stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Kerangka Regulasi Basel III & POJK 11/2016
RPS minggu 12 · 2x50 menit

Kerangka Regulasi Basel III & POJK 11/2016

Manajemen Risiko Kredit — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 12: menjelaskan kerangka regulasi kecukupan modal bank Basel III dan implementasinya di Indonesia (POJK 11/2016).

Jam ke-1 (50 menit)
  • Evolusi Basel I → II → III (trigger krisis 2008)
  • Risk-Weighted Assets (RWA) pendekatan standar
  • Tiga pilar: Modal, Supervisi, Disiplin Pasar
Jam ke-2 (50 menit)
  • Komponen modal: CET1, AT1, Tier 2
  • CAR: rumus, threshold, buffer
  • POJK 11/2016 + studi kasus CAR bank IDN
Posisi alur: P11 (CCR) → payung regulasi → P13 (credit risk transfer). Dari instrumen risiko ke kerangka kecukupan modal.

Motivasi: Mengapa Bank Perlu Regulasi Modal

Bank adalah lembaga dengan eksternalitas sistemik — kegagalan satu bank dapat memicu domino yang mengancam seluruh ekonomi.

Mengapa Regulasi Diperlukan
  • Bank kelola uang orang (deposan) — bukan modal sendiri
  • Asymmetric information — deposan tak tahu profil risiko bank
  • Systemic risk — kegagalan satu bank dapat menjalar
  • Deposit insurance (LPS) ciptakan moral hazard
Mengapa Modal Minimum
  • Buffer untuk menyerap kerugian tak terduga
  • Skin in the game — pemegang saham ikut menanggung
  • Disiplin risiko — modal naik jika risiko naik
  • Confidence — deposan percaya bank aman
Tanpa regulasi modal, bank cenderung mengambil risiko berlebihan (moral hazard) karena profit privat tetapi kerugian sosial.
Bagian 1 · 1/4
Sejarah Basel
Diskusi kelas: mengapa Basel II dianggap gagal saat krisis 2008? Apa koreksi utama yang diperkenalkan Basel III?

Basel I, II, III — Evolusi

Tiga generasi kerangka Basel, masing-masing merespons kelemahan pendahulu dan krisis yang terjadi.

GenerasiTahunInovasi UtamaKelemahan
Basel I1988Bobot risiko 0–100% per jenis eksposur; CAR min 8%Terlalu kasar; semua korporasi sama bobot
Basel II20043 pilar; pendekatan IRB (PD/LGD/EAD internal)Underestimate risiko; procyclical; gagal 2008
Basel III2010CET1 dominan; buffer; LCR/NSFR; leverage ratioKompleks; biaya implementasi tinggi
Setiap generasi lahir dari krisis: Basel I dari Latin American debt crisis 1980an, Basel II dari kegagalan Basel I, Basel III dari krisis global 2008.

Trigger Krisis 2008 dan Basel III

Krisis 2008 mengungkap lima kelemahan fundamental Basel II yang menjadi pemicu reformasi besar.

Kelemahan Basel II (terungkap 2008)
  • Definisi modal terlalu longgar (hybrid dihitung Tier 1)
  • Underestimate risiko securitization & CCR
  • Procyclical — provisi sedikit saat boom, banyak saat krisis
  • Tidak ada liquidity requirement eksplisit
  • Leverage tidak dibatasi eksplisit
Koreksi Basel III
  • CET1 dominan (saham biasa + laba ditahan)
  • Perlakuan lebih ketat securitization & CCR
  • Countercyclical Buffer 0–2,5% (fleksibel)
  • LCR & NSFR (likuiditas)
  • Leverage Ratio minimum 3% (backstop)
Krisis 2008: banyak bank memenuhi CAR minimum tetapi CET1-nya tipis — ketika krisis datang, Tier 2 tidak cukup cepat menyerap kerugian.

Hitung dari Nol: Risk-Weighted Assets (Pendekatan Standar)

Skenario: Bank VWX memiliki portofolio: Cash & SBN Rp 100 M (risk weight 0%), kredit ke bank lain Rp 50 M (20%), KPR ritel Rp 200 M (35%), kredit korporasi Rp 400 M (100%). Hitung total RWA dan bandingkan dengan eksposur nominal.
LangkahPerhitunganRWA
1. Cash & SBNRp 100 M × 0%Rp 0 M
2. InterbankRp 50 M × 20%Rp 10 M
3. KPR ritelRp 200 M × 35%Rp 70 M
4. KorporasiRp 400 M × 100%Rp 400 M
5. Total RWA0 + 10 + 70 + 400Rp 480 M
6. Total eksposur nominal100 + 50 + 200 + 400Rp 750 M
Insight
RWA Rp 480 M (64% eksposur)
CAR 8% × Rp 480 M = Rp 38,4 M modal; bukan 8% × Rp 750 M = Rp 60 M. Bank hemat Rp 21,6 M modal karena risk-sensitive weights.
Bagian 2 · 2/4
Tiga Pilar Basel III
Diskusi kelas: mengapa Basel menggunakan tiga pilar, bukan hanya kebutuhan modal (Pilar 1)? Apa risiko yang tertangkap Pilar 2 dan 3?

