Empat instrumen CRM: agunan, covenant, jaminan, netting
Pengaruh agunan pada EL & LGD
Haircut & valuasi agunan (tabel BCBS)
Jam ke-2 (50 menit)
Covenant: financial, affirmative, negative
Jaminan pihak ketiga & counterparty risk guarantor
Netting & setoff; matriks pemilihan instrumen CRM
Posisi dalam alur: P7 (portofolio) → mitigasi operasional → P9 (NPL & restrukturisasi). Mitigasi adalah layer pertahanan aktif yang menggerakkan PD, LGD, dan EAD.
Peran Agunan dalam Recovery
Agunan adalah instrumen mitigasi paling tua dan paling banyak dipakai — menurunkan LGD dengan menyediakan recovery sekunder saat default.
Tanpa Agunan
LGD 100% — semua eksposur hilang saat default; EL sangat tinggi
Dengan Agunan Efektif
LGD 30–50% — recovery dari eksekusi; EL turun signifikan
Agunan tidak menghilangkan risiko — ia mengurangi magnitude LGD. Default tetap terjadi; yang berubah adalah seberapa besar kerugian bersih.
Bagian 1 · 1/4
Empat Instrumen CRM
Diskusi kelas: dari empat instrumen CRM (agunan, covenant, jaminan, netting), mana yang paling sering diabaikan di bank Anda, dan apa konsekuensinya?
Definisi & Tujuan CRM
Credit Risk Mitigation (CRM) adalah set instrumen yang mengurangi eksposur risiko kredit melalui transfer, pengurangan, atau pemindahan.
Tujuan Utama
Mengurangi EL (PD/LGD/EAD)
Mengurangi modal regulatori (RWA)
Early warning indicator
Meningkatkan recovery saat default
Filosofi Dasar
Mitigasi ≠ menghilangkan risiko
Mitigasi = transfer/mengurangi magnitude
Mitigasi menciptakan risiko baru (counterparty risk)
Eligible CRM Basel: hanya instrumen kualitas tinggi yang dapat mengurangi RWA — cash, SBN, agunan likuid tertentu.
Empat Instrumen CRM (Overview)
Empat instrumen yang bekerja melalui mekanisme berbeda — dipilih berdasarkan profil risiko yang ingin dimitigasi.
Instrumen
Mekanisme
Komponen EL Terdampak
Agunan (Collateral)
Recovery dari eksekusi aset
LGD ↓
Covenant
Trigger early warning + pemicu default awal
PD ↓ (deteksi dini)
Jaminan Pihak Ketiga (Guarantee)
Transfer risiko ke penjamin
PD efektif ↓ / LGD ↓
Netting
Offset eksposur timbal balik
EAD ↓
Empat instrumen dapat dikombinasikan — struktur kredit kompleks biasanya memakai lebih dari satu secara simultan.
Hitung dari Nol: Pengaruh Agunan pada EL & LGD
Skenario: Term loan Rp 100 M, PD 5%. Tanpa agunan: LGD diasumsikan 60%. Dengan agunan tanah FSV Rp 60 M (recovery rate historis 70% setelah biaya): recovery = Rp 60 M × 70% = Rp 42 M; LGD = (100 − 42) / 100 = 58%. Bandingkan EL kedua skenario.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. EL tanpa agunan
PD × LGD × EAD = 5% × 60% × Rp 100 M
Rp 3.000.000.000
2. Recovery dengan agunan
FSV × recovery rate = Rp 60 M × 70%
Rp 42.000.000.000
3. LGD dengan agunan
(EAD − recovery) ÷ EAD = (Rp 100 − Rp 42) ÷ Rp 100
0,58 (58%)
4. EL dengan agunan
PD × LGD × EAD = 5% × 58% × Rp 100 M
Rp 2.900.000.000
5. Pengurangan EL
EL tanpa − EL dengan = Rp 3,0 M − Rp 2,9 M
−Rp 100 juta (−3,3%)
Insight
Agunan mengurangi EL modest (~3%) — bukan dramatis. Pengurangan signifikan datang dari struktur multi-layer
Bagian 2 · 2/4
Agunan & LGD
Diskusi kelas: dari pengalaman Anda, jenis agunan apa yang memberikan recovery paling konsisten lintas siklus di Indonesia?
