stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Mitigasi Risiko Kredit — Agunan, Covenant, Jaminan, Netting
RPS minggu 8 · 2x50 menit

Mitigasi Risiko Kredit — Agunan, Covenant, Jaminan, Netting

Manajemen Risiko Kredit — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 8: menjelaskan instrumen mitigasi risiko kredit (agunan, jaminan, covenant, netting).

Jam ke-1 (50 menit)
  • Empat instrumen CRM: agunan, covenant, jaminan, netting
  • Pengaruh agunan pada EL & LGD
  • Haircut & valuasi agunan (tabel BCBS)
Jam ke-2 (50 menit)
  • Covenant: financial, affirmative, negative
  • Jaminan pihak ketiga & counterparty risk guarantor
  • Netting & setoff; matriks pemilihan instrumen CRM
Posisi dalam alur: P7 (portofolio) → mitigasi operasional → P9 (NPL & restrukturisasi). Mitigasi adalah layer pertahanan aktif yang menggerakkan PD, LGD, dan EAD.

Peran Agunan dalam Recovery

Agunan adalah instrumen mitigasi paling tua dan paling banyak dipakai — menurunkan LGD dengan menyediakan recovery sekunder saat default.

Tanpa Agunan
LGD 100% — semua eksposur hilang saat default; EL sangat tinggi
Dengan Agunan Efektif
LGD 30–50% — recovery dari eksekusi; EL turun signifikan
Agunan tidak menghilangkan risiko — ia mengurangi magnitude LGD. Default tetap terjadi; yang berubah adalah seberapa besar kerugian bersih.
Bagian 1 · 1/4
Empat Instrumen CRM
Diskusi kelas: dari empat instrumen CRM (agunan, covenant, jaminan, netting), mana yang paling sering diabaikan di bank Anda, dan apa konsekuensinya?

Definisi & Tujuan CRM

Credit Risk Mitigation (CRM) adalah set instrumen yang mengurangi eksposur risiko kredit melalui transfer, pengurangan, atau pemindahan.

Tujuan Utama
  • Mengurangi EL (PD/LGD/EAD)
  • Mengurangi modal regulatori (RWA)
  • Early warning indicator
  • Meningkatkan recovery saat default
Filosofi Dasar
  • Mitigasi ≠ menghilangkan risiko
  • Mitigasi = transfer/mengurangi magnitude
  • Mitigasi menciptakan risiko baru (counterparty risk)
Eligible CRM Basel: hanya instrumen kualitas tinggi yang dapat mengurangi RWA — cash, SBN, agunan likuid tertentu.

Empat Instrumen CRM (Overview)

Empat instrumen yang bekerja melalui mekanisme berbeda — dipilih berdasarkan profil risiko yang ingin dimitigasi.

InstrumenMekanismeKomponen EL Terdampak
Agunan (Collateral)Recovery dari eksekusi asetLGD ↓
CovenantTrigger early warning + pemicu default awalPD ↓ (deteksi dini)
Jaminan Pihak Ketiga (Guarantee)Transfer risiko ke penjaminPD efektif ↓ / LGD ↓
NettingOffset eksposur timbal balikEAD ↓
Empat instrumen dapat dikombinasikan — struktur kredit kompleks biasanya memakai lebih dari satu secara simultan.

Hitung dari Nol: Pengaruh Agunan pada EL & LGD

Skenario: Term loan Rp 100 M, PD 5%. Tanpa agunan: LGD diasumsikan 60%. Dengan agunan tanah FSV Rp 60 M (recovery rate historis 70% setelah biaya): recovery = Rp 60 M × 70% = Rp 42 M; LGD = (100 − 42) / 100 = 58%. Bandingkan EL kedua skenario.
LangkahPerhitunganNilai
1. EL tanpa agunanPD × LGD × EAD = 5% × 60% × Rp 100 MRp 3.000.000.000
2. Recovery dengan agunanFSV × recovery rate = Rp 60 M × 70%Rp 42.000.000.000
3. LGD dengan agunan(EAD − recovery) ÷ EAD = (Rp 100 − Rp 42) ÷ Rp 1000,58 (58%)
4. EL dengan agunanPD × LGD × EAD = 5% × 58% × Rp 100 MRp 2.900.000.000
5. Pengurangan ELEL tanpa − EL dengan = Rp 3,0 M − Rp 2,9 M−Rp 100 juta (−3,3%)
Insight
Agunan mengurangi EL modest (~3%) — bukan dramatis. Pengurangan signifikan datang dari struktur multi-layer
Bagian 2 · 2/4
Agunan & LGD
Diskusi kelas: dari pengalaman Anda, jenis agunan apa yang memberikan recovery paling konsisten lintas siklus di Indonesia?

