45 persen. EL = 0,03 kali 0,45 kali Rp 100 M = Rp 1,35 M. EL/EAD = 1,35 persen. Pelajaran: taksonomi kredit punya perangkat ukur jelas (PD/LGD/EAD) — taksonomi strategis dan reputasi tidak punya numerik yang setara, sehingga memerlukan KRI kualitatif. Bagian 3 · 3/4
Relevansi LK vs Korporasi
Diskusi kelas: di korporasi manufaktur tempat Anda bekerja, empat pilar — mana yang paling dominan?
Pertanyaan: di korporasi manufaktur, empat pilar — mana yang paling dominan? Empat Taksonomi di Lembaga Keuangan Setiap tipe LK punya profil taksonomi berbeda — bank, asuransi, manajer investasi, pembiayaan.
BANK Kredit 60-70% kerugian Op-risk kedua Pasar, Likuiditas POJK 17/2014 (9 pilar) ASURANSI Underwriting risk (pilar kelima khas) Pasar, kredit, op Solvency II / POJK asuransi MANINVEST Market risk dominan Op-risk (custody) Liquidity (redemption) POJK Manajer Investasi PEMBIAYAAN Kredit (pembiayaan) Likuiditas (funding) Op, siklus POJK pembiayaan Bank: keempat pilar relevan, dengan kredit biasanya 60-70% kerugian ekonomi , lalu op-risk, pasar, likuiditas.
Bank: keempat pilar relevan, dengan kredit biasanya 60-70 persen kerugian ekonomi, lalu op-risk, pasar, likuiditas. Asuransi: pilar utama adalah underwriting risk (sebagai pilar kelima khas asuransi). Manajer investasi: pilar utama market risk dan operational risk. Setiap tipe LK punya profile taksonomi berbeda. Empat Taksonomi di Korporasi Umum Korporasi non-keuangan punya profil taksonomi berbeda — fokus COSO daripada BCBS.
Strategic risk — perubahan pasar, teknologi, geopolitikOperational risk — rantai pasok, SDM, produksiRisiko kredit — terbatas pada piutang dagang (trade receivables)Risiko pasar — komoditas, valas, suku bungaRisiko likuiditas = funding liquidityStruktur ERM korporasi umum lebih fokus COSO 2017 Korporasi non-keuangan: pilar dominan adalah strategic risk (perubahan pasar, teknologi) dan operational risk (rantai pasok, SDM). Risiko kredit terbatas pada piutang dagang. Risiko pasar terutama komoditas dan valas. Risiko likuiditas adalah funding liquidity. Struktur ERM korporasi umum lebih fokus pada COSO daripada BCBS. Studi Kasus: Garuda Indonesia (multi-risiko) PKPU Garuda 2021 menggambarkan tumpang tindih multi-taksonomi — kasus nyata tidak pernah masuk satu pilar.
Taksonomi Manifestasi di Garuda Owner Tradisional Risiko Pasar Harga avtur (USD), valas USD/IDR, harga tiket Treasury — kurang dikelola Risiko Op Efisiensi armada, gangguan operasi, fleet renewal Operations — lambat Risiko Strategis Model bisnis, pilihan rute, pivot cargo CEO — wrong bet Risiko Reputasi Konflik publik, sosial media viral Corp Comms — terlambat Risiko Likuiditas Burn rate tinggi, refund ticket CFO — kritis
Pelajaran: kasus nyata membutuhkan lensa multi-taksonomi dan agregasi — silos pilar gagal menangkap dynamic ini.
PKPU Garuda 2021 menggambarkan tumpang tindih multi-taksonomi: risiko pasar (harga avtur, valas USD), risiko operasional (efisiensi operasi, gangguan armada), risiko strategis (model bisnis, pilihan rute), risiko reputasi (konflik publik). Pelajaran: kasus nyata tidak pernah masuk satu pilar — perlu lensa multi-taksonomi dan agregasi. Bagian 4 · 4/4
Integrasi dalam ERM
Diskusi kelas: bagaimana agregasi risiko lintas taksonomi dilakukan di organisasi Anda? Penjumlahan sederhana, atau dengan korelasi?
Pertanyaan: bagaimana agregasi risiko lintas taksonomi dilakukan di organisasi Anda? Risk Inventory Lintas Taksonomi Risk register terintegrasi adalah dasar ERM — tidak boleh silo per pilar.
ID & deskripsi Taksonomi primer + sekunder Owner Likelihood × Impact (inherent) Kontrol & residual risk Treatment plan, target date, KRI Diversifikasi & korelasi lintas pilar penting Krisis 2008: kredit + likuiditas + op + reputasi berkonvergensi Agregasi sederhana (penjumlahan) overstates risk Agregasi dengan korelasi (copula, scenario matrix) lebih akurat tetapi kompleks Risk register terintegrasi adalah dasar ERM. Setiap risiko diberi: taksonomi primer, owner, likelihood/impact, kontrol, residual risk, KRI. Diversifikasi dan korelasi lintas pilar penting karena risiko sering berkonvergensi di krisis (mis. 2008: kredit + likuiditas + op + reputasi). Agregasi sederhana (penjumlahan) overstates risk; agregasi dengan korelasi (copula, scenario matrix) lebih akurat tetapi kompleks. Ringkasan Kunci Pertemuan 3 Empat Pilar BCBS
Pasar, kredit, op, likuiditas — bahasa regulator perbankan (POJK 17/2014)
COSO 2017
Menambah lensa strategis, ESG, reputasi, cyber — blind spot BCBS
LK vs Korporasi
Profil taksonomi berbeda — pilar dominan tidak sama
Taksonomi menentukan ownership, perangkat ukur, dan basis perhitungan modal — pilihan menentukan struktur organisasi.
Persiapan P4: baca Snowden-Boone (HBR 2007) "A Leader's Framework for Decision Making" dan refleksikan apakah risk register organisasi Anda sudah mencakup risiko strategis.
Empat pilar tradisional (pasar, kredit, op, likuiditas) adalah bahasa Basel; COSO 2017 menambahkan lensa strategis, ESG, reputasi. Lembaga keuangan dan korporasi umum punya profile taksonomi berbeda. Persiapan P4: baca Snowden-Boone (HBR 2007) dan refleksikan apakah risk register organisasi Anda sudah mencakup risiko strategis.