Pilar 1 — Minimum Capital Requirements

Pilar 1 menetapkan kebutuhan modal minimum berbasis risiko (risk-based capital) — jantung kerangka Basel.

Tiga Jenis Risiko Dicaput
  • Credit risk — default debitur (fokus matkul ini)
  • Market risk — pergerakan harga pasar (saham, obligasi, valas)
  • Operational risk — kegagalan proses, sistem, orang
Pendekatan Credit Risk
  • Standardized — bobot risiko regulator (bank kecil)
  • IRB — PD/LGD/EAD internal bank (bank besar)
  • Formula: CAR = (Tier 1 + Tier 2) / RWA ≥ 8%
Basel III memperketat komposisi: Tier 1 ≥ 6% (dari 4% Basel II); CET1 ≥ 4,5% (dari 2% Basel II).

Pilar 2 — Supervisory Review

Pilar 2 memberi regulator alat untuk menilai bank dan menuntut modal tambahan jika perlu — judgment di luar model kuantitatif.

Tujuan Pilar 2
  • Memastikan modal cukup untuk profil risiko spesifik bank
  • Mengkaji risiko tidak tertangkap Pilar 1
  • Strategic, reputational, concentration risk
  • Intervensi dini untuk bank bermasalah
Proses SREP
  • Supervisory Review and Evaluation Process
  • Penilaian tahunan kualitatif + kuantitatif
  • Output: Individual Capital Requirement (ICR)
  • ICR dapat > minimum Pilar 1
Indonesia: OJK menetapkan ICR per bank berdasarkan profil risiko, tata kelola, dan kualitas sistem manajemen risiko.

Pilar 3 — Market Discipline

Pilar 3 mewajibkan bank mengungkapkan informasi yang memungkinkan pasar menilai kualitas — tekanan pasar melengkapi supervisi.

Pengungkapan Wajib
  • Komposisi modal (CET1, AT1, Tier 2)
  • RWA per jenis risiko (credit, market, op)
  • Eksposur ke sektor/geografis tertentu
  • Hasil stress test internal
Mekanisme Disiplin Pasar
  • Investor menjual saham bank berisiko
  • Deposan menarik dana
  • Rating agencies menurunkan rating
  • Format: laporan triwulanan + tahunan
Pilar 3 bekerja jika pasar dapat memproses informasi — bank dengan disclosure buruk dapat dihukum pasar meski CAR memenuhi minimum.
Bagian 3 · 3/4
CAR & RWA
Diskusi kelas: mengapa CET1 (Common Equity Tier 1) lebih penting dari total modal? Apa pelajaran dari krisis 2008 tentang quality of capital?

Komponen Modal: CET1, AT1, Tier 2

Modal bank memiliki tiga lapis dengan kualitas yang berbeda — semakin tinggi kualitas, semakin mampu menyerap kerugian.

LapisKomponenSifatMin RWA
CET1Saham biasa + laba ditahan − goodwillGoing concern (paling tinggi)4,5% + buffer 2,5%
AT1Perpetual preferred, CoCosConversion/write-down saat trigger1,5%
Tier 2Subordinated debt ≥ 5 tahunGone concern (likuidasi)2%
TotalCET1 + AT1 + Tier 28% RWA
CoCos (Contingent Convertibles) — instrumen AT1 yang otomatis dikonversi ke ekuitas saat modal bank jatuh di bawah trigger tertentu (mis. CET1 < 5,125%).

CAR: Rumus dan Threshold

Capital Adequacy Ratio adalah rasio modal terhadap RWA — indikator utama kesehatan bank yang dilaporkan ke OJK setiap kuartal.

CAR = Total Modal / RWA  ·  CAR Tier 1 = Tier 1 / RWA  ·  CAR CET1 = CET1 / RWA
KomponenThreshold Basel III (POJK 11/2016)
CET1 minimum4,5%
Tier 1 minimum6%
Total CAR minimum8%
Capital Conservation Buffer (CET1)2,5%
Total CET1 + Buffer7%
Countercyclical Buffer (CET1)0–2,5% (fleksibel per negara)
Bank umum Indonesia rata-rata CAR ~20–24% (data publik OJK) — jauh di atas minimum, dianggap well-capitalized.