Jenis Agunan & Likuiditas
Tidak semua agunan sama — likuiditas dan stabilitas nilai menentukan efektivitas mitigasi.
Likuiditas Tinggi
Cash deposit — recovery 100%
SBN (Surat Berharga Negara) — market deep
Deposito — setara kas
Likuiditas Sedang
Tanah lokasi prime — harga stabil
Bangunan komersial — income yield
Ekuitas saham liquid — volatile
Likuiditas Rendah
Tanah daerah — pembeli terbatas
Mesin industri — spesifik, depreciation
Inventaris — usang, obsolote
Likuiditas agunan menentukan haircut — semakin illikuid, semakin besar potongan dari nilai pasar.
Haircut & Valuasi Agunan
Haircut adalah potongan dari nilai pasar wajar ke FSV — mengkompensasi volatilitas dan illikuiditas.
FSV = Nilai Pasar × (1 − Haircut)
Jenis Agunan
Haircut BCBS (indikatif)
Alasan
Cash, deposito
0%
Tidak ada risiko nilai
SBN (surat berharga negara)
5–10%
Volatilitas harga minor
Ekuitas saham liquid
15–30%
Volatilitas harga tinggi
Tanah prime location
30–40%
Illikuiditas + waktu eksekusi
Tanah daerah, mesin, inventaris
40–50%+
Sangat illikuid + depresiasi
Haircut wajib dalam valuasi agunan — appraisal tanpa haircut akan over-state recovery dan underestimate LGD.
Hitung dari Nol: Efektivitas Agunan dengan Haircut
Skenario: Agunan tanah dengan nilai pasar Rp 8 miliar. Bank menerapkan haircut 40% (tanah prime location indikatif BCBS). Hitung nilai efektif agunan (FSV).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Nilai pasar
Appraisal wajar
Rp 8.000.000.000
2. Haircut
Tanah prime (BCBS indikatif)
40%
3. FSV
Nilai pasar × (1 − haircut) = Rp 8 M × (1 − 0,40)
Rp 4.800.000.000
4. Recovery efektif (after biaya)
FSV × 90% (biaya eksekusi 10%)
Rp 4.320.000.000
5. LGD dengan agunan
(EAD Rp 10 M − recovery Rp 4,32 M) ÷ EAD
0,568 (56,8%)
Insight
FSV Rp 4,8 M (60% pasar)
Haircut 40% memangkas nilai agunan dari Rp 8 M menjadi Rp 4,8 M — LGD tetap tinggi
Bagian 3 · 3/4
Covenant & Jaminan
Diskusi kelas: covenant finansial mana yang paling efektif sebagai early warning di debitur korporasi menengah Indonesia?
Covenant: Financial, Affirmative, Negative
Tiga jenis covenant yang membentuk sistem kontrol perilaku debitur sepanjang hidup kredit.
Financial Covenant
DSCR ≥ 1,3×
DAR ≤ 0,7 atau DER ≤ 2×
Min tangible net worth
Interest coverage ≥ 3×
Affirmative Covenant
Wajib submit LK audited tahunan
Wajib maintain asuransi
Wajib compliance regulasi
Wajib info material changes
Negative Covenant
Tidak tambah utang tanpa izin
Tidak distribusi asset
Tidak merger tanpa consent
Tidak related-party excessive
Covenant tanpa monitoring = formalitas. Bank harus track compliance berkala & trigger action saat breach.
Jaminan Pihak Ketiga (Guarantee)
Guarantee menggeser risiko ke penjamin — efektif jika penjamin lebih kuat dari debitur utama.
