stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Business Continuity Management (BCM) & Disaster Recovery
RPS minggu 8 · 2x50 menit

Business Continuity Management (BCM) & Disaster Recovery

Manajemen Risiko Operasional — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pertemuan Hari Ini

Jam ke-1 (50 menit)
  • Mengapa BCM — kerangka konseptual & taksonomi
  • HDN-1: HDN-1
  • Mini-kasus Indonesia sebagai lensa keputusan
Jam ke-2 (50 menit)
  • Siklus PPRR & ISO 22301 — penerapan & mitigasi prioritas
  • HDN-2: HDN-2
  • Sintesis ke keputusan manajerial & risk appetite
Posisi dalam alur 14 pertemuan: pertemuan 8 dari 14 — fondasi konseptual sebelum integrasi studi kasus terakhir.

Mengapa Ini Keputusan Manajerial, Bukan Sekadar Teori?

Kasus pemantik: Gangguan sistem BCMS Bank Mandiri 2023 (ilustratif berdasarkan laporan publik): downtime mobile banking 2 jam — RTO 4 jam tercapai, RPO mendekati nol via replikasi real-time. Studi kontras dengan kasus ransomware BFI P6.

Implikasi Langsung
  • Kerugian finansial material & potensi denda regulator
  • Erosi reputasi & kepercayaan nasabah/pasar
  • Tekanan ke modal & kecukupan KPM bank
Pertanyaan Direksi
  • Bagaimana mencegah kejadian serupa di bank kita?
  • Berapa investasi mitigasi yang layak (cost vs benefit)?
  • Siapa pemilik risiko (risk owner) di struktur kita?
Bagian 1
Mengapa BCM
Diskusi kelas: di organisasi tempat Anda bekerja, sejauh mana mengapa bcm sudah dikelola secara sistematis versus ad hoc?

Konsep Inti: Business Continuity Management (BCM) & Disaster Recovery

Acuan teori: ISO 22301:2019 BCM lifecycle; PPRR model (Prevention-Preparedness-Response-Recovery); RTO/RPO from BIA; NIST SP 800-34 contingency planning.

Definisi inti yang harus Anda kuasai sebagai manajer risiko: Menyusun kerangka perencanaan kelangsungan bisnis.

Apa yang Termasuk
  • Menjelaskan siklus BCM (PPRR: Prevention, Preparedness, Response, Recovery) dari nol.
  • Membedakan RTO (Recovery Time Objective) dari RPO (Recovery Point Objective) dengan contoh
Apa yang TIDAK Termasuk
  • “BCM = backup data”
  • Konsep di luar cakupan op-risk per definisi Basel

Tiga Komponen Inti Kerangka

Komponen 1
  • Menjelaskan siklus BCM (PPRR: Prevention, Preparedness, Response, Recovery)
  • Fondasi konseptual
Komponen 2
  • Membedakan RTO (Recovery Time Objective) dari RPO (Recovery Point Objective) den
  • Penerapan operasional
Komponen 3
  • Menyusun Business Impact Analysis (BIA) untuk satu proses bank dengan minimal 3
  • Integrasi keputusan
Kerangka ini bukan checklist — tiga komponen saling memperkuat; hilangkan satu, sistem menjadi rapuh.

Diagram: Anatomi Sistem

Hubungan kausal antar komponen — visualkan sebagai sistem, bukan daftar.

INPUTdata & sumberPROSESanalisis & kontrolOUTPUTkeputusan & modalumpan balik berkelanjutan

Sistem efektif menutup siklus umpan balik — kegagalan op-risk paling sering terjadi di garis putus-putus.

HDN-1 — BIA: Penilaian Kritis Proses Bank & RTO/RPO

Business Impact Analysis 4 proses bank. Tentukan RTO & RPO berdasarkan dampak finansial & regulasi.

LangkahPerhitunganNilai
1. ATM switching (24/7)RTO 1 jam; RPO 0 jam (real-time)Critical
2. Mobile bankingRTO 2 jam; RPO 5 menitCritical
3. Loan originationRTO 8 jam; RPO 1 jamImportant
4. HR payroll (bulanan)RTO 5 hari; RPO 1 hariStandard
Hasil Akhir
RTO/RPO diturunkan dari dampak finansial & ekspektasi nasabah. ATM/mobile banking = critical (RTO ≤2 jam, RPO ≈0); proses back-office = standard (RTO berhari-hari toleransi).
Bagian 2
Siklus PPRR & ISO 22301
Diskusi kelas: bagaimana teori blok ini diterjemahkan menjadi SOP konkret yang bisa diaudit regulator?

Akar Akademik: Teori & Penulis

ISO 22301:2019 BCM lifecycle; PPRR model (Prevention-Preparedness-Response-Recovery); RTO/RPO from BIA; NIST SP 800-34 contingency planning.

Aliran Utama
  • Kerangka normatif internasional (Basel/ISO/COSO)
  • Basis regulasi permodalan global
Kritik & Pengembangan
  • Pandangan behavioural & budaya (post-2008)
  • Integrasi strategi-risiko (COSO ERM 2017)
Sebagai mahasiswa S2, kuasai akar teori — bukan untuk hafal, tetapi untuk kredibilitas rekomendasi manajerial & riset Anda.

