stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Provisi Kerugian Kredit — PSAK 71 / IFRS 9 ECL
RPS minggu 10 · 2x50 menit

Provisi Kerugian Kredit — PSAK 71 / IFRS 9 ECL

Manajemen Risiko Kredit — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 10: menjelaskan kerangka provisioning PSAK 71 dan menghitung expected credit loss.

Jam ke-1 (50 menit)
  • Incurred loss (lama) vs Expected loss (PSAK 71)
  • Model tiga tahap: Stage 1, 2, 3
  • Trigger SICR (Significant Increase in Credit Risk)
Jam ke-2 (50 menit)
  • Formula ECL: PD × LGD × EAD dengan diskonto
  • Forward-looking information (skenario makro)
  • Dampak pada volatilitas laba & modal Basel
Posisi alur: P9 (NPL/restrukturisasi) → provisioning forward-looking → P11 (counterparty credit risk). Transisi dari workout ke akuntansi risiko.

Motivasi: PSAK 71 Perubahan Besar

PSAK 71 / IFRS 9 mengubah akuntansi kerugian kredit dari reaktif (incurred) ke proactive (expected) — perubahan terbesar dalam dekade ini.

Sebelum PSAK 71 (Incurred)
  • Provisi hanya saat default aktual atau objektif deterioration
  • Reaktif — terlambat mengakui kerugian
  • Saat krisis, provisi melonjak mendadak → laba jatuh
  • Procyclical — memperburuk siklus ekonomi
Sesudah PSAK 71 (Expected)
  • Provisi sejak hari pertama pencairan (12-month ECL)
  • Proactive — mengakui risiko sebelum default
  • Saat krisis, provisi naik bertahap mengikuti ekspektasi
  • Counter-cyclical — buffer di masa sulit
Krisis 2008 memicu tuntutan perubahan: bank-bank mengakui kerugian terlambat dan procyclical → PSAK 71 / IFRS 9 lahir sebagai respons.
Bagian 1 · 1/4
Incurred vs Expected Loss
Diskusi kelas: mengapa incurred loss model dianggap procyclical? Apa konsekuensi procyclicality ini bagi stabilitas sistemik perbankan?

Definisi Provisi & Tujuan

Provisi atau allowance for credit losses adalah estimasi kerugian yang diharapkan dari portofolio kredit — contra-asset di neraca, beban di laba rugi.

Tujuan Akuntansi
  • Mencocokkan pendapatan bunga dengan beban risiko
  • Nilai aset kredit di neraca = nilai realistis
  • Memberi sinyal risiko ke investor & regulator
Mekanisme Neraca
  • Aset kredit kotor − allowance = net carrying value
  • Beban provisi periodik masuk laporan laba rugi
  • Write-off saat charge-off aktual
PSAK 71 = expected loss model; PSAK lama = incurred loss model. Tujuan keduanya sama (estimasi kerugian), metodologi berbeda.

Incurred Loss vs Expected Loss

Perbedaan fundamental dalam filosofi: kapan kerugian harus diakui?

AspekIncurred (lama)Expected (PSAK 71)
Trigger provisiDefault aktual / objektif deteriorationSejak pencairan (12-month ECL)
Sumber dataHistoris (sudah terjadi)Historis + forward-looking makro
Timing pengakuanTerlambat — saat kerugian konkretAwal — sebelum kerugian aktual
Siklus ekonomiProcyclical (memperburuk krisis)Counter-cyclical (buffer saat krisis)
Volatilitas labaMelonjak saat charge-offLebih halus, mengikuti ekspektasi
Trade-off: expected loss memerlukan asumsi forward-looking yang lebih kompleks dan subjektif.

Hitung dari Nol: Timing Pengakuan Kerugian

Skenario: Bank menyalurkan Rp 100 M kredit pada Tahun 0. Expected default rate 3% (PD) dengan LGD 50%. Default aktual terjadi Tahun 3. Bandingkan timing pengakuan kerugian: incurred loss (lama) vs expected loss (PSAK 71).
TahunIncurred (lama)Expected (PSAK 71)
Tahun 0 (pencairan)Rp 0 (no impairment)Rp 1,50 M (3% × 50% × 100)
Tahun 1, 2 (performing)Rp 0 (tunggu default)Adjustment minor (update PD/LGD)
Tahun 3 (default aktual)Charge-off Rp 1,50 MSudah terprovisi sejak Tahun 0
Total beban Tahun 0–3Rp 1,50 MRp 1,50 M
Timing pengakuanSemua di Tahun 3Semua di Tahun 0 (sejak awal)
Insight
Total sama: Rp 1,5 M
Yang berbeda hanya timing — PSAK 71 memprovisi di muka, incurred menunda ke saat default. Timing matters untuk kualitas laba & stabilitas.
Bagian 2 · 2/4
Model 3-Tahap PSAK 71
Diskusi kelas: mengapa PSAK 71 menggunakan tiga tahap, bukan binary (performing vs default)? Apa keuntungan granularity ini?