Hitung dari Nol: CAR Bank YZA

Skenario: Bank YZA memiliki CET1 Rp 80 M, AT1 Rp 20 M, Tier 2 Rp 20 M, Total RWA Rp 800 M. Hitung CAR CET1, CAR Tier 1, dan CAR total, lalu bandingkan dengan threshold.
LangkahPerhitunganNilai
1. Tier 1CET1 + AT1 = 80 + 20Rp 100 M
2. Total modalTier 1 + Tier 2 = 100 + 20Rp 120 M
3. CAR CET180 / 80010,0%
4. CAR Tier 1100 / 80012,5%
5. CAR total120 / 80015,0%
6. Bandingkan minimumCET1 ≥ 4,5%; T1 ≥ 6%; Total ≥ 8%Semua terpenuhi margin besar
Insight
CAR total 15,0% (well-capitalized)
CET1 10% − buffer 2,5% = excess 7,5% untuk shock. Bank dapat distribusi dividen tanpa restriction.
Bagian 4 · 4/4
Implementasi POJK
Diskusi kelas: bagaimana OJK mengadaptasi Basel III ke konteks Indonesia? Apa penyesuaian yang dilakukan untuk sektor prioritas?

POJK 11/2016 — Konsolidasi Basel III IDN

POJK 11/2016 adalah kerangka induk adopsi Basel III di Indonesia dengan adaptasi konteks lokal.

Komponen Utama
  • Definisi modal lebih ketat (CET1 dominan)
  • Risk weight per jenis eksposur (adaptasi IDN)
  • Capital Conservation Buffer 2,5% CET1
  • Leverage ratio minimum 3% (backstop)
  • LCR & NSFR (likuiditas)
Adaptasi Konteks Lokal
  • Risk weight lebih rendah untuk UMKM/sektor prioritas
  • Implementasi bertahap sejak 2013, penuh pasca-2019
  • POJK turunan: IRRBB, stress test, risk mgmt
  • Koordinasi OJK-BI-LPS
LCR (Liquidity Coverage Ratio) — rasio aset likuid high quality terhadap net cash outflow 30 hari stress; minimum 100%.

Buffer Tambahan: Conservation & Countercyclical

Dua buffer CET1 tambahan untuk ketahanan dan stabilitas siklikal — inovasi Basel III pasca-krisis 2008.

Capital Conservation Buffer (CCB)
  • Tambahan CET1 2,5% di atas minimum 4,5%
  • Total minimum CET1 + CCB = 7%
  • Shock absorber saat krisis
  • Bersifat tetap (tidak fleksibel)
  • Jika jatuh di bawah 7%: restriction dividen/bonus
Countercyclical Buffer (CCyB)
  • Tambahan CET1 0–2,5% (fleksibel)
  • Dibangun saat ekspansi kredit berlebihan
  • Dilepas saat krisis untuk ruang ekspansi
  • Indikator: credit-to-GDP gap
  • Indonesia saat ini: 0% (tidak diaktifkan)
CCB memaksa bank rebuild modal setelah krisis melalui restriction distribusi; CCyB mendinginkan siklus kredit saat overheating.

Studi Kasus: CAR Bank Umum Indonesia

Konteks: Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK, bank umum Indonesia menunjukkan profil CAR yang sangat sehat — jauh di atas minimum global dengan margin keamanan besar.
IndikatorPertanyaanTipikal Bank IDN
1. CAR totalBerapa % RWA?Rata-rata 20–24% (min 8%)
2. CET1 ratioBerapa % RWA?~16–18% (min 4,5% + buffer)
3. Leverage ratioBerapa?~7–9% (min 3%)
4. LCRBerapa?~150–200% (min 100%)
5. NSFRBerapa?~110–130% (min 100%)
6. SREPBagaimana OJK menilai?Per bank: judgment kualitatif + kuantitatif
Insight
CAR tinggi = konservatif pasca-krisis 1997, OJK ketat, modal ekstra untuk pertumbuhan. Trade-off: profitability lebih rendah tetapi stabilitas tinggi.

Ringkasan Kunci Pertemuan 12

Basel III
3 pilar (modal, supervisi, disiplin pasar); CET1 min 4,5% + buffer 2,5% = 7%
RWA & CAR
RWA = Σ (eksposur × risk weight); CAR = Modal/RWA min 8%
POJK 11/2016
Adopsi Basel III di Indonesia; bank IDN CAR rata-rata ~20% (well-capitalized)

Bawa kerangka regulasi ini ke P13 (credit risk transfer) & P14 (studi kasus terintegrasi).

Persiapan P13: baca Saunders bab 14 (Credit Risk Transfer) & Hull bab 25 (Credit Derivatives). Bawa refleksi satu instrumen transfer risiko yang Anda kenal (CDS, sekuritisasi). Kuis 10 menit di awal P13.