Jenis Agunan & Likuiditas

Tidak semua agunan sama — likuiditas dan stabilitas nilai menentukan efektivitas mitigasi.

Likuiditas Tinggi
  • Cash deposit — recovery 100%
  • SBN (Surat Berharga Negara) — market deep
  • Deposito — setara kas
Likuiditas Sedang
  • Tanah lokasi prime — harga stabil
  • Bangunan komersial — income yield
  • Ekuitas saham liquid — volatile
Likuiditas Rendah
  • Tanah daerah — pembeli terbatas
  • Mesin industri — spesifik, depreciation
  • Inventaris — usang, obsolote
Likuiditas agunan menentukan haircut — semakin illikuid, semakin besar potongan dari nilai pasar.

Haircut & Valuasi Agunan

Haircut adalah potongan dari nilai pasar wajar ke FSV — mengkompensasi volatilitas dan illikuiditas.

FSV = Nilai Pasar × (1 − Haircut)
Jenis AgunanHaircut BCBS (indikatif)Alasan
Cash, deposito0%Tidak ada risiko nilai
SBN (surat berharga negara)5–10%Volatilitas harga minor
Ekuitas saham liquid15–30%Volatilitas harga tinggi
Tanah prime location30–40%Illikuiditas + waktu eksekusi
Tanah daerah, mesin, inventaris40–50%+Sangat illikuid + depresiasi
Haircut wajib dalam valuasi agunan — appraisal tanpa haircut akan over-state recovery dan underestimate LGD.

Hitung dari Nol: Efektivitas Agunan dengan Haircut

Skenario: Agunan tanah dengan nilai pasar Rp 8 miliar. Bank menerapkan haircut 40% (tanah prime location indikatif BCBS). Hitung nilai efektif agunan (FSV).
LangkahPerhitunganNilai
1. Nilai pasarAppraisal wajarRp 8.000.000.000
2. HaircutTanah prime (BCBS indikatif)40%
3. FSVNilai pasar × (1 − haircut) = Rp 8 M × (1 − 0,40)Rp 4.800.000.000
4. Recovery efektif (after biaya)FSV × 90% (biaya eksekusi 10%)Rp 4.320.000.000
5. LGD dengan agunan(EAD Rp 10 M − recovery Rp 4,32 M) ÷ EAD0,568 (56,8%)
Insight
FSV Rp 4,8 M (60% pasar)
Haircut 40% memangkas nilai agunan dari Rp 8 M menjadi Rp 4,8 M — LGD tetap tinggi
Bagian 3 · 3/4
Covenant & Jaminan
Diskusi kelas: covenant finansial mana yang paling efektif sebagai early warning di debitur korporasi menengah Indonesia?

Covenant: Financial, Affirmative, Negative

Tiga jenis covenant yang membentuk sistem kontrol perilaku debitur sepanjang hidup kredit.

Financial Covenant
  • DSCR ≥ 1,3×
  • DAR ≤ 0,7 atau DER ≤ 2×
  • Min tangible net worth
  • Interest coverage ≥ 3×
Affirmative Covenant
  • Wajib submit LK audited tahunan
  • Wajib maintain asuransi
  • Wajib compliance regulasi
  • Wajib info material changes
Negative Covenant
  • Tidak tambah utang tanpa izin
  • Tidak distribusi asset
  • Tidak merger tanpa consent
  • Tidak related-party excessive
Covenant tanpa monitoring = formalitas. Bank harus track compliance berkala & trigger action saat breach.

Jaminan Pihak Ketiga (Guarantee)

Guarantee menggeser risiko ke penjamin — efektif jika penjamin lebih kuat dari debitur utama.

Jenis Penjamin
  • Jamkrindo — BUMN penjamin kredit
  • Asuransi kredit — ACE, Coface
  • Corporate guarantee — induk perusahaan
  • Bank guarantee — bank lain
Mekanisme
  • Penjamin berkomitmen bayar jika debitur default
  • Bank dapat klaim ke penjamin langsung
  • Mengurangi LGD atau PD efektif
Capital Treatment
  • Eligible guarantee mengurangi RWA
  • Substitusi rating debitür → rating penjamin
  • Praktik IRB Basel
Eligibility test: penjamin harus lebih kuat (rating lebih tinggi) dari debitur utama.