Tiga Tahap PSAK 71 (Overview)

PSAK 71 membagi portofolio kredit ke tiga tahap berdasarkan profil risiko — granularity untuk pengakuan provisi yang akurat.

Stage 1 — Performing
  • Tidak ada SICR sejak pencairan
  • ECL: 12-month (12 bulan ke depan)
  • Default rate rendah
  • Sebagian besar portofolio
Stage 2 — SICR
  • Peningkatan signifikan risiko kredit (SICR)
  • ECL: lifetime (sisa tenor)
  • Trigger: rating turun ≥1 notch, EWS, covenant breach
  • Provisi naik signifikan
Stage 3 — Default
  • Default aktual (kolektibilitas 5)
  • ECL: lifetime dengan PD aktual
  • Interest basis: net carrying value
  • Provisi penuh
Transfer antar tahap harus didokumentasikan dengan bukti objektif — auditor dan regulator OJK meneliti konsistensi klasifikasi.

Stage 1 — Performing (12-month ECL)

Stage 1 adalah keadaan normal untuk sebagian besar portofolio bank — provisi moderat tetapi tidak nol.

Kriteria Inklusi
  • Rating stabil atau membaik sejak pencairan
  • Tunggakan 0–30 hari
  • Covenant dipenuhi
  • Sinyal EWS tidak aktif
ECL 12-Month
  • ECL = PD(12 bulan) × LGD × EAD
  • Diprovisi pada awal pencairan
  • Diperbarui kuartalan dengan data terbaru
  • Pendapatan bunga: gross carrying value
Contoh: kredit Rp 100 M dengan PD 12-bulan 1%, LGD 50% → ECL = 0,01 × 0,50 × 100 = Rp 0,5 M (diprovisi pada pencairan).

Stage 2 & 3 — SICR dan Lifetime ECL

Stage 2 dan 3 menggunakan lifetime ECL — perhitungan lebih berat yang biasanya menghasilkan provisi jauh lebih besar.

Stage 2 — SICR
  • Trigger SICR: rating turun ≥1 notch
  • Tunggakan > 30 hari
  • Covenant breach
  • Sinyal EWS aktif
  • ECL: lifetime = PD cumulative × LGD × EAD
Stage 3 — Default
  • Default aktual (kolektibilitas 5 / macet)
  • ECL: lifetime dengan PD aktual
  • Bukan estimasi historis
  • Interest basis: net carrying value
  • Pendapatan bunga turun
Transfer ke Stage 2 biasanya melipatgandakan provisi (3–5× dari Stage 1) — deteksi SICR sangat kritis.
Bagian 3 · 3/4
Perhitungan ECL
Diskusi kelas: bagaimana informasi makroekonomi forward-looking dimasukkan ke perhitungan ECL? Apa tantangan praktisnya?

Formula ECL: PD × LGD × EAD

Formula dasar ECL familiar dari P5, tetapi PSAK 71 menambah kompleksitas diskonto dan lifetime.

Stage 1:  ECL12 = PD(12 bulan) × LGD × EAD
Stage 2/3:  ECLlifetime = Σt [PD(t) × LGD(t) × EAD(t) × DF(t)]
KomponenDefinisi
PD(t)Probability of default tahun ke-t (12-month atau marginal per tahun)
LGD(t)Loss given default tahun ke-t (dapat bervariasi)
EAD(t)Exposure at default tahun ke-t (mis. revolving bervariasi)
DF(t)Discount factor = 1/(1+r)t (effective interest rate)
PSAK 71 mensyaratkan estimasi unbiased, reasonable, dan forward-looking — standard yang tinggi.

Diskonto & Forward-Looking

PSAK 71 mewajibkan ECL didiskonto ke nilai sekarang dan memasukkan informasi makro forward-looking.

Diskonto (Time Value of Money)
  • Kerugian masa depan didiskonto ke PV
  • PV(loss) = Loss / (1+r)t
  • Semakin lama tenor, semakin besar dampak
  • Menggunakan effective interest rate
Forward-Looking Information
  • ECL harus refleksikan ekspektasi masa depan
  • Skenario makro: base, upside, downside
  • ECL akhir = weighted average dari skenario
  • Contoh: pandemi 2020 → revisi PD dengan resesi berat
Bank harus dokumentasikan asumsi forward-looking untuk transparansi dan audit — regulator meneliti ketat.

