stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Risiko Teknologi Informasi & Siber
RPS minggu 6 · 2x50 menit

Risiko Teknologi Informasi & Siber

Manajemen Risiko Operasional — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pertemuan Hari Ini

Jam ke-1 (50 menit)
  • Lanskap Ancaman Siber — kerangka konseptual & taksonomi
  • HDN-1: HDN-1
  • Mini-kasus Indonesia sebagai lensa keputusan
Jam ke-2 (50 menit)
  • Kerangka NIST CSF & ISO 27001 — penerapan & mitigasi prioritas
  • HDN-2: HDN-2
  • Sintesis ke keputusan manajerial & risk appetite
Posisi dalam alur 14 pertemuan: pertemuan 6 dari 14 — fondasi konseptual sebelum integrasi studi kasus terakhir.

Mengapa Ini Keputusan Manajerial, Bukan Sekadar Teori?

Kasus pemantik: Ransomware Lockbit 3.0 pada BFI Finance (Juni 2024, ilustratif berdasarkan laporan publik): eksfiltrasi data nasabah, downtime operasi multi-minggu — contoh op-risk siber modern di Indonesia.

Implikasi Langsung
  • Kerugian finansial material & potensi denda regulator
  • Erosi reputasi & kepercayaan nasabah/pasar
  • Tekanan ke modal & kecukupan KPM bank
Pertanyaan Direksi
  • Bagaimana mencegah kejadian serupa di bank kita?
  • Berapa investasi mitigasi yang layak (cost vs benefit)?
  • Siapa pemilik risiko (risk owner) di struktur kita?
Bagian 1
Lanskap Ancaman Siber
Diskusi kelas: di organisasi tempat Anda bekerja, sejauh mana lanskap ancaman siber sudah dikelola secara sistematis versus ad hoc?

Konsep Inti: Risiko Teknologi Informasi & Siber

Acuan teori: NIST Cybersecurity Framework 2.0 (2024): Govern-Identify-Protect-Detect-Respond-Recover; ISO 27001:2022 controls; cyber resilience vs cybersecurity.

Definisi inti yang harus Anda kuasai sebagai manajer risiko: Menganalisis risiko teknologi informasi dan siber sebagai risiko operasional modern.

Apa yang Termasuk
  • Menjelaskan vektor ancaman siber utama (ransomware, phishing, DDoS, insider) dari perspekt
  • Memetakan kerangka keamanan informasi ISO 27001 & NIST CSF ke elemen op-risk.
Apa yang TIDAK Termasuk
  • “Cyber = IT problem”
  • Konsep di luar cakupan op-risk per definisi Basel

Tiga Komponen Inti Kerangka

Komponen 1
  • Menjelaskan vektor ancaman siber utama (ransomware, phishing, DDoS, insider
  • Fondasi konseptual
Komponen 2
  • Memetakan kerangka keamanan informasi ISO 27001 & NIST CSF ke elemen op-risk.
  • Penerapan operasional
Komponen 3
  • Menganalisis kasus ransomware BFI Finance 2024 (ilustratif) sebagai studi op-ris
  • Integrasi keputusan
Kerangka ini bukan checklist — tiga komponen saling memperkuat; hilangkan satu, sistem menjadi rapuh.

Diagram: Anatomi Sistem

Hubungan kausal antar komponen — visualkan sebagai sistem, bukan daftar.

INPUTdata & sumberPROSESanalisis & kontrolOUTPUTkeputusan & modalumpan balik berkelanjutan

Sistem efektif menutup siklus umpan balik — kegagalan op-risk paling sering terjadi di garis putus-putus.

HDN-1 — Memetakan Kasus Ransomware BFI (ilustratif) ke Kerangka NIST

Tahap serangan ransomware Lockbit 3.0 pada BFI (ilustratif): klasifikasi setiap tahap ke fungsi NIST CSF 2.0 (Govern/Identify/Protect/Detect/Respond/Recover).

LangkahPerhitunganNilai
1. Phishing email ke staf accountingAncaman masuk via kredensial sahIdentify (gap)
2. Eskalasi privilege lateral movementTidak ada segmentasi jaringan memadaiProtect (fail)
3. Eksfiltrasi 1,5 TB data 8 hari tak terdeteksiSIEM tidak menyala anomaliDetect (fail)
4. Enkripsi sistem core leasingTidak ada backup offline terkiniRecover (lambat)
Hasil Akhir
Empat dari enam fungsi NIST gagal: Identify (gap phishing), Protect (segmentasi lemah), Detect (SIEM buta), Recover (backup tipis). Cyber resilience menuntut keenam fungsi terkoordinasi — bukan hanya Protect.
Bagian 2
Kerangka NIST CSF & ISO 27001
Diskusi kelas: bagaimana teori blok ini diterjemahkan menjadi SOP konkret yang bisa diaudit regulator?

Akar Akademik: Teori & Penulis

NIST Cybersecurity Framework 2.0 (2024): Govern-Identify-Protect-Detect-Respond-Recover; ISO 27001:2022 controls; cyber resilience vs cybersecurity.

Aliran Utama
  • Kerangka normatif internasional (Basel/ISO/COSO)
  • Basis regulasi permodalan global
Kritik & Pengembangan
  • Pandangan behavioural & budaya (post-2008)
  • Integrasi strategi-risiko (COSO ERM 2017)
Sebagai mahasiswa S2, kuasai akar teori — bukan untuk hafal, tetapi untuk kredibilitas rekomendasi manajerial & riset Anda.