Mini-Kasus Indonesia: Business Continuity Management (BCM) & Disaster Recovery

Konteks (ilustratif berdasarkan laporan publik): Gangguan sistem BCMS Bank Mandiri 2023 (ilustratif berdasarkan laporan publik): downtime mobile banking 2 jam — RTO 4 jam tercapai, RPO mendekati nol via replikasi real-time. Studi kontras dengan kasus ransomware BFI P6.
Langkah Analisis KasusPertanyaan ManajerialImplikasi Mitigasi
1. Diagnosis konteksFaktor risiko spesifik apa yang aktif?Petakan eksposur ke taksonomi Basel
2. Identifikasi kontrolKontrol formal & non-formal apa yang ada?Evaluasi efektivitas vs inherent
3. Analisis root causeMengapa kontrol gagal atau absen?5-Why / Swiss Cheese analysis
4. Rekomendasi mitigasiInvestasi mana yang prioritas?Cost-benefit paket 3-lapis
5. Pemantauan KRIIndikator dini apa yang dipasang?Threshold RAG + lead time
Kesimpulan Kasus
Lima langkah analisis ini menjadi template untuk tugas akhir dan keputusan risiko di organisasi Anda sendiri.

Penerapan Managerial: Dari Teori ke Keputusan

Insight Utama
  • Teori tak ada gunanya tanpa keputusan operasional yang berubah
  • Risk owner jelas per risiko = prasyarat akuntabilitas
  • Incentive alignment: bonus harus risk-adjusted
Implikasi Operasional
  • Anggaran mitigasi: alokasi berbasis skor residual
  • SDM: training + succession planning kunci
  • Proses: SOP + SoD + audit periodik
Jembatan teori-praktik: satu keputusan konkret di organisasi Anda harus berubah setelah pertemuan ini — sebutkan saat diskusi.

HDN-2 — Biaya Downtime vs Investasi DR Site

ATM switching down 1 jam = Rp 250 jt/hilang (transaksi + SLA). DR site active-active biaya Rp 8 M/tahun. Hitung break-even downtime.

LangkahPerhitunganNilai
1. Biaya downtime per jamRp 250 jt250
2. Biaya DR site per tahunRp 8 miliar8.000
3. Break-even downtime (jam/thn)8.000 ÷ 25032 jam/thn
4. Realistis downtime ATM (jam/thrn)Tanpa DR: ~80 jam; DR: ~5 jamDR layak
Hasil Akhir
Investasi DR Rp 8 M/thn layak jika downtime tanpa DR >32 jam/thn. ATM tanpa DR rata-rata 80 jam (target availability 99,1%) — DR menghemat ~75 jam × Rp 250 jt = Rp 18,75 M/thn, net +Rp 10 M.
Bagian 3
BIA: RTO vs RPO
Diskusi kelas: bagaimana topik hari ini memengaruhi keputusan alokasi modal & strategi tahun depan di bank Anda?

Eksplorasi Interaktif: Business Continuity Management (BCM) & Disaster Recovery

Geser parameter di bawah untuk merasakan sensitivitas keputusan risiko — alat bantu yang sama bisa Anda pakai untuk analisis organisasi sendiri.

Hubungan dengan Alur 14 Pertemuan

Pertemuan Sebelumnya
  • P1–P7: fondasi konseptual op-risk (definisi, taksonomi, RCSA)
  • Hari ini P8: Business Continuity Management (BCM) & Disaster Recovery
Sambungan Berikutnya
  • P9: 9
  • P14: studi kasus integratif end-to-end
Mata kuliah ini satu proses koheren — setiap pertemuan mengisi satu kotak kerangka manajemen risiko operasional end-to-end.
Bagian 4
Disaster Recovery & Studi Kasus
Diskusi kelas: satu insight paling penting yang akan Anda bawa pulang dari pertemuan hari ini?

Latihan & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Latihan individu (dikumpulkan sebelum P9): Pilih satu organisasi tempat Anda bekerja. Terapkan satu kerangka inti pertemuan hari ini (mis. RCSA / KRI / BIA / analisis root cause 5-Why) pada konteks organisasi tersebut, maksimal 1 halaman: (1) data & asumsi konkret, (2) langkah perhitungan/analisis, (3) satu rekomendasi keputusan manajerial.
Persiapan Pertemuan 9
  • Baca ringkas topik pertemuan berikutnya dari Chapelle (2020) bab terkait
  • Bawa satu keputusan risiko konkret dari pengalaman kerja untuk diskusi
  • Siapkan pertanyaan tentang penerapan kerangka di bank tempat Anda bekerja

Sintesis Studi Kasus Pertemuan 8

Langkah SintesisPertanyaan IntegratifOutput Keputusan
1. Kaitkan ke taksonomi BaselKategori event type mana yang dominan?Kategori untuk loss database
2. Skor inherent vs residualSeberapa efektif kontrol kita?Gap mitigasi prioritas
3. Identifikasi KRI pemantauanIndikator dini apa yang akan menyala sebelum kejadian?Dashboard KRI + threshold RAG
4. Estimasi kebutuhan modalBerapa buffer KPM yang layak?Komponen BIA/SMA
5. Rekomendasi keputusanInvestasi mitigasi mana yang prioritas?Paket cost-benefit 3-lapis
Kesimpulan Sintesis
Lima langkah ini mengintegrasikan seluruh komponen kuliah — gunakan sebagai template tugas akhir & keputusan risiko organisasi Anda.

Ringkasan Kunci Pertemuan 8

Konsep Inti
Menyusun kerangka perencanaan kelangsungan bisnis
Miskonsepsi Dibongkar
“BCM = backup data” → keliru; BCM menyelamatkan proses bisnis; backup hanya salah
Keputusan Manajerial
keliru; RTO = batas waktu resume operasi; RPO = batas toleransi kehilangan data.

Bawa kerangka & template perhitungan hari ini sebagai lensa untuk analisis organisasi Anda sepanjang semester.