Hitung dari Nol: Lifetime ECL untuk 5-Tahun Tenor

Skenario: Debitur Stage 2 dengan kredit Rp 100 M, tenor 5 tahun, PD marginal tahunan 2%, LGD konstan 50%, EAD konstan Rp 100 M, discount rate 8%. Hitung lifetime ECL.
Tahun (t)Loss(t) = PD×LGD×EADDF(t) = 1/(1,08)tPV(Loss)
12% × 50% × 100 M = Rp 1,00 M0,9259Rp 0,93 M
22% × 50% × 100 M = Rp 1,00 M0,8573Rp 0,86 M
32% × 50% × 100 M = Rp 1,00 M0,7938Rp 0,79 M
42% × 50% × 100 M = Rp 1,00 M0,7350Rp 0,74 M
52% × 50% × 100 M = Rp 1,00 M0,6806Rp 0,68 M
Σ (lifetime ECL)5 × Rp 1 M = Rp 5,00 M (tanpa diskonto)Rp 4,00 M
Insight
Lifetime ECL Rp 4,00 M
Diskonto mengurangi Rp 1 M (20%). Stage 1 (12-month) hanya Rp 0,93 M → transfer ke Stage 2 melipatgandakan provisi 4,3×.
Bagian 4 · 4/4
Implikasi & Studi Kasus
Diskusi kelas: bagaimana PSAK 71 memengaruhi keputusan strategis bank (dividen, ekspansi) saat krisis? Apakah ini kekuatan atau kelemahan?

Dampak PSAK 71 pada Volatilitas Laba

PSAK 71 menambah volatilitas laba bank — provisi berubah saat ekspektasi dan skenario makro berubah.

Sumber 1: Forward-Looking ECL
  • Informasi makro berubah (GDP, suku bunga)
  • ECL direvisi tiap kuartal
  • Provisi naik/turun mengikuti ekspektasi
Sumber 2: Transfer Antar Tahap
  • Stage 1 → 2 melipatgandakan provisi
  • Sering besar dan diskontinu
  • Saat krisis, banyak transfer simultan
Sumber 3: Skenario Berubah
  • Probability base/upside/downside direvisi
  • Setiap kuartal menyesuaikan
  • Sensitivity analysis penting
Volatilitas ini lebih akurat menggambarkan risiko aktual — bukan kelemahan tetapi realitas yang harus dikelola dengan transparansi disclosure.

Interaksi dengan Kebutuhan Modal Basel

PSAK 71 dan kebutuhan modal Basel III adalah dua sistem yang saling melengkapi tetapi berbeda tujuan dan metodologi.

PSAK 71 (Akuntansi)
  • Tujuan: estimasi expected loss
  • Output: allowance for credit losses
  • Beban: laporan laba rugi
  • Metode: 3 tahap, 12-month/lifetime ECL
Basel III (Regulasi Modal)
  • Tujuan: kebutuhan modal untuk unexpected loss
  • Output: risk-weighted assets (RWA)
  • Beban: modal inti (CET1)
  • Metode: IRB atau standar
Interaksi: provisi PSAK 71 > expected loss Basel → reduction of CET1 (lebih sedikit laba tertahan); provisi kurang → add-back to RWA.

Studi Kasus: Implementasi PSAK 71 di Bank Indonesia

Konteks: PSAK 71 efektif 1 Januari 2020 untuk bank umum Indonesia — beberapa bulan sebelum pandemi COVID-19, sehingga langsung diuji dengan kondisi ekstrem.
AspekPertanyaanPraktik Bank IDN
1. Tanggal efektifKapan mulai berlaku?1 Januari 2020 (bank umum)
2. Model dibangunSumber PD/LGD/EAD?Data historis + forward-looking scenario
3. SICR triggerKriteria transfer Stage 1→2?Rating turun, tunggakan > 30 hari, EWS aktif
4. Dampak pandemi 2020Bagaimana ECL berubah?Naik signifikan; skenario resesi dimasukkan
5. PengungkapanApa yang dilaporkan?Scenario analysis, sensitivity, stage transfer
6. Interaksi BaselBagaimana dengan RWA?Rekonsiliasi provisi vs expected loss Basel
Insight
PSAK 71 + respons OJK pandemi membuat bank Indonesia navigasi krisis dengan lebih baik — sistem akuntansi sudah expected loss sejak awal

Ringkasan Kunci Pertemuan 10

Paradigm Shift
PSAK 71: expected loss sejak hari pertama vs incurred loss (default aktual)
Model 3-Tahap
Stage 1 (12-month ECL) · Stage 2 (lifetime, SICR) · Stage 3 (default, PD aktual)
Formula Lifetime
Σ PD(t) × LGD(t) × EAD(t) × DF(t); forward-looking + diskonto

Bawa kerangka PSAK 71 ini ke P11 (counterparty credit risk) & P14 (studi kasus terintegrasi).

Persiapan P11: baca Saunders bab 12 (Counterparty credit risk) & BCBS (2019) Basel III CCR framework. Bawa refleksi satu disclosure PSAK 71 dari laporan tahunan bank IDN. Kuis 10 menit di awal P11.