Jenis Penjamin
Jamkrindo — BUMN penjamin kredit
Asuransi kredit — ACE, Coface
Corporate guarantee — induk perusahaan
Bank guarantee — bank lain
Mekanisme
Penjamin berkomitmen bayar jika debitur default
Bank dapat klaim ke penjamin langsung
Mengurangi LGD atau PD efektif
Capital Treatment
Eligible guarantee mengurangi RWA
Substitusi rating debitür → rating penjamin
Praktik IRB Basel
Eligibility test: penjamin harus lebih kuat (rating lebih tinggi) dari debitur utama.
Counterparty Risk pada Guarantor
Jaminan tidak menghilangkan risiko — ia memindahkan ke penjamin. Jika penjamin juga default, bank tetap rugi.
Skenario Berbahaya
Wrong-way risk — penjamin berkorelasi positif dengan debitur
Related-party guarantee — induk dan anak dalam grup yang sama
Contagion — saat krisis, baik debitur maupun penjamin gagal serentak
Mitigasi
Eligibility test strict (rating, independen)
Diversifikasi penjamin — tidak konsentrasi
Stress test joint default
Monitoring penjamin seperti debitur
Kasus APP 2001: corporate guarantee internal grup tidak ada artinya saat seluruh grup runtuh serentak.
Bagian 4 · 4/4
Netting & Studi Kasus
Diskusi kelas: untuk transaksi derivatif atau interbank, mengapa netting lebih efektif daripada agunan dalam mengurangi EAD?
Netting & Setoff
Netting mengurangi EAD dengan meng-offset eksposur timbal balik antara bank dan counterparty — utama di transaksi derivatif.
Bank hutang ke CP Rp 50 M; CP hutang ke bank Rp 80 M
Tanpa netting: EAD = Rp 80 M
Dengan netting: EAD = Rp 80 M − Rp 50 M = Rp 30 M
Pengurangan EAD Rp 50 M (62,5%)
Syarat Legal
ISDA Master Agreement (derivatif)
Close-out netting bilateral
Cross-product netting (derivatif + repo)
Yurisdiksi recognize netting
Netting efektif untuk portfolio derivatif besar — dapat mengurangi EAD agregat hingga 50%+.
Pemilihan Instrumen CRM (Matriks Keputusan)
Pemilihan instrumen CRM berdasarkan profil risiko yang ingin dimitigasi — tidak ada one-size-fits-all.
Profil Risiko
Instrumen Utama
Instrumen Pendukung
Debitur korporasi stabil, agunan kuat
Tanah prime + financial covenant
Corporate guarantee induk
UMKM, agunan terbatas
Tanah rumah + Jamkrindo
Covenant simplified
KTA ritel tanpa agunan
Scoring ketat + pricing risk-based
Asuransi kredit (opsional)
Derivatif/interbank
Netting + CSA collateral
Covered bond
Kredit ekspor
Asuransi kredit ekspor (Lecer)
Letter of credit konfirmasi
Struktur optimal = kombinasi multi-layer yang menargetkan PD, LGD, dan EAD secara bersamaan.
Studi Kasus: Mitigasi Kredit Korporasi di Bank IDN
Konteks (ilustrasi): Bank IDN menyalurkan kredit korporasi Rp 100 M ke PT JKL (anak usaha grup konsumer besar). Struktur multi-layer: agunan tanah prime FSV Rp 50 M; corporate guarantee induk (rating AAA); covenant DSCR ≥ 1,3× & DAR ≤ 0,7; netting eksposur derivatif Rp 10 M.
Layer Mitigasi
Mekanisme
Pengurangan EL/RWA
1. Agunan tanah prime
FSV Rp 50 M; recovery Rp 35 M (70%)
LGD turun dari 60% ke ~46%
2. Corporate guarantee AAA
Substitusi rating BB+ → AAA
RWA bobot turun signifikan
3. Covenant DSCR/DAR
Early warning + trigger action
PD efektif turun via deteksi dini
4. Netting derivatif
EAD derivatif Rp 10 M → Rp 4 M (offset)
EAD turun Rp 6 M (60%)
Total mitigasi
Multi-layer simultan
EL & RWA turun substansial
Insight
Mitigasi paling efektif adalah struktur multi-layer — tidak ada instrumen tunggal yang menyelesaikan semua risiko