Counterparty Risk pada Guarantor

Jaminan tidak menghilangkan risiko — ia memindahkan ke penjamin. Jika penjamin juga default, bank tetap rugi.

Skenario Berbahaya
  • Wrong-way risk — penjamin berkorelasi positif dengan debitur
  • Related-party guarantee — induk dan anak dalam grup yang sama
  • Contagion — saat krisis, baik debitur maupun penjamin gagal serentak
Mitigasi
  • Eligibility test strict (rating, independen)
  • Diversifikasi penjamin — tidak konsentrasi
  • Stress test joint default
  • Monitoring penjamin seperti debitur
Kasus APP 2001: corporate guarantee internal grup tidak ada artinya saat seluruh grup runtuh serentak.
Bagian 4 · 4/4
Netting & Studi Kasus
Diskusi kelas: untuk transaksi derivatif atau interbank, mengapa netting lebih efektif daripada agunan dalam mengurangi EAD?

Netting & Setoff

Netting mengurangi EAD dengan meng-offset eksposur timbal balik antara bank dan counterparty — utama di transaksi derivatif.

EAD_net = max(0, Bank_hutang_ke_CP − CP_hutang_ke_Bank)   (bila positif)
Mekanisme Netting
  • Bank hutang ke CP Rp 50 M; CP hutang ke bank Rp 80 M
  • Tanpa netting: EAD = Rp 80 M
  • Dengan netting: EAD = Rp 80 M − Rp 50 M = Rp 30 M
  • Pengurangan EAD Rp 50 M (62,5%)
Syarat Legal
  • ISDA Master Agreement (derivatif)
  • Close-out netting bilateral
  • Cross-product netting (derivatif + repo)
  • Yurisdiksi recognize netting
Netting efektif untuk portfolio derivatif besar — dapat mengurangi EAD agregat hingga 50%+.

Pemilihan Instrumen CRM (Matriks Keputusan)

Pemilihan instrumen CRM berdasarkan profil risiko yang ingin dimitigasi — tidak ada one-size-fits-all.

Profil RisikoInstrumen UtamaInstrumen Pendukung
Debitur korporasi stabil, agunan kuatTanah prime + financial covenantCorporate guarantee induk
UMKM, agunan terbatasTanah rumah + JamkrindoCovenant simplified
KTA ritel tanpa agunanScoring ketat + pricing risk-basedAsuransi kredit (opsional)
Derivatif/interbankNetting + CSA collateralCovered bond
Kredit eksporAsuransi kredit ekspor (Lecer)Letter of credit konfirmasi
Struktur optimal = kombinasi multi-layer yang menargetkan PD, LGD, dan EAD secara bersamaan.

Studi Kasus: Mitigasi Kredit Korporasi di Bank IDN

Konteks (ilustrasi): Bank IDN menyalurkan kredit korporasi Rp 100 M ke PT JKL (anak usaha grup konsumer besar). Struktur multi-layer: agunan tanah prime FSV Rp 50 M; corporate guarantee induk (rating AAA); covenant DSCR ≥ 1,3× & DAR ≤ 0,7; netting eksposur derivatif Rp 10 M.
Layer MitigasiMekanismePengurangan EL/RWA
1. Agunan tanah primeFSV Rp 50 M; recovery Rp 35 M (70%)LGD turun dari 60% ke ~46%
2. Corporate guarantee AAASubstitusi rating BB+ → AAARWA bobot turun signifikan
3. Covenant DSCR/DAREarly warning + trigger actionPD efektif turun via deteksi dini
4. Netting derivatifEAD derivatif Rp 10 M → Rp 4 M (offset)EAD turun Rp 6 M (60%)
Total mitigasiMulti-layer simultanEL & RWA turun substansial
Insight
Mitigasi paling efektif adalah struktur multi-layer — tidak ada instrumen tunggal yang menyelesaikan semua risiko

Ringkasan Kunci Pertemuan 8

4 Instrumen CRM
Agunan (LGD↓), Covenant (PD↓), Jaminan (PD/LGD↓), Netting (EAD↓)
Haircut Wajib
FSV = pasar × (1 − haircut); BCBS standar 0–50% per jenis
Multi-Layer
Struktur optimal = kombinasi instrumen yang menargetkan PD/LGD/EAD simultan

Bawa kerangka 4 instrumen CRM + multi-layer design sebagai alat desain struktur kredit di P9 (NPL/restrukturisasi) & P14 (studi kasus).

Persiapan P9: baca POJK 33/2018 (restrukturisasi); refresh 5 kolektibilitas POJK & konsep NPL dari P1.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.