Mini-Kasus Indonesia: Risiko Teknologi Informasi & Siber

Konteks (ilustratif berdasarkan laporan publik): Ransomware Lockbit 3.0 pada BFI Finance (Juni 2024, ilustratif berdasarkan laporan publik): eksfiltrasi data nasabah, downtime operasi multi-minggu — contoh op-risk siber modern di Indonesia.
Langkah Analisis KasusPertanyaan ManajerialImplikasi Mitigasi
1. Diagnosis konteksFaktor risiko spesifik apa yang aktif?Petakan eksposur ke taksonomi Basel
2. Identifikasi kontrolKontrol formal & non-formal apa yang ada?Evaluasi efektivitas vs inherent
3. Analisis root causeMengapa kontrol gagal atau absen?5-Why / Swiss Cheese analysis
4. Rekomendasi mitigasiInvestasi mana yang prioritas?Cost-benefit paket 3-lapis
5. Pemantauan KRIIndikator dini apa yang dipasang?Threshold RAG + lead time
Kesimpulan Kasus
Lima langkah analisis ini menjadi template untuk tugas akhir dan keputusan risiko di organisasi Anda sendiri.

Penerapan Managerial: Dari Teori ke Keputusan

Insight Utama
  • Teori tak ada gunanya tanpa keputusan operasional yang berubah
  • Risk owner jelas per risiko = prasyarat akuntabilitas
  • Incentive alignment: bonus harus risk-adjusted
Implikasi Operasional
  • Anggaran mitigasi: alokasi berbasis skor residual
  • SDM: training + succession planning kunci
  • Proses: SOP + SoD + audit periodik
Jembatan teori-praktik: satu keputusan konkret di organisasi Anda harus berubah setelah pertemuan ini — sebutkan saat diskusi.

HDN-2 — Estimasi Kerugian Op-Risk Kasus Siber (Komponen)

Kerugian agregat kasus ransomware (ilustratif BFI): komponen kerugian op-risk.

LangkahPerhitunganNilai
1. Biaya pemulihan TI & forensicKonsultan + SDM recovery 6 minggu≈ Rp 18 M
2. Denda & sanksi regulatorOJK POJK kepatuhan siber≈ Rp 5 M
3. Ganti rugi & notifikasi nasabahCall center + credit monitoring 1 thn≈ Rp 12 M
4. Pendapatan hilang (downtime)6 minggu operasi leasing terhenti≈ Rp 25 M
5. Total estimasi18+5+12+25≈ Rp 60 M
Hasil Akhir
Kerugian op-risk siber ≠ hanya biaya IT (Rp 18 M); 70% kerugian adalah konsekuensi bisnis (regulator, nasabah, pendapatan). Ini alasan cyber = risiko bisnis, bukan risiko IT.
Bagian 3
Kasus Ransomware BFI (ilustratif)
Diskusi kelas: bagaimana topik hari ini memengaruhi keputusan alokasi modal & strategi tahun depan di bank Anda?

Eksplorasi Interaktif: Risiko Teknologi Informasi & Siber

Geser parameter di bawah untuk merasakan sensitivitas keputusan risiko — alat bantu yang sama bisa Anda pakai untuk analisis organisasi sendiri.

Hubungan dengan Alur 14 Pertemuan

Pertemuan Sebelumnya
  • P1–P5: fondasi konseptual op-risk (definisi, taksonomi, RCSA)
  • Hari ini P6: Risiko Teknologi Informasi & Siber
Sambungan Berikutnya
  • P7: 7
  • P14: studi kasus integratif end-to-end
Mata kuliah ini satu proses koheren — setiap pertemuan mengisi satu kotak kerangka manajemen risiko operasional end-to-end.
Bagian 4
KRI & Resilience Siber
Diskusi kelas: satu insight paling penting yang akan Anda bawa pulang dari pertemuan hari ini?

Latihan & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Latihan individu (dikumpulkan sebelum P7): Pilih satu organisasi tempat Anda bekerja. Terapkan satu kerangka inti pertemuan hari ini (mis. RCSA / KRI / BIA / analisis root cause 5-Why) pada konteks organisasi tersebut, maksimal 1 halaman: (1) data & asumsi konkret, (2) langkah perhitungan/analisis, (3) satu rekomendasi keputusan manajerial.
Persiapan Pertemuan 7
  • Baca ringkas topik pertemuan berikutnya dari Chapelle (2020) bab terkait
  • Bawa satu keputusan risiko konkret dari pengalaman kerja untuk diskusi
  • Siapkan pertanyaan tentang penerapan kerangka di bank tempat Anda bekerja

Sintesis Studi Kasus Pertemuan 6

Langkah SintesisPertanyaan IntegratifOutput Keputusan
1. Kaitkan ke taksonomi BaselKategori event type mana yang dominan?Kategori untuk loss database
2. Skor inherent vs residualSeberapa efektif kontrol kita?Gap mitigasi prioritas
3. Identifikasi KRI pemantauanIndikator dini apa yang akan menyala sebelum kejadian?Dashboard KRI + threshold RAG
4. Estimasi kebutuhan modalBerapa buffer KPM yang layak?Komponen BIA/SMA
5. Rekomendasi keputusanInvestasi mitigasi mana yang prioritas?Paket cost-benefit 3-lapis
Kesimpulan Sintesis
Lima langkah ini mengintegrasikan seluruh komponen kuliah — gunakan sebagai template tugas akhir & keputusan risiko organisasi Anda.

Ringkasan Kunci Pertemuan 6

Konsep Inti
Menganalisis risiko teknologi informasi dan siber sebagai risiko operasional modern
Miskonsepsi Dibongkar
“Cyber = IT problem” → keliru; cyber adalah risiko bisnis (reputasi, operasi, kepat
Keputusan Manajerial
keliru; 80%+ pelanggaran melibatkan kredensial sah (insider/phishing) yang lolos firewall.

Bawa kerangka & template perhitungan hari ini sebagai lensa untuk analisis organisasi Anda sepanjang semester.